Minggu, 11 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 114 (29 JUNI 2017 ) : NASER MENCULIK KHASI, BAJI DATANG UNTUK MENYELAMATKAN ISTRINYA

TAYANG SONY TV 29 Juni 2017 

PESHWA BAJIRAO EPISODE 114
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index :  Bajirao pergi menyelamatkan Kashi dari tangan Naser. Berani Baji meminta Naser untuk memilih senjata mana pun yang dia inginkan untuk pertarungan tersebut. Naser tidak memilih senjata apapun dan keduanya saling bertarung satu sama lain dalam lumpur. Kashi terlihat kaget dan khawatir dengan Baji.
-----------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------

Naser menculik Khasi dan meminta agar Baji datang untuk menyelamatkan dirinya sebelum air di pot habis, Khasi ketakutan. Air mulai menetes. Sementara itu, Bajirao mendapatkan surat dari Naser, Radha terus memanggilnya lalu ia membuang panah dan menyimpan surat dari Naser.  Baji meminta Radha untuk beristirahat dan memikirkan untuk menamai adiknya nanti, Baji mengatakan "aku akan mengurus rumah'. Gotiya mengatakan " aku akan membakar istana Naser". 

Baji mengatakan  pada Gotiya, Chimna dan Malhar "tidak ada yang tahu tentang hal ini aki akan membawa Khasi". Malhar bilang' aku akan ikut dengan mu" tapi Baji meminta Malhar untuk tetap tinggal di rumah dan mengurus semua orang. Chimna bilang " bagaimana dengan vahini (kakak ipar). Baji bilang" aku akan membawa Vahini mu ( kakak ipar) aku tidak bisa melepaskan orang yang telah merugikan keluarga ku". Chimna meminta Baji untuk tidak melepaskan Naser. Baji berjalan pergi mencari istrinya .

Naser melihat tetasan air yang keluar dari pot, ia  meminta anak buahnya untuk membunuh Baji. ia mengambil obor dan akan membakar sumbu mariam, Khasi ketakutan. Naser memberitahu Kashi" kau bilang Baji tidak datang, sekarang aku harus membunuh mu" Kashi bertanya" apa yang akan kau dapatkan jika kau membunuh ku, Baba ku akan memberi mu kekayaan". Naser tertawa dan mengatakan " aku tidak membutuhkan kekayaan, dan bertanya " apakah kau tidak mendengar apapun tentang aku?" Kashi mengingat Bhiu bercerita tentang Naser dan melihat kakinya. Naser mengatakan " mungkin kau pernah mendengar cerita tentang keberanian Baji, orang yang berani pun bisa meninggal dunia dan hari ini Baji akan mati". Kashi tegang. 

Baji datang memecahkan tetesan air di pot. Naser meminta anak buahnya untuk memeriksa tangannya, Baji menaruh pedang di tanah dan mengatakan " bahkan Marathi menggunakan jarum untuk menyerang orang lain" Prajurit memeriksa Baji dan membiarkan Baji masuk dan berdiri didepan Khasi, Baji menutupi kepala Kashi dengan duppata. Naser bilang" itu bagus, sekarang dia tidak akan melihat kematian mu". Baji bilang "bukan kematian ku tapi dari kalian semua". Naser menyerang Baji. Baji dan Baji mengatakan " apa kau telah mempelajari kathi Chatrapati Shivaji?" 

Naser mengatakan " aku yakin kau akan datang kesini, tapi istri mu bilang kau tidak akan datang". Baji mengatakan " dia tidak mengenal aku seperti diri mu, mengapa kau menyakiti Kashi, saya akan datang jika kau sangat menginginkan kematian mu" Naser menjadi marah dan Teriak pada Baji. Baji bertarung dengan Naser. aser berkelahi dengan tangan kosong. Kain bergerak dari kepala Kashi dan ia kaget. Kashi mengingat Bhiu bercerita tentang Naser dan melihat kakinya. Naser mengatakan " mungkin kau pernah mendengar cerita tentang keberanian Baji, orang yang berani pun bisa meninggal dunia dan hari ini Baji akan mati". Kashi tegang. 

Shivbai datang ke rumah Radha (besannya) untuk melihat bayi Radha yang baru lahir Shiv bai mengatakan "aku berpikir untuk bertemu dengan Kashi " Radha bilang "kau tidak butuh kesempatan untuk datang dan bertemu Kashi, temuilah dis" Shivbai mengatakan " aku akan membangunkan Kashi". Mendengar hal itu Malhar, chimna dan Gotiya tegang saat mengetahui jika Shiv Bai ingin bertemu dengan Khasi.

Naser meminta anak buahnya untuk memeriksa tangannya dan mengatakan " bahkan Marathi menggunakan jarum untuk menyerang orang lain" Prajurit memeriksa Baji dan membiarkan Baji masuk dan berdiri didepan Khasi, Baji menutupi kepala Kashi dengan selendangnya. Naser bilang" itu bagus, sekarang dia tidak akan melihat kematian mu". Baji bilang "bukan kematian ku tapi dari kalian semua". Naser menyerang Baji. Baji dan Naser berkelahi dengan tangan kosong. Kain bergerak  karena tiupan angin,  Khasi  kaget saat melihat Bajirao dan Naser berhadapan di lumpur.

Shiv bai datang ke kamar Kashi. Nandini mengatakan pada Shivbai "Kashi hilang sejak pagi". Shivbai marah dan menegurnya. Radha datang bersama dengan yang lainnya dan bertanya" dimana Kashi". Shivbai mengatakan" Baji pasti telah berbohong". Radha bertanya pada Chimna" dimana Kashi". Chimna bilang" kau mengira Baji salah, Vahini akan kembali bersamanya dengan selamat". 

Baji meminta Naser untuk memilih senjata apa pun yang menurutnya bagus dan mengatakan "aku akan membunuh mu" Naser membuang senjatanya dan  mengatakan" semut akan dihancurkan aku tidak membutuhkan senjata apapun". Naser dan Baji bertarung satu sama lain di lumpur.  Kashi tegang dan khawatir dengan Baji. Baji bilang "har har mahadev" Baji mendapat kekuatan dengan kata-kata itu, Baji mengalahkan Naser. Tapi Naser  menghentakan lumpur saat berkelahi dengan Baji. Naser memukuli Baji hingga terjatuh. 

Naser  mengambil obor dan datang menghampiri Khasi, Naser mengatakan pada Kashi "aku akan membunuh Baji dan juga kau", apakah kau ingin mati lebih dulu atau setelah Baji?".  Khasi mengingat sumpah pernikahannya dengan Bajirao dan mengingat  kata-kata Shivbai, Khasi  mengatakan  pada Naser "aku ingin mati sebagai suhagan". Naser kaget dan bilang "wanita India itu bodoh, kau tidak percaya padanya tapi siap mati untuknya, tapi baiklah seperti yang kau inginkan".  Baji bangkit dan memukuli Naser dan mengingat saat ia membunuh bangsanya dan menyakiti dirinya dan juga ibunya,  Baji terus memukuli Naser, Khasi menangis. 


Precap:
Baji yang sudah dewasa ditampilkan datang ke tempat perang dan bertempur dengan musuh-musuh mereka, ia berlari menyelamatkan balaji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar