Minggu, 04 Februari 2018

PESHWA BAJRAO EPISODE 101 ( 12 JUNI 2017 ) : SHIV BAI MENEGUR SUAMINYA, NAMUN MAHAN JI MENGINGINKAN PRIA YANG COCOK UNTUK KHASI,PERJODOHAN ANTARA BAJIRAO DAN KHASI YANG SANGAT DIINGINKAN OLEH SHAHUJI, RADHA BAI MARAH DAN MEMINTA BAJI UNTUK MEMINTA MAAF KARENA TELAH BERLAKU TIDAK SOPAN PADA SHIV BAI

TAYANGAN SONY TV 2th Juni 2017 
PESHWA BAJIRAO EPISODE 101
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE

Index : Shiubai mengatakan pada Mahadji Krishna  seharusnya  dia tidak menyumbangkan kekayaannya pada Shahu. Mahadji mengatakan pada Shahu bahwa dia ingin menemukan pengantin pria yang cocok untuk putrinya Kashi. Shiva mengusulkan pernikahan Kashi ke Bajirao. Di sisi lain, Bajirao menghina Shiubai dan Kashi karena menganiaya dan menghina keluarganya. Kemudian, Radhabai memerintahkan Bajirao untuk meminta maaf pada Shiubai atas tingkah lakunya yang tidak sopan. Shahuji menginginkan perjodohan antara Putra Balaji (Bajirao) dan Putri Mahan Ji (Khasi) .

---------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------
--------------------
Balaji berkumpul bersama Bappa ji dan yang lainnya,  Bapaa ji bertanya pada Balaji "sekarang, bagimana kau akan membuat sena tanpa kekayaan?". Shiv Bai melihat Mahant Ji sedang berkumpul bersama Bala Ji dan yang lainnya, kemudian ia memerintahkan pelayan (Sevika) untuk menyampikan pesannya. Mahant Ji merasa tidak enak dan meminta maaf pada semuanya dan pergi menemui istrinya, Mahant Ji bertanya pada Shiv Bai "Mengapa kau memanggil ku?". 
Mahant Ji meminta istrinya pergi. Balaji mengatakan " kami tidak menginginkan Sena yang hanya mendukung hanya untuk kekayaan, aku hanya akan menemukan belenggu yang siap mati untuk tanah air dan bukan untuk uang". Bappa ji tertawa dan menhejeknBalaji mengatakan " mungkin sena itu seperti anak mu" Bappa ji dan pendukungnya menertawakan Balaji. Bappa ji bilang" kau dan keluargamu telah menjadi keluarga pertama di Satara, tapi kesalahan seseorang akan mengubah segalanya". Baji, Malhar dan yang lainnya mendengar pembicaraan mereka diluar.
Shivbai marah menutup pintu, ia meminta Mahant ji untuk tidak menyia-nyiakan uangnya di sini dan mengatakan "kita harus memohon yang lain, bagaimana kita akan dilindungi tanpa Sena.. Balaji tidak lagi setara dengan bayangan Dhanaji, kita memiliki hubungan baik dengan Tara Rani Bai.., kita bisa mengamankan anak-anak kita untuk berbicara dengannya". Mahant ji memintanya untuk menghentikannya. Shivbai mengatakan " kekayaan itu akan pergi dari tangan mu" Radha mendengar mereka dan pergi.

Baji dengan  penuh amarah memecah kelapa didepan semua tamu undangan yang datang. Radha bertanya "apa yang sedang kau lakukan, bangunlah". Namun Baji marah dan tidak menghiraukan Radha. Balaji dan yang lainnya juga datang ke sana dan meminta Baji  untuk menghentikannya. Baji mengatakan dalam amarahnya "aku memecah kelapa ini dengan marah dan menjadi kekanak-kanakan dan tidak berpengalaman.., apakah ada orang yang berpengalaman di sini yang bisa membuat kelapa menjadi satu bagian lagi?.., bukankah seseorang akan membantu orang lain dan memberi keberanian pada orang lain daripada mengejek?.., Chandrasen memecahkan sena dan kau, dia telah menghancurkan keberanian ku". Radha memintanya untuk menghentikannya. Balaji marah dan meminta Baji untuk menghentikan. Baji mengatakan" di bawah bimbingan ayah ku, 40 tentara marathi mengalahkan 4000 pasukan Mughal Mughal". 

Bappa ji menghina mengatakan" perang hanya dimenangkan oleh intelijen".  Baji bilang" siapa yang tidak keras kepala bukan Marathi?'. Bappa ji meminta Baji untuk menghentikannya dan mengatakan" anak-anak tidak boleh berbicara saat orang tua sedang berbicara". Pandit ji mengatakan" usianya memang kecil, tapi tidak kalah dalam pengalaman, keberanian, dll". Pandit ji memberi kauravas dan pandavas dan mengatakan" Satya tidak pernah kalah dengan Shahu ji". Bappa ji bilang "kita akan membantu Shahu ji menang". Radha mengatakan" ketika manusia keras kepala maka bahkan dewa pun tunduk di depannya". Tiba-tiba  langit menjadi gelap dan petir terdengar, hujan mulai turun. Baji tersenyum senang lalu meminta Malhar dan anak-anak lain untuk datang dan menikmati hujan. Baji bilang" tanda hujan ini menandakan dewa selalu ada bersama kita, Shiva Raze tidak bisa menyerang kita saat hujan ini reda dan sampai saat itu Baba akan membuat sena baru". Kashi akan keluar dan bermain hujan, tapi Shivbai mengatakan" gadis-gadis kaya ku yang ku lihat, mereka tidak menyukai ini "Shiv Bai kesal dan  membawa Khasi pergi. Baji, Gotiya, dan yang lainnya masih menikmati hujan dan menari dengan gembira.

Di istana Shahu Ji sedang berbicara dengan Mahant Ji dan juga Balaji.Shahu ji bilang "kita butuh kekayaan untuk sena, tapi kekayaan Mahant ji tidaj banyak". Mahant ji ingat saat berjanji pada Shivbai " ajh tidak akan memberi kekayaan" Mahant ji mengatakan pada Shahu ji " aku harus menyimpan sejumlah uang untuk pernikahan putri ku Kashi". 

ShivBai menegur Kashi karena mencoba menikmati bermain hujan. Radha bilang "dia masih kecil". Shivbai marah mengatakan "tidak ada yang memberikan mu hak untuk mencampuri urusan keluarga kami" . Shiv bai justru berbalik mengajukan pertanyaan tentang asuhan Radha terhadap anak- anaknya. Baji datang membela ibunya yang telah di hina, Gotiya dan yang lainnya datang untuk melihat keributan mereka. Baji bilang" dia diam karena dibesarkan". Kashi marah padanya dan mengatakan "apa yang akan kau katakan sebagai putra Peshwa?". Baji bilang "kita belum berubah, tapi yang lain berpikir sudah berubah". Baji meminta Kashi untuk berhenti dan tidak memberikan apapun di tangannya dan mengatakan bahwa " ini pemikiran mu yang telah jatuh". Baji menmbawa Radha pergi dan Shivbai bilang" aku tidak akan pernah melangkah lagi ke sini". Shiv Bai mengajak  Khasi pergi sedang Chimna, Bihu dan lainnya hanya terdiam dan bingung dengan apa yang telah terjadi.


Balaji bilang pada Shahu ji " aku bisa mengerti menjadi ayah bagi anak perempuan". Shahu ji mengatakan" jika kau setuju maka aku akan menemukan pengantin pria yang baik untuk putri mu". Mahant ji bilang "kenapa aku akan keberatan". Shahu ji bilang" aku telah menemukan pengantin pria yang baik untuk putri mu dan akan mengusulkan pernikahan Kashi dengan Baji". Mahant ji dan Balaji terkejut.

Gotiya menyuapi Namrata makanan dengan tangannya. Bhiu mengatakanpada Chimna "Aayi telah menggoreng mirchis juga di bhajiya". Baji terdiam dan melirik pada makanan dan kemudian Baji bilang pada Gotiya " aku akan makan dan membantu mu" Gotiya memberi bhajiyas pada Baji dan Baji meminta Gotiya untuk memberikannya lagi. Baji makan semua yang ada piring Gotiya  dan bilang "bukan itu". Radha datang dan saat Baji akan mengambil makanan Radha marah dan menghentikan Baji. Gotiya mengadu pada Radha mengatakan "Baji telah memakan semua Bajiyanya". Radha memintanya untuk meminta maaf pada Shivbai, jika tidak baji tidak akan diberi makan. Baji mengatakan bahwa " dia ( Shiv bai) telah menghina mu" 

Radha menegaskan pada Baji berkata "kau yang sudah mengajukan pertanyaan tentang asuhan ku". Bhiu bilang "Kashi akan memulai argumennya". Chimna bertanya" siapa yang memberitahu mu? "Bhiu bilang" aku percaya pada Bhao seperti aku mempercayai dewa". Namrata mengatakan pada Gotiya" akan ada cinta dalam keluarga ini". Baji mengatakan" Shivbai menghina nu di darbaar dan telah mengejek miuselama pooja juga, bagaimana akj bisa diam". Radha meminta mereka untuk mengikuti perintahnya dan mengatakan" anak-anak ku tidak berdebat dengan orang yang lebih tua"

Baji menolak untuk meminta maaf dan mengatakan "aku tidak akan mendengar adanya ketidakadilan". Radha memintanya untuk meminta maaf lagi atau ia akan berpikir jika yang dibicarakan Shivbai benar dan asuhannya salah. Baji setuju untuk meminta maaf pada Shivbai namu ia menghentikan langkah kakinya  dan meminta Gotiya menemaninya saat Baji pergi kerumah Mahant ji. Gotiya meminta Namrata dan ikut dengan Baji.

Precap:
Shivbai bertanya" mengapa kau datang ke sini? "Radha mengatakan" dia datang untuk menceritakan sesuatu pada mu, Peshwin bai tidak datang, tapi seorang ibu, putra ku memiliki Alp Ayu / hidup pendek". Shivbai sangat terkejut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar