![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 72 DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE |
Index : Balaji Vishwanath dan tentaranya menuju musuh mereka. Nasir menembakkan peluru ke Bajirao melalui permainannya. Seorang tentara Marathi terbunuh saat Bajirao dengan cepat melepaskan peluru tersebut. Kamruddin memerintahkan pasukannya untuk tidak menyerang musuh mereka. Kamruddin dan tentaranya meninggalkan medan perang. Bajirao dan rekan-rekannya memberikan ritus terakhir kepada tentara yang tewas.
-----------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------
Balaji bersama semua orang Marathi sorai " Har..har mahadev" setelah Radha Bai dan semua wanita bersama Raja Marathis datang membawa pasukan prajuritnya intuk bergabung melswan perang bersama Qameruddin.
Radha bertetiak "Har..har mahadev" sambil menabuh gendang, dan mereka menuerukannya, Qameruddin marah fan memerinyahkan sisa prajuritnya untuk kembali menyerang dan membunuh semua Marathi, Tadha bai bersama semua eanita masih menabuh gendang, Baji kembali meniup sangkakala. Ribuan pasukan Mughal semakin mendekat untuk menyerang kembali.
Baji menaiki kudanya, Tadha berteriak pada Baji dan menabuh gendang. Kilss balik di tampilkan saat Radha mencuci baju.
Balaji mengangkat pedang beteriak mengatakan "har har mahadev" yang di ikuti oleh teriakan semua wanita. Balaji bergerak maju untuk kembali berperang menghampiri Mughal dengan kudanya. Baji menggunakan senjata dan memainkannya untuk membunuh semua pasukan Mughal. Naser dan Qameruddin terperangah melihat pasukannya terbunuh dengan cepat. Naser kesal berkata" orang yang tidak bisa membunuh ku, ia membunuh pasukan kita"
Balaji juga melakukan serangan dengan ledangnya untuk membunuh ptajurit Mughal Baji terus berkuda memainkan senjata di tangannya melewati dan membunuh pranurit Mughal. Qameru ddin ingat Balaji mengatakan jik sejarah akan ditulis hari ini, bagaimana 40 marathis telah berhasil membunuh 4.000 tentara.
Kemarahan Naser membuatnya menembakkan peluru, peluru melesat ke arah Baji, ia terkejut dan dengan cepat membungkuk, nasib malang pun kembali terjadi, peluru itu mengenai Madhaar yang ada di belakangnya, Mhaadar tewas ketembak tepat di keningnya, Mhaadar terjatuh dari kuda dan mati di tempat. Balaji menyadari Mhaddar telah tewas, Baji menangis. Naser kembali akam menembak tapi pistolnya rusak.
Balaji menghampiri Mhaddar, Malhar dan sebagian orang mendekat, mereka dilindungi ptajurit Marathis. Nskaji menutup.mata Mhaddar. Semua Marathi sedih, Qameruddin mengatakan "kami tidak takut, aksn ku pastiksn untuk kembali". Qamerudfin menarik sisa pasukannya mundur dari medan perang.
Baji berteriak memanggil Qameruddin, ia melempar belati dan melukai wajahnya. Baji berkat" itu hadiah dari ku untuk perang hari ini.. Aku peringatkan pada mu,kau tidak akN menang jika kau membawa 4.000 atau bahkan 40.000 prajurit mu
Baji melempar pisau ke arah Qamer Uddin dan itu melukai wajahnya sedikit. Baji mengatakan bahwa ini adalah hadiah dari saya pada perang pertamaku, dan mengatakan akan mengingatkan Anda bahwa Anda tidak dapat menang bahkan jika Anda membawa 4000 atau 40000 pasukan ptajurit, siapspun yang mencob memisahkan ksmi mereka pasti akan mencicipi kekalahan". Qameruddin marah, ia melsnjutkan perjalanannya, ribuan prajurit mengikutinya.
Dengan penuh kemenangan Baji menunggangi kuda membawa bendera merah dan menancapkannya di tanah, lalu Baji berbaring di tanah dan menyentuh tanah, Baji bersumpah " aku akan terus berperang dan jatuh dalam peperangan, tapi tidak akan pernah berhenti berjuang". Balaji dan Radha datang penuh dengan rasa bangga dan membantu baji bangun. Balaji mengatakan "har har mahadev" yang juga diikuti semua otrang,
Semua Maratis melakukan penghormatan terakhir untuk prajurit yang telah gugur di medan peperangan.
Balaji memberi obor meminta Baji untuk membakar jasad Khass. Baji mengenang Khaas untuk mengajarinya dan ia menangis. Balaji mengatakan" tubuh Guru mu bisa lenyap, tapi bukan ajarannya" . Balaji meminta Baji untuk membuat ajarannya tetap hidup di dalam hatinya. Mereka melakukan penghormatan terakhir mereka dan menyalakan api pada jasadnya.
Balaji berterima kasih pada Raja Saheb karena telah tiba tepat waktu dan membuat mereka menang. Raja Saheb mengatakan " mendapat kekuatan dari mu, Tara Rani akan dengan senang hati mengetahui kemenangan kita"
Baji meminta Balaji melakukan upacara terakhir terhdap prajurit Mughal. Malhar menolak mengatakan" itu bukan tanggung jawab kami Qameruddin harus melakukan upacara terakhir mereka.
Baji mengatakan 'Qameruddin membunuh tentaranya dalam kekalahan mereka dan menurut pendapatnya, dia harus melakukan upacara terakhir untuk mereka.. mereka tidak akan memiliki kemanusiaan".
Raja Saheb senang dan mengatakan" aku akan meminta prajurit untuk melakukan upacara terakhir sesuai agama mereka". Raja Saheb mengatakan " suatu saat Baji akan menjadi lebih hebat dari mu".Bandi / pelayan Kanezz datang ke Kam Baksh dan mengatakan a'zam akan segera sampai di sini" Kam Baksh mengatakan " harus pergi, Azam datang ke sini hanya untuk membunuhku .. dia harus pergi" Bandi bilang "kau tidak bisa meninggalkanku "Kam Baksh membunuhnya. Azam sedang menuju kerajaan Mughal bersama dengan prajuritnya
Baji, Balaji, Radha dan yang lainnya berada di gerobak sapi dan kembali. Baji meminta Balaji yang akan duduk di takhta Aurangzeb. Azam di tampilkam tiba di kerajaan Mughal, seorang pria membukuk ketika Azam tutun dari kuda dan Azam menendang serta memukuli pria itu dengan cambuknya. Balaji mengatakan 'Aurangzeb tidak menyatakan siapa yang akan duduk di atas takhta, sekarang ketiga putranya akan memperjuangkan takhta dan Marathis akan menderita kerugian". Baji bertanya "apa yang akan terjadi dengan Shahu ji".
Balaji mengatakan "mereka akan membebaskannya karena mereka akan menunggu marathis untuk bertarung, tapi Tara Rani dan Raze tidak pernah ingin dia kembali". Baji mengatakan "mengapa Tara Rani melanggar janji yang diberikan pada suaminya?'. Balaji mengatakan "mudah membatalkan janji, itulah politik"
Baji mengatakan "Shiva Raze tidak kompeten untuk bertarung, tapi Shahu ji cukup kompeten, ia memiliki kesabaran dan hak duduk di takhta marathi'
Balaji menghentikan gerobak is melihat prajurit Marathi dan bertanya" apa yang sedang kaa lakukan?". Prajurit mengatakan " kami ngin menangkap mu"
Precap:
Putra Dhana ji Chandrasen mengaduh pada Tara Rani Bai "Balaji menginginkan anak ku menjadi yoddha dan karena itulah aku membuat yudh bhoomi ke daulatabad"
Tara Rani menjadi marah bertanya pada Balaji "perang itu terjadi karena Baji. Balaji mengatakan "ya, hukum aku jika kau mau" Baji datang dan mengatakan' tidak ayah'

Tidak ada komentar:
Posting Komentar