Kamis, 22 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 132 (25 JULI 2017) : PESAN TERAKHIR BALAJI SEBELUM MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIRNYA UNTUK BAJIRAO, RADHA BAI MELEPASKAN SEMUA PERHIASANNYA DAN MENGINGAT MASALALUNYA DENGAN BALAJI

TAYANGAN SONY TV 25 JULI 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 132
DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index : Kashibai memberitahu semua orang dengan yakin bahwa Bajirao tidak akan pernah bisa memaafkan ayahnya. Namun, beberapa saat kemudian, Bajirao tiba di ranjang kematian ayahnya dan mengampuninya dan berjanji kepadanya bahwa dia akan memberi hormat kepada saudara tiri laki-lakinya yang pantas mereka dapatkan. Ini menghancurkan perasan Radhabai, kemudian dengan rasa kecewa Radha berjalan pergi. Kemudian, Kashibai mempertanyakan keputusan Bajirao dan meminta dia untuk tidak mengulangi apa yang telah dilakukan ayahnya dan kemudian menyakiti dirinya.
-------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------
Khasi Bai  mencoba untuk mengerti perasaan ibu mertuanya dan mengatakan pada semua orang " Sebagai seorang istri aku memahami rasa sakit yang di alami oleh mertua ku, kegembiraan keluarga suami ku dan juga mimpi suami ku, tapi ibu mertua ku tidak pernah bermimpi untuk berbagi suami dengan wanita lain, orang lainlah yang telah memaksa seorang istri  untuk menghadapi situasi seperti itu, itu orang yang sangat buruk yang pernah ada, orang seperti itu tidak akan pernah di ampuni", Semua orang tegang saat menatap Bajirao sejak tadi memperhatikan dan mendengar Khasu bebicara, Khasi  menangis berbalik dan memandangnya, Bajirao hanya terdiam dan ia pergi menaiki tangga tanpa bebicara sepatah kata pun. Chimna ji bertanya-tanya "aku ingin tahu apa yang ada didalam pikirannya" Khasi menatap keatas. Chimna ji berkata " dia tidak mengatakan sepatah kata pun mengenai hal itu". Khasi dengan yakin mengatakan "Rao akan memiliki pendapat sama seperti ku, dai tidak akan bisa memaafkan ayah mertua"

Diistana Chhratasal, Ratu sedang memanggil pedagang gelang lac. Pedagang (Bagiram) bertanya pada ibu Matsani "katakanlah pada ku yang mulia jenis gelang apa yang kau inginkan?" Saat Surriyah ingin mengungkapkannya namun Ratu utama menyelak berkata "Ratu Surriyah tidak akan tahu arti pentingnya gelang lac ini, Baghiram, dia dan putrinya hanya memiliki mata  hanya untuk berlian dan batu mulia,  Matsani berkata " apa yang kau katakan bernar apakah yang mulia?". Matsani datang menghapiri ibunya dan Ratu utama dan berkata "kami tidak tahu tentang nilai gelang lac, karena gelang ini sama sekali tidak ada nilainya bagi kami ". Ratu kesal dan meminta pria itu pergi, Surriah mengatakan pada Matsani "apa yang sedang kau lakukan disini?" . Matsani mengatakan "seorang wanita memakai gelang lac sambil berdoa sambil berdoa untuk suaminya, aku akan sangat beruntung untuk memakinya kau telah menetapkan perjodohan untuk ku dan aku menerimanya ".

Ratu tersenyum senang, Matsani mengatakan "aku akan mematuhi kehendak mu  tapi kau juga harus menuruti kata-kata ku, kau harus membuat pengumuman bahwa ibu ku akan memiliki  setatus yang sama seperti mu dikerajaan". Ratu berfikir dan berkata "aku akan menerimanya". Surriya terekjut, Matsani berkata "jika kau menerimanya...". Matsani mengambil bebrapa gelang itu dan berkata masukkan gelang lac ini pada ibu ku seperti kakak dan kemudian menghormatinya". Ratu mengambil gelang  lac yang ada ditangan Matsani dan kemudian memakikannya pada Surriyah, Surriyah menangis dan menatap Matsani, lalu Matsani tersenyum pada ibunya dan mengusap air matanya. Surriyah berkata " Matsani, semoga allah meberkati dan memberikan mu umur yang panjang, hari ini kau telah memberikan ibu mu kehormatannya, harga diri dan hak-haknya, ku harap kau akan di berkati dan pernikahan mu bahagia.. selalu bahagia ". Matsani tersenyum dan menatap ratu lalu kemudian pergi.

Balaji sedang tergeletak di ranjang kematiannya dan Radha menemai duduk di sampingnya, ia terus memangil Bajirao. Khasi dan yang lainnya berdiri di depan pintu, Bajirao berjalan menuju kamar ayahnya dan semua orang menoleh padanya dan terlihat tegang, Balaji terus memanggil Bajirao dalam ketidaksadarannya. Bajirao menatap wajah Chimna ji dan juga istrinya Khasi Bai, ia mulai melangkah memasuki kamar Blaaji, Rakhma mencoba mencegah Chimna Ji. Balaji berkata " kau akhirnya disini, Baji.... aku berharap kau sudah memaafkan aku, keluarga ini telah memberikan aku banyak kebahagiaan, sekarang aku hanya perlu pengampunan dari mu, aku tidak akan sampai pada keselamatan jika kau tidak mau memaafkan ku, berilah aku keselamatan , Baji".

Khasi sangat yakin dengan Baji rao dan berkata "aku sudah katakan pada mu, dia tidak akan memaafkan ayah mertua". Bajirao berjalan dan berlutut dibawah kaki ibunya dan berkata "maafkan aku, ibu... Bajirao menyentuh kaki Radha dan berkata "izinkan aku ibu". Radha menggeser kakinya. Khasi bertanya-tanya "untuk apa dia meminta izin ?". Radha memalingkan wajahnya, Bajirao duduk di samping Balaji "Ayah...." Balaji mengatakan "apa kau akan memaafkan aku kan?"... katakanlah pada ku Baji. Bajirao duduk dan memegang tangan ayahnya, Balaji mengatakan " apa kau telah memaafkan ku?". Bihu dan semua orang yang berdiri didepan pintu menangis, Bajirao mengatakan pada Balaji "aku telah mengampuni mu ayah" .., suara petir pun menggelegar Radha Bai terkejut dan meanatap Bajirao yang dengan mudahnya memaafkan ayahnya". Anu Bai tersenyum lega, Khasi, Bihu dan Chimna ji terkejut.

Balaji mengatakan "Baji..". Radha menangis menatap Bajirao dan Bajirao menatap ibunya. Balaji berkata" Baji berjanjilah kau akan mengurus kedua putra ku yang lainnya (saudara titinya) Bikaji dan Rano Ji, apa kau akan memberikan mereka tempat yang layak dimasyarakat ?"... Bajirao menatap ibunya, Balaji mengatakan " Cepat Baji, berjanilah". Radha bangun dan pergi dari sana, Balaji meminta janji dari Bajirao "jika tidak aku tidak akan mati dengan damai". Bajirao memegang tangan Balaji dan berkata"Aku berjanji, ayah aku tidak hanya akan menerima kedua anak mu Bikaji dan Rono ji sebagai suadara ku tatapi juga memberikan mereka rasa hormat yang layak". Bihu dan yang lainnya terkejut. Bajirao memberikan kata-katanya sebagai janji terakhir dari wasiat ayahnya dan Balaji menghembuskan nafas terakhirnya, Bajirao menatap wajah Khasi Bai dan semua orang.

Bajirao sedang menyendiri di atas balkon, Khasi Bai datang menemuinya, Khasi bertanya pada suaminya "apakah kau lupa tentang penderitaan ibu mertua ku?".. tidak bisakah kau melihat rasa sakitnya saat kau memaafkan ayah mertua ku?" .. ayah mertua ku telah menghancurkan kepercayaannya, apakah kau telah melupakan penghianatan". Khasi bertanya "Rao, apakah kau masih mencintai aku?". Bajirao mengatakan "ini tidak ada hubungannya dengan mu Khasi Bai". Khasi marah mengatakan "tapi itu urusan ku, Rao.., ku pikir suamu ku mengerti ikatan suci pernikahan, tapi kali ini nampaknya sepertinya aku tidak mengenali suami ku sendiri.. kau benar-benar anak ayah mu , kau telah mengampuni dosa bahwa tidak ada kekasih yang bisa di maafkan, pendapat ku tentang pernikahan kami, apapun yang telah ku lalui bersama dengan mu, aku tidak pernah mengatakan apapun kepada mu tentang hal itu, tapi hari ini aku akan memberitahu mu sesuatu tidak peduli kau mencintai ku atau tidak jangan pernah merusak kepercayaan ku, karena aku bangga menjadi istri mu , dan kau tidak bangga dengan diri ku Rao... jika itu terjadi maka aku tidak akan mentolerir itu, ibu mertua ku memiliki mkebesaran hati dia menahan semua penderitaan dan rahasia ini selama bertahun-tahun, hati ku tidak sebegitu tabah seperti hati ibu mertua ku karena aku hanyalah seorang istri yang tidak pernah bisa berbagi suaminya dengan orang lain, tidak peduli apakah kau masih milik ku atau tidak, tapi kau bukan orang lain untuk ku ". Kashi menangis dan pergi, Bajirao menghentikannya mengatakan "disaat nafas terakhir ayah ku ketenangan pikiran sangat penting untuk keselamatan orang selama kematiannya, ayah ku hanya membutuhkan perdamian dan keselamatan disaat-saat terakhirnya, itu sebabnya aku memaafkannya itu tugas ku sebagai seorang putra untuk memastikan bahwa rasa sakit ayahnya tidak melampaui kehidupan .. kau benar kau benar-benar tidak memahami aku, jika tidak kau akan mengerti bahwa aku memaafkan ayah ku saat ia menyadari rasa sakit dan rasa bersalah". Bajirao pergi dan Khasi hanya menangis.

Radha duduk didepan meja cermin, ia melepaskan satu perrsatu perhiasannya dan mengingat tentang mangalsutra dan prajurit mughal menyerang mereka, ia juga. Khasi, Bihu, Rakhma dan Anu Bai menemainya. Radha sangat sedih ketika ia berkata sekarang aku dan suami ku telah terpisahkan dan dia tidak berada dekat dengan ku lagi, tapi dia masih terasa bersama dengan ku, Radha mengingat ketika Balaji untuk memintanya berjanji untuk terus bermpimpi, Radha melepaskan gulungan rambutnya Radha mengingat jika Balaji menyukai rambutnya yang panjang dan indah saat Bajirao masih bayi menarik rambutnya. "hujan kini telah berhenti Balaji". Radha menatap dirinya di cermin Bihu dan semuanya menagis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar