![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPIOSDE 134 DIINTERPETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE |
Index : Radhabai memberitahu kepada Bajirao bahwa musuh-musuhnya lebih bertekad untuk tidak menjatuhkannya, setelah kematian ayahnya, dan mengambil alih takhta. Bajirao mengingat semua kata yang telah diberikan pada ayahnya. Sementara itu, Mastani menyamar sebagai pelayan untuk melihat calon suaminya sebelum menikah. Mastani mengetahui secara jelas bahwa dia akan ditawarkan ke Kekaisaran Mughal setelah pernikahannya dalam upaya untuk mendapatkan dukungan mereka.
-----------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Bajirao sedang duduk santai,
Radha Bai mengatakan “Rao, ayah mu telah meninggalkan banyak musuh untuk mu..,
mereka akan melakukan segala cara untuk menghentikan mu menjadi menteri ,
mereka pasti akan menyakiti mu , mereka akan kembali menghidupan luka-luka mu,
kau tidak akan memberikan kesempatan pada mereka untuk menunjuk jari pada Balaji dan juga kami” . Bajirao
mengatakan “aku tidak mengerti dengan maksud mu, ibu “. Chimna Ji mengatakan “Ibu
sedang membicarakan tentang janji yang telah kau buat pada ayah saat dia
menghembuskan nafas terakhirnya”. Khasi dan Bihu Bai melihat pembicaraan mereka
dari balkon atas. Chimna ji menjelaskan pada Bajirao “… kau akan mengurus kedua
puta mu yang lain Rano Ji dan Bika Ji, tidak ada seorang pun yang mengetahui
tentang kebenaran ini saudara ku, karena keluarga ini akan menyembunyikan
perbuatan teresbut , tapi masyarakat akan mempermalukan atas pebuatan mereka,
kita harus melakukannya seperti kata ibu”. Rakhma Bai dan Anu Bai ada disana.
Bajirao berkata pada Chimna Ji berkata “Wow, Chimna, mintalah pada kitab suci
kepada mu bahwa seorang anak tidak boleh menyimpannya atas janji yang telah dia buat terhadap
ayahnya yang sedang sekarat”. Chimna ji menatakan pada Bajirao “ kau khawatir
dengahn janji mu dan kami prihatin dengan kehormatannya”. Bajirao berkata “hanya
karena bulan memuliki bintik hitam tidak akan menghilangkan kemuliaannya”.
Khasi Bai khawatir dan dia bergegas tutun kebawah, Chimna jie berkata “itulah
perbedaan dengan bulan dan juga manusia, saudara ku, jika perbuatan salah
sesorang terungkap mereka akan menjadi
identitasnya”. Bajirao bertanya “apakah saidata laki-laki mu, ayah mu dengan
kedua putranya yang lain adalah merupakan aib?” .
Chimna ji mengatakan “tidak
kakak, aku sedang memeprtimbangkannya, mereka juga saudara laki-laki ku siapa
yang akan lebih memalukan?” . Radha Bai menghentikan mereka “cukup”… Radha
menghampiri Bajirao dan berkata “ kau ingat pada janji yang telah kau buat pada
ayah mu, tapi bukan pada janji yang telah kau buat untuk ku, kau telah berjanji
pada ku, kau akan melakukan semua kemungkinan yang akan terjadi untuk
melindungi reputasi keluarga ini “. Bajirao ingat saat dimasakecilnya ia
membuat janji pada Radha bahwa dia akan
tetap menghormati ibuya dan menjaga kehormatan keluarganya.
Radha bertanya “Rap, apa janji
yang telah kau buat untuk ibu mu tidak lebih penting, dari pada janji yang
telah kau buat untuk ayah mu?”. Bajirao mengatakan "ibu, kau tidak pernah meminta pada ku untuk memilih salah satu dari kalian saat ayah ku masih hidup, lalu kenapa sekarang kau meminta ku melakukannya?" . Radha mengatakan "Rao, lakukan apa yang kau inginkan saat kau telah menjadi peshwa tapi lakukan saja apa yang ku katakan pada saat ini". Bajirao mengatakan "jika aku menjadi peshwa (menteri) maka saat ini aku berada bersama yang mulia Shahu ji di satara, kerena Pant dan juga sekeretarisnya akan mencoba untuk menghasutnya untuk melawan ku, disaat aku tidak ada". Baji rao hendak pergi Pandit ji datang kesana dan berkata "apakah yang ku dengar ini benar?" . Pandit ji datang bersama dengan murid-muridnya dan Bajirao berbalik menatap meraka. Khasi membernariak pakiannya dan Bihu memberikan salam pada Panjdit ji.
Seorang pembantu wanita tidak sadarkan diri, Matsani menyambar menjadi pelayan. Chanda mengatakan pada Matsani "Putri Matsani, kembalilah sebelum pelayan itu kembali mendapatkan kesadaran atai semua orang akan mengetahui jika kau sedang tidak berada diistana". Matsani mengerti dan mengambil kotak dan menurtupi wajahnya dengan dupptanya dan bergegas pergi, Matsani berjalan menuju sebuah tenda dan berdiri di tenda tersebut. Seorang pangeran agak kemayu memegang sekuntum bunga mawar merah, berkata pada ayahnya "apa yang terjadi, ayah?" pertama kau menghentikan aku untuk belajar menari, tapi aku diam saja, lalu kau membuang gelang kaki ku.. tetap saja aku tidak mengatakan apapun, setelah itu kau memisahkan aku dengan pengawal ku Ranjit Singh dan sekrang kau meminta ku untuk menikah !".
Matsani medenegarkan percakapan pangeran itu dengan ayahnya dari celah lubang jendela, Ayahnya berkata pada pangeran "siapa yang meminta mu untuk menikah". Ayahnya mengangkat pedang dan berkata pada pangeran " pedang akan melakukan yang dibutuhkan.., ini belum pernah kau angkat apa lagi kau memakinya, dengarkan aku Raja Chhartacal sedang keluar dari negeri bagian itu sebabnya putrinya yang manis, polos dan baik hati akan menikah dengan pria yang lembut seperti diri mu, apakah jika raja ada disini? dia akan membiarkan pernikahan ini terjadi, berkat ratu dan pangeran Jagat mereka telah meminta Matsani untuk menikah dengan mu hanya untuk menyakiti egonya". Pangeran itu berkata "Tapi ayah...,". Matsani diluar menutup wajahnya dengan Duppata. Pangeran itu bertanya pada ayahnya "apa yang akan terjadi setelah pernikahan ?".., aku tidak akan pergi kekamar Matsani ". Ayahnya mengatakan "itu tidaklah diperlukan Matsani akan meninggalkan istananya, tapi tidak akan datang pada kita". pangeran bertanya "Lalu kemudian?" . Ayahnya mengatakan " dia akan pergi ke Delhi untuk hadiah kaisar Mughal dari kami dan kemudian aku akan mengambil alih Bundelkhand dengan bantuan Mughal". Matsani terkejut dan menjatuhkan kotak itu dan membuat pangeran dan ayahnya bergegas keluar dari tenda.
Ayah dari pangeran itu berteriak "Pelayan, kau telah mendengarkan percakapan kami secara diam-diam". Prajurit datang mengepung, Matsani mengambil kotak itu mengatakan "Tidak, aku punya paan Banarasi untuk pangeran, ini dikirim oleh mertua yang akan dia temui, aku sedang menunggu diluar saat kau sedang berbicara". Pangeran bertanya "apakah kau mendengarkan sesuatu?". Matsani mengatakan"tidak". Ayah dari pangeran itu bertanya "Lalu kenapa kau kaget?" . Matsani mengatakan "semut.. yah semut menyengat kaki ku itu sebabnya aku takut dan menjatuhkan kotak paan. maafkan aku". Pangeran bertanya "Kau takut dengan semut!" lalu mengambil kotak itu dari tangan Matsani Pangeran mengatakan "Menagapa kau perlu menghawairkan tantang hal itu, dia hanya takut semut seperti ku ayah, dia tidak mendengarkan apapun, Bahkan jika dia melakukannya, siapa yang akan mendengarkan kata-kata pelayan untuk melawan orang setia seperti mu?" . Ayah pangeran itu mengatakan "pergilah kau dari sini". Matsani bergegas pegi dari sana.
Dirumah Radha Bai, Pandit Ji datang meneui Bajirao dan bertanya "Jadi kau akan meninggalkan Saswad?" ..., Jika seorang anak meninggalkan rumah sebelum masa duka ayahnya yang telah ".meninggal berakhir maka jiwanya tidak beristirahat dengan tenang ". Radha mengatakan "aku juga telah mengatakan hal yang sama padanya, silahkan masuk". Radha mempersilahkan Pandit Ji untuk duduk dan Bajirao hanya terdiam. Pandit ji mengatakan " semoga dewa memberikan mu kekuatan untuk menghadapi kesedihan ini, aku datang kesini hanya untuk meyakinkan mu bahwa aku mendukung Bajirao untuk posisi Peshwa". Radha mencakupkan tangannya, sementara itu Bajirao masih berdiri.
Diisatana Bundelkand pangeran Jagat sedang marah-marah pada suriyah berkata "apa yang akan kita katakan pada keluarga mempelai pria?" gadis itu telah melarikan diri?" seorang Rajput bisa menyerahkan nyawanya tetapi tidak akan pernah menghormatinya., putri mu telah mencoreng reputasi kami". Surriayah menangis mengatakan " aku bahagia setelah begitu lama tapi putri ku menghancurkan segalanya, Ya allah mengapa aku melahirkan anak seperti itu?".., anak adalah kebanggan bagi orang tua mereka tapi putri ku telah membuat ku malu, apa yang akan di katakan pada keluarga mempelai pria ?".., bagaimana kita akan menghadapi mereka?" . Matsani berkata "kau tidak perlu memikirkan hal itu" Matsani datang menemui mereka, dan berkata "karea aku telah memutuskan untuk tidak akan pernah menikahinya". Ratu, pangeran Jagat dan Surriyah terkejut setelah mendengarnya.
Surriyah menghampiri Matasani dan bertanya "apa yang kau rencanakan untuk tinggal bersama dengan ku dan menghabiskan sisa hidup mu hanya untuk menangis?". Matsani menjawab "itu akan lebih baik dari pada harus tinggal dengan orang asing". Ratu mengatakan "Matsani setelah pernikahan suami mu bukan lagi orang asing baginya". Matsani menjawab "untuk itu dia harus menerima seuaminya sepenuh hati, pria yang telah kau pilihkan untuk ku tidak pernah menginginkan wanita manapun dalam hidupnya apa lagi aku.. aku telah melihatnya". Semua orang terkejut, pangeran Jagat mengatakan "itu bohong, yang dikatakannya itu kebohongan, kau telah membuat kesalahan dengan meninggalakn tempat itu tanpa memberitahu siapapun, setelah upacara kunyit dan sekarang untuk menyelamatkan diri untuk tidak dimarahi kau telah berbohong dengan terang-terangan!ibu, itu hanya alasannya yang lain untuk membatalkan lamaran yang telah ku pilih ". Ratu sangat marah mengatakan pada Surriyah " bukankah kau dan Matsani telah memeprcayai kami?" .., kami telah memilihkan pria yang baik untuknya dan mengapa kau mengirimnya untuk menyelidiki perilakunya?".
Surriyah mengatakan "yang mulia, aku tidak mengirimnya dan ku pikir Matsani keliru". Matsani mengatakan "aku tidak salah dan sebaliknya yang keliru saudara laki-laki ku dan Ratu karena itu hanya untuk menghukum ku, maka mereka memilih pria pemalu untuk ku, bahkan dia pun tidak tahu jika ayahnya selalu menjaganya dalam kegelapan, dia telah memutuskan untuk mengirim ku kekaisar Mughal sebagai hadiah, setalh aku menikahinya..". Surriyah terkejut. Matsani menjelaskan " mereka akan menahan ku sebagai tahanan Mughal dan mengkap Bundelkhand dengan bantuan Mughal". Ratu dan pangeran Jagat kesal, Matsani bertanya pada Jagat " Saudara ku, kau bisa menghukum ku jika kau mau, aku siap menikah dengan siapapun tapi tu jika Bundehlkhand harus membayar akan kesalahan ku, aku tidak akan membirakan itu terjad, kau bisa memilihkan kematian untuk ku .., kau bisa memilihkan musuh untuk ku, tapi sayangnya kau telah memilihkan penghianat untuk ku..., ,Matsani berkata pada Ratu " ..., dan yang mulia tidak apa-apa jika kau membenci ku, tapi pastikan kerajaan tidak menderita untuk itu". Pangeran Jagat dan ratu marah
Bihu Bai mengatakan " mengingat fakta behitu banyak yang telah dibayar, sudah jelas bahawa kau akan mendukung saudara laki-laki". Seorang murid pandit ji mengatakan "dia tidak melakukan ini untu kekayaan". Pandit ji berkata "apakah itu yang terjadi?" .., aku tidak akan menyakinkan Brahman lainnya yang masih bingung dengan Rao karena tidak membiarkan wanita itu menjadi dev dasi (pelayan untuk dewa) dan tidak mendukungnya .. peswin Bai kufikir kau tidak tahu tentang faktanya bahwa seluruh klan Brahman marah pada Rao, jika dia meninggalkan rumah sebelum masa berkabung berakhir selama 13 hari, jadi tolong jangan salahkan aku.., kali ini aku tidak bisa untuk meyakinkan mereka". Bajirao mengatakan "tapi apa yang akan ku lakukan disni saat yang mulia akan mengambil keputusan yang sangat penting?" . Radha mengatakan "Rao, kau tidak akan kemana-mana, kita tidak bisa menghina Priset Bhatt". Radha meyakinkan dengan berkata " Rao tidak akan melanggar tradisi apapun dan aku meminta maaf untuk setiap kata yang telah diucpakan Baji yang telah menyinggung mu dan juga tradisi".
Khasi dan Bihu mengambil beberapa hadiah uang untuk pandit ji, Pandit Ji bertanya pada Raddha "apakah ini perlu?". Bajirao mengatakan pada pandit ji "Hal itu tidak perlu untuk mu, tapi ini perlu untuk mereka yang berkarja di Mandir, ini untuk mereka". Pandit ji mengatakan "baiklah, apa gunanya uang untuk Brahman?" .. seorang Brahman harus menjaga jarak dari uang untuk surga dan dunia, itu aku tahu tapi kau juga harus tahu, berfikirlah untuk selalu mendukung keluarga mu bukan hanya pekerjaan mu saja, tapi juga tugas ku, Radha Bai tugas itulah yang telah membawa ku kesini untuk memberitahu bahwa ditanah keramsi itu sendiri, intrik telah memulai untuk melawan keluarga mu, keluarga mu berasal dari konkan, jadi Baji akan disebut sebagai orang luar dan memilikinya sehingga untuk pencalonan jabatan menteri selanjutnya akan di tentang". Radha dan semuanya terkejut.
Pandit ji mengatakan " sekarang mungkin orang sudah mulai untuk menghasut raja Shahu Ji, Radha jika kau bisa membantu dalam masalah ini pesan ku tanpa ragu sekarang aku akan berpamitan". Radha memberikan salam dan berkata " aku punya keyakinan penuh bahwa kau selalu bersama dengan kami". Pandit ji dan muridnya pergi, Radha akan pergi kedalam rumahnya. Bajirao bertanya-tanya "sejak kapan Bhatt membuat keputusan untuk apa yang akan aku lakukan dalam hidup ku?" namun Radha berbalik setelah mendengar ucapan Rao dan berkata "Rao itulah kelemahan mu kau selalu implusif dan tidak rasional, aku telah meminta mu untuk mengikuti tradisi keagamaan dan bukan mendengarkan sarannya, jika kau terus melanggar tradisi seperti ini maka tidak akan ada yang mau mendukung mu ". Bajirao marah dan bertanya pada Radha "apa yang harus aku lakukan Ibu?" .. musuh kita telalu strategis diluar sana, apa aku harus duduk dirumah?" . Khasi mencoba menenangan suaminya "mengapa kau jadi kehilangan kesabaran mu?" .., jika ibu mertua menyarankan hal itu, itu pasti benar".
Bajirao mengatakan "Khasi Bai, ini bukan masalah siapa mengatakan kepada siapa, masalahnya apa yang orang akan lakukan dan aku tidak melakukan apapun". Khasi mengatakan "lalu kenapa kau berdebat dengannya, masalahnya tidak seberat yang kau inginkan, seluruh dunia akan berduaka selama 13 hari, jadi mengapa kau harus melawan dunia?" . Bajirao mengatakan "ku pikir istri ku akan memahami ku, terlepas dari tidak ada yang tidak, tapi kau tidak pernah bisa mengerti aku". Khasi menangi, Radha mengatakan "Rao, aku yang telah meminta mu untuk tinggal dirumah, tapi aku tidak meminta mu untuk tidak melakukan apapun, dalam berpolitik otak harus tajam, bahkan jika tidak ada yang lain, buatlah startegi dengan tetap tinggal dirumah, sehingga pada saat kau berangkat ke Satara pada hari ke 14 dari sekarang musuh mu tidak bisa keluar dari sarang mu". Bajirao mengatakan "aku tidak setuju dengan mu ibu, itulah sebabnya dengan jelas aku menanyakan hal ini, apakah dengan pesan mu bahwa akhu harus tinggal dirumah selama 13 hari ?" . Radha Bai mengatakan "Iya Rao, itu pesan dari ku".
Bajirao kesal dan menuliskan dinding pilar dengan kapur berkata "aku tidak setuju dengan mu, tapi aku akan mematuhu mu, ibu. Bila baris terakhir terhapus tidak akan ada garis, tradisi atau batas yang akan ada diantara aku dan juga ambisi ku". Bajirao kesal dan masuk kedalam. Bihu Bai membawakan minum untuk suaminya yang sedang bersiap, Bihu bertanya "apakah kau akan pergi kesuatu tempat, masa berkabung ayah masih berlaku". Suami Bihu mengatakan "mungkin kau yang tidak mendengarkan saudara mu , waktu berkabung telah berakhir". Bihu mengatakan pada suaminya "tidak masalah jika kau tidak merasa sedih, tapi setidaknya kau ada bersama dengan ku saat aku masih dalam kesedihan". Suami Bihu menjawab "tidakah kau mendengar apa yang telah dikatakan ibu mertua?" .., kebahagiaan akan memudar dalam kerumunan dan kesedihabn dalam kesendirian, jika kau meluangkan waktu sendirian dikamar mu maka kesedihan mu juga akan memudar.., Kenapa kau tidak belajar dari ibu mu?" dia telah kehilangan suaminya, tapi dia tidak pernah kehilangan keberaniannya dan disini kau semakin khawatir tentang aku keluar rumah". Suami Bihu pergi namun bajunya tersangkut dan berkata "lepaskan aku.. Pant pasti sudah menunggu ku". dan saat berbalik ia menyedari kain telah tersangkut, Bihu bertanya pada suaminya "mengapa kau akan bertemu dengan Pant?" .. kau sedang tidak merencanakan apapun untuk melawan saudara ku kan?" . Suami Bihu marah mengatakan"aku berfikir untuk tidak memberi tahu apapun tentang semua tidakan ku pada mu, dan akan lebih baik jika kau tidak menceritakan masalah ini kepada siapapun, kau tidak bisa memberikan ku anak, paling tidak simpanlah rahasia ku". Suami Bihu pergi dan Bihu Bai menangis, ia berjalan kejendela dan melihat Bajirao dibawah sedang kesal.
Precap:
Baji berpikir bahwa Pant mungkin akan menghasut Shahu ji untuk melawannya dan mengusulkan nama Gangadhar sebagai Peshwa. Pant meminta Shahu ji untuk mengumumkan peshwa berikutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar