Senin, 12 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 115 ( 30JUNI 2017) : BAJI MEMBAWA PULANG KHASI, SHIV BAI DATANG KERUMAH BESAN UNTUK MELIHAT BAYI YANG BARU LAHIR

TAYANG SONY TV  30 Juni 2017 

PESHWA BAJIRAO EPISODE 115
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index : Baji menundukkan Naser dan terus memukulinya tanpa belas kasihan. Sementara itu, Kashi melakukan intervensi dan memohon kepada Baji untuk menghentikan pertarungan tersebut. Baji berhenti memukul Naser tapi mengikat Naser ke sebuah meriam dan menyalakan benang pengapian dan berjalan pergi. Kembali ke istana, Shiubai merasa lega melihat putrinya sementara Radhabai memperhatikan bahwa Baji terluka. Akankah Baji terhindar dari hukuman dari ibunya atau akankah Kashi menyelamatkannya?

---------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------



Bajirao dan Naser bertarung dengan tangan kosong di lumpur. Baji memukuli Naser terus menerus hingga Naser tidak berdaya, Khasi meminta agar Baji menghentikannya dan membiarkannya pergi demi dirinya. Baji pergi meninggalkan Naser di lumpur.
Dirumah Radha, Shiv Bai sangat cemas dengan Khasi yang masih belum kembali. Bihu datang membawakan segelas air, namun Shiv Bai menolak untuk mengambil makan ataupun minum sebelum Khasi pulang, Radha meminta Shiv Bai untuk tidak khawatir, Radha yakin bahwa Khasi akan datang. Shiv Bai berkata "Kau tidak mengerti, Khasi baru di tempat ini, dia bahkan tidak pernah pergi sendirian, jika terjadi sesuatu padanya .." Radha berkata "Tidak akan ada hal yang salah yang akan terjadi, dia adalah istri Bajirao, dan Baji tidak akan membiarkan masalah datang  menimpa dirinya".. jangan khawatir". 

Bihu melihat saat Bajirao kembali pulang bersama Khasi, berkata "kakak!".  Semua orang menoleh kearah mereka. Shiv Bai lega dan memanggil Khasi, Khasi datang memeluk ibunya. Shiv Bai bertanya pada Khasi "Darimana saja kau?" .. aku meminta sesuatu, kau ada dimana?" . Khasi menatap Baji dan mengingat saat Baji mengalahkan Naser, kilas balik di tampilkan saat Bajirao mengikat Naser pada mariam, Khasi meminta pada Baji "Kau tidak perlu melakukan hal ini, biarkan dewa yang akan menghukumnya atas dosa-dosanya". Baji berkata "aku tahu itu, itu sebabnya aku melakukan ini untuk pertemuannya dengan dewa dan kemudian hal itu hanya akan diserahkan hanya kepada dewa untuk memutuskan nasibnya". Baji mengambil obor dan berkata pada Naser "aku menyerahkannya pada nasib untuk memutuskan apakah kau akan hidup atau tidak, jika kau cukup beruntung kau tidak akan di selamatkan dari lintasan mariam ini, dan jika tidak kita akan bertemu kembali". Baji berkata "Ayo Khasi",  Baji menarik sumbu sampai keluar dan Khasi menatap Naser, Baji menyulutkan api pada sumbu mariam dan mereka pergi meninggalkan Naser. Kilas balik berakhir. Khasi hanya menatap wajah Bajirao

Radha melihat lumpur di wajah Baji dan bertanya "bagaimana kau bisa dalam kondisi seperti ini Baji?"".., dan kenapa kau terluka?".., katakan pada ku, darimana kalian berdua, katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi?". Baji mengatakan pada Radha "Tidak terjadi apa-apa,  jalan kuil melewati rawa karena hujan lebat dan aku tidak sengaja terpleset dan jatuh kebawah". Shiv Bai bertanya "kuil?". Khasi mencoba menjelaskan "Ibu sebenarnya, ketika bayi lahir jantungnya tidak berdetak, dan kami telah berjanji pada dewa jika bayi itu hidup kembali maka masing-masing dari kami akan mengunjungi setiap kuil didesa, tapi kami menjadi terlambat dimalam hari, ketika dia telah tidur, tapi saat dia melihat ku keluar, kemudian ikut bergabung". Shiv bai bertanya "tapi bagaimana ia mendapatkan banyak lumpur dipakiannya begitu parah jika kalian hanya mengunjungi kuil-kuil?". 

Radha berkata "Biarlah Shiv Bai, Khasi telah kembalikan aku akan menanyakan ini, aku telah bilang tidak akan ada yang salah menimpa dirinya, sekarang bersantai dan minumlah air". Radha meminta Gotiya dan Chimna untuk membawakan beberapa makanan dan air untuk Shiv Bai, dan biarkan aku mengoleskan obat pada luka Baji, Khasi silahkan ikut kau akan tahu bagaimana obat itu dibuat". Khasi hanya mengangguk. Bihu mengatakan "jika dia harus mempelajarinya, bahkan aku juga menginginkannya". Radha berkata "ayolah". Radha mengajak mereka masuk kedalam dan ketika Shiv Bai akan mengikutinya dari belakang, Gotiya menghadang berkata "aku  akan menyiapkan dan menawarkan makanan yang paling lezat dari jalebis yang pernah di buat, aku punya dari tempat ibu mertua ku". Gotiya meminta Shiv Bai untuk ikut bersama dengannya. 

Dikamar, Baji sedang diobati oleh Bihu, Radha terkejut saat mengetahui "Naser telah menculik Khasi dan meminta pada semua orang untuk tidak memberitahunya tentang hal itu, kenapa Baji?" Apakah kau melihat bertapa takutnya dia?". Jika dia tidak berbagi perasaannya dengan ku dengan siapa seharusnya dia akan berbagi?". Baji mengatakan "ibu.., kita tidak perlu membicarakan tentang bahaya yang sudah dicegah, dan aku sengaja menyimpan semua itu dari mu karena aku tidak ingin kau tahu tentang hal ini, atau yang lainnya akan ikut tegang tanpa alasan". Radha mengatakan "diganggu tentang anaknya bukan beban bagi seorang ibu, tapi itu tanggung jawabnya dan ia menghawatirkan menantu perempuannya adalah darma bagi seorang ibu mertua, bagi ku Khasi melebihi dari seorang anak perempuan". Bihu terkejut. Radha bertanya "kau tahu kenapa?".. karena aku harus menjawab ibunya, aku akan kehilangan rasa hormat ku di hadapan Shiv Bai jika dia terluka". 

Bihu bertanya pada Radha "Ibu, bukankah kakak telah membawanya kembali dengan segar bugar, lalu mengapa kau memarahi kakak?" .. sebagai gantinya seharusnya kau memarahi Khasi karena dia telah pergi lebih awal dari rumah di pagi hari  tanpa memberitahu siapapun, bahkan aku tidak akan pergi kekamar siapapun tanpa meminta izin". Radha menjawab "begitu?" saudara mu tidak melakukan melakukan perbuatan yang besar atau apapun karena telah menyelamatkannya, dia adalah pejuang, dan melindungi seorang perempuan itu tanggung jawabnya". Bihu menjawab "Tapi kakak telah menunjukkan bangaimana tanggung jawabnya". Radha menjawab "seorang prajurit yang telah melakukan tugasnya tapi tidak bagi seorang suami, meskipun dia hadir disni meskipun begitu mengapa Khasi memutuskan untuk pergi sendirian dan kau bertanggung jawab atas semua ini, Baji!".

Diruang tamu, Shiv Bai bertanya-tanya "apakah Radha  berbicara dengan Khasi dan Baji tentang semua ini untuk waktu yang lama, biarkan aku harus mencari tahu". Saat Shiv Bai akan pergi, Chimna Ji menghalanginya, Chimna berkata "kau seharusnya tidak berdiri meninggalkan pipa saat panas, ada makanan ringan di belakang!" .. ini adalah dosa". Gotiya membenarkan ucapan Chimna "iya bibi itu benar". Chimna berkata " aku akan memerikasa jika kau lama menunggu". Shiv bai menghentikan Chimna "Berhenti!" .., mengapa aku merasa bahwa kalian tidak menginginkan aku untuk bertemu dengan putri ku?.., aku hanya akan makan jika putri ku sekarang berada diamping ku, kalian semua yang tinggal disini". Shiv Bai pergi keatas, Chimna dan Gotiya tegang.

Baji bangun untuk memakai pakiannya berkata "ibu, aku tidak mengatakan apa-apa ke Khasi, aku hanya datang untuk berterima kasih atas perannya dalam kelahiran anak mu, tapi dia mengunci diri di ruangannya". Khasi menjawab "karena dia telah memanggil ku dengan marah-marah". Bihu mengatakan " dia tidak bisa menjelaskannya atau apapun". Radha berkata "suuut, tetap diam.., jangan berani kau mengaggu Bihu.." Lalu Radha bertanya "apakah kau sudah mengerti masalhnya?" .. katakan kepada ku.. seorang suami dan istri harus tau apa yang disukai atau tidak disukai oleh pasangannya, kau tidak tahu apa yang dia tidak suka dan dia tidak tahu apa yang kau suka, saling pengertian adalah inti dari setiap masalah untuk sukses, kalian berdua harus saling mengenal dan memahami dengan sangat baik, bahwa kau mampu memahami perasaannya tanpa kata yang diucapkan, sebagi sorang istri atau hanya disebut hanya setengahnya dan itu lebih baik karena pernikahan seharusnya penyatuan dua jiwa yang berbeda, di dua entitas yang berbeda, untuk memahami perasaan dan pikirannya dan belajar bagaimana untuk menghormati mereka". 

Baji berkata pada Radha "Ibu, aku menghormati keinginannya, itulah sebabnya aku tidak membunuh Naser dengan tangan ku sendiri, aku meninggalkannya pada nasibnya untuk memutuskan apa yang akan terjadi padanya, tapi bahkan ibu bahkan seharusnya dia menghormati perasaan ku  dan juga keputusan ku, kan?".., jika dia berani datang dalam cara saya mencapai  swaraj, aku akan melupakan semua ini". Baji pergi dan saat membuka pintu Shiv Bai berdiri dihadapannya. Shiv Bai menatap wajh Baji dan Khasi dan bertanya "Kau mau kemana hingga terburu-buru?". Baji mengatakan "aku tidak pernah menunda dalam mengambil tujuan ku dan itu sebabnya aku selalu berjalan cepat ". Baji pergi dan Bihu mengikutinya di belakang. Shiv Bai masuk kekamar dan bertanya pada Radha "apa yang ia katakan?" .. tujuan apa yang sedang dia bicarakan?".

 Radha terpaksa untuk tersenyum dan meminta Shiv Bai tenang dan berkata "tidak ada yang mengerti apa yang dimaksudkannya, lupakan saja.., silahkan duduk. Shiv Bai duduk berkata pada Radha "Tuan Balaji sedang tidak ada disini  dan kau sedang tidak berada dalam posisi sedang bekerja keras dan itulah mengapa aku memutuskan aku akan tetap kembali dan membuat pengaturan untuk pemberian nama, bagaimana?". Radha dan Khasi senang "tapi...". Shiv Bai mengatakan "Kau adalah istri Peshwa itu harus terjadi secara besar-besaran, kita akan mengundang semua penguasa dan aku akan membantu mu untuk menyiapkan semua itu, setelah semuanya kita adalah keluarga sekarang". Radha tersenyum, Khasi berkata "Ibu itu pasti akan sangat menyenangkan, Radha menyetujuinya "Baiklah kalau begitu, kau akan menghabiskan waktu dengan ku disini, aku akan menganggap diri ku beruntung", silahkan lakukan". Shiv bai tersenyum.

Khasi memberikan toples jaggery pada Nandini berkata " tolong berikan jaggeri ini bersama dengan ibu dan ibu mertua, hidangkan bersama dengan ghee khicri, itu kaya akan zat besi dan membantu meningkatkan jumlah sel darah". Nandini pergi, Shiv Bai bertanya "Bagaimana kau mengetahui semua ini, Khasi!" .. katakan pada ku" . Khasi mengatakan "ibu bagimana aku tidak tahu bagaimana jaggery itu disimpan, aku dan bihu telah mengatur semua hal didapur besama". Shiv Bai bertanya "mengapa kau melakukan semua ini?" .. seharusnya sebagai gantinya kau bertanya pada Nandini dan bukan melakukannya". Khasi mengatakan "ibu mertua mengatakan bahwa menantu harus ikut mengambil bagian dalam menjaga rumah agar diberkati oleh dew laksmi". Shiv Bai bertanya "lalu bagaimana kau mengetahui jika jaggery itu baik untuk kesehatan Radha Bai?". 

Khasi menjawab "adik ipar ku Chimna memiliki semua buku, aku menyimpan buku-bukunya  dan aku mempelajarinya dari aryuweda, itu di tulis dalam buku". Shiv Bai berfikir "aku tidak pernah membiarkannya melakukan pekerjaan apapun tapi Radha Bai membuatnya mengatur semua tugas-tugasnya, dan dia telah membuatnya mengerti untuk mengatur semua tugas-tugas adalah sesuatu yang baik". Khasi bertanya "apa yang sedang ibu pikirkan?". Shiv Bai berkata "tidak ada" Shiv Bai melihat Chimna dan yang lainnya di luar melalui jendela, ia memberitahu pada Khasi "sekarang tidak ada siapapun disini, katakan yang sebenarnya bagaimana Baji terluka?" .. katakan pada ku Khasi, apa dia mengatakan kebenaran, Radha bai telah mencuci otak mu lebih banyak dalam empat hari ini dan sekrang kau sudah mulai berbohong pada ku?" .., aku terus menghawatrikan mu sepanjang hari tentang bagaimana kau bisa mengatur diri mu untuk menyesuaikan diri dengan orang-orang disini, Khasi jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya, aku tidak bisa membantu mu, bicaralah Khasi".

Khasi menjawab "Ibu aku juga tidak membutuhkan bantuan mu dan kau juga tidak perlu khawatir dengan semua ini, ibu aku telah menjadi satu dengan keluarga disini dan sekarang aku telah menjadi bagian dari keluarga ini, keluarga ini sekarang adalah identitas ku dan sekarang aku tidak lebih orang luar dari keluarga ini, kami adalah satu keluarga sekarang, ibu mertua memperlakukan ku dengan sangat baik, dia mencintai ku lebih daripada putrinya sendiri". Khasi bai pergi meninggalkan ibunya di dapur. Shiv Bai bersikeras bahwa Radha telah mencuci otak Khasi sehingga ia tidak siap untuk mengucapkan kata terhadap dirinya atau terhadap Baji... "tapi aku ibuya, aku akan membuatnya berbicara kebenaran".

Diluar, Baji datang menemui Gotiya dan Chimna dan yang lainnya dan memintanya untuk ikut besama dengannya. Baji berkata pada Gotiya "lakukan seperti apa yang kukatakan dan hati-hati". Gotiya bilang"baik Baji". Khasi datang kesana dan bertanya pada suaminya "kemana kau mengirimkan dia pergi?". Baji beralasan bahwa ia meminta Gotiya untuk mempersiapkan namkaran". Khasi berharap suaminya tidak merencanakan sesuatu yang lainnya, Baji meyakinkan Khasi bahwa itu tidak dilakukannya. Khasi pergi, kemudian Baji berbicara dengan Chimna dan Shiv Bai melihatnya dan ia yakin pasti Baji sedang merencanakan sesuatu dan Baji berjanji akan menjaga Khasi didalam kegelapan, tapi apa yang terjadi?".

Shiv bai datang kekamar Khasi dan menyuapinya makanan. Shiv Bai mengatakan "Khasi aku punya ini untuk mu, tapi ada begitu banyak anak-anak disini dan aku mulai khawatirapakah kau medapatkan sari". Khasi mengatakan "Kau selalu membuatnya sangat lezat, tapi kali ini rasanya sangat berbeda, tapi masih menabjubkan". Shiv Bai menyuapinya lagi berkata "aku akan memberikan mu lebih dari ini, tapi kau harus menjawab pertanyaan ku". Khasi mengatakan "Tanyakan pada ku dan aku akan menjawabnya dengan jujur". Shiv Bai menyuapinya lagi dan berkata "katakan sesuatu Khasi, apakah semua orang mengklaim hal yang sangat tinggi tentang keberanian Baji atau dia bernar-benar gagah.. Maksud ku mengalahkan seseorang dalam pertarungan atau yang lainnya, tapi dia lebih efisien menghadapi perang yang nyata". Khasi memuji suaminya "Ibu dia sangat gagah, aku telah melihatnya beberapa orang telah di kalahkan dimedan perang dengan mata ku sendiri". Shiv Bai mengatakan "benarkah?"... dan saat kau melihat semua ini". Khasi mengatakan "ibu dia tidak jatuh dalam lumpur hari itu, tapi dia menyelamatkan aku". 

Khasi menceritakan pada ibunya ketika Bajirao datang menyelamatkan dirinya dari tangan Naser, kilas balik ditampilkan saat Baji bertarung di lumpur melawan Naser  dan mengalahkannya. Bajirao mengatakan pada Khasi "Naser tidak memiliki permusuhan dengan mu, dia menculik mu karena aku, aku meminta maaf kepada mu untuk semua yang telah kau lalui, aku tahu kau pasti telah menderita, tapi kau harus menyembunyikan penderitaan mu, bayi baru lahir kedalam rumah kami, kau jangan membuat ibu menjadi khawatir dan itu sebabnya aku ingin kau berjanji kepada ku bahwa kau akan mencatat  agar  tidak memberitahu ibu mu  tentang hal ini ". Khasi menjawab "aku tidak pernah berharap kau datang untuk menyelamatkan aku, tapi kau mempertaruhkan hidup mu sendiri demi aku, tapi ibu mu seperti ibu ku dan aku tidak akan membiarkannya menderita dan itulah sebabnya aku tidak akan mengucapkan sepatah kata sampai kau memberitahu ibu mu tentang hal ini". Kilas balik berakhir.

Shiv bai marah mengatakan "dan kau membuat ku dalam kegelapan tentang hal ini!. Bahkan Bajirao dan Radha tidak mengatakan apa-apa tentang hal ini,  apakah aku tidak punya hak disini?" . Biarkan aku pergi, aku akan menanyakan kepadanya tentang hal ini ". Khasi berkata "jangan mengatakan apapun kepadanya, dia masih sangat lelah, tapi ibu mertua ku telah menegurnya dan sekarang jika kau pergi datang menemuinya dia tidak akan menyukainya  dan jika kau mengatakan apapun dia akan melakukan seusatu di luar kendali kemarahannya, jadi tolong jangan katakan ini kepadanya, jangan katakan kepadanya bahwa aku telah melanggar janji". Shiv Bai mengatakan "tapi Khasi aku harus berbicara dengannya". Khasi menaruh tangan ibunya di atas kepalanya berkata "Ibu bersumpahlah pada ku bahwa kau tidak akan melakukannya". Shiv Bai sangat kesal.


Precap:
Baji bertanya "kenapa kau mengundang banyak tamu". Shivbai mengatakan" para tamu itu rekan Mahant ji". Radha mengataka "mereka keluarga Peshwa dan itulah mengapa kami mengundang mereka". Baji mengatakan "orang akan dikenal oleh karma mereka". Kemudian sosok Baji dewasa diperlihatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar