Index : Bajirao menyiksa Nasir untuk
membuat dia menyadari rasa sakit yang dialami petani miskin saat tanah
pertanian mereka dibakar olehnya. Dia mengatakan kepadanya bahwa dia telah
mengirim pesan kepada ayahnya untuk datang sendiri dengan uang tebusan untuk menyelamatkan
hidupnya. Saat menerima surat tersebut, Kamruddin berencana membunuh Bajirao
dengan panah beracun. Akankah rencananya sukses, cari tahu di episode Peshwa
Bajirao ini.
--------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam hari, Usai
Chimna Ji terjatuh dari tangga. Chimna tersadar dari tidurnya, ia meraih gelas
di meja namun menjatuhkan gelas. Khasi datang dan bertanya pada Chimna “Apa
yang terjadi?”. Seandinya kau tidak mengatakan sudah dan memberitahu aku jika
kau butuh sesuatu, tapi kau tidak melakukannya, anak laki-laki seharusnya
bangga untuk meminta bantuan, apakah semua anak laki-laki seperti itu?” atau
anak laki-laki peshwa ini akan tetap
membandal?”. Khasi memberikan Chimna minum. Chimna berkata pada Khasi”Kau
jangan khawatir kakak ipar, saudara ku pasti akan kembali”. Khasi bertanya “Bagimana
kau tahu?”. Chimna berkata “karena kakak ku mengatakan bahwa ia akan segera
kembali”. Chimna kembali tertidur dan Khasi menaruh gelasnya.
Chimna berkata “saat
panah di tembakkan oleh dewa rama.., maka janji bajirao tidak akan pernah gagal”.
Khasi tersenyum dan akan pergi, Chimna memanggil Khasi dan bertanya “ kenapa
kau sedih?”.. Kakak ku tetap akan bersama dengan mu selama 41 hari kedepan”.
Khasi bertanya “dan setelah itu?”.., cara ia berjuang melawan Naser, ekspresi
di wajahnya saat berperang dan sepertinya tidak ada yang alami dari pada
pertempuran, dan kau pikir dia tidak akan pernah berhenti”.
Bersama dengan
Ishu dan Gotiya, mereka mengikat Naser disuatu tempat, Naser berteriak kesakitan
dan memberontak “Hei…”. Baji berkata “Baik itu persahabatan atau permusuhan hubungan akan terasa
menyenangkan ketika dipenuhi oleh kekuatan”. Baji mengusapkan garam pada tubuh
naser yang terluka dan Naser berteriak kesakitan. Baji berkata “Kau juga akan
mengalami rasa sakit yang dialami petani
msiskin saat kau membakar tanah pertaniah yang telah dibakar oleh mu”. Baji
mengusapkan seluruh garam kesuluruh luka di tubuh Naser dan ia berteriak
kesakitan.. Naser berteriak “Bajirao…, kau telah membuat kesalahan besar!”.., Jika ayah ku tahu kau telah
menyakiti aku dia akan memotong-motong tubuh mu!”. Gotia mentertawakannya dan bertanya
pada Naser “Apa kata mu.., siapa yang akan kau potong?”. Gotiya dan Ishu
mentertawakan Naser.
Baji
mengatakan kami telah mengirimkan pesan
pada ayah mu dan memintanya untuk datang kesini dengan uang tebusan yang
layak, jika ia memang ingin
menyelamatkan mu”.., selain itu sendirian”. Gotiya berkata “Karena dia (ayah
Naser) akan datang, kau bisa membawakan jalabi .., lalu aku dan Kamru akan
memakan Jalebi bersama-sama”. Baji bingung dan bertanya pada Gotiya”Siapa Kamru
yang kau maksud?”. Gotiya berkata “Siapa lagi ayahnya yang idiot.. Qammeruddin
Ji (Bapak Qammeruddin). Naser menjadi marah
berkata “Kau yang idiot.. Kau tidak menyadari apa yang telah kau
lakukan!”.., ayah ku tidak seperti ayah mu yang hanya menjadi cadangan untuk
musuh-musuhnya, dia tidak akan membayarkan tebusan agar aku tetap hidup, tapi
sebaliknya dia akan memanggal kepala mu”. Naser berteriak dengan Gotiya berkata”Kau
yang idiot, jika kau tidak ingin terluka jangan pernah menggaruk beruang yang
sedang tertidur”. Naser menatap Baji dengan penuh kebencian, Gotiya tertawa dan
berkata “Wow..wow..wow..wow Naerr!.., itu pepatah yang sangat indah” lalu
menampar Naser dengan sangat keras. Baji berkata pada Naser “pesan itu yang
akan menakut-nakuti ayah mu begitu sangat buruk, dia yang akan datang kesini
meringkuk seperti tikus”. Baji menatap Naser dengan penuh amarah.
Qameruddin
mendapatkan pesan dari Bajirao beserta dengan kain penuh dengan noda darah,
Qameruddin membaca isi surat yang dikirmkan Baji kepadanya “ Aku telah
mengirimkan pakian anak mu, saat ini aku juga akan mengirimkan kepalanya jika
kau tidak mau mematuhi aku, kami telah mencoba untuk pertempuran, tapi kau
tidak layak untuk itu.., mari kita membuat kesepakatan.., mungkin kau bisa
melakukannya bayarlah tebusan uang untuk kehidupan anak mu dan bertindaklah
cerdas dan dengan demikian, mungkin kau
bisa mendapatkan anak mu, tapi aku akan tetap mengambil nyawanya”
Qameruddin mengatakan
“ aku tidak tahu siapa yang harus marah
dengan siapa.. pada Bajirao yang telah menangkap anak ku pada anak ku yang idiot yang membiarkan
dirinya ditangkap, tujuan ku hanya untuk memerintah india dan
anak ku yang bododh itu terlibat dengan
pertengkaran yang kekanak-kanakan dengan
putra Balaji”. Qameruddin marah dan membuang surat itu ke apidan berkata “aku
harus mengakhiri masalah hari ini”.
Dirumah Radha,
Khasi tertidur diluar menunggu Bajirao pulang, ia terbangun dan menambahkan
minyak pada lilin dan berkata” meninyak telah terbakar dilampu, tapi aku
menunggu suami ku dan tidak akan pernah beakhir, jika dia tidak kembali tepat
waktu itu berarti dia tidak akan dapat mematuhi janjinya”. Khasi mendengar
suara tangisan bayi dan bergegas masuk kedalam, ia menggendong bayi dan berkata
“ Hanya kau satu-satunya orang yang mengerti aku, tendanglah saudara mu atas
nama ku ketika ia kembali.. dewa tahu apa yang dia lakukan bukan.., menepati
janjinya”.
Gotiya berkata
pada Naser “ Ayah mu.., dewa kamru belum datang, apa yang akan kami lakukan
dengan mu sekarang?” dan Gotiya bertanya pada Bajirao “Dia yang telah membakar
peternakan pendududuk desakan, seharusnya kita juga membakarnya”. Gotiya
tertawa saat melihat Naser terkejut dan menunjukkan obor ditangannya. Baji
bertanya “ Apakah kau takut dengan api yang kecil, Naser?”. Pikirkan apa yang
sudah kau lakukan ketika percikan itu kebebasan dan patriotism yang menyala
pada diri setiap warga desa, tap aku punya beberapa saran untuk mu, saat ayah
mu menyelamatkan mu dari sini, maka kalian berdua pergilah yang jauh dari tanah Maratha “. Gotiya bertanya
pada Naser “apakah kau mengerti?”. Naser menjadi sangat marah berkata” kami
tidak akan pergi kemana pun, tapi kau akan mati, jika ayah ku datang kesini dia
tidak akan datang sendirian, dia akan datang dan sepenuhnya akan siap untuk membunuh mu”. Baji menatap Naser.
Qameruddin
berbicara pada beberapa anak buahnya dengan memegangi anak panah dan ia telah
menyiapkan banyak anak panah, dan berkata “
jika anak panah beracun ini
menyentuh kulit sesorang, maka orang itu akan mati beberapa saat kemudian,
Bajirao akan tetap kita selesaikan dia yang telah meminta agar aku datang
sendirian dan lawan tunggal lebih waspada dari biasanya, jadi jika kita
kehilangan permainan pertama untuk menang, aku akan pergi menemui Bajirao
sendirian untuk mendapatkan anak ku dan aku akan kembali, ketika Bajirao dan
kami memiliki jarak yang aman maka kalian semua akan menyergapnya, apapun yang
terjadi Baji harus mati”
Anak buah
Qameruddin bertanya “mengapa kau perlu empat orang hanya untuk membunuh seorang
pemuda, apalagi sekarang kita telah memiliki anak panah beracun ini?”.
Qameruddin menjawab “ Para tetua
mengatakan itu adalah kebodohan jika meremehkan penyakit dan musuh..”.
Qameruddin menyentuh pipinya dan berkata “ aku telah melakukan kebodohan ini
sebelumnya dan aku tidak akan mau mengulanginya”
Shiv Bai gelisah
dan bertanya-tanya “apakah aku sudah melakukan kesalahan dengan meminta
Bajirao untuk mengambil janji itu?”..,
jika janji itu tidak lengkap maka kesehatan Radha Bai..” Kumud datang dan
tertawa senang berkata pada Shiv Bai “Kau sangat tidak bersalah, peswin Bai
sakit itu juga bukan karena kemarahan dewa.., aku yang telah mencapurkan
makanannya dengan ramuan sehingga menyebabkan dia jatuh sakit”. Kumud mendekati
Shiv Bai dan tertawa puas, sementara Shiv Bai terkejut berkata”Apa”.. Khasi
berkata “Bibi……..”. Shiv Bai marah dan menghempskan tangan Kumud dan terkejut
saat melihat Khasi yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka dan tertengun.
Khasi bertanya “Bibi, bagaimana kau bisa melakukan itu pada ibu mertua?..,
bahkan pada bayi yang baru lahir dia
harus menderita bersamanya?”. Shiv Bai berada di pihak Khasi dan berkata pada
Kumud” apa yang dikatakannya benar, kau telah melintasi batasan mu, tapi kita
bisa mencari cara lain untuk menghentikan Baji, kenapa kau melakukan ini?”.
Kumud berkata “
kau punya kakak ipar yang mau mendukung mu, aku melakukan segalanya untuk
kesejahteraan mu dan juga Khasi, kadang seorang tabib perlu memberikan makanan dan memberikan pasiennya pil pahit untuk
menyembuhkannya, bahkan aku melakukan hal yang sama, apa masalahnya jika Radha
Bai mengalami sedikit masalah untuk kesejahteraan mu?”. Bahkan Radha Bai akan
senang jika Baji hanya tinggal di rumah
dan memimpin kehidupan yang biasa”. Khasi marah menghempaskan tangan
Kumud berkata “Bibi, tidak peduli apa yang telah kau kau katakan, tapi kau
telah membuat kesalahan terbesar, biarkan aku pergi memberi tahu pada semua
orang yang sebenarnya” Kumud ketakutan
dan Shiv Bai terkejut. Ketika Khasi hendak pergi, Shiv Bai berkati “ Khasi
berhenti!”. Khasi menatap ibunya. Shiv Bai berkata pada Khasi, “Bibi mu telah
melakukan kesalhan tapi olong jangan membuat kesalhan yang lain dan
mengatakannya pada semua orang tentang hal yang sebenarnya, jika Radha Bai dan
Bajirao tahu hal ini, maka mereka tidak akan membiarkan mu bahkan berbicara dengan kami, apakah jau ingin ini
terjadi?.. Katakan pada ku. Khasi hanya terdiam.
Qemeruddin
datang menemui Bajirao untuk menyelamatkan Naser sendirian dengan membawa sekraung
uang untuk tebusan, Baji berbalik dan menatapnya. Naser senang dan berkata “ayah”.
Qameruddin melemparkan uang dan meninggalkannya di tanah dan menatap Bajirao
dengan penuh amarah. Gotiya berkata “ Bahkan angina pun berubah arah atas
perintah Baji, Qameruddin masih tetap manusia bukan tikus “Qameruddin
terbelalak. Baji berkata” Harus ku akui tidak hanya manusia saja, bahkan
serigala yang akan mempertaruhkan hidupnya untuk anak mereka”. Qameruddin marah
berkata pada Baji “ Aku tidak datang
kesini untuk mendengarkan ejekan mu, ambil tebusan itu dan bebaskan anak ku”.
Baji berkata pada Qameruddin “ kau sedang tidak dalam posisi untuk membuat
tuntutan, membayar harga dan aku akan
mengampuni anak mu".
Qameruddin mengelurkan pedang, namun Ishu dan Gotiya juga mengelurkan pedang mereka dan mengarahkannya kelerher Naser, Qameruddin terdesak dan memasukkan pedangnya. Baji berkata “ingatlah itu dan ingatkan juga anak mu, tidak peduli dengan apa yang akan kau lakukan tapi jangn pernah memulai permusuhan terlebih dahulu dengan Marathi”. Qameruddin bertanya “lalu aku harus dimana?”. Qameruddin menatap baji, Baji memberi isyarat pada Gotiya dan Ishu untuk memasukan padang. Qameruddin melihat keempat anak buahnya telah bersiap dengan anak panah beracun di kejauhan, Gotiya memeriksa uang dikarung, dan berkata “wah ini pertama kalinya Qameruddin belum memainkan trik”. Gotiya melepaskan ikatan dan mendorong Naser. Qameruddin berkata pada Naser “ Mari kita pergi!”. Gotiya mengusir mereka “pergilah sana”. Keempat anak panah beracun telah di lepaskan, Baji terkejut begitu juga dengan Qameruddin dan Naser yang juga terkejut.
Qameruddin mengelurkan pedang, namun Ishu dan Gotiya juga mengelurkan pedang mereka dan mengarahkannya kelerher Naser, Qameruddin terdesak dan memasukkan pedangnya. Baji berkata “ingatlah itu dan ingatkan juga anak mu, tidak peduli dengan apa yang akan kau lakukan tapi jangn pernah memulai permusuhan terlebih dahulu dengan Marathi”. Qameruddin bertanya “lalu aku harus dimana?”. Qameruddin menatap baji, Baji memberi isyarat pada Gotiya dan Ishu untuk memasukan padang. Qameruddin melihat keempat anak buahnya telah bersiap dengan anak panah beracun di kejauhan, Gotiya memeriksa uang dikarung, dan berkata “wah ini pertama kalinya Qameruddin belum memainkan trik”. Gotiya melepaskan ikatan dan mendorong Naser. Qameruddin berkata pada Naser “ Mari kita pergi!”. Gotiya mengusir mereka “pergilah sana”. Keempat anak panah beracun telah di lepaskan, Baji terkejut begitu juga dengan Qameruddin dan Naser yang juga terkejut.
Shiv Bai mengulurkan
tangannya mengatakan pada Khasi “berjanjilah kau tidak akan memberitahu apapun
pada peswin Bai”. Khasi hanya menatap ibunya Khasi menaruh tangannya diatas
tangan ibunya dan berkata “Ibu, aku akan berjanji , aku memiliki syarat”. Kumud
bertanya “syarat apa?”Sekarang, hari ini, dari saat ini .., kau tidak akan
melakukan hal itu dimana setiap anggota
keluargaku akan di ruhikan”. Shiv bai mengatakan “aku menerima sarat mu Khasi”,
Khasi menatap penuh amarah pada Kumud dan berbalik pergi, Kumud sangat kesal.
Sementara itu,
keempat anak panah melesat kearah Baji, Baji mendorong Gotiya dan Ishu kemudian
mengambil pedang dari tangan mereka untuk menankis anak panah beracun, Naser
terkejut, beberapa prajurit Marathi datang untuk mengamankan anak buah
Qammerudin. Bajirao menatap Qammerudin dan berkata “Kau pikir aku bisa
mempercayai mu sepenuhnya?”. Baji mengelurkan kedua belatinya dan berkata “ mungkin kau sudah nenjawab
target mu, dan aku tidak akan kehilangan”.
Baji melemparkan
kedua belatinya kea rah Qameriddin dan Naser, Naser bergegas berlari
meninggalkan ayahnya. Namun kedua belati itu masih di tangan Baji. Baji
bertanya pada Qameruddin”apakah kau dapat melihat perbedaannya?” inilah perbedaan antara Marathi dan Mughal ,
anak mu tidak bernai untuk menyelamatkan nyawa ayahnya dan kami mempertaruhkan
hidup tanpa ragu untuk menyelamatkan orang asing, Qameruddin aku mengampuni
nyawa mu sehingga kau dapat mengirmkan pesan ke Mughal yang tidak akan
kesulitan untuk mengalahkan Marathis, tapi ini mustahil”, jika kau berani
menyiksa orang yang tidak bersalah lagi maka setiap kali kau akan ku hukum,
hanya itu jalan mu sekarang”. Qameruddin hanya terdiam dan berbalik pergi.
Gotiya dan Ishu memeluk Bajirao dan mereka tersenyum. Gotiya berkata “Wow Baji,
setelah semua yang terjadi kau telah memenuhi janji yang telah kau buat untuk
penduduk desa”. Baji tersenyum lalu ia melihat benang suci ditanganya, ia
memberikan kedua belati itu pada Gotiya dan Ishu dan berlari pergi meninggalkan
mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar