Selasa, 09 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 69 ( 27 April 2017 ) : RIBUAN BANTENG MENUMBANGKAN SEBAGIAN PASUKAN MUGHAL, KEDUA TANGAN PAlLE KHAN PUTUS, NASER MEMBUNUH SEBAGIAN PASUKAN PRAJURIT YANG TELAH SEKARAT

Tayang Sony Tv : 27 April 2017
PESWA BAJIRAO EPISODE 69
DIINTERPERASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE
Index : Tentara Mughal dan Marathi mulai bertempur di medan perang. Seorang tentara Mughal menuju ke Balaji Vishwanath dan ajudannya. Balaji Vishwanath memerintahkan timnya untuk waspada. Bajirao mendapat pedang meskipun Balaji Vishwanath tidak setuju. Dia memotong tangan tentara Mughal. Kemudian, Bajirao mengatakan kepada para pembantunya bahwa mereka harus menemukan cara untuk mengalahkan semua tentara Mughal yang tersisa.
-------------------------
------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------


Masih di medan perang  Mugal dan Marathis. Baji makan menghadapi prajurit Mughal. Khaas memberitahu Balaji " baji mengikuti perintah mu dan belum mengangkat pedang" . Pale Khan mulai menyerang Baji yang masih terdiam, Baji melompat untuk menghidari serangan dari Pale Khan.
Balaji mengatakan " merasa terlalu taat tidak baik, baji telah mempertaruhkan nyawanya dia lupa jika dia hanya pembantu di sini dan bukan sebagai prajurit perang". Baji melawan dan menjatuhkan pedang Pale Khan, dan Pale Khan mencoba untuk mengambil pedangnya yang telah terjatuh ke tanah, Baji menendang tangan Pale Khan dan pedang itu kembali terjatuh, Naser dan Qammerudin sangat tegang melihat dari kejauhan pertarungan antara Pale Khan dan Baji. Pale Khan dan Baji  bertarung tanpa menyentuh pedang/ dengan tangan kosong. Pale Khan telah di kepung prajurit Marathi, Pale Khan mengatakan " kau tidak bisa menyerang tanpa senjata, dan tim mu kekurangan manusia"

Baji bilang "aku sendiri cukup untuk mu". Maddar menendang tepat di bagian perut Pale Khan, Pale Khan berteriak, Maddar sangat marah, ia memerintahkan prajurit untuk memukulinya. Pale Khan terus di serang dan dikelilingi oleh beberapa prajurit Marathi hingga memunahkan darah dari mulutnya. Khaas mengungkapkan kekagumannya pada Balaji. Maddar dan prajurtitnya terus menendangi dada Pale Khan hingga ia terluka parah, Malhar datang melompat dan menendang dada Pale Khan dan ia pun tumbang di tangan Malhar.
Maddar, Malhar dan Baji berdiri dihadapannya, Baji memberikan pedang pada prajurit, mereka menahan Pale Khan dan mengingat atas semua penyiksaan yang telah di lakukan Pale Khan terhadap orang-orang Daulatabad. Kilas balik di tampilkan ketika Pale Khan dengan sangat kejam mencambuki seorang pria di jalanan. Dengan ragu prajurit itu mengambil pedang di tangan Baji. pajurit berkata "Har..har Mahadev" dan menebaskan kedua pedangnya pada Pale Khan, darah Pale Khan menciprati wajah Baji Kedua tangan Pale Khan terputus, darah bercucuran dan Pale Khan menjerit kesakitan. Qameruddin, Naser dan pasukan Prajuritnya sangat marah, Pale Khan masih menjerit kesakitan.

Pasukan prajurit Mughal telah terluka parah, mereka berusaha untuk kembali dalam keadaan yang terluka parah, Pale Khan dinaikkan kekuda
Naser marah karena melihat kegagalan mereka menghabisi Marati dan meminta prajurit yang masih tersisa untuk membunuh pasukannya sendiri yang telah dikalahkan dari marathis. Beberapa prajurit siap dengan panah dan menembakkananak  panah dan membunuh semua prajurit mereka sendiri yang telah sekarat dan terluka parah, satu persatu prajurit itu tewas.
Melihat hal itu Baji terkejut dan mengatakan " bahkan mereka tidak ragu untuk membunuh bangsanya sendiri, ini bukan keberanian, tapi kekejaman". Balaji meminta prajuritnya kembali dan ia kesakitan, Baji memberitahu Malhar "  Qameruddin dan Naser akan mengirim tim besar mereka dan kemudian kaia akan mengerjakan sesuai dengan rencana"

Qamer Uddin mengatakan jika senanya / pasukan prajuritnya akan dibagi menjadi dua. Balaji mengatakan" satu tim akan bertarung bersama kami dan tim lainnya akan menyerang kami dari sisi belakang". Khaas mengatakan "rencana trishulvuy kita tidak akan berhasil".
Prajurit Mughal sangat marah dan bersumpah akan membalas kematian yang telah di alami oleh Mughal, ia bereteriak dan mengerahkan sisa 4.000 pasukan prajuritnya. Balaji bilang "kita baru memiliki kekuatan sekarang". Malhar mengatakan pada Baji " sekarang rencana kita hanya bisa menghancurkan 1 tim". Ribuan pasukan Mughal semakin mendekat, Baji bilang pada Malhar" kita akan mencoba yang terbaik" Khaas bilang "aku berharap kita setuju dengan Baji yang telah memikirkan rencana yang unik". Baji dan Malhar menghilang, mereka mencari Baji. Malhar dan Baji pergi berpencar, sementara ribuan pasukan Mughal semakin mendekati semua Marati. Situasi semakin menegangkan. Khaas kebingungan ketika ia tidak menemukan Baji Kaas bilang pada Balaji " Baji tidak ada di sini". Balaji bertanya "dimana Baji?" Khaas bilang "aku akan pergi dan mencarinya" Balaji menolak Khaas untuk pergi dan mengatakan" Baji telah mengabaikan perintah ku".

Ribuan prajurit semakin mendekati Marathi, Balaji dan prajuritnya hanya mengamati dari kejauhan. Dikuil,  Radha berdoa pada Dewi dan memintanya untuk memberikan kekuatan ganda pada Baji dan mengatakan "sampai anakku kembali dengan selamat, aku tidak akan minum air dan makanan". Radha mendengar seorang wanita meminta seorang wanita lainnya menyingkirkan mangalsutra dan sindoornya istri Bondi Ba memberitahu Radha bahwa suami mereka tidak akan kembali dari perang.
Ribuan pasukan prajurit Mughal sedikit lagi sampai di hadapan Marathi, Qammeruddin meminta pasukannya untuk menghabisi semua Marathi, Naser senang berkata "Putra Balaji telah lolos dari medan peperangan". Naser tersenyum senang. Balaji hanya teridiam memejamkan matanya, sesaat kemudian suara banteng terdengar, putra Bondi Ba tersenyum senang "Baaji"

Saat itulah semua orang melihat Baji duduk di atas seekor banteng, Malhar memegang panah api di tangannya duduk dikuda, mereka semua bertanya-tanya "apa yang akan dia lakukan sekarang". Balaji mengatakan" apa yang akan dilakukan Baji dan Malhar?".

Radha mengatakan pada istri Bondi Ba " tidak ada yang tidak mungkin, Chatrapati Shivaji Maharaj telah mengalahkan tim dekalipun itu besar, Tara Rani Saheb telah menghancurkan hubungannya dengan tanah air ini setelah kematian suaminya, maka kita pasti berada dalam perintah Mughal, kita harus memiliki keyakinan bahwa mereka akan menang, dan mengatakan "jai bhavani" . Satu persatu penduduk desa bilang jai shivaji, dan beberapa dari mereka mengatakan "jai bhavani dan kemudian mereka bersorak sorai "jau vhavano.. Jai shivaji, Radha tersenyum.
Kam Baksh datang menemui Kannez di dapur, Kanezz bertanya "Apa yang kau inginkan?". Kam Balsh menatapnya mengatakan "Aku menginginkan mu". Kemudian Kam Baksh memakai pakiannya di depan cermin dan Kanezz bersama dengannya. Kam Bakhs mengatakan "Mungkin kau tidak berfikir jika  kau akan mendapatkan ku". Kam Baksh memberikannya botol berisi cairan biru dan meminta Kanezz meracuni Aruangzeb dengan racum itu
Kam Baksh mengatakan "setelah kematiannya, aku akan menjadi raja dan kau akan menjadi khaas bandi / pelayan khusus ku". Kanezz menolak berkata " aku tidak bisa melakukan ini, jika aku tertangkap maka ia akan membunuh ku" Kam Baksh mengeluarkan belati dan meminta Kanezz  membunuh Aruangzeb dengan racun. Kanezz setuju.

Di mendan perang, Baji duduk menunggangi seekor banteng di atas bukit, Malhar siap dengan anak panah berapi di tangannya duduk di atas kudanya. Ribuan pasukan itu masih maju menuju Marati, Prajurit Marathi terkejut. Naser kehilangan senyumnya setelah ia menayadari sesuatu di depannya. Prajurit mengingat saat Baji memukulinya. Balaji dan semua orang bingung dengan Baji. Khaas betanya-tanya mengatakan" apa yang akan dilakukan Baji? "Balaji berharap trik Baji mengalahkan Mughal dan bukan pada kita. Baji mengeluarkan dan menunjukkan kain merah itu ke banteng dan meniupkan sangkakala dari cangkang kerang. Suasana semakin tegang.

Qamer Uddin berpikir "apa yang akan dilakukan marathis" Mereka melihat Ribuan banteng jantan datang ke arah tim mughal. Pasukan mughal berpikir" bagaimana mundur, jika kita bergerak maju maka Naser akan membunuh kita, jika tidak banteng jantan ini akan berlari menghampiri kita". Kilas balik di tampilkan,  saat Baji berencana untuk menggunakan bubuk mesiu/ bubuk yang telah dicuri dari Naser dan mengatakan ' kita akan menguburnya ditanah dan jika ada yang mengatasinya, mereka akan mati' Temannya bertanya "bagaimana kita akan membawa Mughal lebih dekat ke sana'. Baji mendengar pria masih bernyanyi dan mengatakan Chaupayi dan mengatakan "kita akan mengambil bantuan banteng".

Baji mengendarai banteng dan mencoba menghancurkan satu tim Qamer Uddin tanpa menggunakan pedangnya. Ribuan banteng berlari menghampiri dan menyeruduk prajurit Mughal, namun Baji jatuh dari banteng yang berlari kencang. Baji kesakitan terinjak prajurit dan mencoba untuk bangkit ia kembali menipup sangkakala, Baji melakuksn rencana kedua ketika seluruh pasukan Mughal berada di tetik target,Mughal. Kemudian Malhar melakukan tugasnya, ia siap dengan panah api dan melepaskan panahnya. Anak panah melesat dan  ledakan terjadi menewaskan prajurit Mughal.

Qamer uddin kaget melihat separuh padukannya sekarat. Naser kesal mengatakan " separuh dari kita mati dengan omong kosong kita sendiri" Baji kembali dengan penuh kemenangan. Naser sangat marah. Baji kembali ke Marathi.

Precap:
Balaji mengatakan pada Baji " sekarang kau bukan seorang sevak/ pembantu tapi juga rakshak/ ptsjurit dari matrabhoomi dan memintanya untuk ikit berperang dan juga mengikatkan kembali medali di lengannya. Qamer Uddin meminta tim lainnya untuk membunuh semua marathis. Baji bertarung dengan mughal menggunakan pedangnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar