Tayangan Sony Tv : 21 April 2017
![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 65 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Pemimpin prajurit Mughal mempertanyakan Baji karena ia tidak mau menyapanya. Malhar memberi tahu para prajurit Mughal " Baji memiliki masalah di tulang punggung dbahkan siap dipatahkan, tapi tidak bisa di bengkokkan". Prajurit Mughal bertanya "Apa yang sedang kau lakukan di sini?" Baji mengatakan " aku datang kesini untuk membuat musuh tertunduk"
Malhar mengatakan "itulah sebabnya aku teman baik Naser, aku dipanggil ke
sini olehnya untuk memerangi perang". Baji bilang" aku ingin
memeluknya begitu erat sehingga hidupnya keluar". Prajurit mughal terkesan
dan bertanya tentang namanya. Baji mengingat Naser memanggil Yakut pada
gajahnya, dan mengatakan " aku Yakut".
Prajurit Mughal mengatakan "itu nama gajahnya". Malhar
bilang "iya, itu juga nama sahabat ku". Baji mengatakan "bahkan
aku ingin mendekatinya". Prajurit Mughal menghargainya untuk semu hal yang
telah diceritakan dan bertanya "mengapa kau datang?". Shridhar
mengatakan " Balaji mencoba merusak mariam kami dan Itulah sebabnya Naser memberi kami perintah untuk mengubah barood dari
sini" Prajurit mughal mengatakan " mengapa kami tidak mendapat
perintah apapun?". Baji mengatakan" jika kau menunggu pesannya maka
akan terlambat, katakan kau tidak tahu Balaji sangat berbahaya?. " ia
memenangkan Bhairavgarh sendiri, dan telah gagal merencanakan menghancurkan
Rumah Sakit Ajinkya Tara, dan mengatakan "ia adalah ayah kami, jika kalau
kau tidak percaya maka kami akan pergi".
Chimna menghentikan Radha dan mengatakan" bagaimana jika sesuatu terjadi
pada mu?". Radha bilang" aku harus pergi karena aku khawatir
padanya". Chimna memintanya untuk memikirkan tentang ayah mereka. Baji, Malhar dan Shridhar akan segera pergi, prajurit mughal
menghentikan mereka dan meminta mereka untuk mengisi bubuk barud untuk
bergeser ke tempat yang lain, dan mengatakan "sampai saat ini messer kami akan
memberitahu/ konformasi Naser". Shridhar bertanya" kenapa kau mau memberitahu". Baji memintanya untuk tutup mulut dan memanggilnya sebagi
pengkhianatan, Baji mengatakan " kau bisa menjadi pelayan karena
mengkhianati bangsamu". Shridhar berpikir untuk melarikan diri sebelum
Naser datang.
Radha berdoa pada Dewi, ia memintanya untuk melindungi anak-anaknya dan
membantunya menyelamatkan Baji. Radhamengambil pedang lalu menoreskan jari kemudian mentilak dahinya dengan darah. Radha pergi dengan membawa pedang, Chimna dan Bhiu terpaku menatap Radha Bai. Dengan penuh kebaranian Radha berjalan membawa pedang di tangannya, semua penduduk desa menatapnya heran.
DI gudang markas persenjataan Mughal, semua prajurit Mughal menyiapkan bahan peledak dan menyimpannya di dalam kotak, Seorang utusan mengatakan "
Qameruddin dan Naser datang ke sini untuk memeriksa bubuk mesiu".
Shridhar kembali berpikir untuk melarikan diri, ia pergi dari gudang persenjataan Mughal.. Malhar mencoba untuk mengejar namun Baji menghentikannya. Baji mengatakan pada pimpinan Mughal " seperti yang ku katakan, Qameruddin
sangat protektif terhadap peralatan perang dan karena itulah ia datang".
Prajurit mughal menyambut kedatangan mereka. Qameruddin dan
Naser datang dengan kuda mereka. Malhar bertanya" sekarang apa yang akan
kita lakukan?".
Baji bertanya "apa yang dilakukan Ram ji saat ia tidak bisa mengajak
Sita". Malhar melihat api dan mengatakan" itu bunuh diri".
Baji mengatakan" itu hanya pengorbanan bagi bangsa kita". Radha
meminta Malhari untuk membawanya ke Baji. Balaji datang dan mengatakan "
kau mempertaruhkan hidup mutanpa bertanya pada ku?.
Rada ibgat oada ingat Balaji mencari izin sebelum mempertaruhkan nyawanya. Baji
bilang "aku tidak bisa mengizinkanmu pergi ke tempat Mughal" Radha
bilang "kau bisa menghentikan istrimu, tapi bukan seorang ibu, bukankah
kau subedar sar di sini, tapi aku hanyalah seorang ibu", Radha meminta
agar Balaji membiarkannya pergi.
Seorang ptajurit melihat heran ketika Baji membungkuk untuk mengambil kotak dan karung yang berisi bubuk mesiu, Prajurit bertanya pada Baji bertanya" bagaimana kau bisa membungkuk begitu mudah saat kau memiliki
masalah di tulang belakang mu?". Baji memberikan isyarat agar Malhar mengambil lampu api yang tergantung di tembok, diam-diam malhar berjalan mundur dan mengambilnya kemudian. Kini lampu api/ obor itu sudah ada di tangan Malhar Baji mengatakan" jika
Marathi membungkuk, mereka dapat mematahkan musuh" Malhar melempar kayu bakar ke
dekat Baji. Baji menangkap dan melemparkannya tepat di tumpukan bubuk mesiu, dan berteriak
mengucapkan" har har mahadev". Malhar dab Baji berlari keluar ketika ledakan di gudang senjata terjad, api berkobar. Semua prajurit Mughal yang hadir di sana terkejut saat ledakan kebakaran terjadi,
Qameruddin dan Naser kaget.
Radha, Balaji dan yang lainnya melihat ledakan terjadi di tempat Mughal dari perkemahan mereka. Radha
sangat mencemaskan Baji. Khaas mengatakan" Baji telah menghancurkan barbar / markas
Mughal". Radha bilang " sekarang Mughal tidak akan melepaskan Baji, aku harus pergi kesana". Balaji datang berkata "aku tidak akan membiarkanmu
pergi, bahaimana jika terjadi sesuatu padamu, apa yang akan terjadi pada Chimna
dan Bhiu?"
Saat itulah mereka melihat Baji datang ke sana bersama Malhar di
atas kereta kuda. Baji melihat Radha dan ia merasa sangat bahagia. Radha memeluknya.
Baji bilang pada Radha "aku merindukanmu " Radha juga bilang "
aku juga merindukan mu". Chimna dan Bhiu memeluknya. Baji datang ke Balaji dan bilang" aku tahu kau
marah pada ku karena tidaj menaati mu".
Balaji sangat marah pada Baji mengatakan "seharusnya kau tidak mengambil keputusan ini, kau akan
memberi tahu pada ku tentang rencana mu, aku akan mengirim seseorang, kau
datang ke sini dengan selamat karena takdir mu".
Baji mengatakan" Jika kita harus mengalahkan Ravan maka harus membakar Ravan's
lanka". Balaji mengatakan" pemikiran mu akan membuat kita membayar
lebih parah.., ku sudah melanggar anushasan / aturan ... itu akan menjadi hukuman
sama untuk semua orang". Balaji menyingkirkannya dari tim pertarungan dan
mengatakan " kau bukan lagi rakshak dari matru bhoomi" Balaji merenggut
medali dari tangannya dan Baji hanya terdiam.
Qameruddin berbicara pada 4.000 ptajuritnya dan mengatakan " Mughal telah
menghancurkan wilayah kita, mereka tahu bagaimana memberi kehidupan untuk tanah
mereka, tapi kita tahu bagaimana cara membunuh mereka". Qameruddin mengumumkan perang dan meminta mereka untuk membuat perencanaan. 4.000 prajurit bersorak sorai menyebutkan tenatang keaggungan Allah yang maha besar. Mereka siap untuk berperang melawan Marathi.
Diperkemahan Marathi, mereka mendengar suara gajah, Baji mengatakan "Gempa bumi telah terjadi".
Balaji mengatakan" mereka telah datang ke sini untuk menyerang".
Malhar mengatakan" apa yang akan kita lakukan tanpa bartail?" Balaji
mengatakan" jumlah mereka 4.000 orang dan bisa mengalahkan kita".
Precap:
Balaji mengatakan" Baji tidak akan iikit bagian dalam perang". Baji
memberitahu Malhar " aku akan melakukan sesuatu yang tidak dipikirkan oleh
ayah ku"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar