Rabu, 14 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO 118( 5 juli 2017) : BAJI MENAHAN NASER SETELAH MEMBAKAR HANGUS SAWAH PENDUDUK DESA DAN MEMINTA TEBUSAN PADA QAMMERUDDIN

TAYANG SONY TV 5 JULI 2017


PESWA BAJIRAO EPISODE 118
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index : Bajirao menyiksa Nasir untuk membuat dia menyadari rasa sakit yang dialami petani miskin saat tanah pertanian mereka dibakar olehnya. Dia mengatakan kepadanya bahwa dia telah mengirim pesan kepada ayahnya untuk datang sendiri dengan uang tebusan untuk menyelamatkan hidupnya. Saat menerima surat tersebut, Kamruddin berencana membunuh Bajirao dengan panah beracun. Akankah rencananya sukses, cari tahu di episode Peshwa Bajirao ini.
--------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Malam hari, Usai Chimna Ji terjatuh dari tangga. Chimna tersadar dari tidurnya, ia meraih gelas di meja namun menjatuhkan gelas. Khasi datang dan bertanya pada Chimna “Apa yang terjadi?”. Seandinya kau tidak mengatakan sudah dan memberitahu aku jika kau butuh sesuatu, tapi kau tidak melakukannya, anak laki-laki seharusnya bangga untuk meminta bantuan, apakah semua anak laki-laki seperti itu?” atau anak laki-laki peshwa  ini akan tetap membandal?”. Khasi memberikan Chimna minum. Chimna berkata pada Khasi”Kau jangan khawatir kakak ipar, saudara ku pasti akan kembali”. Khasi bertanya “Bagimana kau tahu?”. Chimna berkata “karena kakak ku mengatakan bahwa ia akan segera kembali”. Chimna kembali tertidur dan Khasi menaruh gelasnya.

Chimna berkata “saat panah di tembakkan oleh dewa rama.., maka janji bajirao tidak akan pernah gagal”. Khasi tersenyum dan akan pergi, Chimna memanggil Khasi dan bertanya “ kenapa kau sedih?”.. Kakak ku tetap akan bersama dengan mu selama 41 hari kedepan”. Khasi bertanya “dan setelah itu?”.., cara ia berjuang melawan Naser, ekspresi di wajahnya saat berperang dan sepertinya tidak ada yang alami dari pada pertempuran, dan kau pikir dia tidak akan pernah berhenti”.

Bersama dengan Ishu dan Gotiya, mereka mengikat Naser disuatu tempat, Naser berteriak kesakitan dan memberontak “Hei…”. Baji berkata “Baik itu persahabatan  atau permusuhan hubungan akan terasa menyenangkan ketika dipenuhi oleh kekuatan”. Baji mengusapkan garam pada tubuh naser yang terluka dan Naser berteriak kesakitan. Baji berkata “Kau juga akan mengalami rasa sakit  yang dialami petani msiskin saat kau membakar tanah pertaniah yang telah dibakar oleh mu”. Baji mengusapkan seluruh garam kesuluruh luka di tubuh Naser dan ia berteriak kesakitan.. Naser berteriak “Bajirao…, kau telah membuat kesalahan  besar!”.., Jika ayah ku tahu kau telah menyakiti aku dia akan memotong-motong tubuh mu!”. Gotia mentertawakannya  dan bertanya  pada Naser “Apa kata mu.., siapa yang akan kau potong?”. Gotiya dan Ishu mentertawakan Naser.

Baji mengatakan  kami telah mengirimkan pesan pada ayah mu dan memintanya untuk datang kesini dengan uang tebusan yang layak,  jika ia memang ingin menyelamatkan mu”.., selain itu sendirian”. Gotiya berkata “Karena dia (ayah Naser) akan datang, kau bisa membawakan jalabi .., lalu aku dan Kamru akan memakan Jalebi bersama-sama”. Baji bingung dan bertanya pada Gotiya”Siapa Kamru yang kau maksud?”. Gotiya berkata “Siapa lagi ayahnya yang idiot.. Qammeruddin Ji (Bapak Qammeruddin). Naser menjadi marah  berkata “Kau yang idiot.. Kau tidak menyadari apa yang telah kau lakukan!”.., ayah ku tidak seperti ayah mu yang hanya menjadi cadangan untuk musuh-musuhnya, dia tidak akan membayarkan tebusan agar aku tetap hidup, tapi sebaliknya dia akan memanggal kepala mu”. Naser berteriak dengan Gotiya berkata”Kau yang idiot, jika kau tidak ingin terluka jangan pernah menggaruk beruang yang sedang tertidur”. Naser menatap Baji dengan penuh kebencian, Gotiya tertawa dan berkata “Wow..wow..wow..wow Naerr!.., itu pepatah yang sangat indah” lalu menampar Naser dengan sangat keras. Baji berkata pada Naser “pesan itu yang akan menakut-nakuti ayah mu begitu sangat buruk, dia yang akan datang kesini meringkuk seperti tikus”. Baji menatap Naser dengan penuh amarah.

Qameruddin mendapatkan pesan dari Bajirao beserta dengan kain penuh dengan noda darah, Qameruddin membaca isi surat yang dikirmkan Baji kepadanya “ Aku telah mengirimkan pakian anak mu, saat ini aku juga akan mengirimkan kepalanya jika kau tidak mau mematuhi aku, kami telah mencoba untuk pertempuran, tapi kau tidak layak untuk itu.., mari kita membuat kesepakatan.., mungkin kau bisa melakukannya bayarlah tebusan uang untuk kehidupan anak mu dan bertindaklah cerdas dan dengan demikian, mungkin  kau bisa mendapatkan anak mu, tapi aku akan tetap mengambil nyawanya”

Qameruddin mengatakan “ aku tidak tahu  siapa yang harus marah dengan siapa.. pada Bajirao yang telah menangkap anak ku  pada anak ku yang idiot yang membiarkan dirinya  ditangkap,  tujuan ku hanya untuk memerintah india dan anak ku yang bododh itu  terlibat dengan pertengkaran yang kekanak-kanakan  dengan putra Balaji”. Qameruddin marah dan membuang surat itu ke apidan berkata “aku harus mengakhiri masalah hari ini”.

Dirumah Radha, Khasi tertidur diluar menunggu Bajirao pulang, ia terbangun dan menambahkan minyak pada lilin dan berkata” meninyak telah terbakar dilampu, tapi aku menunggu suami ku dan tidak akan pernah beakhir, jika dia tidak kembali tepat waktu itu berarti dia tidak akan dapat mematuhi janjinya”. Khasi mendengar suara tangisan bayi dan bergegas masuk kedalam, ia menggendong bayi dan berkata “ Hanya kau satu-satunya orang yang mengerti aku, tendanglah saudara mu atas nama ku ketika ia kembali.. dewa tahu apa yang dia lakukan bukan.., menepati janjinya”.

Gotiya berkata pada Naser “ Ayah mu.., dewa kamru belum datang, apa yang akan kami lakukan dengan mu sekarang?” dan Gotiya bertanya pada Bajirao “Dia yang telah membakar peternakan pendududuk desakan, seharusnya kita juga membakarnya”. Gotiya tertawa saat melihat Naser terkejut dan menunjukkan obor ditangannya. Baji bertanya “ Apakah kau takut dengan api yang kecil, Naser?”. Pikirkan apa yang sudah kau lakukan ketika percikan itu kebebasan dan patriotism yang menyala pada diri setiap warga desa, tap aku punya beberapa saran untuk mu, saat ayah mu menyelamatkan mu dari sini, maka kalian berdua pergilah  yang jauh dari tanah Maratha “. Gotiya bertanya pada Naser “apakah kau mengerti?”. Naser menjadi sangat marah berkata” kami tidak akan pergi kemana pun, tapi kau akan mati, jika ayah ku datang kesini dia tidak akan datang sendirian, dia akan datang dan sepenuhnya akan siap  untuk membunuh mu”. Baji menatap Naser.

Qameruddin berbicara pada beberapa anak buahnya dengan memegangi anak panah dan ia telah menyiapkan banyak anak panah, dan berkata “  jika anak panah beracun  ini menyentuh kulit sesorang, maka orang itu akan mati beberapa saat kemudian, Bajirao akan tetap kita selesaikan dia yang telah meminta agar aku datang sendirian dan lawan tunggal lebih waspada dari biasanya, jadi jika kita kehilangan permainan pertama untuk menang, aku akan pergi menemui Bajirao sendirian untuk mendapatkan anak ku dan aku akan kembali, ketika Bajirao dan kami memiliki jarak yang aman maka kalian semua akan menyergapnya, apapun yang terjadi Baji harus mati”
Anak buah Qameruddin bertanya “mengapa kau perlu empat orang hanya untuk membunuh seorang pemuda, apalagi sekarang kita telah memiliki anak panah beracun ini?”. Qameruddin menjawab “ Para tetua  mengatakan itu adalah kebodohan jika meremehkan penyakit dan musuh..”. Qameruddin menyentuh pipinya dan berkata “ aku telah melakukan kebodohan ini sebelumnya dan aku tidak akan mau mengulanginya”

Shiv Bai gelisah dan bertanya-tanya “apakah aku sudah melakukan kesalahan dengan meminta Bajirao  untuk mengambil janji itu?”.., jika janji itu tidak lengkap maka kesehatan Radha Bai..” Kumud datang dan tertawa senang berkata pada Shiv Bai “Kau sangat tidak bersalah, peswin Bai sakit itu juga bukan karena kemarahan dewa.., aku yang telah mencapurkan makanannya dengan ramuan sehingga menyebabkan dia jatuh sakit”. Kumud mendekati Shiv Bai dan tertawa puas, sementara Shiv Bai terkejut berkata”Apa”.. Khasi berkata “Bibi……..”. Shiv Bai marah dan menghempskan tangan Kumud dan terkejut saat melihat Khasi yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka dan tertengun. Khasi bertanya “Bibi, bagaimana kau bisa melakukan itu pada ibu mertua?.., bahkan pada bayi yang baru lahir  dia harus menderita bersamanya?”. Shiv Bai berada di pihak Khasi dan berkata pada Kumud” apa yang dikatakannya benar, kau telah melintasi batasan mu, tapi kita bisa mencari cara lain untuk menghentikan Baji, kenapa kau melakukan ini?”.

Kumud berkata “ kau punya kakak ipar yang mau mendukung mu, aku melakukan segalanya untuk kesejahteraan mu dan juga Khasi, kadang seorang tabib  perlu memberikan makanan  dan memberikan pasiennya pil pahit untuk menyembuhkannya, bahkan aku melakukan hal yang sama, apa masalahnya jika Radha Bai mengalami sedikit masalah untuk kesejahteraan mu?”. Bahkan Radha Bai akan senang jika Baji hanya tinggal di rumah  dan memimpin kehidupan yang biasa”. Khasi marah menghempaskan tangan Kumud berkata “Bibi, tidak peduli apa yang telah kau kau katakan, tapi kau telah membuat kesalahan terbesar, biarkan aku pergi memberi tahu pada semua orang  yang sebenarnya” Kumud ketakutan dan Shiv Bai terkejut. Ketika Khasi hendak pergi, Shiv Bai berkati “ Khasi berhenti!”. Khasi menatap ibunya. Shiv Bai berkata pada Khasi, “Bibi mu telah melakukan kesalhan tapi olong jangan membuat kesalhan yang lain dan mengatakannya pada semua orang tentang hal yang sebenarnya, jika Radha Bai dan Bajirao tahu hal ini, maka mereka tidak akan membiarkan mu bahkan  berbicara dengan kami, apakah jau ingin ini terjadi?.. Katakan pada ku. Khasi hanya terdiam.

Qemeruddin datang menemui Bajirao untuk menyelamatkan Naser sendirian dengan membawa sekraung uang untuk tebusan, Baji berbalik dan menatapnya. Naser senang dan berkata “ayah”. Qameruddin melemparkan uang dan meninggalkannya di tanah dan menatap Bajirao dengan penuh amarah. Gotiya berkata “ Bahkan angina pun berubah arah atas perintah Baji, Qameruddin masih tetap manusia bukan tikus “Qameruddin terbelalak. Baji berkata” Harus ku akui tidak hanya manusia saja, bahkan serigala yang akan mempertaruhkan hidupnya untuk anak mereka”. Qameruddin marah  berkata pada Baji “ Aku tidak datang kesini untuk mendengarkan ejekan mu, ambil tebusan itu dan bebaskan anak ku”. Baji berkata pada Qameruddin “ kau sedang tidak dalam posisi untuk membuat tuntutan, membayar harga  dan aku akan mengampuni anak mu". 

Qameruddin mengelurkan pedang, namun Ishu dan Gotiya juga mengelurkan pedang mereka dan mengarahkannya kelerher Naser, Qameruddin terdesak dan memasukkan pedangnya. Baji berkata “ingatlah itu dan ingatkan juga anak mu, tidak peduli dengan apa yang akan kau lakukan tapi jangn pernah memulai permusuhan terlebih dahulu dengan Marathi”. Qameruddin bertanya “lalu aku harus dimana?”. Qameruddin menatap baji, Baji memberi isyarat pada Gotiya dan Ishu untuk memasukan padang. Qameruddin melihat keempat anak buahnya telah bersiap dengan anak panah beracun di kejauhan, Gotiya memeriksa uang dikarung, dan berkata “wah ini pertama kalinya Qameruddin belum memainkan trik”. Gotiya melepaskan ikatan dan mendorong Naser. Qameruddin berkata pada Naser “ Mari kita pergi!”. Gotiya mengusir mereka “pergilah sana”. Keempat anak panah beracun telah di lepaskan, Baji terkejut begitu juga dengan Qameruddin dan Naser yang juga terkejut.

Shiv Bai mengulurkan tangannya mengatakan pada Khasi “berjanjilah kau tidak akan memberitahu apapun pada peswin Bai”. Khasi hanya menatap ibunya Khasi menaruh tangannya diatas tangan ibunya dan berkata “Ibu, aku akan berjanji , aku memiliki syarat”. Kumud bertanya “syarat apa?”Sekarang, hari ini, dari saat ini .., kau tidak akan melakukan  hal itu dimana setiap anggota keluargaku akan di ruhikan”. Shiv bai mengatakan “aku menerima sarat mu Khasi”, Khasi menatap penuh amarah pada Kumud dan berbalik pergi, Kumud sangat kesal.

Sementara itu, keempat anak panah melesat kearah Baji, Baji mendorong Gotiya dan Ishu kemudian mengambil pedang dari tangan mereka untuk menankis anak panah beracun, Naser terkejut, beberapa prajurit Marathi datang untuk mengamankan anak buah Qammerudin. Bajirao menatap Qammerudin dan berkata “Kau pikir aku bisa mempercayai mu sepenuhnya?”. Baji mengelurkan kedua belatinya  dan berkata “ mungkin kau sudah nenjawab target mu, dan aku tidak akan kehilangan”.

Baji melemparkan kedua belatinya kea rah Qameriddin dan Naser, Naser bergegas berlari meninggalkan ayahnya. Namun kedua belati itu masih di tangan Baji. Baji bertanya pada Qameruddin”apakah kau dapat melihat perbedaannya?”  inilah perbedaan antara Marathi dan Mughal , anak mu tidak bernai untuk menyelamatkan nyawa ayahnya dan kami mempertaruhkan hidup tanpa ragu untuk menyelamatkan orang asing, Qameruddin aku mengampuni nyawa mu sehingga kau dapat mengirmkan pesan ke Mughal yang tidak akan kesulitan untuk mengalahkan Marathis, tapi ini mustahil”, jika kau berani menyiksa orang yang tidak bersalah lagi maka setiap kali kau akan ku hukum, hanya itu jalan mu sekarang”. Qameruddin hanya terdiam dan berbalik pergi. Gotiya dan Ishu memeluk Bajirao dan mereka tersenyum. Gotiya berkata “Wow Baji, setelah semua yang terjadi kau telah memenuhi janji yang telah kau buat untuk penduduk desa”. Baji tersenyum lalu ia melihat benang suci ditanganya, ia memberikan kedua belati itu pada Gotiya dan Ishu dan berlari pergi meninggalkan mereka.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar