Kamis, 04 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 59 ( 13 APRIL 2017 ) : BALAJI DAN ANAK BUAHNYA TERTANGKAP QAMMERUDIN, SERANGAN NASER MENYEBABKAN KEMATIAN BONDI MA. BALAJI BERHASIL KABUR DARI PENJARA BERKAT BULU BURUNG MERPATI.

Tayangan Sony Tv : 13 April 2017
PESAWA BAJIRAO EPISODE 59 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN BY MADE



Balaji datang menemui sesorang dan pada saat itu, Qammeruddin datang kesana mengejutkan Balaji dan semua orang, Qammeruddin mengatakan "Kau juga akan kehilangan", kemudian meminta pada Ragho Ji untuk mengulang ketika memberitahu prajurit dan juga keseriaannya yang telah di jual... Qammerudin berkata "Jika tidak aku akan membuat semua kepala Marathi membungkuk... begitu Marathi harus mati tanpa identitas". Balaji sangat marah, Qammerudin akan menyerang Balaji sengan mengangkat pedangnya, kemudian Ragho Ji meminta agar agar mereka berhenti untuk berbicara.

Di perkemahan, Khas meminta pada Baji untuk dapat membidkan anak panah tepat pada sasaran taget yang sengaja di gelindingkan, Baji mengatakan "itu sangat mudah untuk ku", Khas menutup mata Baji dengan kain hitam, kemudian kembali meminta pada Baji agar ia memanah sesuai dengan target yang telah di siapkan sekarang. Baji bertanya pada Khas " Bagaimana aku akan melakukannya tanpa melihatnya?". Khas berkata "Kau bisa belajar semua hal dengan cepat, dan kau tidak perlu belajar banayak". Baji mulai membidik dan kemudian melepaskan anak panah tapi bidikannya meleset dan tidak mengenai target sasaran. Baji kembali meminta anak panah pada Khas, ia kembali membidikkan anak panah dan sekali lagi anak panah hanya mengenai bagian belakan roda, Baji membuka kain yang telah menutupi matanya. Malhar meminta pada Baji untuk berkonsentrasi dengan melihat sasarannya hanya dengan mata hatinya. Baji mengatakan "Kau hanya mudah untuk mengatakannya, namun sulit untuk melakukannya". Malhar berkata "Aku akan mencobanya", Khas mempersilahkan agar Malhar melakukannya, Baji memberikan panah padanya dan Khas menutup mata Malhar dengan kain kemudian memberikan sebuah anak panah di tangannya, Malhar mulai akan membidikan anak panahnya.

Ragho Ji berkata pada Qammeruddin "Jika kau membunuh secara besar-besaran, kau tidak akan bisa membunuh semua Marathi di tempatnya... aku setuju dengan usulan mu untuk melindungi orang-orang ku, jika kau membunuh Balaji maka akau akan melupakan semua janji ku pada mu". Qammeruddin terkejut dan mencoba untuk mengulangi semua ancamannya dan berkata "besar-besaran tidak akan membunuh Balaji dengan mudah tapi aku akan menangkapnya". Kemudian Qammeruddin menangkap Balaji dan juga semua pendukungnya, Balai meminta pada anak buahnya untuk tidak melawan.

Malhar mencoba untuk membidik roda yang sengaja di gelindingkan, dan berkonsentrasi kemudian melepaskan anak panah, anak panah melesat tepat mengenai target sasaran dan membuat Balaji terkejut sementara Khas hanya tersenyum melihat keberhasilan Malhar. Baji bertanya pada Malhar "Sejak kapan kau mempelajarinya?". Malhar berkata "Aku telah lama mempelajari itu dari siksaan yang telah Mughal lakukan". Baji berkata "Ayah ku akan datang". Malhar meminta pada Baji "Kau jangan terlalu berharap untuk menerima bantuan dari siapapun, tapi kitalah yang harus membantu diri kita sendiri". Malhar meminta Baji untuk sekali lagu mengulangi untuk dapat membidik sasaran dengana anak panah hanya akan di tetapkan oleh hati dan bukan dengan mata saja. Sekali lagi Baji mencoba, ia mendengar pergerakan roda dan kemudian membidikannya, Malhar berkata "Lakukanlah itu dengan baik", Anak panah melesat tepat pada sasaran roda kemudian Baji membuka penutup matanya dan melihat bahwa anak panahnya telah benar-benar mengenai target sasaran roda yang telah di siapkan.

Naser begitu sangat kecewa ia memakai roda beton  di lehernya, kilas balik menceritakan ketika Baji melawan dan menangkap  semua orang suruhan Mughal  untuk menindas Marathi, Naser berteriak dengan meleparkan beton itu keluar dan tepat jatuh di hadapan ayahnya Qammerudin. Qammeruddin menghampiri Naser dan berkata "Kau akan menghukum Baji atas nama Taimur, ". Naser hanya mengangguk seolah mengerti apa yang di katakan ayahnya, Qammeruddin memerintahkan agar Naser membunuh Baji dan berkata "Aku ingin kehidupan Baji lebih buruk dari pada kematian, kemudian Naser meminta bajunya dan mengambil semua senjata dan juga pedangnya lalu pergi bersama anak buahnya.

Naser bersama dengan anak buahnya pergi ke desa Marati dimana beberapa oarng pria sedang hadir, kedatangan Naser membuat semua orang terkejut, dengan penuh amarah Naser mendatangi seorang pria dan setiap orang yang menghalangi langkah kaki Naser di habisi oleh prajuritnya. Naser kemudian mencengkram leher pria itu dan bertanya "Dimana Baji?". Pria itu menolak untuk memberitahu. Naser menganiayanya dan mengancamnya kembali bahwa ia akan segera membunuhnya, Pria itu merasa ketakutan berkata "Baji dan Blaji tidak takut dengan mu"... lalu bersorak sorai har..har Mahadev. Di tenda Baji berlatih pedang dengan Khass... Baji, Khas dan Malhar mendengar teriakannya ketika mengatakan Har..Har ... Mahadev dan berlari menuju ketempat Naser sedang menindas beberapa orang Marathi, kemudian Naser membunuhnya dengan pedangnya, pria itu mati dengan tebasan pedang Naser dan darah terciprat diwajah Naser. Baji, Malhar dan Khass sangat terkejut.
Baji segera berlari untuk menahannya, namun ia meninggal dunia di pangkuan Baji, Baji berteriak Bodni Baa... Naser tertawa puas setelah Bondi Ba meninggal dan berkata  "Orang tua itu telah hilang dan sekarang giliran mu". Baji menutup mata Bondi Ba dan membaringkannya di lantai. Baji berdiri memegang pedang di tangannya, Naser berkata "Aku akan memberikan mu kesempatkan jika kau mau menuruti tapi tidak lari dan sekarang tidaka kan ada orang yang akan menyelamatakan mu dari kematian".

Khass akan menyerang bersama dengan Malhar namun Pale khan dengan sigap mengarahkan pedang di leher Malhar dan Khan dan mengancam akan membunuh mereka. Baji berfikir tentang nasehat dan petunjuk ayahnya, Baji pergi keluar dan membuat Naser bertambah marah "Kau jangan lari" sementara itu Balaji dan semua anak buahnya berada di penjara Qameruddin , ketika itu sesorang telah datang untuk memberikan mereka makanan. Balaji mendapatkan bulu merpati ketika ia akan memakan makanannya, Balaji menghamiiri jeruji besi dan menaruh makanannya disana, Balaji bersembunyi di balik tembok, seekor merpati putih datang memakan makanan yang telah di taruh, Balaji menangkap merpati itu ia mencabut bulu burung merpati dan kembali melepaskan burung merpati, kemudian membuka borgolnya dengan bulu burung merpati. Kemudian temannya berpura-pura batuk ketika hendak mengambil minum kendi minum terjatuh dan Balaji berteriak bahawa temannya membutuhkan udara, Prajurit datang ke sel penjara, Balaji dan temannya membunuh prajurit dan mereka melarikan diri dari penjara.

Balaji berjalan dan hanya terdiam, kemudian Naser dangan sangat marah menyerangnya dengan pedang namun Baji dengan sigap berbalik dan menghidar dari serangan Naser sehingga Naser jatuh tersungkur ke tanah. Baji mengingat semua yang telah diajarkan ayahnya ketika ia sedang berlatih, ketika itu Baji menyerang ayahnya dan dengan cepat Balaji menghidar dan mendorong Baji hingga terjatuh. Naser yang masih tergeletak ditanah bertambah marah, Baji mengatakan pada Naser "Aku telah membuat mu tergeletak di tanah. Naser bangun dengan amarahnya berkata pada Baji Aku akan menukum mu dan membawa mu dalam tujuan ku / Lakshy"
Naser berkata "Kau tidak bisa membahayakan ku, posisi ayah mu sangat terbatas di Dauldabad, tapi ayahku terkenal dan berkuas". Baji bertanya "Apakah kau akan melawan atau kau hanya mau menakut-nakuti ayah mu?" Baji memintanya untuk memberikan jadi ayahnya maka dia akan menang, "ajaran ayah mu atau niat ku". Naser berkata "aku akan membuat kau mengerti bahwa Marharti kehilangan"

Perecap : Naser dan Baji bertarung pedang, namun pedang terjatuh.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar