Malam hari Baji bersama dengan Malahar berada di hutan. Malhar bertanya pada Baji "Kau akan pergi kemana?". Baji berkata " Mereka bergantikan peran hanya untuk mengalihkan perhatian kita". Malhar berkata "Pasti ia telah pergi melalui pintu belakang". Ditengah perjalannya, mereka melihat seorang pria menutupi wajahnya sedang berjalan dihutan dengan tergesa-gesa, Baji berkata pada Malhar "Mungkin dialah mata-mata dari Mughal... kita akan segera menangkapnya". Pria itu berlari sementara Baji dan Malhar mengikutinya dari belakang namun mereka kehilangan jejak.
Semntara di perkemahan, Balaji meminta penjelasan dari putra Bondi Ba, Balaji bertanya padanya tentang keberadaan Baji. Putra Bondi Ba bercerita dengan terbata-bata tentang semua rencana Baji dan mengatakan "Baji pergi untuk menangkap mata-mata yang selama ini ada di antara kita, Baji akan membakar bubuk mesiu Mighal, sehingga mata-mata Mughal tertangkap bersama dengan Malhar".
Radha Bai datang kesana bersama dengan Chimna dan Bihu dan membuat Balaji terkejut. Balaji bertanya "Apa yang sedang kau lakukan disini?" . Radha bertanya "Dimana anak ku Baji, bukankah aku memberikan mu tanggung jawab?". Sementara itu, Baji dan Malhar mengikuti Mata-mata Mughal di tempat sepi, kemudian mata-mata itu menergur Baji dab Malhar berkata "Apa kau sedang mencari ku?". Pria itu melepaskan selimut dan menunjukkan wajahnya, Baji dan Malhar terkejut ketika mereka melihat wajah Shridhar. Shridhar berkata " aku tidak pernah menyangka jika aku akan menjadi mata-mata Mughal, aku yang telah memberikan semua informasi pada Naser"
Kilas balik diperlihatkan ketika Shridar datang menemui Naser kemudian Qameruddin memerintahkan untuk membunuh Balaji dan Baji, namun Bondi Ba meninggal dunia karena kebiadaban Naser.
Baji mengatakan pada Shridhar "Apa menurut mu kau juga akan melakukan hal yang sama pada ku atau kau akan menangkap ku?". Shridhar mengatakan "Aku sudah memata-matai mu dan tahu semua rencana mu". Kilas balik diperlihatkan ketika Baji dan Malhar melakukan akting mereka dai depan pintu gerbang dan Shridhar mendengar dan tersenyum puas.
Baji berkata "aku meragukan mu, tapi aku ingin menangkap mu dengan tangan ku, kau yang telah menghianati tanah air mu dan juga semua orang, mungkin ada sesuatu yang bisa di maafkan tapi bukan seorang penghianat nergara". Ketika Baji akan membunuh Shridhar, prajurit Mughal datang mengepung untu menyelamatkannya mengelilingi Baji dan Malhar.
Balaji bertanya pada Radha Bai "Mengapa kau datang, jika aku akan melakukan perang atau malah untuk menjaga diri mu?". Radha bertanya " aku tidak tahu, kemana anak ku?". Balaji bertanya kembali pada putra Bondi Ba tentang semua rencana yang sedang Baji lakukan, Radha Bai memintanya untuk mengatakannya. Putra Bondi Ba mengatakan "Baji akan mencuri serbuk senjata dengan memanfaatkan mata-mata Mughal". Radha meminta pada suaminya Balaji untuk pergi mencari Baji dan mempertanyakan tentang jumlah prajurit Mughal. Putra Bondi ba berkata "4.000". Radha Bai sangat khawarir dan mencemaskan Baji namun Balaji berjanji untuk segera membawa Baji kembali dan meminta Maddar untuk datang, Balaji mencoba untuk duduk di atas kudanya tapi ia tidak sanggup melakukannya karena cerda luka yang di alaminya, Balaji kesakitan dan membuat Radha Bai bertambah cemas.
Baji dan Malhar masih terkepung oleh parjurit Mughal di hutan, Shridhar tersenyum puas. Baji memasukan kembali pedangnya dan menaruhnaya di tanah. Malhar berteriak pada Bajid dan bertanya padanya "Bagaimana kau bisa menaruh pedang mu dan menerima kegagalan". Baji mengatakan "Kita tidak bisa menang dari mereka". Shridhar (mata-mata dari Mughal)tertawa berkata "Putra Balaji telah menerima kekalahannya".
Baji berkata "aku tahu Naser dan Qameruddin menginginkan kepala ku untuk di potong, siapapun yang bisa memotong kepala ku akan mendapatkan kekayaan dan hadiah, dan karena itulah kau sangat ingin membunuh ku, tapi aku ingin memenuhi keinginan terakhir ku"
Shridhar meminta parajurit untuk tidak mendengarkan dan segera membunuh mereka. Malhar bertanya" apakah dia melupakan kebiasaan mu?". Prajurit mengatakan kami tidak tahu apa itu Moksha tapi kami akan memotong kepala mu"
Baji bilang "kau bisa membunuhku, tapi sejarah akan menertawakanmu". Shridhar meminta mereka untuk tidak mendengarkannya. Prajurit Mughal memintanya untuk menceritakan keinginannya. Baji "aku ingin mengusapkan tanahnya ke tubuh ku". Malhar mengatakan "aku juga memiliki keinginan yang sama".
Balaji kembali terbaring lemah, Radha memngoleskan obat di luka Balaji, Blaji kesakitan ketika Radha membersikan luka dan mengenggam tangannya, Radha menangis melihat keadaan suaminya kesakitan Chimna meminta akan semua janji Bihu agar ia tenang dan tidak mersa tegang. Istri Bondi Ba meminta Chimna dan Bihu untuk beristirahat namun mereka menolak karena mencemaskan keadaan ayah mereka.
Baji dan Malhar berguling-guling di lumpur, Prajurit Mughal mengatakan "Jika Marathi marah, mereka akan membunuh kita". Baji dan Malhar bangkit dan mereka berteriak mengatakan "Har..har mahadev".
Semua orang Mughal terkejut ketika mereka melemparkan batu kesang lebah madu, semua Prajurit Mughal ketakutan saat lebah madu menyerang meeka. Shridhar menutupi wajahnya dengan selimut agar terhindar dari serangan lebah, ia bergegas untuk melarikan diri namun Baji dan Malhar berhasil menangkapnya.
Baji dan Malhar menyamar menjadi prajurit Mughal, Baji memintanya untuk membantu mereka untuk mencuri bubuk senapan Mughal, Malhar mengancam untuk membunuhnya dan memintanya untuk melakukannya, Baji dan Malhar mengancam dan meminta Shridar berjalan,
Mereka menghampiri para penjaga pintu, Shridhar mengatakan pada penjaga pintu" aku ingin bertemu dengan petugas Mughal, aku bisa mendapat pesan dari Naser".
Baji berbicara dan Prajurit bertanya "Siapa dia?". Malhar mengatakan "dia teman baik Naser, jika Naser mengetahu kau tidak membiarkannya bertemu maka ia akan sangat marah dan menghukum kalian". Prajurit penjaga membukakan pintu gerbang untuk mereka.
Balaji kesakitan dan terus memanggil Baji, Chimna dan Bihu menemani ayah mereka. Chimna meminta agar Bihu tetap menemani ayahnya sementara ia akan memanggil ibunya, Chimna ji pergi.
Chimna Ji keluar tenda, Maddar berkata "aku akan pergi mencari Baji". Khas mengatakan " Kami hanya beberapa orang saja, aku akan pergi sendiri mencari Baji". Putra Bondi Ba mengatakan "Kondisi Balaji kembali melemah".
Semua orang memutuskan untuk pergi, tapi Radha mengatakan "akan pergi untuk menyelamatkan anak ku".
Dikoridor, Malhar bertanya pada Baji, "bagaimana kita bisa lolos dengan barood". Shridhar bilang "kau belum membuat rencana". Baji bilang "kalau kita mati maka kita akan mati bersama". Mereka melihat prajurit datang ke sana, mereka melewati Baji dan Malhar, Shridhar dan Malhar memberi salam namun tidak dengan Baji. Pemimpin prajurit Mughal meminta mereka untuk berhenti mengarahkan pedang ke leher Baji, ia bertanya "mengapa kau tidak menyapaku dengan membungkuk". Baji mengingat sumpahnya Shridhar cemas ia mengira Baji akan membunuhnya.
Precap:
Balaji memberitahu Radha bahwa dia tidak bisa membiarkannya pergi untuk menyelamatkan Baji. Radha bilang "Sebagai seorang ibu aku akan pergi". Malhar mengatakan pada Baji " bunuh diri". Baji bilang "ini pengorbanan". Baji menyalakan bubuk senapan di atas api, dan kemudian meledak. Balaji, Radha dan yang lainnya melihat tempat itu meledak, tempat dimana menjadi markah Mughal untuk menyimpan semua perlengkapan perang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar