TAYANG SONY TV : 5 Juni 2017
Chandrasen memberitahu pada Shahu " banyak sardaars mendukung mu, aku berpikir untuk pergi ke sana, baba ku mengatakan di mana ada kesatuan, pasti ada sebuah kemenangan". Dhana ji setuju dengan Chandrasen. Shahu ji meminta Chandrasen untuk pergi. Chandrasen pergi. Baji meragukan Chandrasen dan mengatakan pada Balaji " Chandrasen akan memberi keberanian pada para sainik, dia melarikan diri daulatabad saat perang dimulai". Dhana ji mendengarnya dan bertanya "apakah kau masih meragukannya?". Balaji mengatakan" tidak". Dhana ji mengatakan "kebenaran harus diucapkan bahkan jika hal itu pahit" Baji meminta maaf dan mengatakan' itu adalah tindakan pencegahan". Dhana ji bilang"aku yakin anak ku akan membuktikannya pada mu dan tindakan pencegahan mu salah"
Gotiya bernyanyi dan mentertawakan Balu, saat Mukhiya ji menunjukkan sendal ditangannya dan meminta pada Balu menghapus Deshdrohi dari dinding rumah Radha. Mukhiya meminta maaf pada Radha. Radha meminta anak-anaknya masuk di dalam dan menutup pintu.
Shahu ji mengatakan pada Balaji " Chandrasen sibuk memperkuat ptajurit" dan meminta Balaji untuk membantunya membuat daftar posisi yang akan diberikan pada sardaars. Bappa ji datang bersama dengan orang-orangnya dan mengingatkan Balaji tentang janjinya. Balaji meyakinkannya dan per mengatakan Sardaar mengatakan pada Bappaji bahwa ia harus terus mendesak Balaji, Bappaji mengatakan "aku akan melihat manfaatnya terlebih dahulu" dan tertawa.
Chandrasen menceritakan tentang seekor rusa dan harimau, dan mengatakan pada sainak "mereka memiliki bahaya dengan Shahu ji" Chandrasen menghasut prajurit untuk melawan shahu ji, dan bertanya" apakah kau akan mendukung Shahu ji yang meninggalkan ibunya di tahanan mughal dan Shiva Raze yang meninggalkan istana karena keselamatan ibunya..., apakah kau ingin menjadikannya Raja yang tidak menyerang musuh-musuhnya dan berteman dengannya, atau raja lainnya yang telah bersumpah untuk membunuh musuhnya". Malhar mendengarnya dan berpikir "mengapa Chandrasen melakukan ini?"
Malam hari, Balaji sedang memperaktekan pedang di depan Baji dan menumpukan satu persatu senjata, Balaji mengatakan pada Baji " seseorang akan menjadi menteri raja yang mengenalnya dan senapati adalah orang yang sangat memahami musuh, Dhana ji kompeten untuk menjadi Senapati dan telah bekerja bertahun-tahun di istana Tara Rani Bai, sampai Dhana ji hidup, tidak ada yang bisa membahayakan Shahu ji". Baji bertanya "bagaimana kau tahu posisi mana yang akan diberikan pada siapa di mantra pratishad". Baji bertanya "apakah menurut mu Bappa ji benar untuk posisi Peshwa". Balaji bertanya "apa yang salah jika dia menjadi Peshwa?". Baji mengatakan pada Balaji " untuk pemilihan peshwa, seseorang tidak akan melihat berapa banyak pendukung yang menyertainya, namun harus diberikan pada mereka yang mencintai Swaraj dan memiliki kekuatan untuk mengubah sejarah".
Balaji bertanya" apakah kau memiliki seseorang yang menurut mu tepat? "Baji bilang" kau" Balaji terkejut menjatuhkan semua tumpukan senjata dan mengatakan" aku ingin bekerja untuk semua orang dan tidak memerintah mereka, aku sudah berjanji pada Bappa ji dan harus memenuhi janji ku". Balaji memegang tangan Baji dan menulis nama Bappa ji. Baji marah dan keluar meninggalkan ayahnya. Baji hanya terdiam di koridor, Baji mendengar suara langkah kaki sesorang dan berpikir" apa yang terjadi?" Baji berpikir" pria yang lenyap yang berbicara dengan Chandrasen dan hal itu tidak bisa menjadi kejadian yang tidak disengaja.. aku harus pergi ke Shahu ji"
Chandrasen akan pergi menemui Dhana ji saat memikirkan kata-kata Qameruddin untuk membunuh ayahnya dan pergi ke kamar Dhana ji. Dhana ji mengeluarkan pedang saat mendengar suara bising dan berhenti melihat Chandrasen berdiri di depan pintu. Dhana ji bertanya "apa yang kau lakukan di sini, kau mengatakan kau akan kembali di pagi hari". Baji datang menemui Shahu ji dan bertanya "apakah semuanya baik-baik saja?". Sevak mengatakan pada Baji "tidak akan terjadi apa-apa dalam perlindungan Dhana ji". Chandrasen melihat pedang ditangan Dhana ji. Dhana ji melemparkan pedang di tempat tidur dan mengatakan" kau takut menjadi anak ku dan menaruh pedang itu di tempat tidur?". Chandrasen masuk ke dalam kamar Dhana ji dan menutup pintu. Chandrasen mengatakan pada dhana ji " aku ingin memberitahu mu sesuatu, tapi tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya". Dhana ji memintanya untuk mengatakannya. Chandrasen mengatakan" aku mencoba untuk melakukan pembunuhan Shahu ji". Dhana ji kaget.
Baji berlari menuju kamar Dhana ji dan mengira hidupnya dalam bahaya. Baji datang ke sana. Dhana ji mengatakan" Shahu ji putra tunggal Chandrapati Shivaji dan kau telah mencoba membunuh bangsa ini dan bertanya mengapa kau berhianat?" Chandrasen mengatakan "aku belum mengkhianati siapapun, aku juga telah mengkhianati Tara Rani dan Shiva Raze, atas ucapan Balaji dan tidak memikirkan bagaimana keputusan mu akan terpengaruh pada ku dan keluarga ku". Dhana ji mengatakan" bagaimana kau bisa berpikir aku akan mengubah kesetiaan ku saat mendengar seseorang, aku mendukung Shahu ji karena dia layak menjadi raja dan bukan Raze, kesetiaan ku menuju bangsa dan bukan untuk singhasan". Chandrasen menunjukkan kebencian terhadap Balaji. Dhana ji bertanya "mengapa kaumembenci Balaji?". Chandrasen bilang" aku tidak bisa menjadi anak mu karena Balaji, dan kau tidak bosan memuji dia dan anaknya .. Kenapa ayah? "
Precap:
Chandrasen membunuh Dhana ji. Baji datang kesana dan kaget.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar