Kamis, 22 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO 131 (24 JULI 2017 ) : KEKECEWAAN KELUARGA BALAJI, RATU TERUS MENGHINA MATSANI DAN IBUNYA SERTA MEMUTUSKAN UNTUK MENIKAHKAN MATSANNI DENGAN SEORANG PEMUDA YANG TELAH DIPILIHKAN PANGERAN JAGAT

TAYANGAN ONLINE 24 JULI 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 131
DIINTERPERTASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE



Index : Sementara semua orang terguncang dari wasiat yang disampaikan oleh Balaji Vishwanath, Bajirao menolak untuk berbagi rasa sakit dan penderitaannya pada siapapun. Sementara itu, Mastani sangat marah karena pernikahannya telah diutuskan tanpa izinnya, namun dia terpaksa mempertimbangkan pilihan ini demi kebahagiaan ibunya.
---------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------
Chima ji menangis menyandarkan kepalanya di kaki Radha dan mengatakan" aku tidak bisa memahami mu". Radha bilang "kau tidak melakukan kesalahan apapun, aku tidak mengeluh dengan anak-anak ku" Bihu bertanya pada Radha  "apakah kau memaafkannya". Radha  berkata"Tidak". Chimna ji bangun dan ia sangat marah dengan kenyataan yang di dapat menegnai kebenaran tentang Balaji, Rakhma menenagkan dirinya dan membawanya pergi, Bihu mengusap air matanya dan mengajak Radha pegi beristirahat. Khasi ingin mendekat dengan Bajirao, namun suaminya menolak dan duduk menyendiri, dan bertanya pada Anu Bai tentang sikap Baji, Anu Bai menjelaskan bahwa kakaknya sedang tidak bisa berbagi pendertitan setelah mengetahui derita yang di alami ibunya dan ibunya menyembunyikan kebenaran tentang ayah darinya sehingga tidak ada yang tahu tentang penderitaan yang selama bertahun-tahun yang telah disembunyikan oleh ibunya dan kakak kehilang kepercayaan dan kecewa terhadap ayah dan meminta Khasi untuk membirakannya sendiri sampai suaminya tenang" Khasi menangis menatap Bajirao.

Sementara itu Matsani merasa keberatan karena ratu telah memutuskan tentang hidupnya dan tidak bertanya terlebih dahuli pada dirinya, dan ratu berpendapat kau akan menikah dengan seorang pangeran yang akan snagat bertanggung jawab pada dirinya dan menganggap bahwa pilihannya untuk menikahkan Matsani tidak salah, karena sudah waktunya Matsani membentuk rumah tangga atau melakukan pernikahan dan meminta agar dirinya mempertimbangkan kebahagiaan ibunya jika memang dia anak yang sangat berbakti maka tidak seharusnya menolak permintaan Ratu untuk menerima tawaran pernikahannya dengan seorang pemuda yang akan menjadi suaminya kelak. Surrya begam merasa bahwa keputusan itu terlalu tegesa-gesa dan Ratu bertanya padanya apakah dia meragukan juga tentang keputusannya, Ratu tetap bersikeras dan menyuapkan manisan untuk Matsani dan pergi.

Bajirao melukai tangannya dengan belatinya, ia begitu sangat kecewa dengan Balaji yang telah menyakiti ibunya dan memiliki wanita lain selain ibunya dan memiliki dua putra lagi selain dirinya dan Chimna Ji, Bajirao menyayat telapk tangannya hingga berdarah, ia berbaring disana sementara Radha melihatnya dari atas balkon, Radha turun dan mengobati lukanya dengan pasta kunyit, Bajirao menatap wajah Radha dan bertanya pada Radha "sejak kapan kau terluka, kenapa kau tidak menceritakan apa pun pada ku". Radha  bertanya"menurut mu  apakah saya bisa memaafkan ayah mu?". Bajo hanya terdiam, Khasi turun dan mendengarkan percakapan mereka, Radha mengatakan baik Chimna, kau, Bihu Bai, Anu Bai tidak ada yang tahu setelah ayah mu sendiri yang berceita tentang kebenarannya dan aku menyembunyikannya dari kalian,semua orang mengatakan sesuatu, tapi aku tidak berbicara atau melampiaskan kemarahan ku".

Bajirao hanya terdiam ia bangun dan menuju ayunan yang sering diduduki oleh ayah dan ibunya, ia mengingat saat ayah dan ibunya membicarakan tentang harga diri ketika masih kecil, Bajirao tersenyum dan mengingat saat Balaji menyuapi Radha makanan dengn tangannya dan Baji datang bersama dengan Chimna dan Bihu menghampiri ayah dan ibu mereka dan tertawa bersama, Bajirao menangis dan Radha menepuk pundaknya, Bajirao masih tidak percaya tantang kebenaran yang telah diucapkan ayahnya bahwa ada cinta yang lain selain cinta Balaji terhadap Radha dan cinta itu menghancurkan dan merubah semua kebahagiaan didalam keluarganya, dan bertanya pada Ibunya untuk berfikir apakah dia akan mempertahankan cinta palsu itu atau memberikan cinta itu untuk keutuhan keluarga atu membiarkan cinta dan sekaligus keluarganya hancur, Bajirao mengusap airmatanya dan pergi Radha hanya menangis dan terdiam.

Khasi sedih saat melihat suaminya sedang kecewa dan tidak bisa melakukan apapun untuk menghiburnya. Radha datang membawakan makanan untuk Balaji  dan duduk disampingnya, Balaji menayakan tentang Bajirao "diamana Rao?" .. apakah rao masih marah pada ku apa yang terjadi?". Radha mengatakan "Tidak ada" .., apakah kau sudah merasa tenang setelah mengatakan semuanya". Balaji berkata "setidaknya aku tidak begitu lama untuk menyembunyikan rahasia ini". Radha membantu Balaji untuk minum "Minumlah" . Balaji menggenggam tangan Radha  dan bertanya "apakah kau tidak pernah mau memaafkan semua kesalahan ku.., kau pasti membenci ku". Balaji menangis, Radha menangis memeluk Balaji "Ayah, aku akan selalu mendukung mu meskipun semua yang kau lakukan sangat menyakiti ku, tapi aku akan tetap bersama dengan mu sampai kapan pun, percayalah pada ku". Bajirao melihat ayah dan ibunya dari jendela saling berpelukan dan ia pun menangis.

Bajirao hanya terdiam, Khasi Bai datang dan mengejutkannya dan membuat tangannya tertusuk duri, Khasi bertanya "apa kau tidak apa-apa?" .. biar aku melihatnya ". Bajirao menghempaskan tangannya dan pergi, Khasi mencoba menenangkan suaminya dan melihat jarinya yang telah mengeluarkan darah dan meminta agar rao mau menenagkan dirinya, Bajirao menyentuh rambut Khasi, Khasi terpejam dan air mata menetes dari matanya yang indah, Baji menatap Khasi dan kemudian pergi, sementara Khasi masih terpejam dan tidak menyadari jika Bajirao sudah tidak ada disana dan membuka matanya, Khasi mencari Bajirao dan menangis.

Sementara itu Matsani berlatih pedang dengan mata tertutup dibalkon ia melawan semua prajurit wanita berbaju hitam dengan pedang dan melampyaskan semua kekecewaanya pada ratu yang telah memaksanya menikah, Matsani mengingat semua penghinaan dan perilaku pangeran Jagath yang telah begitu banyak menghinanya dan ucapan ratu, ia berputar dan menghempskan pedang hingga menjatuhkan semua barang dan duduk di lantai, semua prajurit wanita meninggalkannya, Matsani menangis saat ia mendengar ratu begitu banyak menghinda dirinya dan merendahkan ibunya. Bihu menghawatirkan keadaan Balaji "apakah ayah akan meninggalkan kita semua"dan menangis, Anu bai mencoba untuk menguatkan Bihu Bahi "tidak".

Chimna ji dan Rakhma menenangkan Bihu. Suami Bihu mengejek "mengapa kalian semua menangis, dan jelaskan aku tidak mengerti dengan keadaan peshwa Saheb dan mengatakan kondisi peshwa saheb sudah sangat lemah dan  nyawanya pasti tidak akan tertolong". Bihu marah namun Chimna menghentikannya, dan meminta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi antara Balaji dan Radha. Suami Anu Bai menjelaskan hal yang logis dan Anu Bai berusaha untuk menutupi masalah kelarga  mereka, namun Khasi dapat memahami perasaan yang sedang di hadapi oleh keluarga mertuanya dan menganggap bahwa mertuanya tidak penrah mempunyai impian untuk berbagi suami dengannya dan mengutuk perbuatan wanita yang telah menghancurkan kebahagiaan antara peswa saheb dan aayi saheb menjadi tidak akur, ia berpendapat bahwa orang seperti itu tidak bisa di ampuni. Bajirao mendengarkan Khasi sejak tadi, Khasi menangis menatap suaminya yang sejak tadi berdiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar