TAYANGAN SONY TV 14 JULI 2017
![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 125 DIINTERPERTASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE |
Index : Bajirao mencoba mempertahankan jarak dari Kashi. Kashi sengaja mendengar Bajirao memuji kecantikannya, yang membuatnya sangat senang. Kashi juga disarankan untuk menghidupkan kembali percintaan dengan Bajirao dan mendekatinya. Ketika dia melakukannya, ikatan diperbaharui dan ikatan baru terbentuk, menyelesaikan perbedaan masa lalu.
------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------
Saat Bajirao mengetahui keinginan ibunya terhadap Baihu, Bajirao berkata " menjadi seorang wanita yang penuh cinta dan kasih sayang tanpa sarat, akan di anggap sebagai seorang ibu ". Balaji menatap Radha Bai. Bajirao berkata "Gangga dan tanah air ini diberlukan sebagai ibu"... Ibu, seorang wanita tidak dapat memandang rendah wanita lainnya hanya karena dia tidak bisa melahirkan anak, seorang wanita membutuhkan cinta dan tidak akan ada seorang anak yang akan menjalankan hidupnya dan mengapa kau memintanya untuk melakukan ritual itu?" .. Bagaimana kau bisa tahu jika Bihu tidak subur, bahkan kakak iparnya bahakan jika adik ipar (suaminya bihu) juga memiliki hal itu". Radha terkejut dan menatap Bajirao. Bajirao mengatakan "Bahkan dia tidak ada disini untuk mendukungnya diwaktu yang penting". Bajirao menenangkan Bihu yang sedang menangis.
Radha Bai mengatakan " aku tidak ingin berdebat atau membicarakan hal ini dengan mu, tidak ada salahnya untuk melakukan ritual, hali itu akan memberikan keuntungan dengan menyembah dewa". Bajirao berkata "jika ritual hanya dilakukan untuk menyembah dewa, aku akan datang kedepan untuk memberikan korban untuk persembahan, namun nilai ritual ini sedang dilakukan untuk membuktikan bahwa putri dirumah ini telah kehabisan semua usaha yang mungkin hanya berfikir tentang hal itu, bahkan setelah melakukan ritual itu, jika hal-hal itu tetap tidak menguntungkan semua orang akan menaikkan jari mereka pada adik ku dan tidak akan ada yang mempertanyakan adik ipar, hanya saja reputasinya akan hancur, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi". Bajirao tersenyum pada Bihu yang menangis, Radha Bai terliah sangat kesal.
Bajirao bertanya pada Balaji "ayah, kenapa kau tidak mengatakan apa-apa pada ibu?". Bajirao berkata "kupikir, Bajirao benar.., kaub telah mengajarkan anak-anak kita tentang kebenaran dan hari ini kau sangat bisa pada anak-anak kita.., Radha kau telah berubah". Radha mengatakan "aku tidak tahu kenapa semua orang dirumah ini merasa bahwa apa yang aku lakukan dirumah ini salah!". Chimna ji mengatakan "ibu, itu tidak benar, kau tahu Bajirao dengan baik, kau sangat tahu jika dia memiliki perspektif berbeda untuk hal-hal yang lain". Bajirao mengatakan "itu hebat kau telah menumpulkan informasi dan aku berharap kau mendapatkan pengetahuan". Chimna jik kaget, laluu Bajirao kesal dan meninggalkan makannya, ia berdiri berkata "apakah semua akan menjadi sperti yang kalian semua inginkan, tapi aku tidak akan membirakan ritual itu terjadi". Bajirao pegi dan disusul oleh Balajib dan semua orang telah pergi meninggalkan Khasi sendirian. Khasi mengatakan "tidak ada yang memakan kidhir ini, aku membuatkannya dengan banyak cinta".
Bajirao pergi kekandang kuda, Anu bai datang menemuinya dan berkata "kakak ini begitu tidak adil, kau marah, dan kau datang kesini untuk mengambi Badal untuk tunggangan mu, kau telah mengajarkan aku bahwa tidak akan lari saat menghadapi masalah tapi menghadapi dan menyelesaikannya". Bajirao mengatakan pada Anu Bai "tapi tenang ini hanya untuk menyelesaikan masalahketika hubungan mulai ternodai, tinggal jauh adalah solusi yang terbaik, saat ibu sama sekali tidak mau mendengarkan aku, bagaimana dia bisa memahaminya?". Anubai mengatakan "Kakak bahkan kau tidak mengeti, dengarkan aku, aku bahkan sama sekali tidak mendukung ibu saat ia meminta kakak Bihu untuk melakukannya, dan aku tidak mengatakan bahwa itu adalah baik dan benar, tapi aku bisa mengerti alasan dibalik semua itu, Kakak Bihu harus terus mendengarkan ejekan dari mertuanya dan juga komentar kasar setiap harinya, dengan melakukan ritual ini maka dia akan menjalani hidupnya dengan damai, setidaknya utuk beberapa waktu". Bajirao bertanya pada Anu Bai"apakah Bihu berbagi apapun pada mu?". Anu Bai mengatakan "kakak, ada hal-hal yang bisa di pahami hanya ketika kita membaca raut wajah dan itu tidak perlu ditanyakan".
Bajirao bertanya pada Anu Bai "sejak kapan kau berubah menjadi tua dan dewasa?". Anu Bai mengatakan "ketika kakak ku mengangkat tandu adiknya dipundanknya dan meninggalkan dia dirumah barunya dan sejak hari itu seorang gadis telah berubah menjadi wanita biasa, Khasi melihat Bajirao sedang bverbicara dengan Anu Bai dan berlari kesana, Anu Bai "apakah kau melihat kakak ipar ku?". Khasi bersembunyi dibalik tembok, Anu Bai mengatakan pada Bajirao " sekarang kau jangan memberikan alasan bahwa kau tidak pernahmelihat kecanitkaan wajahnya yang mempesona, dan kakak apakah kau telah memperhatikannya?" . Khasi tersenyum mendengarkan pembicaraan mereka, Bajirao menjawab "Iya". Khasi tersenyum senang dan berlari, mereka medengarkan sura gelang kaki Khasi namun tidak ada siapapun disana. Anu Bai mengatakan " sekarang kau ada rumah dan seilhkan habisakan waktu berdua dengan kakak ipar, kau tidak akan pernah tahu dengan menghabiskan wakru dengannya, mungkin kau ingin menjalani kehidupan berkeluarga". Anu Bai menggodanya dan pergi.
Malam hari, Matsani sedang memainkan Sitarnya, Ibunya (Ruhaani Bai) datang menemuinya dan bertanya pada Sevika, Sevika menjelaskaan semua yang terjadsi ketika Jagat Raj dan ratu menghina Matsani dan juga ibunya, Matasani menangis dan terus memainkan nada lalu berhenti. Ruhanni bai menghampirinya "Matsani, aku tahu apa yang terjadi". Matsani tersenyum berkata "ibu, tidak ada yang terjadi". Ruhaani Bai mmengatakan "Matsani, kita dapat mencoba dan mungkin akan berhasil dalam menyembunyikan kesedihan kita dari orang lain, dari diri kita sendiri dan bahkan dari allah, tapi..., kita tidak bisa menyembunyikan kesedihan dari ibu kita". Ruhanni Bai memeluk Matsani dan menangis, tapi Matsani tersenyum dan berkata "mengapa kau begitu berkecil ahti, bu?"... aku berharap orang tua ku memiliki seroang putra tidak bukan seorang putri, karena dalam keluarga kerjaaan anak perempuan dapat berbagi kesedihan dan membuat ayahnya tak berdaya, tapi bukan kekuatannya". Ruhanni Bai berkata pada Matsani " kau tidak tahu apa salah ku, bahwa alla juga telah memalingkan wajahnya dari ku, seorang putri raja mewarisi berlian dan perhiasan dari ibu mereka, tapi kau hanya mewarisi penghinaan ". Matsani tersenyum mengatakan "ibu, kesedihan bagian dari kehidupa, tapi itu terserah kita bagaimana kuta akan menghadapi kesedihan ". Matsani pergi dan Ruhaani Bai memangis.
Khasi Bai sedang berdiri di dekat jendela, dan memerintahkan Nandini "Tuangkan minyak lebih banyak pada lampu sehingga lampu dapat menyala sepanjang malam dan setidaknya aku tidak merasa kesepian, dia belum masuk ruangan ini selama bertahun-tahun". Nandini mengatakan "dia tidak akan datang kesini bahkan hari ini, itu kesalahan mu.., kau hanya menunggunya kau tidak pernah mau mencoba, jadi apakah jika dia datang kesini, kau akan bertambah dekat dengannya, kan?". Khasi hanya terdiam, Bajirao melompat sedang berlatih pedang dibalkon, Khasi Bai berlari dan pergi dari kamarnya.
Khasi tersenyum saat melihat Bajirao bermain pedang dan menatapnya, Bajirao mebghntikan gerakannya dan melihat Khasi sedang berdiri dan memperhatikannya, ia mengenakan Bajunya dan duduk, Khasi mendekat dan bereka berdua terlihat canggung, Khasi duduk di samping Bajirao, mereka tidak saling berbicara. Khasi merasa kedinginan, Bajirao memperhatikannya, ia mengambil kain putih dan menyelimutinya, Bajirao berkata "kau merasa kedinginan". Khasi bertanya "kau begitu menghawatirkan aku?". Bajirao mengatakan "kau adalah istri ku.., aku pasti khawatir pada mu ". Khasi Bai merasa malu dan memalingkan wajahnya. Bajirao mengatakan "kau harus tidur". Khasi bertanya "apa kau tidak akan datang bersama dengan ku?" . Bajirao bangun dan menatap kelangit berkata "mereka yang dimaksudkan untuk terbang merasa rtercekik di dalam sangkar". Khasi mengatakan "tapi Rao, rumah ini bukan kandang ini sarang ". Bajirao hanya terdiam.
Khasi mengatakan "Ibu mertua akan terbangun dan berdiri di dekat jendela yang lebih basar dari ku, jadi kau akan melihat melalui mereka, kau bisa melihat dari seluruh Sswad". Bajirao mengatakan "aku pasti akan melihatnya". Khasi tertawa bahagia. Bajirao mengatakan "sekrang kau harus tidur, jika tidak kau akan jatuh sakit.. pergilah" . Khasi pergi tapi ia berbalik untuk menatap suaminya dan tersebyum. Bajirao merebahkan dirinya di atas kasur diluar ia menatap bulan purnama dan mengingat nyanyian merdu Matsani, sementara Khasi Bai masih menatap keluar jendela dan tesenyum. Matsani sedang berbaring dan belum tertidur ia menggoyangkan kakinya.
Keesokan paginya, Balaji terbangun dari tidurnya dan melihat Radha Bai berdiri di dekat jendela dan bertanya "kenapa kau tidak tidur selamalam?" . Radha mengatakan "aku telah di hina begitu buruk dan aku tidak bisa tidur sepanjang malam ". Balaji bertanya "apa yang terjadi?". Radha mengatakan "pernahkah aku merusak atau menganggu mu didepan siapaun?".. pernahkah aku menentang mu sampai sekarang, aku juga punya alasan ketika aku pergi dari ruangan ini, aku tidak mempedulikan rasa sakit ku dan juga penderitaan ku, apapun itu...itu diantara kita". Balaji menatap Radha, Radha berpaling dan berkata "Bajirao prajurit terbaik di dunia, tapi setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun di medan perang dia lupa bahwa masih ada kehidupan diluar itu musim hujan akan segera datang, masih ada waktu untuk mu untuk mendapatkan hal yang lebih baik.., akibatnya kau dan juga anak mu akan menghabiskan sebagian waktu lebih banyak dirumah, Rao telah banyak belajar bagaimana berperang, saat musim hujan dia akan belajar untuk mengambil kepeduliannya terhadap urusan rumah".
Balaji mengatakan pada Radha "aku juga menginginkan hal yang sama, tapi bukan berati kita harus menghentikan Rao dan mengekspresikan pikirannya". Radha mengatakan "tidak peduli apa yang akan di katakan Rao, yang penting adalah bagaimana dia bisa mengatakan hal itu dan dimana, Rao telah melawan aku di depan semua orang dan kau mendukungnya, besok Khasi juga pasti akan melakukan hal yang sama, dibutuhkan bertahun-tahun untuk menempatkan batasan, tapi tidak mengambil satu menit saja untuk menghentikan mereka, peshwa, Rao perlu belajar untuk menghormati batasan". Balaji mengatakan pada Radha "kau tahu bahwa Rao sepeti badai". Radha marah dan mengatakan "dan aku gunung.., yang aku hanya ingin tahu apakah kau akan mendukung ku atau menentang ku sama seperti kemarin?"
Balaji mengatakan "jika itu tang kau inginkan, itulah yang akan terjadi". Radha mengatakan "apa yang kulakukan itu sangat diperlukan, keluarga ini terikat dengan displin, jika disiplin rusak maka keluarga akan terbagi" . Balaji mengatakan "aku tidak tahu sejak kapan keluarga ini menjadi terikat dengan disiplin dan bukan pada cinta". Radha mengatakan "kau tahu sejak kapan ". Radha Bai menatap Balaji dengan penuh amarah, Balaji tertunduk. Bajirao sedang membicarakan tentang strategi perang berkata "Kita akan menyerang dari kedua arah, ayah dan aku akan menyerang dari timur dan aku akan menyerang dari barat, sekarnag kita tidak akan jauh dari kemenangan , Mughal tidak akan mampu untuk mengendalikan india untuk sekarang dan juga selamanya..dan..." Bajirao melihat Balaji hanya terdiam, Bajirao berkata "ayah". Balaji tersadar dari lamunannya. Bajirao mengatakan " apakah kau menykai strategi ku?" .
Balaji mengatakan"tidak, itu bagus... strategi itu sangat baik tapi sekarang hujan akan turun, masih banyak waktu untuk pertempuran, kau akan menggunakan busur yang tepat jika kau tetap tenang untuk melepaskan anak panah ". Bajirao mengatakan pada Balaji " ayah, aku belum pernah melepaskan anak panah, tapi aku hanya menghasahnya". Balaji mengatakan "kau benar, Baji, tapi terkadang itu diperlukan untuk mengistirahatkan pikrian juga". Balaji melipat peta, Balaji mengatakan "kau akan melihat ". Bajirao mengatakan " ayah kadang-kadang pemikiran anak seperti bumi, jika berhenti atau bahakn tersesat, hal itu akan menyebabkan malapetaka". Chimna Ji masuk dan mengatakan "itu sduah terjadi disini, dan petaka itu adalah ibu". Bajirao bertanya pada Chimna "ada pa, mengapa kau sangat Khawatir?". Chimna ji mengatakan pada Bajirao "Kakak ibu telah memanggil mu, ayah butuh istirahat dan ibu sesang membutuhkan mu". Chimna ji mengajak Blaji beristrirahat. Bajirao hanya terdiam.
Precap:Sevak memberitahu Rani bahwa putra Chattrasal ditawan oleh Mughal. Mastani mendengarnya dan mengatakan pada Ruhaani Bai bahwa dia akan menunjukkan kepada Mughal bahwa pedang mereka tidak lemah dan akan mengembalikan adiknya. Ruhaani Bai khawatir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar