Rabu, 14 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 117 ( 4 JULI 2017) : KUMUD MENAMBAHKAN CHURAN KEMAKANAN RADHA, BAJI DATANG MEMBUAT PERHITUNGAN DENGAN NASER

TAYANGAN SONY TV  4 JULI 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 117
DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE



Index : Bajirao memutuskan untuk membalas dendam pada Nasir. Tapi, pertama, dia memutuskan untuk mencari tahu beberapa informasi tentang Nasir. Kemudian, tragedi menyerang Bajirao saat Radhabai jatuh pingsan.

--------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------


Khasi berada dikamarnya bersama dengan Shiv Bai dan Kumud. Khasi mengatakan "semuanya beres, ibu.., bahkan adik ipar ku Chumna terjatuh karena pedang, namun dia tidak berhenti, ketika datang kenegaranya untuk memperjuangkan kemerdekaan, tapi dia tidak mau peduli tentang apapun!". Shiv Bai bertanya pada Kumud "apa yang akan kita lakukan sekarang?". kumud menjawab " Tidak tahu, bahkan aku bingung sekarang Chimna terluka, bahkan Bajirao akan mengurus tanggung jawabanya, tapi dia akan menunda upacara penamaan bayi (naamkaran) dan akan pergi.., tidak akan ada ritual dan itu kebiasaan dan akan ada ritual yang akan menghentikan Baji". Khasi mengatakan "Iya, bibi", bahkan dia tidak peduli saat upacara penghapusan kunyit dan meninggalkan rumah tanpa menyelesaikan ritual". Kumud bertanya pada Khasi"Lalu apa yang Radha katakan?". Khasi berkata "Ibu mertua sangat marah dan ia akan memarahi  baji saat kembali, dia juga akan menghukum  dan membuatnya bertaubat, tapi bayi telah lahir saat ia kembali, dan ibu mertua melupakan hal itu". Kumud terkejut, dan berkata pada Khasi "Kau telah memberikan ku solusi untuk masalah mu". Kumud dah Shiv Bai saling menatap.

Ishu bertanya pada Bajirao "sekarang apa yang akan kita lakukan.. kita harus menghentikan Naser  atau melakukan hal yang lain, selama ia masih tinggal di Ssawad ia akan terus menciptakan masalah  bagi warga desa". Baji menjawab "Aku telah mengirimkan surat pada ayah ku, tapi aku sedang bertanya-tanya mengapa aku masih belum medapatkan jawaban ". Ishu bertanya "  apa yang akan kita lakukan sekarang, Baji?". Baji mengatakan "Kita harus berurusan sendiri menghadapi Naser, aku akan menghabiskan waktu yang lebih lama untuk tinggal dirumah  untuk mengurus Chimna, tapi kau akan terus mengawasi Naser. "Kau harus memberitahu aku segalasesutau tentang dia, kemana dia akan pergi,  dan apa yang akan dia lakukan .., jika kau  ingin mengalahkan musuh  maka kau harus tahu lebih banyak  lebih dari seorang teman dekat , sehingga kita bisa menangkapnya saat itu juga saat ia dalam kondisi tidak bisa melawan". Ishu mengatakan pada Bajirao "Jangan Khawatir...,  itu akan dilakukan dewa hanuman, aku akan memberitahu semua informasi tentang musuh dan apa yang sedang dia kerjakan untuk mu". Ishu pergi.

Radha sedang makan di kamarnya, Khasi, Shiv Bai dan Kumud datang kesana. Kumud bertanya"Peswin Bai ". Radha menjawab "Iya...". Kumud mengatakan "aku tidak yakin kau akan percaya atau tidak pada hal ini, tapi keluarga mu terrus menerus menghadapi masalah..., pertama bayimu saat lahir dinyatakan tiada,  dan sekarang Chimna akan melalui semua ini". Radha bertanya pada Kumud " Apa maksud mu?". Kumud mengatakan " Kau mungkin menganggap jika itu hanya terjadi sekali, tapi ketika itu terjadi berulang kali, itu adalah nasib buruk dan manusia sendiri yang telah mengundang nasib buruk"". Radha bertanya pada Kumud "Jadi apa maksud mu?". Kumud menjelaskan " jika beberapa ritual atau pemujaan  yang tersisa tidak lengkap dalam keluarga, maka itu akan mengundang nasib buruk dalam keluarga, bisa saja itu terjadi ketika beberapa ritual atau pemujaan itu telah ditinggalkan sehingga tidak lengkap?". Radha berkata "Tidak... bahkan aku tidak mengingat apapun".

Khasi mengatakan pada Radha Bai "Ibu mertua..., kau telah mengatakan pada ku  untuk membuat Baji bertaubat karena telah meninggalkan upacara Rassam  sehingga tidak lengkap, tapi sepertinya kau lupa  tentang hal itu saat bayi mu dilahirkan ".  Shiv Bai bertanya "Peswin Bai, Baji selalu dikelilingi oleh masalah, kau harus mengambil tindakan  dengan serius". Radha menyetujuinya "Kau benar..., tapi setelah Baji pulang kerumah aku akan bicara dengannya". Kumud tersenyum. Ketika Bajirao pulang kerumah, Radha bersam Shiv Bai dan Khasi datang menemuinya. Baji menjelaskan pada Radha "Ibu itu hanyalah keyakinan buta, dan tidak ada ha yang lain, Cimna hanya tergelincir  oleh kesalahannya  dan bukan karena murka dari dewa".

Shiv Bai bertanya "dan bagaimana saat kau tergelincir dikuil dihari yang lain, ketika sesutu terjadi sekali mungkin itu bisa disebut  sebagai kecelakaan, tapi ketika itu berjalan salah  dengan kedua anak-anak di keluarga yang sama maka itu bukanlah kecelakaan tapi pertanda bahwa dewa tidak senang dengan mu". Baji berpendapat "Kecelakaan ku tidak berkaitan dengan  semua ini  dan ibu ku tahu tentang hal itu". Bihu berpendapat mengatakan "Ibu kau tidak pernah mengajarkan cara kami untuk bersikap dan mengubah cara kami saat kucing hitam lewat dan kau selalu menghentikan bersin saat itu tapi menurut ku itu semua hanyalah tahayul.., jadi bagaimana kau bisa percaya  dengan hal-hal seperti itu sekarang?" .Ibu, kau tidak pernah di hargai dan itu tradisi palsu.., seperti sebelumnya dan bagaimana kau bisa percaya dengan tahayul seperti itu?".

Radha mengatakan "Bagi seorang ayah, kebenaran adalah yang utama.., seorang ayah hidup dengan kebenaran, tapi bagi seorang ibu hanya kebenaran saja tidaklah cukup dengan membutuhkan baik itu kebenaran dan juga harapan". Radha mengatakan pada Bajirao"Baji, Jika ibu tidak ada maka Mandir (kuil) juga akan ditinggalkan, seorang ibu adalah satu-satunya orang yang mengunjungi kuil untuk anak-anaknya , dia terus bersumpah  untuk anak-anakanya, dia menyalakan lampu untuk berjaga bahkan berpuasa untuk mereka".  Bajirao mengatakan " Tapi ibu hal-hal itu memeng mendasar dan semua yang terjadi sangat membingungkan".

Radha menjawab "Cinta seorang ibu bukanlah kohernsi". Kumud menimpali berkata "Itu hanya akan menjadi penebusan dosan yang sederhana, kau hanya tinggal disini  dan menyembah dewa siwa selama 41 hari berturut-turut, lalu apa yang seulit dengan hal itu?". Khasi mengatakan " Aturan dan tradisi hanya akan menjadi masalah baginya karena akan mengikatnya,  tapi dia tidak akan pernah mau untuk mengikat apapun  selain patriotisme". Baji membenarkan ucapan istrinya, dan mengatakan pada Khasi " Khasi.., kau benar  aku tidak mau mengikat apapun .. aku harus melepaskan diri untuk masa depan dan jika aku mengambil sumpah ini maka setelah upacara Naamkaran (penamaan bayi) aku tidak akan bisa pergi dengan ayah ku utuk ikut dalam misi berikutnya dan aku tidak setuju dengan hal itu..., oleh karena itu aku tidak setuju dengan penebusan dosa ini..., dan tentang pengadilan dewa siwa  untuk melindungi dari raksaksa yang menjijikan seperti Naser  adalah ibadah yang benar untuk dewa siwa, lalu bagaimana dewa akan  murka jika setiap manusia memiliki hubungan yang khusus dengan dewa , tapi hubungan itu harus keluar dari cinta".

Kumud berpendapat dan berkata pada Bajirao "lalu bagaimana jika memang benar dia bertindak, seberapa besar penghalang itu, maka kusarankan biarkan saja". Bajirao mengatakan "melakukan pelayanan keagamaan tidak selalu membutuhkan pengabdian  kepada dewa saja, tapi melakukan tugas ku itu adalah  ibadah yang benar .. , jika negara mu membutuhkan mu  dan jika prajurit hanya diam berada dikuil  bukannya berjuang untuk tanah airnya maka itu adalah dosan.., untuk melawan baju besi dan senjata dan membunuh musuh-musuhnya adalah tugas yang sah  untuk seroang pahlawan, dan itulah pengabdian yang paling utama!".

 Ketika Bajirao akan pergi  Radha berusaha untuk mengentikannya namun Baji tidak menghiraukan ibunya, Radha mendadak pusing dan jatuh pingsan tergeletak lantai, Bajirao berbalik dan bergegas keibunya, ia menaruh pedang dilantai. Bihu dan Khasi menangis, Shiv Bai dan yang lainnya membawa radha kekamarnya. Kumud mengambil pedang milik Bajirao dan ia tersenyum, kilas balik ditampilkan saat Namrata menyiapkan makanan di dapur, Kumud datang dan meminta agar Namrata melihat anak Radha yang baru saja lahir sementara Kumud yang akan menyiapkan makanan untuk Radha, Namratha pergi kemudian Kumud mengeluarkan bungkusan dan membukanya, ia memberikan bubuk putih pada makanan Radha, menurut Kumud hanya sedikt bubuk akan membuat Radha mendadak jatuh sakit dan hal itu tidak akan ada orang yang mengetahuinya, Kumud menginginkan agar semua orang meminta Bajirao untuk menyelesaikan ritual, kilas Balik berakhir. Kumud memandangi pedang Bajirao dan tersenyum penuh kepuasan.

Bajirao duduk mengendong adiknya yang masih bayi, ia meminta agar bayi itu tidak menangis dan tenang. Bihu cemas dan bertanya pada Bajirao"Kakak, apakah yang di katakan Shiu Bai/Shiv Bai  dan kumud benar-benar terjadi.., apakah benar jika masalah ini karena kemarahan dewa?". Baji mengingat saat Vaid ji menyatakan adiknya telah tiada saat baru saja di lahirkan. Bihu bertanya pada Bajirao tentang semua kejadian yang baru saja mereka lalui berkata  .. dan kemudian Kakak Ipar Khasi di culik, kak Chimna jatuh dari tangga dan sekarang ibu mendadak jatuh sakit ia demam tinggi dan bahkan tidak bisa memberikan makan pada bayinya.., apakah dewa benar-benar telah marah dan tidak suka dengan kami?".

Bajirao menjawab "tidak Bihu, dewa memberikan solusi bukan masalah". Khasi datang menemui suaminya berkata pada Bajirao "bagimana kau bisa begitu sensitif terhadap keluarga mu sendiri?".., mungkinkah prajurit tidak memiliki perasaan jika tidak pasti hati mu sudah meleleh setelah melihat kondisi Chimna sekarang dan air mata mu akan meleleh?" Bajirao mengatakan pada Khasi "Tidak ada yang seperti itu Khasi.., bahkan aku melihat ada masalah yang lain dan aku juga tidak tahu kita akan memecahkan masalah dengan upaya yang bagaimana dan bukan dengan penyesalan.., dan aku hanya sedang tidak siap untuk menerima bahwa itu memeang benar kemarahan dewa". Ishu menimpali ucapan yang Bajirao katakan "Baji benar, bahkan ibu ku berkata dewa sangatlah ramah, jadi mengapa dia harus menghukum orang seperti ini?". Khasi bertanya pada Bajirao "apakah kau tidak memiliki iman?". Baji menjawab "aku memiliki iman kepada dewa, tapi aku tidak percaya dengan tahayul, keluarga ku sedang mengalami masalah yang besar disini dan setiap kali dewa memberikan kasih dan karunia dan kami sudah menang untuk melawan segala rintangan". Khasi mengatakan pada Bajirao "karena kau adalah seorang pejuang, biarkan aku mengatakannya dengan bahasa ku sendiri, kita harus mencari bantuan saat masalah ini menjadi sangat serius, mengapa tidak sedikit pun kau menyesal aaahu.., dan mencari bantuan dari dewa".
Baji mengatakan pada Khasi "dewa telah memberikan apa yang ku butuhkan, dia telah memberikan ku anugrah kualitas untuk berkata jujur dan berani dan aku tidak bisa meminta sesuatu yang lebih". Khasi marah pada Bajirao mengatakan "Ahuu, aku tidak tau apa yang kau katakan, tapi yang aku tahu adalah kau tidak mengikuti ritual dan itulah sebabnya kami telah di kutuk, ibu mu yang telah membuat janji untuk ibu ku atas nama mu, dan kau tidak bisa mengembalikan semua seperti semula". Mendengar ucapan Khasi Bajirao hanya terdiam dan meneteskan air mata.
Dikuil, Shiv Bai dan yang lainnya datang membawa Bajrao menemui pandit Ji di malam hari. Pandit mengikatkan  benang suci  pada tangan Bajirao bahwa benang itu akan mengijatkan Bajirao dengan sumpah yang telah dia mabil "Kau akan menebus semua dosa mu pada dewa siwa saat fajar datang untuk 41 hari kedepan tanpa terputus". Pandit ji meminta Bajirao untuk mengingat bahwa ia tidak bisa membatlkan semua sumpah dengan cara apapun. Kumud sangat senang dan berfikir "Untuk 41 hari kedepan, bahkan dia tidak akan berfikir tentang perang". Baji berdoa bersama dengan pandit ji di hadapan patung dewa siwa, namun saat itu Ishu datang membisikan sesuatu hal yang sangat penting di telinga Bajirao, mata Khasi terbelalak dan kesal. Bajirao sangat marah setelah Ishu memeritaukan kabar yang penting dan akan bergegas pergi, tapi Kumud menghentikannya "tunggu, apa yang akan kau lakukan?". Baji berbalik dan mengatakan pada Kumud, Kumud mengatakan "sekarang kau telah mengambil sumpah kau akan menebus dosa mu dihadapan dewa siwa untuk 41 hari kedepan".
Bajirao marah dan menjawab " aku tahu, aku telah mengambil sumpah tapi itu kulakukan di malam hari dan apa yang akan aku lakukan selama 41 hari kedepan  adalah keputusan ku sendiri". Khasi terkejut, Baji pergi bersama Ishu. Bihu mengatakan pada Khasi"apakah aku tidak pernah memberitahu mu?..., kakak ku tidak akan pernah membiarkan siapapun datang dianatara dirinya dan juga tanah airnya, dia tahu bagaimana untuk menyerang keseimbangan antara kepentingan agama dan juga tugasnya terhadap tanah airnya". Bihu pergi, Khasi terlihat sangat marah.

Naser sedang menikmati pijatan, namun ia marah dan memukuli pria yang sedang memijat dan pria itu terjatuh di sampingnya. Naser mengatakan dalam kemarahannya "Baji telah menyakiti semua tulang ku, dan bahkan kau menambah rasa sakit ku, kau memang bodoh!". Seorang pelayan datang  menemui Naser untuk memberitahu bahwa air hangat untuk mandi telah di siapkan, Naser bangun dan bergegas untuk ke kamar mandinya, Bajirao dan Ishu menyamar memasuki istana Naser menjadi seorang prajurit dan Naser sama sekali tidak menyadari kedatangan mereka. Naser bersama pengawalnya sedang menuju tempat pemandian, Baji memukul pengawal hingga pingsan dan Ishu menarik pengawal ketempat yang jauh. Bajirao masuk keruang mandi Naser dan berdiri dibelakangnya, sementara Naser berdiri tanpa menyadari kehadiran Baji disana, Baji kemudian memelintir tangannya kebelakang. Naser marah dan terkejut ia berusaha untuk melihat orang yang telah menyerangnya dari belakang namun Bajirao menghindar. Baji mengingat saat semua penduduk desa datang kerumahnya untuk meminta bantaunnya  dan mengadukan bahwa tanah pertanian dan pertrnakan mereka telah habis hangus terbakar sehingga penduduk desa mengalami kerugian dan tidak bisa memberikan keluarganya makan, dan ia mengingat saat Ishu memberitahu jika Naser masih berada didesa. Naser marah dan terus memberontak "siapa yang telah berani meyerang ku". Bajirao mendorong Naser kebak pemandiannya hingga ia jatuh tersungkur kedalam air, Baji masuk kedalam bak itu dan sengaja menenggelamkan wajah Naser keaair hingga ia kesulitan bernafas. Naser pun terkejut saat ia melihat Bajirao sedang berdiri dihadapannya dan bertanya "Bagimana kau bisa masuk kesini, meskipun keamanan diluar ketat?". Ishu menjawab pertanyaannya berkata "perbuatan mu yang telah membawa kami datang kesini Naser, setelah semua yang kau lakukan".
Bajirao mengatakan pada Naser "aku sudah katakan pada mu, jika kau cukup beruntung, kau akan mati dalam ledakan mariam, dan jika tidak kau harus menghadapi ku kembali". Ishu mengatakan " takdirnya memang seburuk perbuatannya, permusuhannya adalah hanya dengan Bajirao tapi kau membalsakan dendam mu pada keluarga orang lain didesa Baji". Bajirao marah dan kembali menenggelamkan kepala Naser  keair . Baji memperingatkan Naser "Ayahku seorang pemungut pajak sebelum ia menjadi menteri dan aku akan membuat mu membayar semua prbuatan mu sekarang!. Bajirao untuk kesekian kalinya kembali menenggelamkan kepala Naser keair. Ishu berkata "apakah kau sekarang telah puas karena telah mendapatkannya?.., bahkan Baji tidak pernah menganggu hak milik orang lain dan bahkan dia tidak akan pernah membiarkan orang lain merebutnya". Bajirao mengatakan "dan sekarang kau harus membayar untuk semua yang kau lakukan". Bajirao kembali menenggelamkan kepalanya dan memukulinya.., Naser jatuh tak berdaya di bak pemandiannya dan Bajirao mengeluarkan pedangnya


Precap:
Qameruddin mendapat surat yang telah dikirimkan Baji yang menyampaikan bahwa Naser telahbdiculik olehnya. Qameruddin berpikir" dia sedang bermimpi untuk memerintah Hindustan "dan Naser terikat berada dalam lenawanan Baji dan teman-temannya, Naser menjadi sangat marah, dan sibuk dalam perkelahian dengan baji dan teman-temannya". Baji berpikir untuk mengakhiri masalah ini di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar