Baji memutuskan untuk menyelamatkan ayahnya, ia bersedia untuk memotong kepalanya sendiri, Baji memegang belati di tangannya dan akan menyayat lehernya. Semua pengikut Balaji berteriak dan Malhar Rao Holtra menghentikan Baji untuk melakukan tindakan bunuh diri dan merebut belati dari tangan Baji. Malhar kecewa dan memarahhi Baji namun Baji sendiri bingung melihat kenyataan bahwa nyawa penduduk desa dan ayahnya Balaji sedang dalam ancaman bahaya.
Seorang wanita yang merupakan Penduduk desa mengatakan pada Baji " kami telah mengorbankan orang yang kami cintai untuk negara dan tidak mengambil keputusan untuk kematian merekal". Semua penduduk bersorak sorai untuk melakukan perlawanan.
Seorang wanita yang merupakan Penduduk desa mengatakan pada Baji " kami telah mengorbankan orang yang kami cintai untuk negara dan tidak mengambil keputusan untuk kematian merekal". Semua penduduk bersorak sorai untuk melakukan perlawanan.
Qameruddin meminta agar peti di buka untuk menerima jawaban dari Marathi, ketika peti dibuka mereka hanya menemukan nyala lampu dari api, botol racun dan batu lengkap dengan surat. Qammeruddin terkejut ketika melihatnya lalu melihat gulunhan surat dan memerintahkan Pale Khan mengambil surat itu ke hadapannya. Qameruddin membaca surat dari tantangan perang drari Baji, ia menghancurkan surat dan membuangnya, lalu ia mencabut pedangnya penuh amarah dan berteriak "yalgar ho", diikuti oleh semua prajuritnya.
Baji melihat bendera berwarna ungu telah di kibarkan di atas tebing, Akhirnya Balaji telah pulih dan datang kesana, Baji senang, ketika akan menghampiri ayahnya namun Balaji menghentikannya. Balaji bertanya "apa yang sebenarnya terjadi?", Balaji sangat cemas ketika ia melihat bendera ungu di kibarkan. Baji menceritakan semua yang telah terjadi padanya, nanun Balaji memlertanyakan "bagaimana kau bisa memlertaruhkan nyawa semua orang untuk kehidpan kita?" Baji mengatakan pada ayahnya "ini keputusan penduduk desa", semua penduduk desa hanya mengangguk. Balaji memarahinya karena mempertaruhkan banyak nyawa dan memintanya untuk memiliki keberanian untuk menerima keputusan tersebut.
Di tenda Balaji bersana Baji sedang menyusun rencana untuk menghadapi perang Mughal, Chandrasen meminta Balaji membebaskannya. Balaji mengatakan" jika kami membebaskan mu, maka Mughal tidak akan melepskan mu dan jika kau pergi ke desa, maka penduduk desa kjan marah mereka juga tidak akan melepskan mu". Balaji berkata" Waktunya kurang dan kita harus mengaturnya".
Ditempat Qammerudin, mereka melakukan strategi perang, Naser datang
mengatakan" kita memiliki 4.000 prajurit dan peralatan. Naser mengatakan bahwa mereka memiliki perang lebih banyak dari
mereka". . Balaji mengatakan" usia kita 40 tahun, tapi mereka berumur 4.000, kalian
harus merencanakan sesuatu agar dapat melindungi semua wanita dan sekaligus
menyerang musuh"
Qameruddi berencana untuk melawan
Marathi. Balaji mengungkapkan semua rencananya untuk melakukan serangan pada Marathi. Chandrasen yang masih terikat mengatakan
"jika prajurit mereka kalah maka mereka akan mendapatkan dukungan dari tim
lain". Balaji mengatakan" jika mereka memiliki prajurit maka kami
sudah merencanakannya".., mereka akan melakukan Trishulviyu dan kami akan
membagi tim mereka menjadi tiga kelompok, Malhar dan Khaas akan menangkap
Naser. Tanpa sepengetahuabn mereka seorang mata-mata yang telah lama menyamar mengetahui rencana Balaji, ia hanya mengangguk seolah memahami rencana yang akan di lakukan pada Mughal. Qameruddin mengatakan pada prajurit " Balaji akan mencoba untuk
memecah kita". Baji mengatakan "kekuatan mereka lebih dari kita, dan prajurit kita tidak
dilatih seperti mereka". Chandrasen mengatakan" anakmu berkata
benar".
Baji berkata" kita akan memikirkan sesuatu yang unik, ketika aku mencuri
mangga" .... Balaji mengatakan "ini bukan permainan dan kau hanya
akan mengikuti rencana ini saja" Baji mengatakan "jika kita tahu
tentang Trishulviyu ini maka Qameruddin mungkin juga akan tahu, itu akan
menjadi bunuh diri untuk kita".
Balaji mengatakan "itu sebabnya aku ingin memberikan hidup untuk
mereka". Baji bilang" aku ingin mencoba sesuatu yang berbeda". Balaji marah meminta Baji pergi. Baji pergi dan berharap Aayinya berada di
sana, ia berfikir" aku tidak bisa memahami ayah ku ataupun membuatnya
mengerti"
Radha sedang menulis surat untuk Balaji. Bhiu memintanya untuk menulis tentang
hasilnya dan juga tentang gigi susunya, lalu Radha meminta agar tidak
menganggunya.
Diluar pedati datang, ia baru kembali dari Dauldabad pengemudi bertemu dua
orabg pria dalam perjalanannya, Radha Bai keluar dan mendengar perbincangan
pemilik pedati yang mengatakan pasa kedua orang yang ditemuinya di jalan
"Qameruddin akan menyerang Daulatabad dan menyerukan perang".
Mendengar hal itu ,Radha mendapat kejutan dan mengatakan pada Bhiu dan
Chimna" kehidupan Balaji dan Baji dalam bahaya". Chimna bilang"
kami akan ikut denganmu" Radha mengatakan " tapi aku tidak bisa
mempertaruhkan nyawa untuk satu anak ku", dan meminta mereka untuk
mengerti. Radha meminta Bihu dan Chimna untuk tinggal di rumah Gotiya
bersamanya. Chimna meminta untuk berjanji bahwa ia akan datang dengan selamat,
dan mereka juga akan datang bersamanya.
Baji bersama dengan Malhar dan putra Bondi Ba, mereka berdiri di atas bukit melihat
mughal dari kejauhan, Mugal membawa ptajurit mereka ke tempat itu dengan ribuan
mariam dan persenjataan mereka, Baji mengatakan" kita harus membuat
rencana yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya,kita harus melemahkan kekuatan
mereka, ketika Mughal bisa mendapatkan segala hal informasi kita, mengapa kita
tidak".
Balaji menyuruh anak buahnya menggali tanah dan meminta mereka untuk mengisi
minyak di dalamnya untuk menghentikan Mughal agar tidak dapat menjangkau wanita
dan anak-anak. Mereka merencanakannya sesuai dengan perencanaan.
Beberapa orang prajurit Marathi sedang mempersiapkan senjata mereka , Baji
bersama Malhar mencurigai sesuatu, mereka datang kesana dan mulai berakting di
depan pintu gerbang, Baji bilang "aku akan menghancurkan senjata Mughal,
aku kesal dengan ayah ku dan akan membuktikan kekuatan ku". Pria Marathi
uang telah lama menjadi mata-mata Mughal, sibuk mengasah pedang, Tidak ada
reaksi dari siapa pun. termasuk pria itu. Malam hari mereka menangkap seorang pria dan memintanya untuk menunjukkan wajahnya. Balaji
membuka kain dan menunjukkan wajahnya dan bertanya "apa yang kalian
lakukan di sini. Balaji mengatakan " aku mendapat pesan, seseorang ingin
membantu kita. Baji menyadari sesuatu, ia memberitahu Malhar jika seseorang akan pergi untuk memberitahu Mughal tentang strategi perang Marathi. Balaji berusaha mengentikan Baji.
Precap:
Baji menangkap si penipu Marathi yang telah lama memihak Mughal dan akan
membunuhnya. Radha kemudian datang ke Balaji dan bertanya "dimana anak
ku?".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar