Jumat, 09 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO 108 (21 JUNI 2017) : MANDAP KHASI DAN BAJI, BIHU MARAH DENGAN KHASI DAN MEMPERLAkUKANNYA KASAR

TAYANG SONY TV 21 Juni 2017 

PESHWA BAJIRAO EPISODE 108
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMHKAN OLEH MADE


Index : Pernikahan Bajirao dan Kashi berlangsung sesuai adat istiadat dan tradisi. Tapi, perbedaan pribadi antara Bajirao dan Kashi gagal untuk diatasi. Pihu, yang kesal dengan Kashi, mencoba menghasutnya saat tiba di rumah Bajirao.
-------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------

Shiv Bai datang dan melakukan Haldi untuk Khasi, Khasi mengusap air matanya dan menyentuh pipi ibunya, ibu khasi mengatakan "Khasi, ketika aku seusia mu, semua orang berkata pada ku sangat menyakitkan untuj melahirkan seorang anak, tapi tidak sedikit pun yang mengatakan kepada ku berapa banyak rasa sakit ketika anak perrempuan dikirim kerumah orang lain untuk menikah, seorang ibu begitu sangat mencintai putrinya dan cinta itu masih ada, bahkan setelah ia tinggal dirumah mertuanya, tapi ia tidak dapat mengekspresikan cintanya dan dia juga kehilangan hak atas putrinya, besok kau akan menikah, orang lain akan memiliki hal yang lebih dari pada kami dan bukan kami dan kami akan kehilangan semua hak-hak kami". Shiv Bai menangis menggenggam tangan Khasi, Khasi mengatakan "Jangan menangis ibu". Shiv Bai berkata "Bagaimana bisa aku tidak menangis, bahkan dihalaman teriakan rumah akan terjadi saat perpisahan anak perempuan, aku ibu mu lalu bagaimana bisa aku bisa tidak menangis". Khasi bertanya pada ibunya "Baji setuju atau tidak?". Kumut terlihat marah, Shiv Bai berkata "jika prosesi pernikahan itu tiba besok, ini menunjukan bahwa Baji telah menerima kondisi mu". Khasi hanya mengangguk.

Radha Bai tersenyum saat melakukan Haldi pada Bajirao. Radha mengingat isi surat dari Khasi yang dibacakan oleh Shiv Bai bahwa "sebuah pernikahan bukan hanya kompromi, jadi suami juga harus membuat kompromi kecil, kau tidak akan mengambil bagian dalam perang maka pernikahan ini akan berlangsung, hanya jika kau mau menerima syarat dari ku, jika tidak hanya menolak untuk menikah dengan ku". Radha hanya menatap Baji, Baji bertanya pada ibunya"Ibu kau sedang memakikan aku kunyit pada ku, tapi mengapa wajah mu pucat". Radha tersenyum dan semua orang tertawa. Baji berkata "bagaimana kau akan menangani Khasi setelah pernikahan jika kondisi mu seperti ini  sebelum kedatangannya?". Gotiya dan semua orang tertawa, Gotiya menggoda Baji Radha berkata "biarkan dia datang dan setelah itu kita berdua akan datang besama-sama dan merubah mu". Baji berkata " orang yang tidak baik perlu dirubah". Saat Baji bangun, Gotiya dan Malhar menahandan  meminta Baji untuk kembali duduk karena upacara belum berakhir dan meminta semua orang untuk menyerang mengusapkan Haldi. Bihu mengusapkan Haldi pada Baji yang dilanjutkan semua tamu  undangan. Radha tampak sangat gelisah.

Malam hari, Radha datang untuk berdoa di kuil Ghannapati berkata "Dewa aku tidak ingin melihat anak ku bersimbah darah dimedan perang, hari ini aku telah melihatnya tertutup oleh warna kuning pada upacara kunyitnya.., aku tidak mau diantara kedua warna, aku ingin memilih untuknya, tapi apakah itu perlu untuk  memilih hanya satu warna?". Mengapa hidup baji tidak dapat mengisi kedua warna tersebut, jika dewa siwa adalah Ghanesa di medan perang  yang selalu berada di gunung kailas, mengapa seorang pemuja tidak bisa menjadi prajurit dan ibu rumah tangga, ketika dewa sendiri tidak melakukannya, Ada pepatah bahwa seorang ibu memiliki hak lebih pada anaknya dari pada dewanya sendiri, jadi aku tidak akan meninggalkan keputusan hidup ini untuk hidup Baji pada takdirnya, aku sendiri yang akan mengambil keputusan.. maafkanlah aku". Radha mengeluarkan surat itu dan membakarnya, ia hanya terdiam dan tidak menyadari Chimna membuang surat itu saat tangan ibunya terbakar. Chimna bertanya pada Radha "ibu apa yang sedang kau lakukan?" Radha mengatakan "  Khasi akan mengalami lebih banyak rasa sakit dari pada ini, ketika dia tahu bahwa Baji menikahinya tanpa membaca surat ini". Chimna bertanya "Ibu mengapa kau menyembunyikan sirat itu dari kakak?". Radha berkata "aku telah berbicara dengan Khasi, apakah kau tahu apa yang dia inginkan, Chimna?...  Bukan Khasi yang menulis surat itu,dia dipaksa untuk menulis,   surat itu berisi kata-kata Khasi, tapi orang-orang dibaliknya adalah ibu dan juga bibinya, mereka tidak suka dengan Baji dan juga keluarga kita, tapi ketika Khas datang kesini dan melihat cinta dan perawatan di keluarga kita, dia akan mengerti mengapa aku mengambil keputusan ini.., Chimna aku butuh bantuan mu untuk membuat Khasi menjadi bagian dari keluarga kita, maukah kau menolong aku?". Chimna mengeti dan mengagguk, Radha memeluknya.

Khasi telah bersiap untuk acara pernikahannya dengan Baji, ayahnya Mahant Ji tersenyum saat melihatnya, Khasi sedih menatap ayahnya. Mhant ji berkata pada Khasi "Putri ku telah tumbuh". Khasi menangis di pelukan ayahnya, Mahant ji begitu sangat haru ia mengingat sesuatu dan berkata "ayolah, mintalah berkat pada semua orang". Khasi melakukan puja bersama ayah dan ibunya. Khasi berfikir "oh dewi,  berkatilah aku dengan keberuntungan, kedamian dan kebahagiaan dan  menaruh beberapa pengertian pada Baji sehingga ia bisa berhenti berjuang di medan pertempuran dan mulai hidup seperti ayah ku".
Baji datang Shiv Bai melakukan ritual untuk menyambut memplai wanita, semua orang sangat bahagia, ibu Khasi menatap Baji dan melakukan tilak dan melakukan aarti, Shiv Bai memecahkan kelapa diatas batu dan mengucapkan "SELAMAT DATANG" . Baji melangkahkan kakinya dan semua orang memberikan salam, Gotiya berkata "Baji hidup mu akan berubah selanjutnya". Baji mengatakan "Itu tidak akan terjadi, aku akan selalu sama". Malhar berkata "Begitulah semua orang akan merasa Baji, tapi semua orang harus berubah setelah menikah itulah pernikahan". Bihu berkata pada Bajirao "Kau harus memikirkannya lagi, ini adalah kesempatan terakhir mu, Khasi akan memaksa untuk datang dalam kehdiupan mu dan kau tidak akan dapat menyingkirkannya".

Khasi duduk termenung di kamarnya, Kumud datang untuk menemuinya dan berkata "Baji telah datang kerumah kita untuk pernikahan, ini kemenangan pertama mu, pernikahan tidak kurang hanya pertandingan bagi pasangan, dan kau sudah menang pada langkah pertama, pastikan kau mengontrol dia dengan cara yang sama, bakhan setelah  pernikahan mu". Khasi hanya terdiam.
Bajirao dan Khasi di hadapkan, mereka saling memakikan karangan bunga, semua orang sangat bahagia. Upacara mandap antara Baji dan Khasi akan di lakukan, Pandit ji berkata "Bajrao  pakikan kalung perkawinan/ mangalsutra di lehernya". Baji memakikan mangalsutra di leher Khasi dan mereka melakukan mandap di depan api suci. Pandit ji berkata "dengan selesainya ketujuh prdaksina pernikahan mu, maka diumumkan".  Khasi menangis memeluk Shiv Bai, Baji dan keluarganya menunggu diluar, Shiv Bai mengingat ucapan Radha jika usia Bajrao pendek. Radha Bai berkata "Kalian berdua jangan khawatir, aku telah menganggap Khasi sebagai putri ku, aku berjanji pada mu, bahwa aku akan mencintainya lebih dari  anak ku sendiri". Bihu terkejut dan pergi. 

Shiv bai berkata "Jika kau  akan memilih, antara Baji dan kebahagian Khasi, apa yang akan kau pilih?". Radha bai menjawab "aku telah memilih usaha yang terbaik untuk Baji, kebahagiaan Khasi lebih penting, di bandingkan dengan Baji". Radha meminta "Jangan menangis". Khasi menggenggam tangan ibunya dan kemudian memeluk ayahnya Mahant Ji, ia menangis dipelukan ayahnya, Mahan Ji melepaskan tangan Khasi dan kembali memeluk Shiv Bai, Mhant Ji mengusap air matanya. Khasi menagis di pelukan Radha. Antara kedua keluarga memberikan salam.

Dirumah Radha Bai, Bihu datang untuk menyambut kedua mempelai yang sedang berdiri di depan pintu rumah, Bihu melakukan tilak pada Baji dengan penuh kasih sayang namun ia melakukan hal yang kasar pada Khasi, Radha menegur Bihu dan saat Bihu menaburkan bunga pada Baji dengan hal yang sama dan Bihu melakukan hal kasar pada Khasi, dan Balaji menegur Bihu, bahkan Bihu berulang kali membuat kesalahan yang sama Khasi marah dan akan menegur Bihu namun Nandini menghentikannya, Baji meminta agar Bihu menyingkir. Chimna Ji menaruh Khalas . Radha meminta Kashi untuk menendang kalasy berkata "Khasi gulingkan gui dengan kaki kanan dan masuk rumah". Kashi akan jatuh, tapi Khasi memeluk Baji. Baji hanya terdiam, Radha meminta Khasi "Lakukan lagi" Kashi masuk ke dalam dan menatap Bihu dengan penuh amarah, saat Bihu akan menyerang Khasi, Bihu menghentikannya. Bhiu menganggap Kashi tidak cocok untuk saudaranya.


Precap:
Radha mengatakan " aju telah mengatur semua, tapi di mana sisir ku" Bhiu tertawa. Chimna meminta Khasi membantunya dan mencari sisir. Bhiu kesal dan menghentikannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar