Senin, 29 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 83 (17 Mei 2017) : SHIVA RAZE MENYUAP SARADAR AGAR MAU MENDUKUNGNYA, KAM BAKSH MULAI MEMPERTANYAKAN BAJI YANG SEDANG TERUS MEMANCING MEMBUAT LELUCON

TAYANG SONY TV 17 MEI 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 83
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Index : Tararani memberitahu Qamruddin bahwa dia tidak akan menyerahkan keluarga Balaji Vishwanath ke Mughal. Kam Baksh mengatakan kepada Bajirao bahwa dia akan menghukumnya karena kesalahannya. Bajirao membersihkannya pada Kam Baksh bahwa tentara Marathi tidak akan memberontak terhadapnya. Dhanaji mengatakan kepada Shahu bahwa Siwa membujuk Marmeria untuk mendukungnya di masa depan.



--------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------
Ditampilkan ketika Qammerudin datang menemui Tara Rani Bai dan Shiva Raje di perekemahan. Qammerudin berkata "aku membawa permintaannya untuknya". ia meminta untuk menyerahkan Balaji dan juga keluarganya. Tara Rani Bai menghampitinya berkata "jika kau menghormati aku, maka kau tidak akan berbicara dengan ku tentang kesepakatan ibu lainnya". Shiva Raze mengatakan "Tapi Baji telah menghina ku". Tara Rani Bai berkata pada Shiva Raze " Radha bai atau kedua anaknya yang lain tidak pernah menghina mu atau melakukan Raj Dorth". Shiva Raze meminta agar Radha Bai memahami rasa sakitnya. Tara Rani Bai mengatakan " alu khawatir tentang setiap Marathi dan bukan hanya tentang Radha Bai dan juga kedua anaknya saja, tidak akan ada lagi Marati yang aka mau mendengar rajanya, tapi harus berbicara kebenaran bahkan jika itu pahit".  Kemudian Tara Rani menegur Pant pratinidhi dan mengatakan "kau salah memanggil orang luar ke rumah ku". Shiva Raze mengatakan "Tapi...". Tara Rani Bai mengatakan "kita tidak akan berdebat". Shiva Raze marah dan pergi mengikuti ibunya. Qamer Uddin meminta Pant Pratinidhi "Kau harus mendengarakn permintaan Raja kau akan segera menjadi besar dan kemudian kau akan kau akan mengingatnya, jika kau mendengarkannya atu ibunya".

Malam hari, Bihu mengusap air mata Chimna Ji dan burung merpati itu kembali, Chimna berharap Balaji dan Baji mendapatkan surat yang ditulis dengan darahnya. Namun  Chandrasen mendapat surat yang dikirim oleh Chimna dan meminta sevak untuk mengembalikan Satara dan mengatakan" dia telah hilang". Chanarsen berfikir "aku tidak tahu harus berbuat apa karena penghianatan ayahnya dan juga keklahan ku". Chandarsen bersembunyi di suatu tempat.

Keesokan paginya, Baji melakukan puja, ia mengatakan "Mahadev. aku sendirian sedang dihadapan musuh, aku tidak memiliki orang tua bersama dengan ku, saat aku memejamkan mata aku merasakan sepertinya mereka bersama dengan ku". Baji membayangkan saat-saat bahagia bersama dengan mereka. Baji berdoa pada dewa berkata " aku telah berjanji pada Aayi ku .., aku akan berada dua langkah dari kematian, bantulah aku untuk memenuhi janji ku". Usai Baji berdoa, ia datang menemui Kam Baksh dan menyapanya dan mulai menceritakan lelucon, namun Kam Baksh terlihat sangat kesal dan diam. Baji tetap menceritakan banyak lelucon. Malhar dan yang lainnya terlihat sangat tegang. Kam Baksh meminta pada Baji untuk menghentikan leluconnya, dengan mengarahkan belati pada Baji, Kam Baksh berkata "saat itu ada badak Mughal dan seorang Sainik Marathi untuk mencona membodohi aku sebagai pelawak sehingga dia bisa membebaskan prajuritnya, kau telah memenangkan hatinya dan membuat orang ku yang setia di hukum, aku menyukai komedi tapi tidak suka bercanda". Kilas balik di tampilkan ketika orang kepercayaan Kam Baksh memberitahu melalui isyarat. Kam Baksh mengarahkan kembali belati kehadapan
Baji mengatakan "aku telah melihat mu berbicara dengan Malhar atu salah satu dianatara mereka, apa yang kau pikirkan aku akan membebaskan kalian semua?". Baji sangat tegang

Shahu ji besama dengan Balaji dan Dhana ji dan seorang pendukung berdiri dari kejahuan menunggu Sarasda. Sarasda Marathi mengatalan "Shiva Raze telah menyatakan Blaaji sebagai desh drohi, tidak akan ada sarada yang akan datang,  sementara itu Shiva Raze menawarkan mereka untuk memberikan perhiasan dan uang ke sadaars yang mau mendukungnya dan tidak menghukum mereka yang tidak mau mendukung". Sarasda mengatakan "Shahu ji tidak punya apa-apa untuk di berikan, mereka semua setuju untuk mendukung Shiva Raze"  Pant pratinidhi tersenyum. Shiva Raze juga tersenyum dan mereka yang mendukung Raze bersorak sorai.

Kam Baksh masih sangat marah pada Baji dan mengarahkan belati ke leher Baji. Baji mengatakan "bagaimana aku bisa mengolok-olok mu". Kam Baksh tetap pada pendiriannya berkata "aku telah melihat mu berbicara pada Malhar dan kilas balik itu di tampilkan ketika Baji datang berbicara dengan Malhar dan Kam Baksh bersma dengan orang kepercayaannya mengawasi mereka dari arah balkon, kilas balik berakhir. Kam Baksh menekankan pada Baji berkata"kau akan melakukan maskari dengannya (Malhar) dan itu akan kau ingat seumur hidup mu". Baji mengatakan "kau memang melihat kami tapi belum melihat apapun". Kam Baksh mengatakan "aku mengetahuinya dengan meliah amplop yang tertutup". Baji sangat tegang saat Kam Baksh mengarahkan belati itu lebih dekat lagi.

Sevak memberitahu pada Shahu ji "hiva Raze membeli  Loyalias (suap) sardaar dengan memberikan mereka emas". Dhana ji mengatakan " Tara Rani Bai tidak dapat melakukan ini, dia tidak bisa mengginakan kekayaan nergara untuk urusan pribadinya". Balaji mengatakan "Raze akan keluar dari kontrol Tara Rani". Sahahu ji mengatakan "aku harus menjawab Shiva Raze, caranya aku juga akan mengumpulkan kekayaan". Dhana Ji bertanya "apa kau juga akan membeli kesetiaan mereka?"
Shahu Ji mengatakan "kita akan mendapatkan kesteiaan mereka dengan bekerja untuk rakyat".

Kam Baksh mengancam Baji, dan Baji memejamkan matanya, ia mengingat saat Balaji menceritakan sebuah kisah dan membuatnya tertawa. Kam Baksh bertanya "apa kau sedang mentertawakan  kematian mu?" Baji mengatakan "aku teringat dengan seorang fakeer yang mengatakan ia mengau membuat burung hantu terbang di siang hari". Kam Baksh mengingat Balaji sebagai orang yang melakukan hal yang sama. Baji mengatakan "Fakeer mengatakan suatu hari topeng/ lelucon ku akan membawa hidup ku  jika aku terus mengolok-olok orang yang tidak berdata". Kam Baksh bertanya "kepada siapa?" Baji mengatakan "aku mengolok-olok prajurit Marathi yang tertawan, aku akan segera kembali kerumah aku tidak tahu jika kata-kata palsu itu akan terwujud,  Kam Baksh mengatakan"  ku pikir astologi keduanya akan terwujud" Baji mengatakan "Saat fakeer mengatakan Kam Baksh akan memerintah mugal maka akan saling membunuh" Baji meminta Kam Baksh untuk membuat prajurit Mughalnya bertepur dengan prajurit Marathi dan membuktikan kemampuan itu pada Azam


Precap:
Kam Baksh setuju untuk membuat  semua prajurit  mughalnya berperang dengan marathis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar