Senin, 15 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 77 ( 9 Mei 2017) : CHANDRASEN DAN PALBAKHAR RAO MENYIKSA BAJI DAN MEMAKSA MALHAR UNTUK MEMUKULI BAJI DENGAN TONGKAT, RADHA BAI BERBICARA DENGAN SEORANG WANITA MELALUI LUBANG DIDINDING KAMAR

DItayangkan oleh SONY TV, 9 Mei 2017

PESHWA BAJIRAO EPIODE 77
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Index : Tentara Chandrasen merebut Bajirao dan mulai menenggelamkannya ke dalam air. Balaji Vishwanath berencana untuk diam-diam bertemu dengan Shahu. Chandrasen berteriak pada Bajirao karena telah mengolok-olok Prabhakar. Chandrasen menginstruksikan Malhar Rao Holkar untuk memukul Bajirao dengan tongkat. Di sisi lain, seorang prajurit mughal memberitahu Shahu bahwa Balaji Vishwanath ingin membunuhnya.



-------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------
-------------------------------

Disaat semua orang telah mandi, Baji datang ia sangat kelelahan. Baji membuka pakiannya, saat itu Prabakhar Rao mendorong Baji hingga ia terjatugh ke dalam air, prajurit membantu Baji berdiri, Malhar terlihat sangat marah saat Baji diperlakukan tidak adil, Prabakhar Rao melelapkan wajah Baji ke dalam air.

Dihutan suara petir terdengar, Balaji kembali pada Dhana Ji dan bertemu dengannya. Dhana Ji mengatakan "kemana kau pergi?" Balaji menjawab "sepertinya aku sedang tidak sehat". Balaji berfikir "aku sepertinya telah memakan sesuatu yang salah dalam makanan ku". Para Prajurit melelapkan Baji kedalam air, Malhar datang untuk menyelamatkannya namun Chandrasen menghentikannya, ia mengatakan pada Malhar "Jika kau membantu Baji maka kau juga tidak akan diselamatkan". Prabakhar Rao melepaskan celana Baji dan mereka mengambil pakian Baji dan memintanya agar Baji keluar telanjang jika menginginkan pakiannya. Malhar terlihat sangat kesal dan ia pergi.

Balaji berlari, ia berpikir harus sampai pada Shahu ji sebelum Dhana Ji. Balaji kembali berlari seorang pria mata-mata Mughal muncul dari balik pohon. Malhar datang meminta pada Malhari untuk membantu menyelamatkan Baji, Baji masih didalam air. Malhar melepaskan ikatan Malhari, Malhari berlari mengambil pakian Baji tanpa di sadari oleh Pharbhakar rao dan prajuritnya. Baji menangis dan mengambil pakiannya da keluar dari air, Baji mengatakan pada Malhari " apapun yang Prabhakar Rao lakukan, dia harus membayar untuk perbuatannya".

Rajasvi berbicara dengan Radha melalui lubang dindinding. Rajasvi memberitahu Radha "Aku Sautan Tara Rani Bai, aku mendengar mu berbicara dengan Tara Rani Bai, aku bisa memahami rasa sakit mu, kau menjadi tahanan Traa Rani bai sejak beberapa hari, tapi putra ku berada dalam tahanan sejak bertahun-tahun". Putra Rajasvi duduk. Rajasvi mengatakan "aku tidak tahu apa yang bisa ku lakukan untuk mu". Radha mengatakan "anak mu Samba pasti seperti anak ku". Rajasvi mengatakan tidak, Tara Rani Bai berbahaya dan bisa membunuh suami mu jika dia tidak memintanya". Radha dikejutkan dengan Chimna dan Bihu, ia segera menutup lubang di dinding dengan tempat lilin dan mengakhiri pembicaraannya.  Chimna dan Bhiu datang ke sana membawa makanan untuk Radha dan mengatakan "kami  telah bekerja di sana". Radha berpikir" apa yang mungkin dipikirkannya?". Chimna dan Bihu meminta Radha makan, Dihutan Dhana ji memanggil Balaji tapi tidak menemukannya dan seorang prajurit memberitahu pada Dhana ji jika Balaji datang mencari Shauji, Dhana ji mengatakan "kau juga telah mempertaruhkan nyawa keluarga ku " 

Prabhakar Rao dan yang lainnya sedang makan. Mereka mengatakan " makanan ini lebih buruk daripada serangan musuh". Baji sedang makan dan menikmati rasanya,  Prabhakar bertanya " bagaimana cara makannya dengan senang hati". Baji mengeluarkan Churan dari sabuknya dan berkata  "churan ini mengubah selera". Prabhakar Rao merenggutnya dari tangannya dan memakannya. Ketika Prabkhar rao membuka, ia mengatakan "Ini debu/ tanah". Baji mengatakan "aku telah berhasil menjaga sanskritinya dan membuat mu mersakan tanah". semua orang mentertawakannya  Chandrasen datang ke sana dan mengatakan"kau  telah memberi racun pada adhikari". Baji mengatakan "racun.. tapi  aku bisa memakannya".  Sementara itu Balaji sampai di suatu tempat.
Chandrasen mengatakan pada Baji "tidak ada yang akan mengganggu jika kau  meninggal". Malhar mengatakan "meski Prabhakar Rao berada pada posisi yang lebih tinggi daripada kau, namun perbuatan mu  kecil". Chandrasen mengambil tongkat  mengatakan "aku akan menghukum Baji" dan meminta Malhar untuk menyakiti Baji  sehingga jiwanya terluka, hari ini bahwa keduanya menangis,  jika kau  menolak maka aku  akan membuat wajah mu  menjadi lebih buruk sehingga bahkan Aayi mu pun tidak dapat mengenali wajah mu". Baji meminta Malhar untuk menyerangnya.

Malhar menolak untuk menyerang Baji dan mengatakan "persahabatan kita menghentikan tangan ku". Baji memberinya janji persahabatan mereka dan memberinya tongkat. Malhar menangis dan memukuli Baji. Baji meminta Malhar  untuk  terus memukulnya. Baji mengingat ibunya. Chandrasen dan Prabhakar tersenyum puas.  Baji mengingat kata-kata Balaji. Chandrasen mengira "aku telah mengambil seluruh keluarganya. Sekarang aku  juga akan mengambil teman-temannya". Malhar menangis memukuli Baji dengan tongkat, Baji hanya berteriak menahan sakit

Malam hari Chimna dan Bihu telah tertidur, Radha kembali berbicara dengan Rajasvi melalui celah dinding di kamarnya , Radha mengatakan "aku sangat mengenal suami ku dan tahu suami ku lebih mencintai negaranya dan pasti akan menyelamatkan Shahu ji, jika ini terjadi kemudian ...." Rajasvi memintanya membantunya dan berjanji untuk membantunya. Radha menangis menatap kedua anaknya.

Balaji sampai di tenda Shauji, ia melihat dai kejauhan di balik pepohonan ketika Shahuji sedang duduk berfikir ia harus segera menemuinya namun beberapa prahurit Mughal menyerangnya
Shahu ji menghampirinya. Shahu ji bertanya "Kau siapa " Prajurit Mughal mengatakan "dia seorang Marathi dan datang untuk membunuhmu". Prajurit Mughal  bilang apa yang Azam katakan  benar bahwa bangsamu sendiri akan membunuh mu". Shahu ji melihat Balaji pingsan.

Chandrasen membuat rencana untuk menyerang Kam Baksh. Baji sedang mengobati luka di  punggungnya. Malhar datang menemui Baji  diluar  dan mencoba untuk mengoleskan salep  namun saat itu  Chandrasen menendangnya. Malhar jatuh dan mengatakan "aku  telah mengikuti perintah mu  dan mengikuti perintah persahabatannya". Baji melihat Chandrasen mengambil cambuk  dan Baji menampar Malhar. Malhar kaget dan mengeluarkan darah.

Precap:
Dhana ji mengatakan pada Shahu ji "kau  tidak bisa menjadi anak besar Chandrapati Shivaji dan mungkin penipunya, siapa yang akan dia bunuh". Dhana ji  mengambil pedang dan menyerangnya. Balaji melihatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar