Rabu, 15 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 17 ( 15 Februari 2017) : BERHARAP KESEMBUHAN BAJI AKAN TERJADI, MAHA PANDIT JI DATANG KERUMAH RADHA BAI MEREKA BEDOA PADA MAHADEV UNTUK MENGEMBALIKAN KESADARAN BAJI YANG MASIH KERITIS.

TYO SONY TV : 15 Februari 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 17
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 

Index : Seorang guru spiritual datang ke rumah Radhabai saat dia merawat anaknya yang sakit. Teman Bajirao berdoa kepada Dewa untuk pemulihannya yang cepat. Guru spiritual melakukan 'yajna' di rumah Radhabai. Pada akhirnya, Bajirao mendapatkan kembali kesadarannya. Balaji Vishwanath dan ajudannya menangkap seorang tentara mughal di hutan. Teman-teman Bajirao mengalahkan Balu karena diam-diam membantu Nasir. Radhabai mengetahui bahwa Nasir telah melempar Bajirao dari tebing.

-----------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------


Usai Naser menipu Baji dan sengaja menendang Baji hengga jatuh ke juarang  dan terjatuh di lembah penuh dengan beberapa ekor komodo yang sangat mematikan, kondisi Baji masih kritis. Bihu, Chimna dan teman- temannya berdoa pada Maha dev agar dewa mengembalikan Baji pada mereka, kondisi Bihu membawakan beberapa buah asam untuk persembahannya untuk Mahadev. Bihu dan kawan-kawannya memohon agar Mahadev menyelamatkan kakaknya. 

Dirumah Radha, Kondisi Baji masih sangat keritis belum sadarkan diri ia masih terbaring lemas  dalam ramuan obat herbal untuk menyembuhakn semua luka-lukanya, dan tabib masih merawat Baji.  Radha menangis sedih bebrapa pria yang datang membawa Baji berpamitan untuk pulang.


Langit menggelegar menggetarkan lonceng di kuil Mahadev,  Gotiya dan  teman-teman yang lainnya sedang membunyikan lonceng  serta gendang di kuil dan tersenyum daat mengetahui keadaan Baji. Chimna dan Bihu memandikan patung dewa siwa dengan susu,  Baji. Radha hanya menangis duduk di samping putranya, ia menangis melihat kondisi Baji. Tabib  dan Guru Ji berpamitan pergi. Radha membelai Baji dengan penuh kasih sayang dan memintanya untuk membuka mata. 


Semua prajurit Mughal sedang beristirahat di tepian sungai. Ajudan Balaji mengamati mereka dari kejauhan, dan Balaji juga menginta semua gerak gerik mereka, Ajudan Balaji mendekati seekor kuda dan memberikannya makanan, ia bergegas berlari dan sembunyi ketika para prajurit selesai makan dan bergegas menaiki kuda, Balaji dan Ajudannya membuat rencana sesuai dengan rencana mereka, 

Balaji mengatakan kepadanya bahwa setelah sampai rumah, ketika aku akan memberitahu rencanana ku pada Baji Baji, putra ku pasti akan terkesan. 

Bihu  dan Chimna menangis melakukan pemujaan di hadapan Mahadev, bersama dengan teman-temannya, saat itu Bhallu dan teman-temannya datang melihat mereka sedang membunyikan alat musik dan nenbunyikan lonceng dikuil, Gotiya membunyikan lonceng ia menangis memanggil Baji. Bhallu mengamati mereka bersembunyi di balik tembok besama teman-temannya. 


Cuaca semakin memburuk, Radha Bai masih duduk menunggu putranya, angin bertiup kencang dan akan memadamkan api di lilin, Radha bergegas melindungi cahaya lilin agar tidak padam dengan tangannya, Radha menangis ketika mengingat ucapan Baji ketika ia mengatakan jika pukulan ibunya terasa manis untuknya


Maha Pandit ji datang untuk memperkirakan hidup dan mati Baji, Radha terkejut ketika melihat kedatangannya dan bertanya" kau nerada di sini?". Pandit ji mengatakan oada Radha " Aku telah merasakan Baji dalam bahaya, ketika aku shmadi, dan karena itulah aku datang". sementara itu di kuil Cihimna, Bihu dan teman-temannya masih melakukan puja di kulil Maha dev, Bhalu nampak begitu sangat puas setelah mengetahui kondisi Baji. Bhalu bersama- teman-temannya pergi, Teman Baji mengetahui kedatangan Bhalu dan menoleh kebelakang namun Bhalu telah pergi, ia kembali berbalik untuk menambuhkan gendangnya.

Radha Bai bangun dan duduk kembali di samping Baji, ia menutupi wajah Baji dengan kain sarinya, Chimna, Bihu teman-temannya masih memohon pada Mahadev untuk kesembuhan Baji, tiba-tiba saja dalam kegelapan malam pintu dirumah Radha Bai terbuka dan seorang pria sedang berdiri, Radha tersenyum ketika melihat  dengan samar Maha Pandit ji datang kerumahnya, Radha terpaku melihat kedatangannya didepan matanya, Radha mencakupkan kedua tangannya pada Maha Pandit ji.

Maha Pandit ji melangkah masuk ke dalam rumah Radha, ia melihat keadaan Baji. Radha memberi salam padanya berkata "Pandit ji, kau disini?". Pandit ji  menjelaskan pada Radha  "Aku  telah merasakan Baji dalam bahaya ketika i Samadhi dan itu sebabnya datang kemari"

Radha menangis dan meminta Pandit ji melakukan sesuatu untuk dapat menyembuhkan Baji, Pandit ji meyakinkan Radha Bai agar tidak berkecil hati, ia mengatakan "Baji akan tetap hidup karena doa dari mu".  Radha bertanya pada Pandit ji dalam keputusasaannya "Bagaimana aku memberi tahu pada anak-anak ku yang lain jika Baji memiliki kekuatan... kau telah meramalkan tiga hal dan putra ku adalah pemenangnya, Radha Bai memohon pada Pandit ji untuk membantunya.
Pandit ji bilang " aku tidak tahu apa ini akan berhasil tapi aku pasti akan mencoba". Radha memintanya untuk melakukan sesuatu agar Baji kembali sadar. Pandit ji melakukan puja. Dan Semua orang berdiri dan berdoa untuk memohon keselamatan Baji.

Disisi lain Prajurit Mugal melintasi jalanan di malam yang gelap, tiba-tiba saja kuda putih yang ditunggangi oleh komandan prajurit Muaghal tidak dapat dikendalikan. Balaji menyerangnya 


Maha Pandit ji melakukan puja, Radha Bai berdiri bersama dengan kedua anaknya Chimna ji dan Bihu dan teman-teman Baji  mereka mencakupkan kedua tangan mereka untuk memohon kesembuhan dan juga keselamatan pada Baji. Api puja Pandit ji semakin besar, angin bertiup menghembus semua daun-daun herbal di tubuh Baji dan membuat Chimna terkejut. Pandit ji terus membacakan mantra di tengah hujan angin dan pertir yang menggelegar. Baji mendapatkan kesadarannya, ia terbatuk dan memanggil "Aayi...".  .Radha menangis bahagia. Gotiya, Chima ji, Bhiu dan yang lainnya  turut  senang dan menangis bahagia. Radha duduk di dekat Baji dan mengankat kepala Baji kepangkuannya, ia menecup dahi Baji.

Maha Pandit ji tersenyum. Bhiu mengatakan pada Baji " aku tidak akan meminta buah asem lagi". Chima ji mengatakan " kau sudah membuatku ketakutan. Baji bilang" aku tidak akan pergi meninggalkan kalian semua dengan begitu cepat. Baji mengatakan pada Radha " Aayi aku lapar". Radha mengatakan " apa kau baik-baik saja" Radha duduk di sampingnya. Radha tersenyum pada Pandit Ji tapi Pandit ji mengisyaratkan bahwa semua merupakan kehendak dewa. Gotiya mengucapan terima kasih pada Mahadev kerana telah mendengarkan doa mereka.



Bhiu mengatakan  pada Baji bahwa dia tidak akan pernah  lupa untuk memberikan persembahan buah asem dan membuat semua orang tertawa. Chima ji mengatakan "Kakak, kau membuat ku ketakutan" Baji bilang " aku tidak akan meninggalkan  kalian semua dengan  begitu cepat". Baji mengatakan Radha "Aayi aku lapar". Radha hanya meneangis dan mengangguk memberlai kepala Baji.

Balaji mengubur komandan prajurit Mughal, ia mulai menaburkan pasir di lubang kuburan yang telah di seiapkannya. Komandan prajurit meminta Balaji untuk membiarkannya pergi ia mengatakan " aku tidak punya permusuhan dengan mu, aku harus mengikuti perintah Mughal karena aku bekerja untuk mereka, tapi aku merasa buruk untuk mereka dan menyelamatkan kehidupan seseorang hari ini" Balaji mengatakan" Aku memberimu hukuman untuk mengianati orang sendiri, sekarang tanah mu akan membawa mu ke dalam bersama dengan mu" . Prajurit Mughal meminta Balaji untuk meelepaskannya dan ia  meminta maaf. 

Keesokan paginya, Tara Rani Saheb  memegang panah, ia melepaskan anak panah ke udara .., anak panah melesat tepat mengenai burung dara putih yang terbang, Rani Saheb tersenyum puas, Rani Saheb  dan meminta Shiva Raje untuk belajar memanah. Shiva Raje bertanya " mengapa melakukannya di pagi hari?".Tara Rani Saheb meminta Shiva Raje untuk menjadi prajurit, Shiva Raje mulai membidik anak panah pada burung merpati yang lain tapi ia ragu dan mengatakan pada Rani Saheb “Aku bisa pergi kekamar ku dan bermain”. Rani Saheb berkata “ Ini bukan permainan” dan memintanya untuk menginspirasi semua orang di kerajaan seperti Chatrapati Maharaj. Shiva Raje marah dan bertanya”  apakah  jika aku memanah burung dengan panah maka kau juga  akan membiarkan ku  pergi?”. Rani Saheb meminta untuk mencobanya dan Shiva Raje kembali mengambil panah dan menargetkan sasaran burung tapi anak panah selalu meleset dan tidak mengenai sasar burung dara putih yang telah dilepaskan,  dan Rani Saheb memintanya untuk mencobanya dan fokus pada target sasaran dan kemudian untuk ketiga kalinya untuk melepaskan akan panahnya dan berhasil  melepaskan anak panahnya mengenai burung dar, Shiva Raje begitu kagum. Tara Rani Saheb  memintanya  untuk ingat untuk memenangkan perang Swaraj dan mengatakan “Kau  tidak akan mendapatkan banyak peluang di sana” . Shiva Raje  hanya terdiam menatap Rani Saheb.
Radha menyuapi Baji makan, Baji menatap ibunya dan meminta maaf karena telah membuatnya cemas, mereka mendengar suara anak-anak sedang bertengkar, Radha Bai  pergi keluar untuk melihatnya. . Bhiu, Chima, Gotiya dan lain-lain  memukuli Bhalu. Bihu menutup mulut Bahllu mereka berkata “ Bhalu sangat jahat karena telah membantu Naser untuk mencelakai Baji”. Radha datang kesana untuk menghentikan Chimna ji dan teman-temannya, Radha Bai  bertanya “apa yang mereka lakukan? “ Bhalu  meminta Radha untuk menyelamatkan dirinya. Chima ji dan teman-temannya memukuli Bhalu  mengatakan “Aayi dialah orang yang telah bersekongkol untuk mencelakai Baji” Radha meminta Chimna untuk berhenti. Radha mengatakan “Bahlu akan dihukum karena dosanya, biarkan dia pergi.". Bahllu bergegas pergi dengan jalan terpincang, Chimna dan teman-temannya sangat marah

Precap:

Radha  datang menemui Naser menamparnya, ketika semua prajurit datang Radha Bai melemparkan bubuk cabai pada mereka, Radha Bai marah dan memukuli Naser dengan tongkat. Pandit ji mengingatkan Radha bahwa hidup Baji sangat singkat. Baji mendengar pembicaraan mereka.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar