Sabtu, 17 Februari 2018

PESWA BAJIRAO EPISODE 120 (7 JULI 2017) : MENYERANG QILA/BENTENG MUGHAL, USAHA MEMBEBASKAN IBU SHAHU JI DAN SAVITRI BAGIAN I

TAYANGAN SONY TV 7 JULI 2017 
PESHWA BAJIRAO EPISODE 120
DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE


Index : Pasukan Maratha berkumpul di depan Qila/ benteng milik Mughal. Pasukan Mughal memasang pertahanan. Sementara itu, Kashi semakin khawatir dengan keselamatan suaminya Bajirao. Di medan perang, Bajirao dewasa, berlari di medan perang untuk menyelamatkan Balaji, dan menarik pedangnya dari selongsong untuk membawa pasukannya dari depan dan memnembus pertahanan pasukan Mughal.

-----------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------


Pasukan prajurit Marathi berdiri di Qila/benteng Mughal, Balaji duduk menunggangi kudanya bersorak sorai " har.. Har Mahadev". Diatas benteng pimpinan prajurit Mughal melihat dari kejauhan melalui tropong, disisi lain Zennat melihat Balaji dari teropong dan tersenyum senang lalu bergegas berlari ke tenda untuk menemui ibu Shahu ji, Zeenat berkata" Sahu ji telah nengirim pasukan Marati yang di pimpin oleh Balaji untuk membawa kalian pulang". Ibu Shahuji yakin jika suatu saat akan tiba untuk mengeluarkannya dari tahanan dan Shahuji mengirimkan pasukannya, ia yakin bahwa hal itu ceoat atau lambat akan terjadi. Savitri berkata pada mertuanya " aku tidak takut mati" Zeenat mengatakan " aku mengenal anak mu dan dia hanya akan menargetkan jika dia yakin"
Pimpinan dari ptajurit Mughal, memerintahkan pasukannya untuk menembakan anak panah, anak panah menghujani pasukan Marathi dan menancap pada dada Balaji
Bajirao telah tumbuh menjadi dewasa,ia berlari di belakang Balaji melewati beberapa prajurit amarathi yang telah tewas, Bajirao memegangi Balaji uang jampir jatuh pingsan, Bajitao menggendong Balaji dan membawanya pergi,pimpinan pasukan kesal di benteng Mughal memerintahkan untuk menambahkan anak panah, Bajirao mengambil bendera dan nulai berjalan sambil.menggendong ayahnya yang sudah tidak sadarkan diri, ribuan anak panah kembali dilepaskan dan melesat mengenai tangan Bajirao.
Khasi bai juga telah tumbuh menjadi dewasa, angin bertiup kencang menghancurkan ranggoli dan menjatuhkan pot, Khasi terkejut ia duduk di kamarnya menatao pasa lampu dan memanggil suaminya "Rao". Khasi segera berlari kakinya menginjak pecahan pot dan menuruni anak tangga,kakinya terluka dan meninghalkan jejak darah lalu membuka pintu, angin kencang hampir memadamkan obor ia mengingat janji dimasa kecilnya saat Bajirao menaruh obor dan bersumpah untuk tetap menyalakan obor tersebut. Khasi melindungi nyala api dari hembusan angin yang sangat kencang dengan sari merah mudanya.
Radha bai berubah menjadi paruh baya datang kesana menuangkan minyak diatas nyala api. Radha berkata " aku tidak mengijinkan anak-anak ku me galirkan darah mereka". Radha meninta agar Khasi tetal tegar " kau adalah istri Baji dan ajan terus menunggunya dan jangan takut". Khasi mengangguk mengusap airmatanya dan bertanya "apakah kau juga menunggu Balaji?".
Bajirao membawa Balaji pergi dari benteng mughal dan prajurit Marathi melundunginya dengan menangkis semua serangan anak panah.
Radha mengatakan " aku berhenti menunggunya, aku tahu tidak akan ada yang akan terjadi saat Baji bersamanya" Kasi berkata " kau pasti mencemaskannya". Radha mengatakan " aku mengurus rumah dan menyerahkan semuanya lada dewa". Radha mencium Khasi, dan Khasi memeluknya.
Bajitao berhasil membawa Bakaji ketempat yang anan, Balaji tergeletak, Gotiya mencemaskan keadaanya, Bajirao mencabut panah Balaji dan menatahkannya. Bajirao menanyakan rencana ayahnya, Balaji mengatakan " aku telah berjanji pada seorang outra untuk membawa ibunya". Bajirao berkata" aku akan membawa ibunya" dan bersumpah untuk membawa ibu Shahu ji sebelum matahari terbenam dan meminya berkah Balaji. Baji memotong panah di punggungnya dengan pedang.
Di istana Maratha, Pant Pratinidhi bersama dengan orang yang berada dipihaknya menghasut Shahu ji (wajahnya berubah, menjadi tua) untuk melawan Balaji dan Baji. Shahu ji mengatakan " Balaji dan Baji telah membuktikan kesetiaan mereka sekama bertahun- tahun dan menunjukkan keoercayaan mereja, aku tidak bertemu keluarganya sejak 11 tahun,hanya Baji dan keluarganya yang bisa mengerti rasa sakit ku". Semua orang di dabar tertunduk

Di benteng Mughal, Azam meminta pada tentarany untuk membunuh Shahuji dan juga istrinya, Baji meminta pasukannua untum mati dan mengikuti perintahnya, semua pasukan berkata"ya" Azam meminta tentara membunuh Shahu ji mu dan istri. Baji meminta tentaranya jika mereka siap untuk mati dan mengikuti semua perintahnya. Mereka bilang ya.. Baji memerintahkan mereka untuk kembali. Semua pasukan berbalik. 
Gotiya terkejut bertanya pada Balaji" mengapa mereka kembali". Balaji mengatakan" mereka akan mengejutkan Mughal, Bajirao ingin pergi sendiri karena dia tahu jika Sena pergi bersamanya, maka istri dan istri Shahu ji akan dibunuh".

Azam terkejut saat melihat Marathi, Bajitao mengeluarkan pedangnya, Azam berpikir "apa yang dia inginkan Baji" Bajirao memacu kudanya untuk maju menuju Qila/ benteng Mughal. Pasukan Mughal kembali melepaskan anak panah, ribuan panah melayang dan melesat di udara Bajirao menunggangi kudanya menangkap panah yang mendekatinya dan menangkis semua anak panah dengan pedangnya. Axam bertanys-tanga " apa yang diinginkan orang gila ini? "Bajirao menuju ke benteng Mughal seorang diri.
Precap:
Kashi mengatakan "aku tidak melihat Bajirao sejak bertahun-tahun, mungkin dia melupakan aku". Gotiya bertanya pada Baji" apakah kau merindukan Kashi. Baji mengatakan " aku tidak memiliki kenangan dengan Kashi apalagi untuk mengingatnya". Gotiya mengatakan" saat mau jatuh cinta maka kekosongan hati mu akan terisi"
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar