TAYANG SONY TV : 26 Mei 2017
Shahu ji memanggil Baji dengan "Bajirao". Sahahu Ji menoreskan jarinya dan melakukan tilak Baji dengan darahnya dan berkata " hari ini kau adalah senani / prajurit Swaraj". Baji teriak "Chatrapati Shivaji maharajki jai, shahu ji maharaj ki jai". Semua orang bersorak sorai dengan keras. Chandrasen datang ke sana dan menyapanya.
Chimna Ji pulang, ia mencuci muka dan masuk kedalam saat melihat api menyala di atas panci dan berteriak memanggil Bihu karena telah meninggalkan masakan. Radha bangun dari tempat tidurnya dan terjatuh tak sadarkan diri. Mereka mendengar suara teriakan Radha dan bergegas lari Radha telah tergeletak di tempat tidur. Radha membuka matanya dan melihat Baji pada diri Chimna. Chimna menangis bilang "ini aku Chimna". Radha bilang" buatlah semuanya baik-baik saja". Bhiu dan Chimna menangis. Bihu meletekan bantal pada Radha dan Chimna mennagis keluar, Bhiu meminta Chimna ji untuk tidak menangis. Bihu bilang "kau merasa tidak enak karena Aayi kehilangan Bhao/ kakak". Chimna bilang "aku tidak kompeten seperti dia, aku akan pergi ke Vaid kaka dan datang kembali".
Chandrasen mengatakan pada Shahu ji "aku butuh waktu untuk mengerti mengapa Dhana ji mendukungnya mu...,ketika kau bertengkar dengan Kam Baksh dan melarikan diri saat kau ingin bertarung dengan persyaratan ku sendiri, Saat aku mengirim pesan ke Raze untuk meminta bantuan, dia tidak membalasnya, jadi ku putuskan untuk tidak mendukung Raze"
Shahu ji bilang " ucapan mu begitu sangat menyentuh, tapi aku tidak bisa mempercayaimu, kau telah meninggalkan sena mu saat perang, kau tidak membelok. Aku sering mendengar tentang Baji dan Balaji dari Dhana ji, tapi tidak tentang dirimu". Chandrasen memintanya untuk memberinya kesempatan untuk membuktikan kesetiaannya. Shahu ji memberinya kesempatan. Chandrasen mengatakan pada Baji " teman-teman mu menunggu" Baji bertemu dengan Malhar. Shahu ji meminta Balaji dan Baji untuk membeli senjata sebelum pergi ke Satara. Baji menatap penuh amarah pada Chandrasen.
Chimna keluar menutupi dirinya dengan selimut, ia melihat Guru ji dan bersembunyi dibalik tembok. Chimns mengalihkan perhatian orang-orang yang duduk di sana dengan melepaskan kambing dan tiba di rumah Vaid, Chima meminta vaid ji/ tabib untuk datang karena Aayi/ ibunya sedang hamil, tapi Vaid menolak membantunya. Chimna bertanya pad vaid " apa kesalahan bayi yang belum lahir itu? "Vaid mengatakan" itu adalah kesalahan ayah mu". Chimna menangis setelah Vaid Ji menutup pintu rumahnya.
Malam hari, Baji dan Balaji datang untuk membeli senjata, mereka melihat tempat itu kosong. Baji menunjukkan pada Balaji roli dan lampunya telah padam mereka menghampiri meja. Balaji mengatakan" di mana pembeli shashtra pergi?" Baji mengatakan "saat kita membawa kekayaan, kita diserang, dan sekarang ketika kita datang untuk membeli shashtra, itu hilang". Balaji mengatakan" kapan sesuatu terjadi satu kali, itu adalah takdir, bila terjadi lagi itu adalah persekongkolan".
Seorang pria berlutut dan Chandrasen mengarahkan pedang di lehernya, Chandrasen bersama dengan penjahat sedang merencanakan sesuatu. Penjahat mengatakan " aku tidak tahu Baji dan Balaji akan mengerti dan mengira bahwa senjata itu dicuri". Chandrasen mengatakan" mereka telah mengerti jik seseorang telah mencuri shastra dan Baji akan meragukan aku, hubungan ku dengan Baji seperti diya dan patanga, Baji akan terbakar" Penjahat bertanya "apa yang akan kau lakukan?" Chandrasen mengatakan " aku akan membuat Baji buruk di mata Shahu ji, aku akan memberikan bukti pada Baji terhadap ku, tapi ketika dia akan mencoba membuktikan pada Shahu ji, dia tidak bisa dan kemudian Shahu ji akan menilainya buruk, aku akan membunuh Shahu ji". Chandresen mengelurkan pedangnya dan menghempaskannya pada lilin, lini pun padam.
Balaji dan Baji menemui Shahuji, Shahu ji marah ia sedang membelah kayu dengan kampak Shahu ji mengatakan "bagaimana nasib bisa melawan ku dan membawa ku mundur dua langkah" Dhana ji memberinya kekuatan. Baji mengatakan " kami akan membuat Shashtra dengan tangan" Shahu ji bilang "perang tidak bisa dimenangkan seperti ini". Seorang Sevak membisikkan sesuatu di telinga Chandrasen. Chandrasen menceritakan bagaimana ini mungkin dan mengatakan "penjual senjata ada di sini". Shahu ji bertanya pada Chandrasen" dimana kau pergi membeli senjata". Penjual mengatakan " aku tidak menggeser tempat itu dan berada tetap di sana sendiri". Baji bilang "begitu aku sampai di sana, kau tidak di sana". Penjual berbohong dan mengatakan " aku ada di sana, dan tidak ada yang datang ke sana, baik kau maupun ayah mu". Shahu ji bertanya "bagaimana kau kemari?" Penjual mengatakan " seorang sainik mengatakan pada mereka bahwa mereka membutuhkan senjata".\
Chandrasen mengatakan " aku mengirim seorang sainak" dan ia bertanya pada Balaji "mengapa kau berbohong?" Baji mengatakan" ayah ku tidak berbohong' Baji mengeluarkan pedangnya. Balaji meminta Baji untuk menaruh pedang kembali. Chandrasen mengatakan " Balaji seorang raj naitikgya, dia tidak mengatakan kebenaran". Balaji meminta " aku akan pergi ke Maharaj untuk memutuskannya" Shahu ji mengatakan pada Balaji " kau mungkin belum sampai di tempat itu, tapi penjual senjata sampai di sini" Sahuji mengatakan" apapun yang tidak ku miliki, kau akan membuatnua untuk ku Bhappa ji" Balaji bertanya" kepada siapa? "Dhana ji mengatakan" dia seorang sardaar yang kuat dan jika dia membantu kita maka kita akan menang". Balaji mengatakan " aku akan pergi menemuinya".
Baji sedang menimba air dan Balaji sedang mandi, Baji mengatakan pada Balaji "Chandrasen ingin membuat ku lebih buruk di mata Shahu ji" Balaji mengatakan " tapi kita tidak memiliki bukti, kita tidak dapat melakukan apapun tanpa bukti".
Precap:
Qameruddin mengatakan pada Chandrasen "Shahu ji tidak akan memiliki kepala untuk mengenakan mahkota". Chandrasen mengarahkan pedang pad Shahu ji. Baji bangun dan mengeluarkan pedangnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar