Minggu, 21 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 80 (12 Mei 2017) : RAJASVI DAN RADHA BAI GAGAL KABUR DARI ISTANA TARA RANI BAI, BAJI MENYAMAR MENJADI PEMBAWA LELUCON DATANG KE ISTANA MUGHAL UNTUK MEMBEBASKAN SEMUA PRAJURIT MARATHI YANG TERTAWAN KAM BAKSH

Tayangan Sony TV : 12 Mei 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 80
DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE

Index : Bajirao bertemu Kam Baksh dengan kedok menjadi seorang  yang sangat humoris. qamruddin mengatakan kepada Tararani bahwa Dhanaji telah mengizinkan Shahu untuk datang ke Satara. Radhabai dan Rajasbai berencana untuk melarikan diri dari penawanan Tararani dengan menggali melalui dinding. Bajirao menghibur Kam Baksh dengan kecerdasannya. Tararani menghentikan Radhabai dan Rajasbai untuk melarikan diri dari rumahnya.

----------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------



Di koriduor istana Tara Rani bai, sementara itu Radha masih membuat lubang di tembok. Tara Rani Bai menghentikan langkah kakinya ketika ia mendengar suara bising. Tara Rani datang memasuki kamar Radha, dan saat itu Radha telah meneyelesaikan perkerjaannya, ia terkejut melihat Tara Rani sementara Chimna dan Bihu sedang duduk bermain di atas ranjang. Tara Rani memperhatikan seluruh ruangan dengan sangat teliti.

Radha dengan santai menyapa Tara Rani dan memberikan salam. Radha mengatakan "Salam Tara Rani, apa kau memanggil ku ?". Tara Rani mengatakan "Apakah kau keberatan?". Radha mengatakan "Kau pergi kemana saja di istana ini, kau beruntung dan kami tidak beruntung karena tidak bisa kembali kerumah". Tara Rani mengatakan "Siapapun akan mengutuk takdir merekam takdirlah yang akan mengutuk orang itu". Radha mengatakan "aku tidak mengutuknya tapi berharap bisa merubah takdir itu, aku telah belajar banyak  dari mu, aku telah mengerti  bahwa karakter sejati hanya akan di tunjukkan pada saat yang paling sulit". Tara Rani mengatakan "Aku mendengar suara bising dari sana". Bihu mengambil mainannya mengatakan " aku membuat singgasana untuk boneka ku". Tara Rani mengatakan "wanita tidak duduk di singgasana"

Di sebuah tenda milik Mughal, Mazhar Khan datang ketempat Qammeruddin untuk memberikannya seluruh informasi tentang Dhana ji dan Balaji telah bergabung dengan Shahu ji, Qammeruddin memberinya uang. Qameruddin sangat senang dan ia memberitahu pada Naser "Sekarang kepala Tara Rani akan tunduk dan kepala Balaji dan kemuarganya akan di penggal" 

Dengan menyamar Baji datang ke istana Kam Baksh, Baji mengatakan pada penjaga gerbang "aku ingin bertemu dengannya". Sena Mughal mengatakan "apa yang ingin kau lakukan ?". Baji mengatakan aku  ingin menceritakan chutkula / lelucon pada Kam Baksh. Penjaga  bilang " nanti kau yang akan menjadi lelucon", sena Mughal mendorong Baji. Baji bertanya "apakah Mughal tidak mendengarkan lelucon setelah kematian Aurangzeb?". Kam Baksh bertanya "siapa dia?" Baji menatapnya.

Dalam perjalanannya kekuil, Tara Rani mengatakan pada Shiva Raze "prajurit kita telag terpikat oleh mughal saat mereka bertarung dengan Kam Baksh". Shiva Raze bertanya tentang Baji. Tara Rani bai mengatakan "kita juga tidak tahu bagaimana dengan Chandrasen, tapi aku telah mengirim mata-mata dan kita akan mengambil keputusan". Tara Rani berfikir untuk mengunjungi kuil dan berdoa untuk kebaikan mereka. Tara Rani mendengar suara ringkikan kuda, Qammeruddin datang kesana berszama Naser. Qameruddin mengatakan "Dewa telah mendengarkan dia mu, aku hanya berharap kau mengerti dan setuju". Tara Rani bertanya pada Qameruddin "apa yang sedang kau lakukan disni, kau yang telah kalah hanya dengan 40 pasukan prajurit". Qameruddin mengatakan " sekarang Balaji bersama dengan Dhana ji dan  sedang memanipulasi pikiran Dhana  Ji agar mau mendukungnya.., tujuan mereka adalah Satara". Tara Rani Bai terkejut.

Sementara itu di istana Kam Baksh, Baji masuk  kedalam istana, ia melihat Malhar dan semua prajurit Marathi yang di tawan Kam Baksh,  Baji mulai menceritakan lelucon, Malhar menatapnya. Kam baksh bertanya "siapa namamu?".  Baji  bilang "Baji". Kam Bakhs mengatakan "Maskhara" Baji menceritakan puisi jika dirinya adalah maskara, Baji  bilang "aku  sedang membaca lelucon untuk pertama kalinya". Kam Baksh bertanya "apakah ibu mu tidak menyuruh mu membungkuk di depan seorang penguasa?"

Tara Rani mengatakan pada Qameruddin "Kau sangat terkesan dengan ku,  karena terbukti sekarang kau  telah menjadi gila setelah kematian Aurangzeb, Dhana ji tidak akan pernah mengkhianati kami,  Marathi tidak akan pernah percaya musuh" dan memintanya untuk pergi. Qameruddin mengatakan "aku datang untuk membantu mu dan ingin Shiva Raze menjadi raja, tapi saat kau tidak mau maka kaulah yang harus  harus mendatangi ku!". Qameruddin dan Naser pergi dari hadapan Tara Rani, sementara Tara Rani masih terdiam

Balaji datang menemui seorang pria (Sardar) dengan tujuan memintanya untuk memberikan dukungan pada Shahu ji, Saradar berkata "Kita tidak bisa menghianati Tara Rani Bai, apa lagi mengorbankan pengorbanan dan perbuatannya". Balaji berkata "mereka tidak ragu jika apapun yang telah di lakukan hanya untuk nergara, tapi Shiva Raze  bukanlah raja yang kompeten". Shahu ji datang kesana bersama Dhana Ji. Sardar menyambut kedatangannya dan berkata "aku bisa membiarkannya tinggal tapi tidak akan memberikan dukungan prajurit karena aku hanya memiliki sedikit prajurit". Shahu ji setuju.

Lubang di dinding kamar Radha telah dibuat, Rajasvi datang bersama anaknya. Rajasvi mengatakan pada Radha "aku akan pergi, tapi anak ku terlebih dulu,  prajutit akan merasa ragu". Radha mengatakan "Jika kita akan pergi, maka kita akan pergi bersama, tidak akan ada yang pergi". Rajasvi bilang " aku Rani disini dan sepertinya kau sudah melupakan kemarahan ku". Radha mengatakan "tapi aku seorang ibu yang bisa melakukan apapun untuk anak-anak ku". Mereka keluar besama melalui lubang besar ditembok, begitu mereka keluar Bihu terkejut memanggil ibunya, mereka terkejut melihat sesuatu.

Distana Kam Baksh, Baji masih membuat raja Daccan terpukau dan memecahkan lelucon,  Baji mengatakan "kau sangat tinggi lalu bagaimana aku bisa membukuk dan kemudian berbicara dengan mu, kau seperti langit, lalu aku membungkuk maka aku akan seperti berbicara pada semut". Malhar mengatakan "mengapa Baji memuji Kam Baksh". Baji mengatakan "aku tidak memuji mu, aku tidak mengoleskan mentega pada mu". Kam Baksh tertawa.

Tara Rani, Shiva Raze telah menunggu diluar, ia bertanya pada Rajasvi "Apa yang kau pikirkan kau bisa melarikan diri, aku memaafkan mu untuk pertama kalinya, jamgan melakukan kesalahan lagi". Mereka menangkap Rajazvi begitu juga dengan anak-anak mereka, dua orang wanita memegang belati di tanganntya membawa Rajasvi dan putranya kembali masuk ke istana. Tara Rani bertanya pada Radha "mengapa kau melakukan ini, kau yang teah membuat semua rencana di istana ini di sari mu, kau pikir aku tidak tahu".  Kilas balik menampilkan saat Tara Rani  masuk ke kamar Radha, ia melihat gelagat aneh dari anak-anaknya dan melihat peta istana di sari Radha saat ia cemas.

Kam Bakshs meminta baji untuk memberikan lelucon yang bagus, Baji mengatakan "teman ku Gotiya menawarkan untuk memberi 1.000 koin emas pada sesorang yang memberikannya 1.000 koin". Baji menceritakan lebih banyak lelucon dan Kam Baksh meminta agar Baji memberikannya lelucon lebih banyak lagi. Semua prajurit Marathi yang tertawan heran dan bertanya-tanya pada Malhar "apa yang akan di lakukan Baji?. Malhar berkata "aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikirannya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar