Senin, 15 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 75 (5 Mei 2017) : BAJI INGIN BERTEMU TARA RANI, DIPENJARA RADHA JATUH PINGSAN, TARA RANI BAI MEMERINTAHKAN BAJI UNTUK MENURUTI SEMUA PERINTAHNYA ATAU DIA AKAN DIPENJARAKAN

Tayangan Sony Tv : 5 Mei 2017
PESHWA BAJIRAO EPISODE 75
DIINTERPERTASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE 

Index : Siwa memerintahkan tentaranya untuk menangkap Bajirao. Dhanaji menasihati Balaji. Vishwanath mengikuti perintah Tararani. Tararani mengatakan pada ajudannya itu Shiva Raze seharusnya tidak menangkap Bajirao. Dia memintanya untuk melepaskannya Bajirao dari penjara. Bajirao mengatakan kepada saudara kandungnya bahwa mereka harus berhati-hati atau ibu mereka yang sedang hamil.


------------------------------
-----------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------


Di koridor istana, Baji berlari menghindari beberapa orang prajurit, Baji terkepung prajurit namun ia berusaha untuk berlari ke belakang.  Pant Pratinidhi memberitahu Tara Rani " Kam Baksh sedang menuju Deccan".  Mereka mendengar keributan diluar, Pant mengecek. Diluar, Baji memanjat pilar untuk terhindar dari prajurit istana, dan melompat diatas Balkon. Pant Pratinidhi membuka pintu dan bertemu dengan Baji, Prajurit datang namun Pant Pratinidhi menghentikan mereka. 

Pant Pratinidhi bertanya "Apa yang sedang kau lakukan disini?". Baji bilang "aku ingin bertemu Tara Rani".  Pant pratinidhi mengatakan "Kau tidak dapat bertemu dengannya" dan beralih untuk berbicara tentang Anushasan. Baji bertanya "apa yang anushasan hanya untuk menjaga seorang tertawan?".
Shiva Raze datang kesana, semua orang memberikan salam. Raze menghampiri Baji, Baji meminta pada Raze untuk menahan diri dan membiarkan ibunya yang sedang hamil beserta adik-adiknya untuk pergi dari istana. Raze dangan somong mengatakan pada Baji "Aku tidak akan mengubah semua keputusan". Baji mengatakan "Kau telah meragukan kesetiaan ayah ku dan melakukan hal ini". Shiva Raze beralasan berkata "Aku Raja disini". Baji mengatakan "Takdir mu yang telah menjadikan mu raja, bukan Shaurta mu". 

Shiva Raze  marah dan meminta Pant Pratinidhi untuk menaruh  Baji dan keluarganya di Karagar / penjara. Baji  kaget, ia bertanya "Apa kesalahan keluarga ku, apa yang telah di lakukan keluarga ku, jika kau mau kau bisa menghukum aku". Pant pratinidhi memerintahkan prajurit untuk menangkap Baji.  Di karagar/ penjara,  Radha bertanya-tanya " apa yang dikatakan Rani Saheb". Baji bilang "aku tidak bisa berbicara dengannya". Radha bertanya "bagaimana dengan Maharaj?" Baji mengatakan" puraskar purh purba ini hanya diberikan olehnya".  Baji memukul batu, Radha pingsan. Anak-anak jadi kaget dan mereka mencoba untuk membangunkan ibunya.

Dihutan, Balaji mengatakan pada Dhana Ji "aku tidak meragukan cinta Tara Rani Bai untuk negaranya, tapi saat ini ia lebih fokus untuk menjadikan anaknya menjadi raja". Balaji bertanya pada Dhana ji tentang pendapatnya, Balaji mengatakan " Shahu ji, dia raja yang lebih mampu dari pada Shiva Raze. Dhana Ji mengingat ancaman Tara Rani  dan memberitahu Balaji "Balaji, kau hanyalah senik, dan seorang senik dia hanya melakukan perintah yang diminta rajanya, Jika kau melawan Tara Rani Bai maka Tara Rani tidak akan membiarkan keluarga mu sampai di Saswad, putuskanlah antara keluarga mu atau Shahuji, Tara Rani memiinta mu untuk membunuh dan juga melindungi Shahu ji". Balaji melihat ular datang menuju Dhanan ji, Balaji mencoba mengatakan jika ilar datang mendekat namun Dhana Ji membantahnya

Naser sedang mengeker beberapa kendi, ia menembakan senjata pada kendi, ibunya datang menemui Naser dan mencemaskannya mengatakan "Aku mendapatkan kabar kalian kalah dalam peperangan, apa kau baik-baik saja, Naser marah dan bertanya "apa yang sedang kau lakuka disini?". Qameruddin marah dan mengatakan jika istrinya bodoh, istri Qameruddin menjelaskan " Azam tidak berperasan dan berbahaya, karena itulah aku pergi dari istana" Qameruddin meminta istrinya pergi. Istri Qammeruddin pergi dengan perasaan kecewa. Qameruddin mengatakan pada Naser "Kita akan meminta bantuan Marathi untuk dapat memenangkan Daccan, mereka akan membunuh Azam, Moazzam dan Kam Baksh". Naser bertanya "Apakah Tara Rani akan membantu kita?". Qameruddin mengatakan :kelemahan Tara Rani Bai hanyalah Shau Ji, kita akan meminta bantuannya" 

Pant pratinidhi kembali pada Tara Rani Bai, ia memberitahu pada Tara Rani "Shiva Eaze telah memnaruh Baji dan juga keluarganya di kaargar/ penjara". Tara Rani mengatakan "Shiva Raze telah mengurung harimau di jaring, aku akan mengirim Baji pergi jauh dari mereka".

Ular cobra semakin mendekat , Dhana ji melangkah maju dan Balaji mengangkat ular dan membuangnya. Dhana Ji bertanya "ada apa Balaji?". Balaji menjawab "Untuk pertama kalinya, aku tidak tahu harus mengikuri apa, nilai Chandrapati Shivaji maharaj atau perintah Tara Rani Bai". Dhana ji meminta Balaji untuk menjadi prajurit  dan meminta seorang prajurit untuk melihat apakah Shahu ji sudah  datang.

Dipenjara, vaid ji memeriksa denyut nadi Radha, Ved ji mengatakan "aku harus berbicaara dengan orang tua mu tentang kondisinya". Baji meminta agar Ved ji memberitahu keadaan ibunya, Ved ji bingung "kau..." Baji berkata "Sekarang aku sudah tia saat ini". Ved ji terkejut. Baji meminta agar Chimna dan Bihu tidak menangis. Baji hanya terdiam, Bihu dan Chimna datang menemui Baji. Bihu bertanya pada Baji "apa yang akan terjadi pada aayi, mengapa ia jatuh pingsan?". Baji mengatakan "Aayi hanya mersa tegang dan stress". Chimna bertanya tantang kehamilan ibunya, Bihu meminta Baji untuk menjelaskannya. Baji mengatakan "Adik laki-laki atau perempuan kita sangat nakal, dia ingin datang kedunia ini sebelum waktunya". Bihu bertanya "mengapa kita di hukum"

Chandrasen datang ke sana dan mengatakan bahwa Tara Rani memerintahkan untuk bertemu keluarga mu di ruang tamu, dan meminta Baji untuk datang bersamanya. Baji bilang" aku tidak akan pergi kemana-mana". Mereka membawa Baji  secara paksa. Radha sadar dan terus memanggil Baji. Chimna dan Bihu melihat keadaan Radha, Radha terus bertanya "dimana Baji?". Chimna mencoba menjelaskan dan Radha kembali tertidur.

Naser mengatakan "Shahuji telah di bebaskan oleh Azam, untuk apa?" Naser hanya tertawa Qameuddin mengatakan " Shahu ji bisa menjadi rajaberikutnya,  kita harus terus mengawasinya". Baji mengatakan pada Chandrasen "aku tidak mau meninggalkan ayyi ku dan pergi jauh darinya, siapa yang telah memberikan mu perintah?". Chimna melihat mereka dari depan pintu,  Tara Rani datang mengatakan "aku yang telah memberikan perintah yang lebih baik untuk mu". dan Tara Rani meminta agar Baji melakukan apapun yang di katakannya. Baji bertanya "baaimana aku bisa mempercayai mu?.  Tara Ranimengatakan "Jika kau tidak setuju maka kalian akan di penjarakan kembali, dan jika terjadi sesuatu pada Aayi mu maka tanggung jawab hanya akan menjadi milik mu saja". Tara Rani pergi dari penjara.

Chandrasen bertanya  pada Baji "apa yang kamu putuskan? Maukah kmu ikut bersama kami sebagai sainak atau ingin kembali ke karagar/ penjara?". Chimna mendengar mereka dan sangat terkejut, Chandrasen pegi, Chimna Ji datang menemui Baji  mengatakan " kau  tidak dapat meninggalkan kita sendirian". Baji mengatakan pada Chimna "orang-orang dipisahkan mereka akan kembali  bertemu " Baji  memintanya untuk melindungi Aayi, Bhiu, dan  juga adik yang akan dilahirkan dan meminta Chimana untuk tidak menangis. Baji meminta Chimna untuk menyimpan Shaastra dan memilih Shastra, dan memberikan belati pada Chimna


Precap:
Baji bilang "Malhari kudaku". Chandrasen mengatakan "sainik tidak duduk di atas kuda" dan meminta sainiks untuk membebani baji dengan banyak barang. Mereka membebani Baji dengan banyak barang dan mengira jika  pinggang dan ego Baji  akan pecah. Malhar, prajuritnya terlihat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar