Masih di ladang, Baji ingin menawrkan pertemanan dengan Bhallu setelah ia mengatakan sesuatu pada Bhallu dan pergi meninggalkan Bhallu dan juga teman-temannya. Chimna berpikir tentang perubahan prilaku Baji "Apa yang di pelajari saat keadaannya sedang tidak sadarkan diri?. Gotiya mengambil ketapelnya lalu mengacam Ballu agar tidak melakukan apapun terhadap Baji meskipun Baji telah mengampuninya, Gotiya menarik karet pada ketapel dan mengarahkannya pada Bhallu. Gotiya bersama dengan teman-temannya menyusul Baji, Gotiya mengatakan " Kami ingin melompat dan jatuh ke air". Baji mengatakan pada Gotiya dan teman-temannya "Tidak..., aku tidak akan melakukan apapun, ibu ku meminta aku tidak melakukannya, aku akan menjadi anak yang baik". Bhallu yang mendengar semua perkataan mereka berpikir cara baru untuk menyakiti Baji "Baji sedang ketakutan dan aku akan lebih menakut-nakutinya"
Ditenda Bahadur Qazi, Ajudan Balaji/ Fakeer baba, memberikan makanan untuknya, Saat itu Qazi hanya melihat Fakeer baba/ Baji yang hanya tersenyum menatapnya dari kejauhan, ia akan memakan makanan yang telah di sajikan, tapi ia di hentikan oleh prajuritnya " Bahadur mengatakan pada prajuritnya "Mengapa kau menghentikan ku? Abdullah mengatakan "Makanan ini telah di tambahkan racun oleh Fakeer... tidak, kau tidak akan memakannya", ia menunjuk curiga pada Fakeer baba berkata "Ia yang akan memakannya untuk membuktikan kejujuran ku". Prajurit yang berada di pihak Balaji beralasan " Aku yang akan memakannya dan juga merasakannya". tapi Balaji / Fakeer baba mengambil makanan itu dan memakannya ia seolah-olah makanan terasa pedas. Fakerr Baba mengatakan "ini tidak ada racunnya, makanan ini sangat pedas dan terlalu banyak masala yang ditambahkan kedalamnya, tidak ada apapun di dalam makanan ini" Bahadur Qazi meminta Fakeer Baba hanya berkonsentrasi pada keajaiban sihir yang akan di lakukannya atau dia akan membunuh semua orang. Bahadur Qazi peergi ditandu anak buahnya Faaker Baba/ Balaji mengatakan "Semua prajurit telah berkerja untuk Mughal, tapi Qazi sama sekali tidak percaya pada mu?", prajurit meminta Fakeer baba/ Balaji melakukan beberapa trik sihir yang lain atau mereka semua akan di bunuh jika mereka tidak menginginkannya, semua prajurit pergi meninggalkan Fakeer baba/ Balaji. Prajurit itu pun pergi, hanya tersiasa Balaji dan Ajudannya
Balaji memberi tahu pada Ajudannya bahwa mereka harus mendapatkan semua Marathis bersama dengan mereka sehingga semuanya akan adil dalam cinta dan perang untuk tanah airnya... kita harus mengambil bantuan divide et impera".
Malam hari, Radha Bai melihat Baji sedang tidur diluar dan memintanya untuk segera masuk kedalam, Baji mengatakan "Ini tanggung jawab ku untuk melindungi mu ketika ayah tidak ada disini". Radha Bai bilang "Aku tahu kau akan masuk kedalam jika kau merasa kedinginan". Radha mematikan semua pencahayaan ruangan dan masuk kedalam. Bhallu datang bersama teman-temannya ketika Baji tidur nyenyak dan mengangkat tempat tidur Baji dan menggantungnya di sumur di tempat yang sepi dan tidak ada sedikit pun manusia, Bhallu dan teman-temannya tertawa puas, Baji bangun dari tidurnya dan menyadari sesuatu yang aneh sedang terjadi, Bahllu bersembunyi di balik keranjang bersam teman-temannya, Baji berteriak ketika ia menyadari sesorang telah menggantung tempat tidurnya di atas lubang sumur dan bergerak-gerak, ia terus berteriak dan meminta tolong,, ia berteriak memanggil Gotiya dan siapapun yang dapat membantunya Bhallu mengatakan pada teman-temannya "Jika Baji bergerak maka Khatiya (tempat tidurnya) maka ia akan terjatuh ke dalam air".
Bhallu berfikir untuk memberitahukannya pada Naser dan berharap ia akan mendapatkan hadiah yang sangat besar setelah ia melakukan hal itu pada Baji". Bhallu bersamA dengan teman-temannya diam-diam pergi meninggalkan Baji, Baji mencoba untuk tenang akan tetapi ia ketakutan dan memanggil ibunya ia menangis meminta pada siapapun untuk menolong dirinya, angin bertiup sangat kencang dan mengguncang-guncangkan tempat tidur Baji yang masih tergantung di sumur, Baji berpegangan pada sisi tempat tidurnya dan beteriak meminta tolong, ia berfikir tentang ucapan Maha Pandit ji yang mengatakan bahwa usia hidupnya pendek. Radha terbangun dari tidurnya dan memeriksa Baji di kamarnya dan berfikir bahwa Baji masih tertidur di luar".
Sementara itu, Baji yang masih ketakutan karena ulah Bhallu dan teman-temannya terus berteriak meminta tolongm Qadar Khan datang kesana dan bertanya "Kau siapa?". Baji mengatakan "Baba ji kau dan aku pernah bertemu". Wader Khan mengingat saat ia bertemu dengan seorang anak dan memberikan kudanya ke Baji. Baji memintanya untuk menyelamatkannya. Khan merasa sangat kasian pada Baji dan terkejut.
Para prajurit sedang menikmati makanannya, ia menemukan kertas di rantang makanannya dan membaca pesan dari seseorang, sementara itu, Prajurit Marahati datang menemui Abdullah di tendanya, ia mengatakan bahawa seseorang telah menantang Qazi dan ingin bertemu malam ini"
Malam hari, Radha Bai melihat Baji sedang tidur diluar dan memintanya untuk segera masuk kedalam, Baji mengatakan "Ini tanggung jawab ku untuk melindungi mu ketika ayah tidak ada disini". Radha Bai bilang "Aku tahu kau akan masuk kedalam jika kau merasa kedinginan". Radha mematikan semua pencahayaan ruangan dan masuk kedalam. Bhallu datang bersama teman-temannya ketika Baji tidur nyenyak dan mengangkat tempat tidur Baji dan menggantungnya di sumur di tempat yang sepi dan tidak ada sedikit pun manusia, Bhallu dan teman-temannya tertawa puas, Baji bangun dari tidurnya dan menyadari sesuatu yang aneh sedang terjadi, Bahllu bersembunyi di balik keranjang bersam teman-temannya, Baji berteriak ketika ia menyadari sesorang telah menggantung tempat tidurnya di atas lubang sumur dan bergerak-gerak, ia terus berteriak dan meminta tolong,, ia berteriak memanggil Gotiya dan siapapun yang dapat membantunya Bhallu mengatakan pada teman-temannya "Jika Baji bergerak maka Khatiya (tempat tidurnya) maka ia akan terjatuh ke dalam air".
Bhallu berfikir untuk memberitahukannya pada Naser dan berharap ia akan mendapatkan hadiah yang sangat besar setelah ia melakukan hal itu pada Baji". Bhallu bersamA dengan teman-temannya diam-diam pergi meninggalkan Baji, Baji mencoba untuk tenang akan tetapi ia ketakutan dan memanggil ibunya ia menangis meminta pada siapapun untuk menolong dirinya, angin bertiup sangat kencang dan mengguncang-guncangkan tempat tidur Baji yang masih tergantung di sumur, Baji berpegangan pada sisi tempat tidurnya dan beteriak meminta tolong, ia berfikir tentang ucapan Maha Pandit ji yang mengatakan bahwa usia hidupnya pendek. Radha terbangun dari tidurnya dan memeriksa Baji di kamarnya dan berfikir bahwa Baji masih tertidur di luar".
Sementara itu, Baji yang masih ketakutan karena ulah Bhallu dan teman-temannya terus berteriak meminta tolongm Qadar Khan datang kesana dan bertanya "Kau siapa?". Baji mengatakan "Baba ji kau dan aku pernah bertemu". Wader Khan mengingat saat ia bertemu dengan seorang anak dan memberikan kudanya ke Baji. Baji memintanya untuk menyelamatkannya. Khan merasa sangat kasian pada Baji dan terkejut.
Para prajurit sedang menikmati makanannya, ia menemukan kertas di rantang makanannya dan membaca pesan dari seseorang, sementara itu, Prajurit Marahati datang menemui Abdullah di tendanya, ia mengatakan bahawa seseorang telah menantang Qazi dan ingin bertemu malam ini"
Baji masih tergantung bersama dengan tempat tidurnya di atas lubang sumur, Baji mengatakan pada Khan "Jika aku terjatuh maka aku akan mati". Qadar Khan meminta Baji untuk memberikan tangannya dan meyakinkan Baji "tidak akan ada yang terjadi pada mu.. " . Baji berdoa pada dewa dan ia berteriak ketika Khan menariknya ke bibir sumur, Baji berjhasil di selamatkan, ia menangis ketakutan memeluk Khan. Khan bertanya pada Baji " kau tidak takut lautan sebelumnya dan telah banyak melalui rintangan sebelumnya". Baji hanya diam menatap Khan dan ia memeluk Khan kembali dan menangis.
Semua prajurit Marahti yang bekerja untuk Mughal saling bertemu dan berkumpul, mereka berbagi pendapat dan bertanya-tanya "Siapa yang disebut kami disini? dan berfikir "Jika Qazi datang dan mengetahui bahwa kita bertemu disini maka dia akan sangat marah. Abdullah datang kesana dan menampar prajurit Marahti, Abdullah menginjak tangannya. Parjurit Marahti mengatakan bahwa mereka jujur pada mereka, Abdullah mengatakan padanya "Kau tidak setia pada tanah air mu, maka bagaimana kau akan setia pada kami". Abdullah akan membunuhnya tapi prajurit lainnya memohon pengampunan, tapi Abdullah akan menyerang dan ketika itu Pajurit lainnya melemparkan batu dan membunuh Abdullah. Para prajurit bertanya padanya "Mengapa kau membunuh Abdullah?". Prajirit mengatakan "Jika aku tidak membunuhnya maka dia yang akan membunuh kita dan itu sangat perlu". Balaji datang mengatakan "Itu hanya merupakan awal" dan memberikan mereka keberanian untuk melawan Mughal untuk masa denap dan anak-anak mereka sendiri.
Qodar Khan mengantarkan Baji kerumahnya, ia menceritakan semua yang terjadi bahwa dirinya tekah menemukan tempat tidur Baji yang terikat di sumur, Chimna sangat marah ketika mengatahui apa yang terjadi pada kakaknya, Radha meminta Chima tenang dan meminta Baji masuk kedalam bersama dengan Bihu. Radha Bai berterima kasih pada Khan karena ia telah menyelamatkan anaknya dan membawanya pulang dengan selamat dan merasa bersalah karena ia tidak bisa mengentikan musuh Baji yang ketika itu membawa Baji pergi dari rumah .
Semua prajurit Marahti yang bekerja untuk Mughal saling bertemu dan berkumpul, mereka berbagi pendapat dan bertanya-tanya "Siapa yang disebut kami disini? dan berfikir "Jika Qazi datang dan mengetahui bahwa kita bertemu disini maka dia akan sangat marah. Abdullah datang kesana dan menampar prajurit Marahti, Abdullah menginjak tangannya. Parjurit Marahti mengatakan bahwa mereka jujur pada mereka, Abdullah mengatakan padanya "Kau tidak setia pada tanah air mu, maka bagaimana kau akan setia pada kami". Abdullah akan membunuhnya tapi prajurit lainnya memohon pengampunan, tapi Abdullah akan menyerang dan ketika itu Pajurit lainnya melemparkan batu dan membunuh Abdullah. Para prajurit bertanya padanya "Mengapa kau membunuh Abdullah?". Prajirit mengatakan "Jika aku tidak membunuhnya maka dia yang akan membunuh kita dan itu sangat perlu". Balaji datang mengatakan "Itu hanya merupakan awal" dan memberikan mereka keberanian untuk melawan Mughal untuk masa denap dan anak-anak mereka sendiri.
Qodar Khan mengantarkan Baji kerumahnya, ia menceritakan semua yang terjadi bahwa dirinya tekah menemukan tempat tidur Baji yang terikat di sumur, Chimna sangat marah ketika mengatahui apa yang terjadi pada kakaknya, Radha meminta Chima tenang dan meminta Baji masuk kedalam bersama dengan Bihu. Radha Bai berterima kasih pada Khan karena ia telah menyelamatkan anaknya dan membawanya pulang dengan selamat dan merasa bersalah karena ia tidak bisa mengentikan musuh Baji yang ketika itu membawa Baji pergi dari rumah .
Qadar Khan mengatakan bahwa terakhir kali saat bertemu Baji, Baji sangat berbeda dan berani dan tidak takut apa pun .. saat ini Baji berubah dan menjadi anak yang penakut, bahkan aku tidak tahu apa yang terjadi padanya". Radha mengatakan" Baru-baru ini Baji telah di serang". Chimna berbisik pada Radha mengatakan " Baji sangat ketakutan" . Qadar Khan mengatakan "Kau harus mengembalikan ketakutan Baji dan menrubahnya kembali menjadi anak yang pemberani". Khan berpamitan dan Radha Bai menatap Baji.
Balaji mengatakan pada tentara Marathi bahwa ia dikirim oleh Tara Rani Bai dan ia memperkenalkan dirinya pada prajurit Marahti. Prajurit mengatakan "apa yang bisa kita lakukan, ketika Tara Rani Bai tidak bisa menyelamatkan Bhairav garh dari Mughal?". Balaji mengatakan "Jika salah satu dari kalian fokus maka ia bisa melakukan apapun". Prajurit bertanya padanya "Bagimana kita bisa melawan tanpa senjata?". Balaji mengatakan prajurit yang bisa membantu mereka dan memanggil Badhar, ia datang bersama Ajudan Balaj, Bahdar membuka tumpukan jerami dan membuka kotak menunjukkan pedang pada mereka, dan semua Prajurit Marthi mengambil senjata darinya,, Ajudan Balaji mengawasi kondisi di luar dan Balaji menyobekkan sepotong kain merah beserta pedang dan memberikannya pada semua prajurit, Semua prajurit mengikatkan kain merah di kepala mereka, Balaji mengatakan "ini adalah bendera dan perti kita juga"... Balaji mengatakan "Har..har Mahadev. Semua prajurit bersorak sorai.
Ke esokan paginya, Radha membawa Baji terbing lebih dekat ke dekat air terjun yang sama ketika Baji dan teman-temannya melompat dan masuk kedalam air, Baji bertanya "Aayi, apakah kau marah dengan ku, aku tidak tau kenapa aku sampai disana". Baji mengingat ketika ia melompat dan mengambil koin karena menerima tantangan Bhallu dan membuat ibunya berteriak dan menangis. Radha mengatakan "terakhir kalinya aku tidak akan takut ketika kau melompat ketinggian air terjun ke dalam air sungai , kau putra Balaji yang tidak akan pernah takut ketika mendapatkan kematian, aku ingin melihat mu menjadi verr .., aku akan belajar dari mu"
Precap:
Ke esokan paginya, Radha membawa Baji terbing lebih dekat ke dekat air terjun yang sama ketika Baji dan teman-temannya melompat dan masuk kedalam air, Baji bertanya "Aayi, apakah kau marah dengan ku, aku tidak tau kenapa aku sampai disana". Baji mengingat ketika ia melompat dan mengambil koin karena menerima tantangan Bhallu dan membuat ibunya berteriak dan menangis. Radha mengatakan "terakhir kalinya aku tidak akan takut ketika kau melompat ketinggian air terjun ke dalam air sungai , kau putra Balaji yang tidak akan pernah takut ketika mendapatkan kematian, aku ingin melihat mu menjadi verr .., aku akan belajar dari mu"
Precap:
Radha Bai mendekati air terjun dan ia melompat dan jatuh di sungai. Baji berteriak ketakutan "Aayi.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar