TAYANG SONY TV : 18 MEI 2017
Index : Bajirao meminta Kam Baksh untuk mengadakan kompetisi antara tentara Mughal dan Marathi. Kam Baksh menginstruksikan tentara untuk memecahkan dinding tebal. Begitu tentara Mughal menembus tembok, tentara marathi melancarkan serangan terhadap mereka. Kam Baksh jatuh pingsan saat bertarung dengan Bajirao. Bajirao menghentikan Malhar Rao Holkar untuk membunuh Kam Baksh. Bajirao dan tentara marathi melarikan diri dari penahanan Kam Baksh.
Masih di tempat para tawanan Marathi. Kam Baksh marah mengatakan "Kau ingin membuat prajurit Marathi berperang dalam maraton tersebut, kemenangan akan menulis keberanian ku dalam sejarah?". Baji mengatakan Victoru harus unik "semua orang akan terkejut seperti Shah Jahan yang telah membuat Tajmahal" Kam Baksh bilang "aku tidak punya apa-apa di hatiku kebencian itu". Baji memintanya untuk menantang Marathi dan Mughal untuk memecahkan dinding. Baji mengatakan "siapapun yang melihat mereka akan mengatakan bahwa pemikiran mu lebih kuat dari pada batu itu". Malhar dan Baji tersenyum
Dikoridor Istana Radha Bai, Radha bersama pelayan, ia bertanya pada pelayan "diamana anak-anak ku?". Rahda melihat Chimna ji dan Bihu berlari kearahnya,Radha sangat senang ia berlari menghampiri Bihu dan chimna dan memeluk mereka, Chimna menarik napas berat. Sevika berkata pada Radha "Sekarang kau bebas untuk pergi". Radha kaget. Sementara itu Pant Pratinidhi mengatakan pada Shiva Raze "Sekarang kau bisa membunuh Radha dan juga anak-anaknya". Raze mengingat janji yang diberikan Qmeruddin dan saat Qaneruddin meminta pada Raze untuk membebaskan Radha dan kedua anaknya dan kemudian prajurit Mughalnya akan membunih mereka.
Pant Pratinidhi memberi tahu Raze "mereka akan terlebih dahulu di bebaskan kemudian akan di bunuh, kita akan berbohong pada semua orang saat Balaji telah menhianati kita". Shiva Raze bertanya "bagaimana dengan janji ibu ku?" Pant Pratinidhi mengatakan" Tara Rani menjanjikan keamanan mereka saat mereka masih tinggal di sini". Shiva Raze mengatakan "Qameruddin dan prajuritnya akan melakukan apapun dterhadapengan mereka". Tara Rani mendengar mereka dan mengatakan "wah Raze wah". Shiva Raze kaget saat melihat ibunya ada dibelakang mereka.
![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 84 DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE |
Index : Bajirao meminta Kam Baksh untuk mengadakan kompetisi antara tentara Mughal dan Marathi. Kam Baksh menginstruksikan tentara untuk memecahkan dinding tebal. Begitu tentara Mughal menembus tembok, tentara marathi melancarkan serangan terhadap mereka. Kam Baksh jatuh pingsan saat bertarung dengan Bajirao. Bajirao menghentikan Malhar Rao Holkar untuk membunuh Kam Baksh. Bajirao dan tentara marathi melarikan diri dari penahanan Kam Baksh.
-----------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------
Masih di tempat para tawanan Marathi. Kam Baksh marah mengatakan "Kau ingin membuat prajurit Marathi berperang dalam maraton tersebut, kemenangan akan menulis keberanian ku dalam sejarah?". Baji mengatakan Victoru harus unik "semua orang akan terkejut seperti Shah Jahan yang telah membuat Tajmahal" Kam Baksh bilang "aku tidak punya apa-apa di hatiku kebencian itu". Baji memintanya untuk menantang Marathi dan Mughal untuk memecahkan dinding. Baji mengatakan "siapapun yang melihat mereka akan mengatakan bahwa pemikiran mu lebih kuat dari pada batu itu". Malhar dan Baji tersenyum
Dikoridor Istana Radha Bai, Radha bersama pelayan, ia bertanya pada pelayan "diamana anak-anak ku?". Rahda melihat Chimna ji dan Bihu berlari kearahnya,Radha sangat senang ia berlari menghampiri Bihu dan chimna dan memeluk mereka, Chimna menarik napas berat. Sevika berkata pada Radha "Sekarang kau bebas untuk pergi". Radha kaget. Sementara itu Pant Pratinidhi mengatakan pada Shiva Raze "Sekarang kau bisa membunuh Radha dan juga anak-anaknya". Raze mengingat janji yang diberikan Qmeruddin dan saat Qaneruddin meminta pada Raze untuk membebaskan Radha dan kedua anaknya dan kemudian prajurit Mughalnya akan membunih mereka.
Pant Pratinidhi memberi tahu Raze "mereka akan terlebih dahulu di bebaskan kemudian akan di bunuh, kita akan berbohong pada semua orang saat Balaji telah menhianati kita". Shiva Raze bertanya "bagaimana dengan janji ibu ku?" Pant Pratinidhi mengatakan" Tara Rani menjanjikan keamanan mereka saat mereka masih tinggal di sini". Shiva Raze mengatakan "Qameruddin dan prajuritnya akan melakukan apapun dterhadapengan mereka". Tara Rani mendengar mereka dan mengatakan "wah Raze wah". Shiva Raze kaget saat melihat ibunya ada dibelakang mereka.
Kam Baksh meminta pada prajurit Mughalnya untuk memecahkan dinding sebelum prajurit Marathi. Mughal dan Marathis mencoba memecahkan dinding batu yang berat itu. Kam Baksh tertawa saat dua kubu antara prajurit Mughal dan parajurit Marathai saling bersaing untuk menghancurkan tembok batu. Baji melihat anggur di nampan dan kemudian menuangkannya di gelas dan mengatakan "itu untuk dinding mu ". Kam Baksh mengatakan "pemikiran mu bagus" dan minuman anggur, Kam Baksh meminta lebih banyak agar anggur di tuangkan ke gelasnya. Baji menuangkan lebih banyak minum anggur. Marathi dan Mughal mencoba memecahkan dinding. Kam Baksh meminta Mughal untuk memecahkan dinding sepenuhnya, Kam Baksh kembali tertawa saat Baji mengisyaratkan pada Malhari dan semua prajurit Marathi menghentikan untuk menghancurkan tembok batu itu.
Tara Rani Bai marah menegur dan mempertanyakan Shiva Raze tentang kedewasaannya dan mengatakan "apa kau akan mempertaruhkan nyawa wanita hamil dan juga anak-anaknya?". Shiva Raze mengatakan "Kau sudah menghina raja". Tara Rani mengatakan "aku sedang berbicara dengan anaknya bukan pada raja" Pant Pratinidhi mengatakan "ini solusi yang tepat" Tara Rani mengatakan"kepercayaan sena dan sardaars dimenangkan dan tidak direnggut,jika darah orang berdosa dikorbankan maka samarajyanya akan hanyut". Shiva raze mengatakan"ini bukan pemikiran ku, akuRaja dan bisa mengambil keputusan apapun".
Tara Rani mengatakan "kau melakukan kesalahan besar dengan mempercayai Qameruddin, seolah-olah kau sedang mencoba menjebak ikan yang duduk di buaya, dan jika ada orang yang mengetahui hal ini, maka rasa hormat kami akan hancur dan bertahun-tahun pengorbanan ku akan menjadi terbuang sia-sia". Shiva Raze mengatakan" sekarang semua sardars ada bersama kita, apa masalahnya?". Tara Rani mengatakan" jika seorang wanita hamil dan anak-anaknya terbunuh maka orang tidak akan menghormati mu lagi sebagai raja". Shiva raze mengatakan "apapun yang telah aku pelajari berasal darimu dan kau telah menjauhkan Rani Rajasvi dan anaknya di karagaar sejak bertahun-tahun". Tara Rani Bai kaget. Raze mengatakan "kesalahan ini bukan milik ku, tapi tentang asuhan mu". Raze kesal dan berjalan keluar Pan menyusul Raze. Tara Rani Bai kaget dan menitihkan air matanya.
Tara Rani Bai marah menegur dan mempertanyakan Shiva Raze tentang kedewasaannya dan mengatakan "apa kau akan mempertaruhkan nyawa wanita hamil dan juga anak-anaknya?". Shiva Raze mengatakan "Kau sudah menghina raja". Tara Rani mengatakan "aku sedang berbicara dengan anaknya bukan pada raja" Pant Pratinidhi mengatakan "ini solusi yang tepat" Tara Rani mengatakan"kepercayaan sena dan sardaars dimenangkan dan tidak direnggut,jika darah orang berdosa dikorbankan maka samarajyanya akan hanyut". Shiva raze mengatakan"ini bukan pemikiran ku, akuRaja dan bisa mengambil keputusan apapun".
Tara Rani mengatakan "kau melakukan kesalahan besar dengan mempercayai Qameruddin, seolah-olah kau sedang mencoba menjebak ikan yang duduk di buaya, dan jika ada orang yang mengetahui hal ini, maka rasa hormat kami akan hancur dan bertahun-tahun pengorbanan ku akan menjadi terbuang sia-sia". Shiva Raze mengatakan" sekarang semua sardars ada bersama kita, apa masalahnya?". Tara Rani mengatakan" jika seorang wanita hamil dan anak-anaknya terbunuh maka orang tidak akan menghormati mu lagi sebagai raja". Shiva raze mengatakan "apapun yang telah aku pelajari berasal darimu dan kau telah menjauhkan Rani Rajasvi dan anaknya di karagaar sejak bertahun-tahun". Tara Rani Bai kaget. Raze mengatakan "kesalahan ini bukan milik ku, tapi tentang asuhan mu". Raze kesal dan berjalan keluar Pan menyusul Raze. Tara Rani Bai kaget dan menitihkan air matanya.
Baji memuji semua prajurit Mughal dan meminta agar mereka memecahkan tembok batu dan semua Marathi mengeliling mereka tepat disaat mereka berhasil menghancurkan tembok. Marathi lebih berkuasa dan berkelahi dengan semua Mughal, Kam Baksh kaget dan mengeluarkan belatinya untuk menyerang Baji, Baji membungkuk dan memukulnya dengan kayu yang ada disana. Baji menahan Kam Baksh dengan kayu mengatakan "ada 3 peraturan untuk bertarung dengan Maratis, jangan pernah menganggap Marathi kurang dari pada siapapun, tidak pernah merlupakan satu peraturan dan ketiga ketika kau melupakan dua peraturan sebelumnya maka berfikirlah aku telah melakukan ini saat melakukan lelucon dan kau tahu apa yang akan kulakukan jika aku sedang Marah?". Kam Baksh bertanya "Kau siapa?". Baji mengatakan " aku Balaji Vishwanath Bhaat yang datang sebagai Fakeer dan menunjukkan kepada mu burung hantu di siang hari dan kau telah menjadi vurung hantu karena kesediahan mu". Baji memukulnya dan meletakan kakinya di dadanya, Kam Baksh jatuh pingsan, Malhar meminta pada Baji untuk memenggal kepala Kam Baksh, namun Baji menolak dan mengatakan "itu tindakan pengecut untuk membunuh musuh yang telah terjkatuh". Malhar mengatakan "Kalau begitu aku yang akan memenggal kepalanya". Baji menghnetikan Malhar dan membuang belati di tangannya, Baji mengatakan "Jika Siddhant kita gagal maka apa gunanya kemenangan ". Baji mengumumkan jika raja mereka telah di jalahkan dan meminta mereka (Mughal) untuk membiarkan mereka pergi dan berteriak "har..har Mahadev". Malhar dan yang lainnya juga bersorak-sorai dan mereka semua pergi dari sana melewati celah tembok.
Baji, malhar dan yang lainnya mendatangi Chandrasen dan mempertanyakan tentang perbuatannya. Baji mengatakan "apa itu tugas mu untuk meninggalkan mereka disana?". Malhar mengatakan "kau pengecut, baji menyelamatkan kami dari kematian, jika tidak kau akan mendapatkan Sharddha kami". Chandrasen meminta maaf pada Baji dan mengatakan" aku cemburu terhadap Balaji "dan meminta agar ayah Baji untuk mendapatkan posisi untuknya yang sama seperti Balaji. Chandersen mengatakan "sekarang situasi berubah, Dhana ji dan Balaji mendukung Shahu ji". Baji merasa senang dan memeluk malhar. Baji bilang "sekarang Marathis akan mendapatkan swaraj". Chandrasen mengatakan " semua hal baik datang dengan harga tertentu, Balaji dan Dhana ji dinyatakan sebagai desh drohi dan mereka akan ditangkap". Baji bertanya tentang ibu dan saudara kandungnya.
Baji, malhar dan yang lainnya mendatangi Chandrasen dan mempertanyakan tentang perbuatannya. Baji mengatakan "apa itu tugas mu untuk meninggalkan mereka disana?". Malhar mengatakan "kau pengecut, baji menyelamatkan kami dari kematian, jika tidak kau akan mendapatkan Sharddha kami". Chandrasen meminta maaf pada Baji dan mengatakan" aku cemburu terhadap Balaji "dan meminta agar ayah Baji untuk mendapatkan posisi untuknya yang sama seperti Balaji. Chandersen mengatakan "sekarang situasi berubah, Dhana ji dan Balaji mendukung Shahu ji". Baji merasa senang dan memeluk malhar. Baji bilang "sekarang Marathis akan mendapatkan swaraj". Chandrasen mengatakan " semua hal baik datang dengan harga tertentu, Balaji dan Dhana ji dinyatakan sebagai desh drohi dan mereka akan ditangkap". Baji bertanya tentang ibu dan saudara kandungnya.
Chandrasen memberikan surat yang dikirim oleh Chimna. Baji membacanya dan memberitahu Malhar dan Chandrasen bahwa dia (Baji) harus pergi saat Aayi dan saudara kandungnya dalam masalah. Chandrasen bertanya" bagaimana kau tahu, tidak ada apapun yang tertulis dalam surat tersebut". Baji mengatakan " har har mahadev ditulis disana, dan itu berarti apapun yang ditulis berlawanan dengan situasinya". Baji menaiki kudanya dan pergi. Chandrasen dan Malhar hanya menatap Baji yang telah pergi menunggangi kudanya. Baji dalam perjalanannya dengan menunggangi Malhari, Radha, Chimna Ji dan Bihu duduk di gerobak pedati sapi jantan, Radha mengatakan pada anak-anaknya dan berfikir "mengapa Tara Rani Bai mau membebaskan kita, mengapa tiba-tiba mereka menunjukkan rasa kasihan pada kita, kita masih dalam bahaya".
Baji datang ke istana Tara Rani Bai dan bersikeras untuk bertemu dengan aayi dan juga dua saudara kandungnya, Sevak/ penjaga pintu gerbang menolak dan menghadang Baji untuk bertemu dengan mereka. Sementara itu gerobak pedati masih dalam perjalanannya, Naser memegang anak panah api dari kejauhan mengatakan "Radha ..., aku ingat tamparan mu, sekarang kau dan juga anak-anak mu akan mati"
Baji datang ke istana Tara Rani Bai dan bersikeras untuk bertemu dengan aayi dan juga dua saudara kandungnya, Sevak/ penjaga pintu gerbang menolak dan menghadang Baji untuk bertemu dengan mereka. Sementara itu gerobak pedati masih dalam perjalanannya, Naser memegang anak panah api dari kejauhan mengatakan "Radha ..., aku ingat tamparan mu, sekarang kau dan juga anak-anak mu akan mati"
Precap:
Baji berhasil masuk dan bertanya pada Sevika tentang ibu dan saudara kandungnya. Sevika/pelayan mengatakan pada Baji bahwa Shiva Raze membebaskan ibu dan juga adik-adiknya. Baji berpikir "ada alasan untuk ini "dan berpikir untuk mencari tahu. Naser melepaskan panah berapi dan nyengir melihat gerobak pedati sapi yang telah terbakar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar