TAYANGAN SONY TV 13 Juli 2017
Index : Bajirao pulang ke rumah bersama ayahnya tapi Radhabai tidak senang. Kashi senang melihat Bajirao dan menyambutnya. Radhabai marah karena suaminya membuat keputusan penting tanpa persetujuannya. Sementara itu, Jagatraj menghina ayahnya karena bersikap pasif dan tidak dominan atas musuh-musuhnya.
-----------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------
Khasi senang dan bergegas lari di depan pintu gerbang, ia senang dan menangis saat melihat dari keajauhan Bajirao dan anggota rombongannya meuju perjalanan ke rumahnya, Khasi menusap air matanya, ia tersenyum saat melihat wajah Bajirao yang masih duduk diatas kudanya, Bihu menyelak ke depan dengan memegang piring aarti dan tersenyum, Radaha dan yang lainnya datang menyambut kedatangan mereka, Bajirao dan yang lainnya turun dari kudanya. Chimna ji dan Bajirao membantu Balaji keluar dari tandu, Bajirao tersenyum pada Bihu namun tidak menanggapi senyuman Khasi Bai yang telah lama menunggunya kembali, Radha melakukan tilak untuk Blaji dan semuanya, Khasi menatap wajah Bajirao tai sikap Bajirao terlampau dingin dan kaku. Chimna dan Bajirao meminta berkah dari Radha Bai. Radha mengatakan "kami menyambut mu dan memanggilnya peshwa saheb, namun mereka tidak bertegur sapa, mereka masuk kedalam sementara Gotiya dan Malhar pergi.
Khasi menatap Bajirao dengan penuh harapan dan Baji tersenyum. Khasi mengatakan "kau telah kembali, cinta ku, pada kesempatan yang indah". Bajirao menatap Khasi, dan Khasi bertanya padanya "apakah aku telah melakukan kesalahan hingga kau hanya berjhenti di depan pintu?" . Bajirao hanya tersenyum, ia bergegas masuk kedalam, Khasi mengejar suaminya dan berdiri di hadapannya, Khasi mengatakan "aku telah menunggu mu lama sampai hari ini, tapi akhirnya itu telah berakhir". Bajirao menatap wajah Khasi, air matanya telah membasahi, Baji berkata "Khasi".., Khasi menatap Bajirao dan malu, ia berlari kedepan pot tanaman tulsi, Khasi tersenyum bahagia dan terharu, Bajirao hendak menggapainya namun ia menyembunyikan tangannya, Khasi menghapus air matanya, Khasi kehabisan kata-katanya, ia mengenggam tangan Bajirao, mereka saling bertatapan , Bajiarao menarik tangannya namun Khasi tidak mau melepaskannya, mereka jadi salah tingkah. Khasi mengatakan pada Bajirao "Jika kau terus berdiri disini seperti patung bagimana aku akan menunjukan semua hal yang telah ku siapkan". Bajirao hanya mengangguk, khasi senang dan meminta agar ia ikut besama dengannya mereka menaiki anak tangga "aku telah menyiapkannya, ini instruksi dari ibu mertua, festifal kali ini akan menjadi perayaan terbesar, apaka kau tahu jumlah orang yang akan menghadiri festival ini?" .., selueuh Saswad telah di undang .., ayolah aku akan menunjukkan sesuatu untuk mu".
Chimna ji mengatakan pada Balaji yang sedang berbaring di ranjangnya " Ayah, jika sesorang telah di undang, maka itu berarti kita memiliki cinta dan rasa hormat pada mereka, namun untuk mengirimkan hadiah bersama dengan undangan hanya akan untuk mengukur nilai cinta dan juga rasa hormat yang ditawarkan .., ayah kita tidak harus melakukannya, orang-orang seperti Pant mereka hanya memerlukan alasan untuk melemparkan ruduhan, dia menanyakan ku pertanyaan yang telalu keras dipengadilan, dan aku merasa suatu saat nanti dia akan menaikkan jarinya pada mu".
Radha Bai membuka pintu dan membawakan air untuk Balaji, Radha berkata pada Chimna " kita harus membayar dengan harga untuk menjadi sukses, ketika sesorang ingin untuk menandakan pentingnya matahari, dia harus menggunakan jarinya ke titik itu.., dan tentang karunia politik tidak akan berjalan hanya pada rasa cinta dan rasa hormat, tetapi berjalan pada kekuasaan"..., semua biyaya ini dimaksudkan untuk agar orang tidak salah paham pada keadaan Balaji saat fasenya buruk". Radha memberikan Balaji minum, Balaji berkata pada Radha "aku mengeti perasaan mu, tapi kau harus menunggu aku ". Radha bertanya "apakah kau menunggu hanya untuk aku, sebelum mengambil keputusan tentang hidup mu?" . Balaji terdiam dan menatap Radha, Chimna bertanya pada Radha "ibu keputusan apa yang sedang kau bicarakan?" . Radha mengatakan " dia harus mengambil pinjaman untuk tentara dan juga pelatihan mereka, tapi aku tidak pernah bertanya tentang rincian itu dan setau aku bahwa itu adalahj tugasnya, tindakan yang ku ambil adalah tugas ku sebagai peswin Bai, dan tugas menunggu tidak ada ". Balaji mengatakan"apa yang dikatakan peswin bai benar tentang hal it, dan apapun yang dia akatakan adalah hal yang benar untuk di lakukan, aku telah gagal untuk memahami". Radha Bai tersenyum dan pergi.
Khasi dan Bajirao sampai di lantai atas, Khasi menunjukkan sebuah lamu dan berkata "lampu gantung ini pilihan ku, sewaktu-waktu kau bisa menyalakan 111 lampu, aku telah menghitungnya sendiriaku ingin memastikan jika penjual tidak menipu ku, tapi sungguh kau bisa menyalakan 111 lampu didalamnya". Bajirao hanya tersdiam, Khasi mengatakan "lihatlah ini, mungkin ini tidak memberikan kecerahan matahari, tapi tidak alan berkurang dari pertandingan yang baik ini akan memberikan cahaya yang besar saat dibutuhkan " .. dan lihat vasi ini aku telah menyiapkan 100 vas aku akan menaruh umbi-umbian di dalamnya, selama makan malam, mereka akan ku gunakan untuk mengingat mu saat mekar nanti, dan hari ini mereka akan mekar hanya untuk mu". Meraka hanya terdiam, Khasi mengatakan Bunga-bunga itu akan mekar, para tamu akan menyukainya kan?" .. semua tamu akan di layani makan di piring perak, aku telah memesan paan khusus dari Banaras, sebenarnya dia dari Banaras, tapi namanya Mathuradas, bukankan itu aneh?" .. kurasa juga begitu, tapi kupikir kesetiaannya harus sesuai dengan karyanya dan bukan pada kotaknya, apa yang kau pikirkan?".. apakah para tamu akan menikmati paan khsusus itu?". Mereka sampai dikamar, Bajirao menjawab "Iya".
Khasi bertanya pada Bajirao "Untuk semua yang sudah ku katakan dan berbicara tentang itu, kau hanya memberikan jawaban satu kata". Bajirao mengatakan "Iya". Khasi protes pada suaminya "Bajirao, aku telah banyak mengatakan sesuatu". Bajirao mengatakan "Khasi, apa aku bisa mendapatkan air, karena aku sangat haus?". Khasi berkata "Ya dewa...".., aku benar-benar bodoh,, ya dewa!". Khasi memanggil Nandini "tolong bawakan air". Khasi kembali bertanya "kalau begitu ceritakan sekarang, bagaimana persiapan untuk festival?" . Bajirao mengatakan pada Khasi "Kautelah menyiapkan semua persiapan, tentu saja itu baik". Khasi senang berkata " bukan hanya baik tapi terbaik dari semua, kau akan melihatnya sendiri, semua orang akan merasa heran, kau juga akan mengenal bahwa istri mu adalah yang terbaik". Khasi tersenyum senang, Bajirao menatapnya penuh dengan keraguan.
Seorang wanita (Sevika) bertanya pada Matsani " ayo kita pergi, jika ratu melihat mu disini ...". Matsani menatap wanita itu dan ia terdiam. Putra Chhatrasal mengatakan "ayah, aku telah menghentikan menyimpan padang dalam sarung, tapi kau menghentikan aku untuk menyerang Mughal, ketika kau kecil kau telah banyak menghabisi mereka". Pria itu mengelurakan pedangnya berkata " jadi sekarang mengapa kau menghentikan aku?" . Chhatrasal berkata "tangan mu gemetar saat memegang pedang, tapi dia tidak bergedik, ketika ia berani mempertanyakan aku". Putra Chhatrasal mengatakan " setelah pedang ku merasakan darah Mughal, tangan ku tidak akan gemetar lagi, aku tidak akan berhenti dan menyia-nyiakan saudara ku untuk pergi ke medan perang.., jadi mengapa kau menghentikan aku untuk pergi ke medan perang?" . Chhatrasal mengatakan "karena perang bukanlah permainan, mungkin kau bisa mengambil lompatan kapan saja yang kau inginkan, tapi salahsatunya harus membayar harga untuk perang, tapi pangeran yang tinggal disitana tidak akan bisa memahami hal ini, hal ini hanya diketajui oleh orang-orang yang telah berjuang di medan perang". Matsani mendengarkan pembicaraan mereka diluar.
Chhatrasal mengatakan "aku hanya akan memberitahu mu ini, bahwa itu bukan waktu yang tepat untuk menyerang Mughal" Putra Chhatrasal berkata "waktu yang tepat?.., kami hanya membuang-buang waktu mendengarkan kata-kata kasar untuk bertahan, ayah". Matsani mengatakan "beraninya dia berbicara kasar padanya!". Saat Matsani akan masuk sevika menghentikannya, Matsani mengatakan "tidak akan ada yang bisa menghina ayah ku selama aku ada disini". Sevika mengatakan "setidaknya berhenti demi ibu mu, masalah ini akan menjadi buruk jika kau menganggu, ini tidak akan diselesaikan dan jika terjadi hal yang salah, ibu mu akan menderita".
Putra Chhatrasal mengatakan "ada waktu ketika Mughak yang sangat kau takuti itu , raja Chhtrapati Shivaji telah mengatakan kepada mu jika kau ingin kau bisa membangun kerajaan besar.., tap sekarang, kau bukanlah raja pemberani seperti yang sebelumnya, baik jika kau ingin mengambil tidankan apapun , jika kau tidak ingin putra mu mengambil tindakan". Chhatrasal memanggil putranya "Jagat Raj, kau benar aku bukan raja yang berani lagi, jika aku adalah orang yang sama setlah mendapatkan penghinaan secara serius, maka aku tidak akan ragu untuk menaikkan pedang ku bahkan pada orang-orang terkasih". Chhatrasal mengatakan pada istinya " ajarkan anak mu sopan santun, jika aku melakukannya dengan cara ku maka kau mungkin tidak seperti itu". Ratu mengatakan pada Jagat Raj "cobalah untuk memahami pada saat ini " Chhatrasal mengatakan pada Jagat Raj "aku tidak menghentikan mu, tapi aku hanya menghetikan mu dari menjaga kaki yang salah di depan, setiap orang memiliki keberanian di medan perang tapi hanya satu yang memiliki baik itu keberanian dan kesbaran untuk memenangkan pertempura". Jagat Raj mengatakan kesabaran!.. kesabaran yang dimaksud hanya untuk orang yang lemah lembut, hari ini adalah hari yang tepat untuk menyerang musuh karena hari ini aku memiliki kekuatan yang di perlukan, hati ku memiliki api".
Diluar Matsani yang masih mendengarkan pembicaraan Chhatrasal dan jagaratj mengatakan "disinoi musim huhan, kami akan melawan musuh, tapi bagaimana kita akan menghadapi alam?" Chhatrasal meminta pada Jagat Raj "cobalah untuk mengerti pangeran, monsun akan tiba, kapan waktu yang tepat, aku tidak akan menghentikan mu sama sekali" Jagat raj mengatakkan " kau juga tidak akan bisa menghentikan ku, karena aku membuat pemikiran ku sendiri untuk memerintah dunia, aku tidak akan mundur". Jagat Raj kesal dan pergi. Ratu berkata pada Chhatrasal "setidaknya kau mencoba untuk memahaminya". Chhatrasal mengatakan aku akan keluar selama beberapa hari, berhati-hatilah, dia tidak seharusnya melakukan sesuatu yang bodoh saat aku tidak ada" .
Chhatrasal pergi, Ratu bingung dengan apa yang harus diperbuat, diluar Jaga raj menegur Matsani dan berkata "menguping pembicaraan, itu tidak sesuai dengan putri raja Chhatrasal ". Matsani menagatakn "maafkan aku, kakak, tapi meninggikan suara terhadap ayah mu tidak sesuai dengan diri mu yang baik". Ratu datang mengatakan " sesroang dapat menyarankan para bangswan hanya ketika kedua ayah dan ibunya adalah bangsawan juga, jadi kau lupa tempat mu diistana ini dan kemduian aku harus mengingatkan mu :. Matsani memalingkan wajahnya, ratu meminta "Lihat aku, kamar mi=u diistana ini di bawah dan tidak ada disini".
Matsani mengatakan " aku baru saja datang untuk bertemu dengan ayah ku, dia tidak akan datang untuk bertemu aku dan juga ibu ku sejak lama". Ratu mengatakan "ku pikir kau tidak menyadari bahwa cinta dan keluarga bukanlah segalanya bagi seorang raja, dia memiliki tanggung jawab lainnya dan raja melakukan tugasnya, apa ibu mu belum pernah mengajarkan mu tentang ini?" .., atau kau memiliki kebiasaan untuk pergi kemana saja tanpa di undang sama seperti ibu mu?" . Mtasni tersenyum dan berkata "ibu ku telah mengajari ku segala sesuatu, yang mulia.., aturan istana dan sopan santun saat berbicara dengan orang tua, dia juga telah mengajarkan ku bahwa orang muda tidak harus membalas bahkan jika para orang tua salah, itu sebabnya aku tenang, ketika saudara (kakak) berbicara kasar kepada ayah".
Jaga Raj mearah dan membernatak berkata " maka jika tidak apa yang akan kau lakukan ?".. kau adalah perempuan, seorang gadis seharusnya hanya menonton dan bukan menganggu, pergi sana kekamar mu dan bermoimpilah tentang suami untuk masa depan mu, tinggalkan politik dan perang pada orang-orang yang lebih menegrti, pergilah!". Matasani menata Jaga Raj dengan penuh amarah. ratu berkata pada Matsani "haruskah aku mengingatkan mu jalan?" . Matasani diam dan pergi dari sana.
Dirumah Radha Bai semua sedang berkumpul dan tertawa menikmati makan besama. Chimna ji berkata "hari ini raja Shahu telah memberikan ku gelar iman, tapi aku telah menjadi imam pertama dipernikahan boneka Bihu dan kakak berpakian seperti ayah". Bihu dan Chumna ingat akan masa kecil mereka. Ani bai bertanya " Apa ini kak, semua cerita mu menceritakan semua masa lalu sebelum aku di lahirkan, cerita kak Bihu juga sebelum aku di lahirkan, aku merasa jika cerita masa kecil punya lebih banyak kisah dai pada setelah kelahiran ku dan semua orang telah dibesarkan dalam satu hari". Semua orang tertawa. Rkhma mengatakan pada Anu Bai " tapi kakak ipar Khasi tidak begitu cemburu sebagai seorang istri, tapi kau begitu cemburu pada adik ipar Bihu". Khasi terdiam menatap Bajirao. Chimna mengatakan "kakak ipar, dia pedamh saudara ku ada diantra kalian berdua bahkan sampai sekarang".
Bajirao mengatakan "Chimna ji pedang ini selalu ada ditangan ku sebelum aku menikah dengan Khasi, bagaimana aku bisa meninggalkannya?" . Bajirao bertanya "benarkan, Bihu?".. apa yang terjadi, apa yang sedang kau pikirkan?" . Bihu berkata "tidak ada kakak". Bajirao mengatakan " kau tidak harus berhenti sementara untuk makan, katakan pada ku apa yang terjadi?". Bihu manatap Radha, Baji rao mengatakan "kapan kau akan tumbuh menjadi dewasa?" dan kau mulai menyembunyikan sesuatu dari kakaknya?".., beri tahu apa yang sebenarnya terjadi". Bihu mengatakan " ibu ingin aku melakukan sebuah pemujaan untuk memiliki anak". Semua orang menatap Radha, Bajirao mengatakan "ibu, aku harap kau tahu dengan apa yang kau lakukan bahwa itu sangat memalukan". Radha berkata pada Bajirao "kau seorang pejuang, tapi ini masalah keluarga kau tidak akan memahaminya". Bajirao menhgatakan "seorang pejuang mungkin dia tidak akan mengerti mmasalah keluarga, tapi dia mengerti luka dan juga rasa sakit, sebuah luka yang disimpan tertutup dan tidak akan terbuka, dan kau ingin mengungkapkan rasa sakit Bihu kepada dunia?".
Radha mengatakan "aku telah mengambil keputusan". Bajirao mengatakan "kau baru saja mengambil keputusan dan kau belum menindaklanjutinya, ibu, bahkan kau bisa merubah keputusan ku ". Radha mengatakan pada Bajirao "pemujaan ini akan menguntungkan Bihu Bai". Bajirao mengatakan "tapi itu adalah kehdiupan Bihu jadi bairakan dia yang akan memutusakannya sendiri dan kau adalah orang yang telah mengajarkan kami bahwa seorang gadis akan mengambil keputusan dengan ketiga sifatnya dirumah orang tuanya, pengetahuan, nilai-nilai dan harga diri, diri bihu sendiri yang akan menghormati dan mengambil keputusan jika dia dipaksa untuk melakukan pemujaan ini sehingga pengetahuan dan nilai-nilainya tidak akan menjadi nberarti tanpa harga diri". Radha mengatakan "menjadi seroang ibu merupakan anugrah dan perstasi terbesar bagi seorang wanita, kehidupan wanita tidak akan berarti tanpa itu".
Bajirao mengatakan "kau benar ibu, aku hanya setuju bahwa menjadi seroang ibu merupakan pencapain terbesar bagi seorang wanita, itu akan membuat wanita menjadi lengkap (sempurna).., tap benar juga jika seorang wanita menjadi seorang ibu dari hati dan itu tidak hanya akan melahirkan seorang anak, hati seorang wanita memilik perasaan dan cinta dari perawatan seorang ibu .., terlepas dari apakah dia telah melahirkan anak atau tidak dan ada bebebrapa para ibu dinegara kita yang benar-benar tidak dapat melahirkan anak, tapi kita semua masih tetap anak-anak mereka, disini kita menganggap Gangga sebagai ibu kami dan kami juga memiliki ibu pertiwi sebagai bumi.., ibu, seorang wanita tidak akan kehilangan posisi dan juga rasa hormatnya jika dia memang tidak bisa melahirkan seorang anak". Radha hanya terdiam.
Bajirao mengatakan "kau benar ibu, aku hanya setuju bahwa menjadi seroang ibu merupakan pencapain terbesar bagi seorang wanita, itu akan membuat wanita menjadi lengkap (sempurna).., tap benar juga jika seorang wanita menjadi seorang ibu dari hati dan itu tidak hanya akan melahirkan seorang anak, hati seorang wanita memilik perasaan dan cinta dari perawatan seorang ibu .., terlepas dari apakah dia telah melahirkan anak atau tidak dan ada bebebrapa para ibu dinegara kita yang benar-benar tidak dapat melahirkan anak, tapi kita semua masih tetap anak-anak mereka, disini kita menganggap Gangga sebagai ibu kami dan kami juga memiliki ibu pertiwi sebagai bumi.., ibu, seorang wanita tidak akan kehilangan posisi dan juga rasa hormatnya jika dia memang tidak bisa melahirkan seorang anak". Radha hanya terdiam.
Precap:
Baji akan segera berangkat. Anu Bai mendatanginya dan bertanya apakah dia melihat kecantikan Kashi. Kashi tersenyum. Baji melihat ke atas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar