Tayang Sony Tv : 24 April 2017
![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 66 DITERJEMAHKAN DAN DIINTERPRETASIKAN OLEH MADE |
Malam hari, Balaji sedang terduduk diam, Radha Bai datang membawakan minum untuk suaminya. Balaji mengingat ketika ia memarahi Baji. Radha memberi tahu Balaji ' jika orang tua memarahi anak mereka atas kesalahan mereka, maka mereka akan menghargai anak-anak mereka atas pekerjaan mereka yang baik".
Diluar, Baji mencurahkan kegelisahannya pada adiknya Chimna ji. Baji mengatakan "ayah menghentikan ku untuk melanjutkan misinya, mengapa? "
Balaji mengatakan " jika aku tidak menghukum Baji hari ini, maka aku tidak berhak menghukum ptajurit manapun, hidup Malhar dalam bahaya". Baji mengatakan " ayah selalu marah pada ku.". Balaji mengatakan "aku khawatir dengan Baji". Radha mengatakan " ia masih kecil, mungkin berpikir jika kekhawatiran mu sebagai kemarahan mu". Balaji mengatakan " aku telah mengambil keputusan".
Chimna memberitahu Baji berkata " Balaji memanggil nama mu saat ayah tidak sadarkan diri dan Aayi (ibunya tadha Bai) sudah siap untuk pergi untuk mencari mu saat kau pergi ke tempat Mughal.. kebenaranmus adalah mereka sangat mencintaimu". Chimna kesal dengan Baji dan pergi. Bhiu mengatakan "keduanya bersaudara, mereka berjuang" Baji duduk terdiam.
Di kerajaan Tara Rani Bai, Dhana ji memberitahu pada Tara Rani Bai " di Puran Pur, mereka tidak bisa masuk ke dalam Qila, tapi akam memastikan jika ptajurit Aurangzeb tidak dapat keluar". Seorang utusan datang membawa surat dari Aruangzeb, Tara Rani Bai membaca pesannya jika Aurangzeb meminta Tara Rani untuk bertemu suatu tempat yang bukan milik siapa pun dari mereka, dan memintanya untuk datang sendirian. Aurangzeb mengatakan pada seorang pria " aku akan melakukan sesuatu yang tidak biasa pada Tara Rani Bai". Tara Rani Bai mengatakan "Aurangzeb memasang jebakan untuk ku". Dhana ji mengatakan" bahaimana jika terjadi sesuatu pada mu? ... maka Marathis akan terguncang"
Tara Rani Bai mengatakan" jika terjadi sesuatu pada Aurangzeb maka kerajaan Mughal akan hancur".
Diluar, diantara kerumunan penduduk desa eorang pria bernyanyi bhajan, semua orang sibuk dengan kegiatan mereka, beberapa orang wanita sedang menyiapkan obat-obatan herbal, dan beberapa pria sedang mengasah pedang mereka. Balaji berjalan dan bertemu dengan Bihu yang sedang menangis lalu memeluknya. Baji datang dan ia mendengar pria yang sama masih bernyanyi. Baji berjalan menyusuri setiap tempat dan melihat semua orang sibuk mempersiapkan persiapan perang. Radha datang ke Baji mengatakan " ayah mu telah menghentikan mu untuk berpartisipasi dalam perang, itu tidak berarti ksu tidak bisa berpartisipasi... Krishna ji terlibat dalam pertarungan tanpa berpartisipasi dalam perang"
Radha bercerita tentang astrologi pandit Brahmendra Swami uangbasa hubungannya dengan masalah yang sedan Baji alami, Radha bilang " aku juga akan menceritakan hal lain dan ini akan dibuktikan hari ini".
Kilas balik di tampilkan Swami ji mengatakan pada mereka bahwa ia akan bermain trik unik untuk mengalahkan musuh, dan akan menang.
Malam hari, bulan purnama bersinar terang, Aruangzeb berjalan bersama seorang pria untuk bertemu dengan Tara Rani Bai. Tara Rani datang bersama Dhana ji di dekat danau, deotang pria (ajudan) Aurangzeb meminta Tara Rani untuk pergi sendiri, Dhana ji menghentikannya, mengatakan "tidak ada yang bisa menyentuhnya".
Baji bersama dengan Malhar dan putra Bondi ba sedang bersama, mereka sedang mengasah pedang, Baji mengatakan "ayah sudah membatasi ku dengan keputusannya". Radha memintanya untuk menggunakan pikirannya dan mengatakan" untuk orang-orang pintar, bahkan kandang seperti langit, dan untuk orang bodoh, bahkan baginya langit adalah sangkar"
Tara Rani Bai mengatakan' jika kau tidak mempercayai kami maka apa gunanya bicara". Aurangzeb dan Tara Rani Bai mendekati danau untuk berbicara.
Baji memberitahu Malhar " kita harus melakukan sesuatu yang belum dipikirkan ayah ku". Malhar mengatakan" ptajurit kita hanya 40 dan prajurit mereka 4000".. kita bisa menang jika badai jatuh ataupun gempa datang". Baji bilang' kita harus melakukannua.., kita harus mengambil langkah ini untuk sukses". Malhar mengatakan' ini tidak mungkin".
Baji bilang" aku akan mencobanya untuk menang lagi, atau aku akan mati"
Di dalam Ruangan, Aurangzeb menyapa Tara Rani dan mengatakan" aku telah menyapa wanita yang duduk di kerajaan Marathi". Tara Rani Bai mengatakan " aku hanya seorang ibu dari seorang raja yang menangani kekaisaran" Aurangzeb mengatakan" layang-layang terbang tinggi, tapi ada orang lain yang menerbangkannya.. Shiva Raze juga seorang anak-anak, benang layang-layang itu ada di tangan mu". Aruangzeb memintanya untuk mengambil serbat, Tara Rani Bai mengatakan " aku sedang berpuasa hari ini". Aurangzeb bilang pada Tara Rani " kau tidak mempercayaiku?".
Baji merasa menyesal atas keputusan Balaji, dan mengatakan " aku tidak akan membiarkan mu kalah dalam perang".Baji, Malhar dan putra Bondi Ba datang medan perang dan menggali tanah. Baji bilang" kita harus pergi ke banyak desa dan bertemu lagi". Aruangzeb memberikan minum tapi Tara rani menolaknya danmengatakan " kau musuh kami, mungkin sku mati kehausan, tapi tidak akan minum air dari tangan musuh".
Aurangzeb mengatakan " tapi aku menghormati mu saat aku memberikan kompetisi". Tara Rani Bai mengatakan" apa gunanya raja yang sudah tua dalam perang?".
Aurangzeb mengatakan " aku ingin menculik mu" Tara Rani Bai tersenyum dan berkata " jika mengkhianati ku, maka aku tidak akan mengambil hidup mu, ada jebakan di jaring ku". Aurangzeb mendapat kejutan dan ia batuk. Aruangzeb menunjukkan darah di saputangannya dan meminta "berikan kemenangan terakhir pada Burhan pur sebagai gantinya, aku akan meninggalkan Deccan dan pindah ke Delhi".
Aurangzeb terus batuk, saat Tara Rani Bai akan memanggil dhana ji. Aurangzeb menolak mengatakan "aku tidak ingin ada yang tahu jiks kesehatan ku memburuk".
Tara Rani mengatakan" lalu bagaimana jika aku tidak setuju kemudian ?"
Aurangzeb mengancam untuk membebaskan Shahu ji dan mengatakan " kau akan dikenal sebagai rani/ ratu yang membawa perang dan Shahu ji akan dikenal sebagai raja yang membawa perdamaian di negara ini". Aruangzeb meminta Tara Rani untuk berpikir.
Precap:
Radha membantu Baji bersiap-siap menghadapi perang dan memintanya untuk bertarung dan tidak kehilangan nyawanya. Baji mengatakan "aku akan berada dua langkah di depan kematian" dengan pakian perang ia bertekat untuk berperang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar