Senin, 08 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 65 (21 April 2017) : HANCURNYA GUDANG PERSENJATAAN MUGHAL, QAMMERUDIN MENGUMUMKAN PERANG DENGAN MARATHI DI HADAPAN 4.000 PRAJURITNYA, BALAJI MENCABUT MADALI DAN MENGELUARKAN BAJI DARI KEANGGOTAAN PRAJURIT MARATHI

Tayangan Sony Tv : 21 April 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 65
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE

Pemimpin prajurit Mughal mempertanyakan Baji karena ia tidak mau menyapanya. Malhar memberi tahu para prajurit Mughal " Baji memiliki masalah di tulang punggung dbahkan siap dipatahkan, tapi tidak bisa di bengkokkan". Prajurit Mughal bertanya "Apa yang sedang kau lakukan di sini?" Baji mengatakan " aku datang kesini untuk membuat musuh tertunduk"
Malhar mengatakan "itulah sebabnya aku teman baik Naser, aku dipanggil ke sini olehnya untuk memerangi perang". Baji bilang" aku ingin memeluknya begitu erat sehingga hidupnya keluar". Prajurit mughal terkesan dan bertanya tentang namanya. Baji mengingat Naser memanggil Yakut pada gajahnya, dan mengatakan " aku Yakut".
Prajurit Mughal mengatakan "itu nama gajahnya". Malhar bilang "iya, itu juga nama sahabat ku". Baji mengatakan "bahkan aku ingin mendekatinya". Prajurit Mughal menghargainya untuk semu hal yang telah diceritakan dan bertanya "mengapa kau datang?". Shridhar mengatakan " Balaji mencoba merusak mariam kami dan Itulah sebabnya Naser memberi kami perintah untuk mengubah barood dari sini" Prajurit mughal mengatakan " mengapa kami tidak mendapat perintah apapun?". Baji mengatakan" jika kau menunggu pesannya maka akan terlambat, katakan kau tidak tahu Balaji sangat berbahaya?. " ia memenangkan Bhairavgarh sendiri, dan telah gagal merencanakan menghancurkan Rumah Sakit Ajinkya Tara, dan mengatakan "ia adalah ayah kami, jika kalau kau tidak percaya maka kami akan pergi".
Chimna menghentikan Radha dan mengatakan" bagaimana jika sesuatu terjadi pada mu?". Radha bilang" aku harus pergi karena aku khawatir padanya". Chimna memintanya untuk memikirkan tentang ayah mereka. Baji, Malhar dan Shridhar akan segera pergi, prajurit mughal menghentikan mereka dan meminta mereka untuk mengisi bubuk barud  untuk bergeser ke tempat yang lain, dan mengatakan "sampai saat ini messer kami akan memberitahu/ konformasi Naser". Shridhar bertanya" kenapa kau mau memberitahu". Baji memintanya untuk tutup mulut dan memanggilnya sebagi pengkhianatan, Baji mengatakan " kau bisa menjadi pelayan karena mengkhianati bangsamu". Shridhar berpikir untuk melarikan diri sebelum Naser datang. 

Radha berdoa pada Dewi, ia memintanya untuk melindungi anak-anaknya dan membantunya menyelamatkan Baji. Radhamengambil pedang lalu menoreskan jari kemudian mentilak dahinya dengan darah. Radha pergi dengan membawa pedang,  Chimna dan Bhiu terpaku menatap Radha Bai. Dengan penuh kebaranian Radha berjalan membawa pedang di tangannya, semua penduduk desa menatapnya heran.

DI gudang markas persenjataan Mughal, semua prajurit Mughal menyiapkan bahan peledak dan menyimpannya di dalam kotak,  Seorang utusan mengatakan " Qameruddin dan Naser datang ke sini untuk memeriksa bubuk mesiu". Shridhar kembali berpikir untuk melarikan diri, ia pergi dari gudang persenjataan Mughal.. Malhar mencoba untuk mengejar namun Baji menghentikannya. Baji mengatakan pada pimpinan  Mughal " seperti yang ku katakan, Qameruddin sangat protektif terhadap peralatan perang dan karena itulah ia datang".
Prajurit mughal menyambut kedatangan mereka. Qameruddin dan Naser datang dengan kuda mereka. Malhar bertanya" sekarang apa yang akan kita lakukan?".
Baji bertanya "apa yang dilakukan Ram ji saat ia tidak bisa mengajak Sita". Malhar melihat api dan mengatakan" itu bunuh diri".

Baji mengatakan" itu hanya pengorbanan bagi bangsa kita". Radha meminta Malhari untuk membawanya ke Baji. Balaji datang dan mengatakan " kau mempertaruhkan hidup mutanpa bertanya pada ku?. 
Rada ibgat oada ingat Balaji mencari izin sebelum mempertaruhkan nyawanya. Baji bilang "aku tidak bisa mengizinkanmu pergi ke tempat Mughal" Radha bilang "kau bisa menghentikan istrimu, tapi bukan seorang ibu, bukankah kau subedar sar di sini, tapi aku hanyalah seorang ibu", Radha meminta agar Balaji membiarkannya pergi.

Seorang ptajurit melihat  heran ketika Baji membungkuk untuk mengambil kotak dan karung yang berisi bubuk mesiu, Prajurit bertanya pada Baji bertanya" bagaimana kau bisa membungkuk begitu mudah saat kau memiliki masalah di tulang belakang mu?". Baji memberikan isyarat agar Malhar mengambil lampu api yang tergantung di tembok, diam-diam malhar berjalan mundur dan mengambilnya kemudian. Kini lampu api/ obor itu sudah ada di tangan Malhar Baji mengatakan" jika Marathi membungkuk, mereka dapat mematahkan musuh" Malhar melempar kayu bakar ke dekat Baji. Baji menangkap  dan melemparkannya tepat di tumpukan bubuk mesiu, dan berteriak mengucapkan" har har mahadev". Malhar dab Baji berlari keluar ketika ledakan di gudang senjata terjad, api berkobar. Semua prajurit Mughal yang hadir di sana terkejut saat ledakan kebakaran  terjadi, Qameruddin dan Naser kaget.
Radha, Balaji dan yang lainnya melihat ledakan terjadi di tempat Mughal dari perkemahan mereka. Radha sangat mencemaskan Baji. Khaas mengatakan" Baji telah menghancurkan barbar / markas Mughal". Radha bilang " sekarang Mughal tidak akan melepaskan Baji, aku harus pergi kesana". Balaji datang berkata "aku tidak akan membiarkanmu pergi, bahaimana jika terjadi sesuatu padamu, apa yang akan terjadi pada Chimna dan Bhiu?"

Saat itulah mereka melihat Baji datang ke sana bersama Malhar di atas kereta kuda. Baji melihat Radha dan ia merasa  sangat bahagia. Radha memeluknya. Baji bilang pada Radha "aku merindukanmu " Radha juga bilang " aku juga merindukan mu". Chimna dan Bhiu memeluknya. Baji datang ke Balaji dan bilang" aku tahu kau marah pada ku karena tidaj menaati mu".
Balaji sangat marah pada Baji mengatakan "seharusnya kau tidak mengambil keputusan ini, kau akan memberi tahu pada ku tentang rencana mu, aku akan mengirim seseorang, kau datang ke sini dengan selamat karena takdir mu".

Baji mengatakan" Jika kita harus mengalahkan Ravan maka harus membakar Ravan's lanka". Balaji mengatakan" pemikiran mu akan membuat kita membayar lebih parah.., ku sudah melanggar anushasan / aturan ... itu akan menjadi hukuman sama untuk semua orang". Balaji menyingkirkannya dari tim pertarungan dan mengatakan " kau bukan lagi  rakshak dari matru bhoomi" Balaji merenggut medali dari tangannya dan Baji hanya terdiam.

Qameruddin berbicara pada 4.000  ptajuritnya dan mengatakan " Mughal telah menghancurkan wilayah kita, mereka tahu bagaimana memberi kehidupan untuk tanah mereka, tapi kita tahu bagaimana cara membunuh mereka". Qameruddin mengumumkan perang dan meminta mereka untuk membuat perencanaan. 4.000 prajurit bersorak sorai menyebutkan tenatang keaggungan Allah yang maha besar. Mereka siap untuk berperang melawan Marathi.
Diperkemahan Marathi, mereka mendengar suara gajah, Baji mengatakan "Gempa bumi telah terjadi".
Balaji mengatakan" mereka telah datang ke sini untuk menyerang". Malhar mengatakan" apa yang akan kita lakukan tanpa bartail?" Balaji mengatakan" jumlah mereka 4.000 orang dan bisa mengalahkan kita".
Precap:

Balaji mengatakan" Baji tidak akan iikit bagian dalam perang". Baji memberitahu Malhar " aku akan melakukan sesuatu yang tidak dipikirkan oleh ayah ku"









Tidak ada komentar:

Posting Komentar