Senin, 08 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 67 (25 April 2017) : ARUANGZEB MEMINTA TARA RANI BAI BERTEMU DENGANNYA, 40.000 PRAJURIT MUGHAL SIAP MENGHABISI 40 PRAJURIT MARATHI

Tayangan Sony Tv : 25 April 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 67
DITERJEMAHKAN DAN DIINTERPRETASIKAN OLEH MADE
Index : Aurangzeb mengatakan kepada Tararani bahwa dia akan kembali ke Delhi jika dia setuju untuk memberikan Burhanpur kepada Mughal. Radhabai mengizinkan Bajirao untuk berpartisipasi dalam perang melawan tentara Kamruddin. Tararani meminta Tanaji untuk menyerang Aurangzeb saat dia melakukan perjalanan ke Delhi. Balaji Vishwanath dan ajudannya datang ke medan perang.
----------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------

Masih ditempat dimana Aruangzeb dan Tara Rani Bai bertemu. Aurangzeb meminta Tara Rani Bai untuk meninggalkan Burham Pur dan mengatakan "aku akan pergi akan meninggalkan Deccan dan pindah ke Delhi". Tara Rani bertanya "bagaimana jika aku tidak setuju?". Aruangzeb mengatakan "Aku akan melepaskan pewaris Marathis yang sesungguhnya.. Shahu ji: Mendengar hal itu Tara Rani tidak mempercayainya dan ragu. Tara Rani dan Aruangzeb keluar dari ruangan dan memberitahu Dhana Ji "Aku telah menyetujui tawaran berdamai dengan Aruangzeb, ia akan pergi ke Delhi sebagai gantinya/

Dikuil, Radha Bai melakukan puja, ia mengambil satu set pakian perang. Keesokan paginya, Radha mengangkat pedang lalu menaru pedang bersama dengan pakian perang, ia masih memikirkan keputusan Balaji untuk menyingkirkan Baji dan juga senanya. Radha bai pergi keluar, ia mencari sesorang. Bihu datang menemui Chimna ji yang sedang berdiri bersama para wanita penduduk desa. Bihu bertanya pada Chimna " apakah ketika Balaji dan Baji kembali dengan keadaan masih hidup?".  Chimna hanya diam. Baji datang ke perkemahan, dimana semua orang telah menunggunya. Baji mendekati kudanya Malhari dan mengatakan  "aku  akan menjadi darshak / pemirsa untuk perang".
Radha datang membawa pakian perang dan pedang Baji,  Radha mengatakan "Seorang ayah telah mengambil keputusannya, tapi sekarang seorang ibu juga telah mengambil keputusan". Radha meminta Baji untuk berperang dan menginginkan Yodda, Radha berkata "Kau akan menjadi prajurit sejati menuju Swaraj hari ini". Radha meminta Baji untuk pergi kemedan pertarungan. Baji dengan ragu memaki semua pakian perangnya, lalu ia masih menyimpan kain yang masih berlumuran darah ayahnya Balaji  dan memastikan jika Mughal akan membayar setiap tetesan darah ayahnya. Radha melakukan aarti dan mentilaknya, Baji Malhar dan putra Bondi Ba meminta berkah Radha. Malhar berjanji pada Radha "Aku akan berperang bersama dengan Baji disetiap peprangan". Chimna Ji dan Bihu datang menghampiti Baji dan memeluknya mereka meminta Baji untuk menang.

Dikerajaan, Dhanan ji dan Pant Pratindhi bertanya pada Tara Rani "Mengapa kau tidak setuju memberikan Burhampur ke Aruangzeb". Tara Rani Bai mengatakan pada Dhanan ji "Aruangzeb berfikir jika aku setuju, tapi aku hanya memainkan tipuan.. Aruangzeb akan berangkat ke Delhi, tapi ia tidak akan sampai disana". Tara Rani menunjukkan peta dan menjelaskan pada Dhana ji untuk menyerang Aruangzeb saat ia berhenti di sebuah dargah di Burhampur.

Ditampilkan seolah Aruangzeb telah sampai didekat dargah bersama dengan prajuritnya, ketika itu Dhana Ji datang bersama dengan prajurit dan mendorong batu besar ke arahnya, Aruangzeb terkejut ketika ia mendapatkan serangan itu dan berteriak "Maratthi... Marathi... penghianat" dan ia meminta pada anak buahnya untuk berlari dan menyelamatkan diri, lalu Dhana Ji bersama prajuritnta melakukan perlawanan, lalu kemudian Aruangzeb kalah telak karena terkena belati Dhanan ji di kakinya, sekumpulan prajurit mengepungnya dan menebaskan pedang ke leher/ membunuh  Aruangzeb.

Pada kenyataannya Aruangzeb muncul dari balik pohon bersama dengan anak buahnya dan menjelaskan pada Maulbi tentang segala kemungkinannya, Aruangzeb mempunyai duplikat (Aruangzeb palsu) untuk menggantikan posisinya dan sekaligus menggantikan kematiannya jika itu dibutuhkan, Aruangzeb mengingat ketika penggantinya (Aruangzeb duplikatnya) menggantikan posisinya dan Aruangzeb palsu tewas terbunuh. Kilas balik berakhir. Dengan sangat bangga, Aruangzeb berfikir "Hingga pada waktunya Tara Rani mengetahu kenyataan yang sebenarnya aku akan menjauh dari jangkuannya"

Dengan menunggangi kuda, Balaji bersama dengan prajuritnya datang ke tempat dimana semua orang berkumpul dan Radha Bai melakukan tilak dan aarti untuk suaminya, Baji ketakutan namun Balaji tidak berbicara sedikit pun padanya, Balaji meminta pada prajuritnya "Waktunya telah tiba untuk menyerang". Balaji bersama dengan Prajuritnya pergi ke medan pertempuran. Radha meminta Baji untuk membunuh setiap Mughal, tapi ia tidak sampai terbunuh, Baji berjanji pada ibunya "Kematian akan menjadi dua langkah di belakang ku". Baji pergi bersama dengan Malhar dan putra Bondi Ba ke medan peperangan.

Aruangzeb sedang terbaring di tempat tidurnya dan mengatakan pada seorang pria "seharusnya musuh sudah membakan ku mariam peledak untuk menyerang ku". Maulbi berkata "Nanti tulang mu bisa patah". Aruangzeb bertanya "Berapa lama waktu yang akan tersisa untuk ku?". Maulbvi menjawab "semua tergantung pada tuhan".

Balaji dan pasukan prajuritnya sampai di wilayah medan perang, Balaji mengingatkan pada Baji "Kau hanyalah pembantu dalam perang dan tidak ikut serta dalam peperangan". Beberapa saat kemudian Qameruddin bersama dengan 4.000 pasukan prajuritnya datang, suara gajah terdengar menambah suasana tegang Marathi. Naser begitu sangat benci ketika melihat Baji ada disana dan tersenyum licik diikuti dengan pale khan dan rekannya mereka juga tersenyum penuh dengan kelicikan.

Balaji mengatakan "Aku akan mendatangi semua orang, kau tidak bisa melakukannya". Balaji pergi dengan menunggani kudanya untuk pergi menemui Qammeruddin. Naser mengatakan pada Qammeruddin "Marathi merasa ketakutan melihat prajurit kita". Qameruddin juga mengejek "mereka lemah". Qameruddin turun dari gajahnya menaiki kuda dan pergi menghampiri Balaji dan mengatakan "Untuk pertama kalinya kau berbuat baik, maafkan aku". Balaji mengatakan "kau telah mengejek ku, Marathi bisa memotong kepala mereka, tapi kami tidak akan membungkuk".


Precap:
Balaji pada Qammeruddin mengatakan" akan ditulis dalam sejarah bagaimana 40 parajurit marathis telah mengalahkan 4.000 Mughal. Dengan sombongnya Qameruddin mengatakan "satu serangan mereka sudah cukup untuk membunuh kalian". Qammerudin melemparkan batu besar, batu besar melayang melewati 4.000 pasukan Mughal dan terjatuh ke arah Marathis. Balaji, Baji dan pasukan prajuritnya terkejut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar