TAYANG SONY TV 6 JUNI 2017
Malam hari, saat Chandrasen berbicara dengan Dhana Ji. Chandrasen mengatakan pada Dhana ji" dia memiliki banyak kualitas, tapi dia tidak dapat melihat, kau selalu memuji Balaji, tapi bukan aku". Dhana ji bilang "aku ingin kau mencapai posisi mu sendiri". Chandrasen mengatakan" kau tidak pernah memeluk aku atau menepuk pundak ku dan kau mengatakan kau bangga dengan mu, aku menjadi anak mu, tapi kau tidak bisa menjadi ayah ku". Dhana ji bilang "aku berharap bisa memberitahumu bahwa kau segalanya bagi ku, kita akan mulai dari awal sekarang, lupakan semuanya.., aku tidak akan membiarkan kepercayaan mu putus " Dhana ji memeluknya, namun Candrasen mencekik lehernya serta membekap mulut ayahnya dan membunuh Dhana ji. Dhana ji mengingat saat Baji sangat meragukan Chandrasen dan meninggal dunia.
Chandrasen memakikan jasad Dhana ji sorban dan mengatakan " kau membutuhkan banyak waktu untuk memeluk anak mu" Chandrasen lolos melarikan diri dan saat Baji datang ke sana dan mencoba membangunkan Dhana ji, Baji berteriak " paman". Shahu ji dan Balaji datang kesana. Mereka mencoba membangunkannya. Shahu ji meminta mereka untuk membuka jendela. Balaji bertanya pada Baji "bagaimana ini bisa terjadi?" Shahu ji meminta Baji untuk memanggil Vaid Ji, Vaid ji datang memeriksakan jasad Dhana Ji dan mengatakan "ia mati secara alami karena usia". Chandrasen datang kekamar Dhana ji seolah tidak terjadi apa-apa, ia bertindak dan menangis. Chndrasen bilang" aku tidak bersamanya pada saat-saat terakhirnya" Shahu ji meminta Balaji untuk mengatur upacara terakhir untuk Dhana ji dan mengatakan" hal itu akan terjadi dengan kehormatan bangsa". Cincin di tangan Dhana Ji jatuh di depan Baji, Baji mendapatkan cincin dari tangan Dhana ji dan berpikir untuk berbicara dengan Balaji nanti. Chandrasen datang menangis memeluk jasad ayahnya, seolah ia pilu kehilangan Dhana ji.
Keesokan paginya, Rhada menyiapkan makanan bersama kedua anaknya. Bhiu mengatakan "aku bahagia karena Shahu ji menjadi raja sekarang" Radha mengatakan "Shahu ji dan baba mu mengambil keputusan, takdir kita bergantung padanya, sekarang kita sudah cukup menderita, kita tidak akan memiliki lagi penderitaan ".
Semua orang berkumpul untuk upacara terakhir untuk Dhana ji. Beberapa sardaars datang ke sana dan mengatakan" kami pikir kami akan berada di tempat penampungannya, tapi dia telah pergi" Mereka memberikan duka cita dan dukungan pada Chandrasen. Chandrasen mengatakan" mata ku menangis saat mendengar penghormatan pada ayah ku". Chandrasen melakukan ritus terakhir ayahnya Dhana ji. Shahu ji mengingat Dhana ji saat berlutut di depannya. Baji mengingat Dhana ji mengatakan " anak ku akan membuktikan bahwa mereka salah" Baji meminta maaf di dalam hatinya dan bersumpah untuk mengungkap rahasia di balik kematiannya. Chandrasen membakar api di jasad ayahnya. Baji masih menyimpan cincin yang ia dapatkan, Ia berpikir untuk memeriksa "cincin siapa ini?"
Baji datang untuk memeriksa cincin dan mencakupkan tangannya dan memeriksa tangan semua orang dan mengawasi setiap tangan dengan matanya, Bappa Ji masuk ke darbar Bappa ji berkata pada Balaji" jika kau mengusulkan presentasi ke daftar Shahu ji maka tulis nama ku". Balaji bilang "aku menulis nama mu, tapi Shahu ji akan mengambil keputusan akhir". Bappa ji mengatakan "tidak ada yang pantas menjadi peshwa selain aku". Chandrasen datang ke darbar. Mahant ji bilang" seharusnya kau tidak datang kesini". Chandrasen mengatakan "pekerjaan lebih penting dari apa pun, ini shraddhanjali untuk ku". Shahu ji datang ke ruang Darbar mengatakan "aku telah melihat dengan matanya sendiri, bagaimana Dhana ji bekerja untukku, itulah sebabnya aku akan menjadikan Chandrasen sebagai Sena pati".
Chandrasen mengucapkan terima kasih dan senang. Shahu ji masuk ke ruang darbar mengumumkan selanjutnya " Peshwa, siapa yang kaya dengan Shashtra dan Shastra, dan siapa yang kaya dengan tubuh dan hati, memiliki pikirannya sendiri" Shahu ji bilang "Peshwa ku akan menjadi Balaji Vishwanath Bhat". Balaji kaget. Bappa ji menatap Balaji sangat kesal.
Precap:
Bappa ji menantang Balaji mudah menjadi Peshwa, tapi sulit dan lama untuk menangani posisi tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar