Tayangan Sony Tv : 28 April 2017
![]() |
PESHWA BAJIRAO EPISODE 70 DITERJEMAHKAN DAN DIINETERPRETASIKAN OLEH MADE |
Index : Bajirao mengatakan kepada Balaji Vishwanath bahwa dia tidak mengikuti perintahnya karena dia ingin melayani tanah airnya. Balaji Vishwanath mengizinkan Bajirao untuk ikut serta dalam perang tersebut. Kapten Kamruddin menuju Balaji Vishwanath dan ajudannya. Pasukan Balaji mulai berperang melawan musuh mereka. Bajirao jatuh pingsan di lapangan saat berperang melawan tentara Mughal.
-----------------------------
--------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------
Baji dan Malhar kembali menemui Balaji. Baji meminta maaf pada Balaji karena tidak mau mengikuti perintahnya dan mengatakan "Ayah, jika aku mengikuti perintah mu, maka aku tidak berguna untuk negara ku". Balaji mengatakan pada Baji "Kau sudah mencoba untuk kembali melanggar peraturan, tapi kali ini kami telah di untungkan, dan karena itulah kau bukan lagi pembantu dalam perang (Sahayaj), tapi Rakshak matraboomi, ikutlah berperang".
Naser menabuhkan gendang, Qameruddin memerintahkan pada sisa ribuan pasukan prajuritnya untuk membunuh semua Marathis. Naser mencabut pedangnya dan berteriak dengan penuh amarah "Yalgar Ho" dan Ribuan pasukan kembali akan menyerang Marathis.
Dikuil, Radha Bai membunyikan lonceng terus menerus, sementara itu di penjara Marathis, Chandrasen mencoba untuk memecahkan kunci gembok saat melihat tidak ada siapapun yang ada di sana. Ia mematahkan kunci dan kabur dari penjara Marathis. Radha masih di kuil ia masih membunyikan lonceng hingga tangannya mengeluarkan darah, Radha mulai pingasan. Chandersen mencari sesuatu untuk membuka gembok penjara, Radha semakin lemah. Chandersen memukuli gembok dengan besi dan ia berhasil melarikan diri. Radha akhirnya jatuh pingsan, Bihu dan Chimna khawatir dengan ibunya. Wanita yang hadir di sana meminta Daima untuk memeriksanya. Cjhandersen lolos dari penjara dan ia melihat para wanita sedang berkumpul, Daima memeriksanya dan mengatakan" seharusnya dia tidak melakukan perjalanan dalam kondisi seperti ini.... dia hamil". Radha memanggil Baji dan ia menolak untuk minum air sampai Baji kembali.
Baji bilang "aku harus membuatmu kembali mengerti" Taimur hanya tertawa dan mengatakan" saat kau tidak membunuh Naser, aku mengerti bahwa kau bisa saja meledak, tapi kau tidak bisa membunuh siapa pun". Baji bilang" hari ini aku akan melakukannya" Baji menyerang Taimur dengan pedangnya, ia berhasil melukai Taimur, Baji menyerang Taimur dan menghitung semua kejahatan yang telah dilakukannya.
Melihat Baji sekarat, Khass dan yang lainnya sedih. Seorang prajurt akan menyerang Balaji, Balaji menahan pedang dengan tangannya. Balaji menangis dan memintanya untuk bangun dan melawan semua mughal, Balaji membunuh prajurit yang telah menyerangnya. Balaji bilang 'ini perintah ayahmu" Malhar, Khaas dan lainnya sedih. Naser dan Qameruddin tertawa puas dengan penuh kebencian
Dimendan perang, Baji, Khaas, Malhar, Balaji dan yang lainnya menuju ptajurit di atas kuda mereka. Balaji mengatakan " kita akan menyerang mereka dengan cepat". Blaji berteriak "Har..har Mahadev". Balaji memutar-mutarkan pedangnya dan ia siap akan meneyerang. Pasukan Mughal semakin mendekat, Naser berpikir "mengapa Balaji membawa prajuritnya, mengapa dia ada di depan mereka". Qamer Uddin mengatakan " Balaji ingin menunjukkan pada prajuritnya tidak takut mati" Naser mengatakan" pasukan prajurit ku akan membunuh Balaji". Semua orang menyerang dan membunuh prajurit Mughal, Balaji dan prajuritnya membunuh semua pasukan Mughal yang melewartinya, tapi Baji hanya menunggang kudanya dan melihat kematiannya. Baji jatuh dari kudanya. Seorang prajurit Mughal menyerang Baji dan Baji terjatuh, Khaas menyelamatkan Baji. Baji melakukan perlawanan menghadapi prajurit Mughal yang menyerangnya, Malhar membunuh orang itu dengan anak panah dan mengatakan pada Baji " itu adalah yudh bhoomi dan kau harus membunuh yang lain atau mati sendiri". Baji hanya mengangguk dan ia mengambil pedang di tanah dan kembali melawan prajurit Mughal yang datang di hadapannya. Qamer Uddin mengatakan "trik tentara Marathi gagal, sekarang tentara kita akan membunuh mereka", Naser tersenyum puas.
Dikamarnya, Aruangzeb sedang menulis surat untuk Qameruddin" kau berjuang dan memenuhi mimpi ku". Aruangzeb menulis " aku telah membagi Hindustan dalam tiga bagian dan memberi pada ketiga anak ku" dan meminta Qameruddin untuk membantu anak-anaknya menjadi bijak". Pelayan (Kanezz) datang membawakan Aruangzeb makanan, dan Aruangzeb berhenti menulis ketika ia melihat seseorang telah berdiri di hadapannya. Aruangzeb menyuruh pelayan (Kanezz ) untuk menaruh makanan itu di meja, Kanezz pergi dengan perasaan yang was-was. Kam Baksh datang dan meminta agar Aurangzeb makan. Aurangzeb mengatakan" istri atau musuh merawat seorang pria tua, Kam Baksh bertanya" apa masalahnya".
Di medan peperangan Mughal dan Marathi terus berjuang. Maddarr berputar-putar dengan senjata di tangannya dan membunuh pasukan Mugghal, Naser dan Qamerudddin terlihat dari jauh menganati perang. Semua Maratis masih terus melawan satu sama lain dan berjuang melawan ribuan pasukan Mughal yang terus melakukan perlawan. Baji masih melawan pasukan Mughal, Taimur mencoba membunuh Baji, sementara Balaji juga diserang oleh banyak prajurit Mughal. Qameruddin mengatakan "itu bagus baik ayah dan anak akan saling berhadapan"
Kam Baksh bertanya pasa Aruangzeb " apa kau meragukan ku?". Kam Baksh berpikir " aku akan menambahkan racun dalam makanan mu" . Kam Baksh bilang " mungkin kau memiliki racun di hati mu, tapi kami hanya mencintai mu". Kam Baksh mencicipi makanan yang disiapkan untuknya. Aurangzeb menyesal meragukannya. Aruangzeb terbatuk, ia duduk ditempat makanannya. Kam Baksh mengatakan " aku akan menunggu makanan dingin " dan mengambil makanan di mangkuk yang telah di berikan racun.
Kilas balik ditampilkan ketika juru penguji kelayakan makanan mecicipi makanan yang akan di berikan pada Aruangzb, kemudian pelayan Kanezz menuagkan racun yang diberikan Kam Baksh ke mangkuk lainnya, dua orang prajurit datang mengawal Kanezz. Kilas Balik berakhir. Kam Baksh hanya tersenyum dan berkata pada Aruangzeb "'aku akan membawa air untukmu" dan pergi. Aruangzeb mengambil makanan itu dan meniupnya.
Masihh dimedan perang, Baji dan Taimur masih bertarung pedang dan melawan satu sama lainnya. Taimur menterang Baji dengan pedangnya dan Baji pingsan. Manddar berteriak memanggil nama Baji, Balaji dan Khass menyadari jika Baji dalam bahaya dan menghampirinya,, Baji tidak sadarkan diri. Qammerudin senang dan Naer tersenyum puas, Teriak Naser dalam kegirangannya "Baji sudah meninggal". Taimur hendak menusuk Baji dan ia jatuh diatas tubuh Baji.
Precap:
Balaji bertarung dengan tentara mughal. Naser melihat pertarungan bersama Qameruddin dari kejauhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar