Rabu, 10 Januari 2018

PESHAWA BAJIRAO EPISODE 71 (1 Mei 2017 ) : KEMATIAN KHAS DAN ARUANGZEB, RADHA BAI DATANG BERSAMA DENGAN RAJA SAHEB IKUT BERGABUNG BERSAMA PRAJURITNYA.

Tayangan Sony Tv : 1 Mei 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 71
DIINTERPERASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE

Index : Malhar Rao Holkar mendorong Bajirao untuk mengambil pedangnya dan mulai menyerang musuhnya. Bajirao mulai membunuh tentara Mughal dengan pedangnya. Nasir memotong kepala Khas. Bajirao menyerang Nasir dengan pisau. Tentara Kamruddin menyelamatkan Nasir dari serangan mematikan Bajirao. Kamruddin berencana untuk mengakhiri perang dengan membunuh Balaji Vishwanath dan ajudannya.

-----------------------------
---------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------


Di medan perang, Taimur berhasil melukai Baji, Baji terkena sayatan pedang dan terjatuh tidak sadarkan diri. Maddar berteriak memanggil Baji yang sudah sekarat, Balaji dan yang lainnya mencemaskan Baji. Baji terpejam dan tidak sadarkan diri, Naser tertawa penuh dengan kemenangan "Baji telah meninggal". Taimur berada diatas tubuh Baji, Balaji menangis dan memerintahkan agar Baji bangn, namun tidak ada respon dari Baji, Balaji berkata "Bangun Baji, ini perintah dari atah mu". Qameruddin dan Naser tertawa senang melihatnya, akhirnya Baji membuka matanya, Balaji dan semuanya senang.

Kilas balik ditampilkan saat Taimur akan menebaskan pedang padanya, Baji menusuk Taimur dengan belatinya. Baji menyingkirkan jasad Taimur yang tertusuk belati didadanya. Qameruddin dan Naser terkejut. Baji duduk terdiam melihat sekeliling yang sedang sedih dan menatapnya. Baji mengingat kembali uacapan ayahnya Balaji. Balaji dan Madar kembali ke medan peperangan dan mengalahkan prajurit Mughal. Khas mengatakan "Har..Har Mahadev" ia pun kembali ke medan pertarungan. Baji masih Syok melihat semua orang sedang bertarung. 

Naser marah dengan kekalahannya dan berkata "Baji aku yang akan membunuh mu". Naser akan menyerang namun Qameruddin menghentikannya, Prajurit akan menyerang Baji namun anak panah mengenainya, Baji masih terdiam dan menyadari apa yang telah terjadi, Malhar menasehati Baji agar ia tidak terlalu lama shock dan kembali mengangkat pedangnya dan mengatakan "Matabhoomi telah menunggu mu". Baji menatapnya dan melihat prajuriti Mughal yang lainnya membawa pedang dan akan menyerang ke Balaji, Baji membunuhnya dan bereteriak "Har..Har Mahadev". Balaji memeluk Baji. Bersama dengan Baji, Balaji menghabisi semua prajurit Mughal. 

Baji melemparkan roda dan mengenai prajurit Mughal. Khaas sangat bangga dan ia berlari menghampiri Baji, Khaas membuka pelukannya dan meminta Baji memeluknya, namun sesuatu terjadi pada Khaas, Khaas tewas terpenggal dan Baji kaget ketika melihat Naser yang telah membunuh Khaa dari belakang. Qammeruddin tertawa puas. Baji kembali terdiam dan menangis, ia mengingat kenangan yang telah di lalui bersama dengan Khaas. Naser mengatakan pada Baji " kau telah belajar bermain dengan mainan ini, tapi kemudian kau juga seorang pembelajar, permainan ini akan berakhir dengan tujuan mu" Baji menilak dahinya dengan darah Khass dan meminta berkah dari Khaas yang telah tewas. Baji meanatap Naser penuh dengan kemarahan, Qameruddin meminta agar Naser menghabisi Marathi 

Seekor kucing masuk ke kamar Aruangzeb dan memakan sisa makanannya, Aruangzeb memperhatikan kucing itu, suara kucing berubah menjadi serak dan kemudian kucing itu mati. Aruangzeb panik dan terbatuk, ia menutupi kucing mati dengan kain merah. Aruangzeb mengingat semua kejahatannya, kondisinya seakin memburuk, ia duduk di bangku memegang mahkota kebanggaannya, ia terus batuk

Di medan pertempuran, Baji dan Naser berhadapan, Baji mengatakan" aku telah berjanji pada ibu ku, aku akan maju 2 langkah dari kematian, aku akan membuktikan perang tidak dimenangkan oleh prajurit , tapi kekuatan ku". Naser mengatakan"api balas dendam ada di hati ku". Baji mengatakan" kau yang telah menyalakan api dalam diri ku". Naser mulai menyerang Baji, Baji berhasil mengenai lengannya dengan kesombongannya Naser memeprlihatkan bagaimana pedang tidak dapat melukainya dan kembali menyerang Baji. Baji terus melawan Naser dan mengalahkannya, Naser menyadari dirinya telah terluka ia bangkit dan kembali melawan Baji dengan pedang, Baji menghindari serangan Naser.
Sementara itu, Maddar, Balaji dan yang lainnya masih melawan pasukan Mughal dan membuat Qameruddin terkejut. Baji menghindari tiap serangan Naser,

Baji menusuk perut Naser dengan belatinya dan mengatakan "ini untuk ayah ku.. kami Marathi tidak mengambil apapun dan jika kami mengambilnya maka akan kami kembalikan penuh" Naser kaget dan melihat Qamerudddin. Prajurit Qamer Uddin datang dengan membawa perisai mengelilingi Baji untuk melindungi Naser, Naser berhasil kabur di atas kuda. Baji mengamuk dan berusaha menghancurkan pertahanan ptajurit Mughal, Balaji datang dan menghentikan Baji. Balaji memberitahu Malhar dan Maddar " kita harus menangkap Naser untuk Trishulyu". Qameruddin kaget.

Baji menahan serangan Naser sekuat tenaga, Naser mengatakan"api balas dendam ada di hati ku'. Baji mengatakan" kau yang telah menyalakan api dalam diri ku" Baji menusuk perut Naser dengan belatinya dan mengatakan "ini untuk ayah ku.. kami Marathi tidak mengambil apapun dan jika kami mengambilnya maka akan kami kembalikan penuh" Naser kaget dan melihat Qamerudddin. Prajurit Qamer Uddin datang dengan membawa perisai mengelilingi Baji untuk melindungi Naser, Naser berhasil kabur di atas kuda. Baji mengamuk dan berusaha menghancurkan pertahanan ptajurit Mughal, Balaji datang dan menghentikan Baji.

Kam Baksh, Zeenat dan lainnya mencoba membuka pintu kamar Aruangzeb. Kam Baksh memanggil Aurangzeb. Maulvi saheb mengatakan "sepertinya dia sedang beristirahat". Zeenat meminta mereka untuk membobol pintu.
Mereka masuk dan melihat Aurangzeb duduk dan telah tewas. Zeenat menangis dan mengatakan " kau telah membunuh saudara laki-laki dan ayah ku, bahkan membuat Shahu ji di tawan, kau telah lupa bahwa ketika seseorang meninggal, kebaikan mereka membantu kita". Zeenat bilang" baadshah hindustan telah meninggal di kamarnya" Naser kembali ke Qameruddin dalam keadaan kritis. Qameruddin berjanji pada Naser " aju akan membuat Baji mandi dengan darah ayahnya" 8 prajurit Marathi masih hidup di antara 40.

Qamer Uddin mengatakan " aku akan mengirim pasukan terbaik untuk membunuh marathis" Saat itulah Radha hadir di sana bermain dhol / menabuh gendang bersama wanita lain. Mereka melihat Raja Saheb datang bersama pasukan ptajuritnya. Balaji mengingat kata-kata raja saheb saat ia melarikan diri. Qameruddin kaget melihat prajurit Marathi bergabung dengan marathis. Balaj, Baji dan yang lainnya menggambil dan mengusapkan tanah di dahinya, mereka menatap Mughal dengan kemarahan.

Precap:
Naser menembak Baji. Baji membungkuk peluru melesat mengenai kepala Maddar, Maddar terjatuh dan tewas. Qameruddin menarik sisa pasukannya, Baji berteriak dan melempar bekati ke Qameruddin fan mengenai wajahnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar