Kamis, 22 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO 130 ( 21 JULI 2017) : PENGAKUAN BALAJI DIDEPAN CIMNA DAN BAJIRAO TENTANG SEMUA KEBENARAN YANG DISEMBUNYIKANNYA, RATU TELAH MEMUTUSKAN UNTUK MENIKAHKAN MATSANI DENGAN SEORANG PEMUDA

TAYANGAN ONLINE 21 JULI 2017
PESHWA BAJIRAO EPISODE 130
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE




Index : Radhabai meminta Bajirao untuk memberikan ahli waris sebelum pertempuran yang lain berakhir di atas kerajaan. Kesehatan Balaji Vishwanath semakin memburuk dan yang tak terelakkan tampaknya merupakan kemungkinan  yang mungkin harus  terjadi. Radhabai khawatir sesuatu buruk akan terjadi,  tapi Bajirao masih berharap ayahnya akan memenangkan pertempuran ini juga dan bertahan untuk. Balaji Vishwanath memutuskan untuk menerima takdir kematiannya dan menyerahkan tanggung jawabnya pada Bajirao. Karena takdir mengundang Bajirao, Balaji Vishwanath mengungkapkan sesuatu yang telah  mengejutkan dan memberitahu bahwa selain ibunya Balaji memiliki wanita dan selain kedua putranya dengan Radha ia memiliki dua putra dari wanita lainnya.

---------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------



Radha meminta Baji untuk memberi pewaris, Khasi Bai mendengarkan pembicaraan mereka dan bersembunyi dibalik pilar, Radha pergi dan Khasi bersembunyi. Khasi datang menemui Bajirao, mereka sama-sama tersipu malu dan saling bertatapan, Rakhma datang kesana dan memberi tahu Bajirao tentang kondisi Balaji, mereka bertiga bergaas berlari menuruni anak tangga untuk menengok kondisi Balaji yang semakin memburuk, Chimna ji meminta pada paman untuk memanggil Vaid ji, Bajirao bertanya "apa yang terjadi dengan ayah?". Bajirao bergegas berlari menemui Balaji. Balaji batuk dan berkata pada Bajirao "aku ingin memberitahu mi sesuatu sebeleum kematian ku datang". Bajirao mengatakan "tidak akan terjadi apa-apa pada mu". Radha melepaskan genggaman tangannya pada Balaji dan terlihat sangat sedih, Balaji menatap wajah Radha namun Radha bangun dan berjalan di dekat jendela dan terlihat rtegang. Bajirao membanti Balaji untuk duduk, namun Balaji ragu untuk mengatakan pada Bajirao bahwa ia memiliki satu keluarga lagi, Balaji terbatuk, Bajirao meminta Balaji untuk beristirahat dan Radha menangis.

Radha berdiri di depan kuil dan menyandar pada pilar, Bajirao datang menemui ibunya dan memeluknya dari belakang dan  mengatakan pada Radha "tidak akan terjadi apa-apa pada ayah". Radha mengatakan "dia memiliki kekuatan tapi tidak memiliki keinginan untuk hidup". Bajirao mengatakan "ayah ingin mengatakan sesuatu dengan ku, itu sesuatu yang penting, mungkin ayah ingin mengatakan tentang rann neeti".  Radha mengatakan "aku tidak sedang memikirkan hal itu dan mengingat tentang pembicaraan mereka setelah Balaji kembali dengan posisinya menjadi Peshwa. Kilas balik ditunjukkan saat Radha mengatakan pada Balaji bahwa mereka tidak memiliki waktu yang cukup lama untuk di habiskan berdua, dan Radha merindukan dan mengingat waktu saat mereka berdua yang mereka habiskan di ayunan, dan Balaji menceritakan semua yang ia pendam pada Radha, kias balik berakhir. Radha mengatakan pada Bajirao "seorang Peshwa dan sorang ayah ingin memberikan tanggung jawab pada mu". Bajirao bertanya "ayah ku tidak akan lelah dan pensiun" dan pergi. Rahda berdoa pada dewa untuk memberikan kekuatan pada Bajirao saat ia mendengarkan tentang kebernaran dari Balaji.


Keesokan paginya, Mastani meminta Suraiyya untuk minum obat,  Suraiyya  begitu sangat sednih dan menolak untuk mengambil dan meminum obatnya, tapi Mastani  tetap memberikan obatnya. Suraiyya mengatakan "kau  marah pada ku,  ke mana kita akan pergi, jika Maharaj marah pada kita".
Ratu datang dan mengatakan "panegaran Jagat telah menjalinkan hubungan antara Matsani dengan seoang pemuda". Ratu tersenyum puas


Baji dan Chima ji bersama Balaji dikamranya. Balaji meminta mereka untuk mendengarkan dan mengatakan " kau harus mengurus tanggung jawab ku setelah aku pergi". Bajirao bertanya "apa yang terjadi?"  Balaji mengatakan kepada mereka "seorang anak memiliki tanggung jawab terhadap setiap perbuatan ayah, aku tidak tahu apakah itu dosa atau tidak". Balaji memegang tangan Bajirao dan Chima ji dan mengatakan "aku memiliki satu keluarga lagi" Baji bilang "aku tidak mengerti dengan maksud mu". Balaji mengatakan "selain ibu mu aku memiliki wanita lain dan selain kalian berdua aku memiliki dua orang putra lagi", Chimna ji kecewa dan melepaskan tangan Balaji, Bajirao terkejut dan terdiam, Balaji mengatakan "aku melihat kebencian di mata mu dan karena itulah aku menyembunyikan kebenaran ini dari mu". Chimna ji bilang" kau telah mengkhianati ibu ku". Bagaimana kau bisa melakukan ini? bukankah kaumencintainya, jika itu bohong dan ini adalah kebohongan". Balaji bilang" aku sangat mencintai ibu mu, tapi ... ".Chima ji bertanya "tapi apa? Bagaimana kau menjadi  begitu sangat lemah".  

Bajirao mengingat kata-kata Radha dan mengatakan "ibu tahu yang sebenarnya sejak lama". Bajrao  bertanya pada Balaji tentang semua itu. Chima ji bilang" kami tidak akan pernah memaafkan mu" dan pergi. Balaji meminta Baji untuk mengurus kedua putranya Megha ji dan Rano ji. Bajirao kaget dan kesal. Balaji meminta maaf pada Bajirao dan memintanya untuk tidak membencinya. Balaji memberinya contoh dan memintanya untuk melihat perbuatan baiknya, dan meminta maaf dan mencakuplam tangan dan menangis. Bajirao hanya terdiam  berjalan pergi. Chima ji menangis menyandarkan kepalanya di kaki Radha dan mengatakan" aku tidak bisa memahami mu". Radha bilang "kau tidak melakukan kesalahan apapun, aku tidak mengeluh dengan anak-anak ku" Chima ji bertanya "apakah kau memaafkannya". Radha hanya terdiam dan menangis

Precap:
Baji bertanya pada Radha "sejak kapan kau terluka, kenapa kau tidak menceritakan apa pun pada ku". Radha mengatakan" semua orang mengatakan sesuatu, tapi aku tidak berbicara atau melampiaskan kemarahan ku". Radha  bertanya"menurut mu  apakah saya bisa memaafkan ayah mu?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar