Kamis, 16 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 19 ( 16 Februari 2017 ) : KETAKUTAN BAJI KETIKA BIHU MEMINTANYAVMENGAMBILKAN WADAH ACHAAR DI RAK PALING ATAS, BAJI MEMINTANYA UNTUK MANDIRIVDAN TIDAK BERGANTUNG PADANYA, BALAJI MENYAMAR MENJADI FAKEE BABA DAN BERTEMU QAZI, BAJI MENGHALANGI TEMAN-TEMANYA MENYAKITI BHALLU

Tayangan Online Sony TV : 16 Februari 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 19
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 


Index : Bajirao memberitahu pada Radhabai bahwa dia mengetahui kebenaran pahit tentang dirinya sendiri. Baji  menjanjikan Radhabai bahwa dia akan mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tuanya. Tararani menyarankan Siwa untuk mengetahui lebih banyak tentang benteng yang dibangun oleh nenek moyang mereka. Ghazi menantang Balaji Vishwanath untuk menunjukkan kepadanya kekuatan magisnya. Bajirao mengatakan kepada teman-temannya bahwa dia telah memutuskan untuk memaafkan Balu atas kesalahan masa lalunya.

---------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Masih di dapur, ketika Bihu meminta Baji untuk membantynya mengambil kaleng acchar. Bihu bilang " hanya ayah yang bisa mengambilkan pohon Peepal" . Baji mengatakan " tapi aku akan pergi ..." Bhiu meminta Baji untuk kembali bahkan jika ia pergi, Bihu menangis memeluknya. Mereka menangis kemudian Baji mengusap air matanya dan  meminta Bihu untuk berhenti menangis  Baji meminta agar Bhiu belajar untuk melakukan semua hal dengan mengandalkan  dirinya sendiri. Baji melihat tangga tersandar di tembok dan  meminta Bihu untuk menambil tangga dan membawanya ke dekat lemari, dan naik di atasnya untuk mendapatkan wadah Acchar. Bhiu  senang karena telah mendapat wadah Acchar ia melompat ke pelukan Baji dan terima kasih pada Baji. Bihu senang, ia mengatakan" aku bisa mengambil achaar dengan tangsn ku" Bihu duduk lalu  memakannya. Baji hanya nenatapnya.
Bahadur  bertanya pada, Balaji "mengapa kau datang ke sini.. Katakan yang sebenarnya. Balaji mengingat ucapannya pada Qazi bahwa jika sesorang telah meyakini dan percaya maka ua akan memilikibsenyum di wajahnya.. Dan jika salah  satunya pynya keraguan maka wajahnya akan terlihat tegang. Balaji menjelaskan padanya tentang membaca ekprsi  wajah. Abdullah marah dan mengarahkan  pedangnya pada Fakeer Baba. Qazi menghentikan Abdullah untuk bertindak bodoh / Ajudan Balaji yang juga menyamar membenarkan ucapan baHwa Fakeee Baba tidak berbohong.. Balaji mengatakan bahwa Shasmsher Tuhan telah menghabiskan waktu pada memori Tuhan bukan leher orang".Qazi mengatakan " kau yang telah tertipu dengan orang yang dapat melakukan keajaiban, tapi tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata".  Balaji mengatakan " kau berani, tapi kau juga bodoh... apa yang terjadi di sini merupakan keajaiban".

Bahadur Qazi  meminta  Fakeer baba untuk menunjukkan adakah mukjizat lain saat ia akan memotong lehernya dan menggantung kepalanya di dinding istana. Balaji tersenyum dan memintanya untuk memberikan waktu padanya. Bahdaur  mengatakan "kau akan melakukan keajaiban itu dengan pasir dan memintanya untuk tidak melakukannya hanya dalamdua hari.  Qazi   hanya memberinya kesempatan satu hari dan mengatakan " aku memiliki 1000 mata, hanya kau ingat... jika aku datang untuk mengetahui bahwa kau telah bersekongkol dalam hal apapun. apa maka aku akan membunuh mu dengan waktu yang singkat. Fakeer baba hanya tertawa membua tQazi  marah, lalu Qazi bertepuk tangan dan beberapa pasukannya keluar dari tempat persembunyiaannya dari berbagi arah

Balaji  dan ajudnya  bertemu dengan prajurit yang dimaintanya untuk bekerja sama dan membantunya memberikan sesuatu pada prajurit  sebuah besi kecil dan memintanya untuk membuang  sesuatu, Balaji mengatakan "itu tidak ada gunanya baginya". Prajurit  membuka gulungan kertas kecil dan membaca pesan Balaji saat memintanya untuk membawa beberapa prajurit lain untuk membuat dirinya menang. Parajurit hanya tersenyum.

Keesokan paginya, Baji terbangun dari tidurnya, ia mendengarkan suara lantunan nyanyian seorang pria yang ketika itu sedang  berjalan di desanya, Baji bangun dan melihat pria itu  dari jendela dan ia tersenyum
Dikerajaan, Tara Rani Bai menjelaskan  tentang Qillas dari miniatur dan cara  untuk meruntuhkan Shiva dan memintanya untuk melihat jalan dan mengingat semua ucapannya. Shiva Raze menguap. Tara Rani memintanya untuk memulai berjalan. Shiva Raje bertanya "mengapa jalan tidak lurus".  Tara Rani mengatakan " itu direncanakan oleh Chatrapati.. aku  telah mengirim Balaji untuk Bhairav ​​garh dan mengatakan " aku akan melihat apakah dia sangat pintar"  Dhana ji  terkejut dan menatap Tara Rani Bai.


Baji membawa keluar ibunya, ia mengatakan pada Radha bahwa ia datang untuk tahu tentang kebenaran. Radha bertanya "apa? "Baji membuat alasan dan mengatakan "aku tidak akan membuat kesulitan pada senua orang mulai dari sekarang dan seterusnya dan akan melakukan apa yang kau katakan" Bhiu mengatakan pada Chimna " sesuatu tekahvterjadi Baji". Radha bertanya "apa yang terjadi padamu". Baji mengatakan "sekarang akuv tidak akan datang dalam pembicaraan Dewd, aku tidak akan melompat jatuh dari ketinggian air jatuh atau mengambilbush mangga ... aku tidak akan bertarung dengan Mughal dan akan menjadi seperti Chimna, aku akan berkonsentrasi pada pekajaran ku". Radha terkejut, ia memegangi suhu tubuh Baji dan kebingungan dengan sikap putranya. Baji mengatakan " apa kau akan membawa aku dan ayah ke Kashi yatra?". 

Radha mengatakan" kita tidak akan pergi lama, kita akan melihatnya nanti. Baji mengatakan " itu berarti aku tidak akan berada di sini lagi?"   Baji berlutut di hadapan Radha Bai dan ia menghapus air matanya ketika itu dan kembali menunjukkan wajahnya yang ceria, tapi Baji  berbalik menyembunyikan kesedihannya,, Radha terkejut. Bihu memanggil Chimna dan memintanya untuk melihat Baji bersama ibunya. Bihu berkata "Tidak".. ia membuang kantong putihnya dan membuat Radha tertawa, Baji menunjukan keranjang pada Radha Bai dan memikulnya. Baji mengatakan " mungkin aku akan berada di tempat lain dan kemudian ... " , Radha tersenyum dan tertawa, Baji  menangis, ia  mengusap air mata ibunya dan memeluk Baji, Radha pun menangis mengatakan "kau anak ku yang baik". Baji bilang " Aayi aku akan membuat mu bangga".
Balaji mengatakan sesuatu ketika para Pajurit Mughal sedang memasak, tapi prajurit bilang " aku tahu apa yang akan kau coba lakukan tapi itu tidak mungkin". Balaji menuangkan garam kedalam masakannya mengatakan "tidak ada yang mustahil, hanya kekuatan yang dibutuhkan untuk mencapai misi ini" . Prajurit lainnya mengatakan "  kau akan sulit untuk menipu Mughal".  Bahdur  datang dan bertanya "apa yang kalian bicarakan? "Balaji mengatakan" ya, kita memasak khichdi".., " aku akan memberi makan untuk 101 orang yang kelaparan sebelum melakukan sihir dan mengatakan aku akan bercerita mahabharat" Qazi mengatakan "Pandawa diselamatkan karena mereka tidak melakukan kesalahan dengan percaya saudara-saudara mereka"... ketika mereka tidak percaya saudara-saudaranya atau diri mereka sendiri, maka bagaimana aku bisa mempercayai mu". Balaji  mendekati Bahadur Qazi bilang "aku akan menunjukkan keajaiban .... Aku datang ke sini untuk memeriksa makanan yang dibuat prajurit". Bahadur  bertanya " apa kau akan makan makanan ini?". Balaji/Faaker  akan melayani untuk mengambilkan makanan dan membawakannya pada Bahadur . Qazi  bersama dengan prajurit yang di ajak bekerja sama mengambilkan Bahdur  untuk makanan dan menuangkan bubuk pada makanannya, Prajurit Qazi mencurigai sesuatu  dan  mereka membawakan pada Bahadur  untuk mencoba rasa masakan.Anak buah Qazi mencurigai sesuatu ketika Qazi akan mengambil makanan dan Balaji hanya tersenyum menatapnya. 

Baji dan teman-temannya berjalan di ladang. Balu datang di sana. Gotiya, Chimna dan lain-lain berputar-putar di depan Bhalu mengatakan" ia satu-satunya pria kotor di desa ini... Baji dalam kondisi ini karena mu dan membuat senyum di wajah Baji  menghilang dari wajahnya.  Gotiya mengeluarkan ketapel dari sakunya dan Mereka mengatakan ide untuk menghukumnya. Gotiya menyerahkan ketapel itu dan memnita Baji melakukannyam, Gotiya, Cimna dan yang lainnya mengambil batu besar untuk menyerang Ballu dan membuatnya ketakutan Baji hanya diam melihat Bhallu, Baji membuang batu dan ketapel dan membuat teman-temannya terkejut. Gotiya bertanya " Baji apa yang telah kau lakukan?" meminta mereka untuk tidak melakukannya,  Baji mengatakan" ketika salah satu dapat membuat teman-teman dengan berjabat tangan, lalu apa kebutuhan kalian untuk mengangkat senjata" Baji berjalan menghampiri Ballu dan memeluknya ... Gotiya dan teman-temannya terkejut begitu juga dengan Bhallu. Gotiya terperangah dan mengangguk seolah mengerti apa yang di katakan Baji padanya,  Baji mengatakan  pada Bahllu " Aayi mengatakan pada ku bahwa pengampunan merupakan hal terbaik dan memberi kebahagiaan". Gotiya mengatakan" tapi Bhallu tidak meminta maaf pada mu" Baji menasehati mereka dan terlihat tersenyum pada Bahllu.


Precap:


Qadar Khan mengatakan pada Radha  bahwa  Baji ketakutan dan meminta Radha untuk membuat Baji merasa  aman dan baik-baik saja. Prajurit (bersama dengan Balaji)  datang ke tenda dan memberikan berita palsu untuk Qazi bahwa Marathi akan menyerang istana. Qazi terkejut. .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar