Masih di dapur, ketika Bihu meminta Baji untuk membantynya
mengambil kaleng acchar. Bihu bilang " hanya ayah yang bisa mengambilkan
pohon Peepal" . Baji mengatakan " tapi aku akan pergi ..." Bhiu
meminta Baji untuk kembali bahkan jika ia pergi, Bihu menangis memeluknya. Mereka menangis kemudian Baji mengusap air matanya dan meminta Bihu untuk berhenti menangis Baji meminta agar Bhiu belajar untuk melakukan semua hal
dengan mengandalkan dirinya sendiri. Baji melihat tangga tersandar di tembok dan meminta Bihu untuk menambil tangga dan membawanya ke dekat lemari, dan
naik di atasnya untuk mendapatkan wadah Acchar. Bhiu senang karena telah mendapat wadah Acchar ia melompat ke pelukan Baji dan terima kasih pada Baji. Bihu senang, ia mengatakan" aku
bisa mengambil achaar dengan tangsn ku" Bihu duduk lalu memakannya. Baji hanya
nenatapnya.
Bahadur bertanya pada, Balaji "mengapa kau datang ke sini.. Katakan yang sebenarnya. Balaji mengingat ucapannya pada Qazi bahwa jika sesorang telah meyakini dan percaya maka ua akan memilikibsenyum di wajahnya.. Dan jika salah satunya pynya keraguan maka wajahnya akan terlihat tegang. Balaji menjelaskan padanya tentang membaca ekprsi wajah. Abdullah marah dan mengarahkan pedangnya pada Fakeer Baba. Qazi menghentikan Abdullah untuk bertindak bodoh / Ajudan Balaji yang juga menyamar membenarkan ucapan baHwa Fakeee Baba tidak berbohong.. Balaji mengatakan bahwa Shasmsher Tuhan telah menghabiskan waktu pada memori Tuhan bukan leher orang".Qazi mengatakan " kau yang telah tertipu dengan orang yang dapat melakukan keajaiban, tapi tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata". Balaji mengatakan " kau berani, tapi kau juga bodoh... apa yang terjadi di sini merupakan keajaiban".
Bahadur bertanya pada, Balaji "mengapa kau datang ke sini.. Katakan yang sebenarnya. Balaji mengingat ucapannya pada Qazi bahwa jika sesorang telah meyakini dan percaya maka ua akan memilikibsenyum di wajahnya.. Dan jika salah satunya pynya keraguan maka wajahnya akan terlihat tegang. Balaji menjelaskan padanya tentang membaca ekprsi wajah. Abdullah marah dan mengarahkan pedangnya pada Fakeer Baba. Qazi menghentikan Abdullah untuk bertindak bodoh / Ajudan Balaji yang juga menyamar membenarkan ucapan baHwa Fakeee Baba tidak berbohong.. Balaji mengatakan bahwa Shasmsher Tuhan telah menghabiskan waktu pada memori Tuhan bukan leher orang".Qazi mengatakan " kau yang telah tertipu dengan orang yang dapat melakukan keajaiban, tapi tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata". Balaji mengatakan " kau berani, tapi kau juga bodoh... apa yang terjadi di sini merupakan keajaiban".
Bahadur Qazi meminta Fakeer baba untuk menunjukkan adakah mukjizat lain saat ia akan memotong lehernya dan menggantung kepalanya di dinding istana. Balaji tersenyum dan memintanya untuk memberikan waktu padanya. Bahdaur mengatakan "kau akan melakukan keajaiban itu dengan pasir dan memintanya untuk tidak melakukannya hanya dalamdua hari. Qazi hanya memberinya kesempatan satu hari dan mengatakan " aku memiliki 1000 mata, hanya kau ingat... jika aku datang untuk mengetahui bahwa kau telah bersekongkol dalam hal apapun. apa maka aku akan membunuh mu dengan waktu yang singkat. Fakeer baba hanya tertawa membua tQazi marah, lalu Qazi bertepuk tangan dan beberapa pasukannya keluar dari tempat persembunyiaannya dari berbagi arah
Balaji dan ajudnya bertemu dengan prajurit yang dimaintanya untuk bekerja sama dan membantunya memberikan sesuatu pada prajurit sebuah besi kecil dan memintanya untuk membuang sesuatu, Balaji mengatakan "itu tidak ada gunanya baginya". Prajurit membuka gulungan kertas kecil dan membaca pesan Balaji saat memintanya untuk membawa beberapa
prajurit lain untuk membuat dirinya menang. Parajurit hanya tersenyum.
Keesokan paginya, Baji terbangun dari tidurnya, ia mendengarkan suara lantunan nyanyian seorang pria yang ketika itu sedang berjalan di desanya, Baji bangun dan melihat pria itu dari jendela dan ia tersenyum
Keesokan paginya, Baji terbangun dari tidurnya, ia mendengarkan suara lantunan nyanyian seorang pria yang ketika itu sedang berjalan di desanya, Baji bangun dan melihat pria itu dari jendela dan ia tersenyum
Dikerajaan, Tara Rani Bai menjelaskan tentang Qillas dari miniatur dan cara untuk meruntuhkan Shiva dan
memintanya untuk melihat jalan dan mengingat semua ucapannya. Shiva Raze menguap. Tara Rani
memintanya untuk memulai berjalan. Shiva Raje bertanya "mengapa jalan
tidak lurus". Tara Rani mengatakan " itu direncanakan oleh Chatrapati.. aku telah mengirim Balaji untuk Bhairav garh dan mengatakan
" aku akan melihat apakah dia sangat pintar" Dhana ji terkejut dan menatap Tara Rani Bai.
Baji membawa keluar ibunya, ia mengatakan pada Radha bahwa ia datang untuk tahu tentang
kebenaran. Radha bertanya "apa? "Baji membuat alasan dan mengatakan
"aku tidak akan membuat kesulitan pada senua orang mulai dari sekarang dan
seterusnya dan akan melakukan apa yang kau katakan" Bhiu mengatakan pada
Chimna " sesuatu tekahvterjadi Baji". Radha bertanya "apa yang
terjadi padamu". Baji mengatakan "sekarang akuv tidak akan datang
dalam pembicaraan Dewd, aku tidak akan melompat jatuh dari ketinggian air jatuh
atau mengambilbush mangga ... aku tidak akan bertarung dengan Mughal dan akan
menjadi seperti Chimna, aku akan berkonsentrasi pada pekajaran ku". Radha
terkejut, ia memegangi suhu tubuh Baji dan kebingungan dengan sikap putranya. Baji mengatakan " apa kau akan membawa aku dan ayah ke Kashi yatra?".
Radha mengatakan" kita tidak akan pergi lama, kita akan melihatnya nanti. Baji mengatakan " itu berarti aku tidak akan berada di sini lagi?" Baji berlutut di hadapan Radha Bai dan ia menghapus air matanya ketika itu dan kembali menunjukkan wajahnya yang ceria, tapi Baji berbalik menyembunyikan kesedihannya,, Radha terkejut. Bihu memanggil Chimna dan memintanya untuk melihat Baji bersama ibunya. Bihu berkata "Tidak".. ia membuang kantong putihnya dan membuat Radha tertawa, Baji menunjukan keranjang pada Radha Bai dan memikulnya. Baji mengatakan " mungkin aku akan berada di tempat lain dan kemudian ... " , Radha tersenyum dan tertawa, Baji menangis, ia mengusap air mata ibunya dan memeluk Baji, Radha pun menangis mengatakan "kau anak ku yang baik". Baji bilang " Aayi aku akan membuat mu bangga".
Radha mengatakan" kita tidak akan pergi lama, kita akan melihatnya nanti. Baji mengatakan " itu berarti aku tidak akan berada di sini lagi?" Baji berlutut di hadapan Radha Bai dan ia menghapus air matanya ketika itu dan kembali menunjukkan wajahnya yang ceria, tapi Baji berbalik menyembunyikan kesedihannya,, Radha terkejut. Bihu memanggil Chimna dan memintanya untuk melihat Baji bersama ibunya. Bihu berkata "Tidak".. ia membuang kantong putihnya dan membuat Radha tertawa, Baji menunjukan keranjang pada Radha Bai dan memikulnya. Baji mengatakan " mungkin aku akan berada di tempat lain dan kemudian ... " , Radha tersenyum dan tertawa, Baji menangis, ia mengusap air mata ibunya dan memeluk Baji, Radha pun menangis mengatakan "kau anak ku yang baik". Baji bilang " Aayi aku akan membuat mu bangga".
Balaji mengatakan sesuatu ketika para Pajurit Mughal sedang memasak, tapi prajurit bilang " aku tahu
apa yang akan kau coba lakukan tapi itu tidak mungkin". Balaji menuangkan garam kedalam masakannya mengatakan
"tidak ada yang mustahil, hanya kekuatan yang dibutuhkan untuk mencapai
misi ini" . Prajurit lainnya mengatakan " kau akan sulit untuk menipu
Mughal". Bahdur datang dan bertanya "apa yang kalian bicarakan?
"Balaji mengatakan" ya, kita memasak khichdi".., " aku akan
memberi makan untuk 101 orang yang kelaparan sebelum melakukan sihir dan
mengatakan aku akan bercerita mahabharat" Qazi mengatakan "Pandawa
diselamatkan karena mereka tidak melakukan kesalahan dengan percaya
saudara-saudara mereka"... ketika mereka tidak percaya saudara-saudaranya
atau diri mereka sendiri, maka bagaimana aku bisa mempercayai mu". Balaji mendekati Bahadur Qazi bilang "aku akan menunjukkan keajaiban .... Aku datang ke sini untuk memeriksa makanan yang dibuat prajurit". Bahadur bertanya " apa kau akan makan makanan ini?". Balaji/Faaker akan melayani untuk mengambilkan makanan dan membawakannya pada Bahadur . Qazi bersama dengan prajurit yang di ajak bekerja sama mengambilkan Bahdur untuk makanan dan menuangkan bubuk pada makanannya, Prajurit Qazi mencurigai sesuatu dan mereka membawakan pada Bahadur untuk mencoba rasa masakan.Anak buah Qazi mencurigai sesuatu ketika Qazi akan mengambil makanan dan Balaji hanya tersenyum menatapnya.
Baji dan teman-temannya berjalan di ladang. Balu datang di sana. Gotiya, Chimna dan lain-lain berputar-putar di depan Bhalu mengatakan" ia satu-satunya pria kotor di desa ini... Baji dalam kondisi ini karena mu dan membuat senyum di wajah Baji menghilang dari wajahnya. Gotiya mengeluarkan ketapel dari sakunya dan Mereka mengatakan ide untuk menghukumnya. Gotiya menyerahkan ketapel itu dan memnita Baji melakukannyam, Gotiya, Cimna dan yang lainnya mengambil batu besar untuk menyerang Ballu dan membuatnya ketakutan Baji hanya diam melihat Bhallu, Baji membuang batu dan ketapel dan membuat teman-temannya terkejut. Gotiya bertanya " Baji apa yang telah kau lakukan?" meminta mereka untuk tidak melakukannya, Baji mengatakan" ketika salah satu dapat membuat teman-teman dengan berjabat tangan, lalu apa kebutuhan kalian untuk mengangkat senjata" Baji berjalan menghampiri Ballu dan memeluknya ... Gotiya dan teman-temannya terkejut begitu juga dengan Bhallu. Gotiya terperangah dan mengangguk seolah mengerti apa yang di katakan Baji padanya, Baji mengatakan pada Bahllu " Aayi mengatakan pada ku bahwa pengampunan merupakan hal terbaik dan memberi kebahagiaan". Gotiya mengatakan" tapi Bhallu tidak meminta maaf pada mu" Baji menasehati mereka dan terlihat tersenyum pada Bahllu.
Baji dan teman-temannya berjalan di ladang. Balu datang di sana. Gotiya, Chimna dan lain-lain berputar-putar di depan Bhalu mengatakan" ia satu-satunya pria kotor di desa ini... Baji dalam kondisi ini karena mu dan membuat senyum di wajah Baji menghilang dari wajahnya. Gotiya mengeluarkan ketapel dari sakunya dan Mereka mengatakan ide untuk menghukumnya. Gotiya menyerahkan ketapel itu dan memnita Baji melakukannyam, Gotiya, Cimna dan yang lainnya mengambil batu besar untuk menyerang Ballu dan membuatnya ketakutan Baji hanya diam melihat Bhallu, Baji membuang batu dan ketapel dan membuat teman-temannya terkejut. Gotiya bertanya " Baji apa yang telah kau lakukan?" meminta mereka untuk tidak melakukannya, Baji mengatakan" ketika salah satu dapat membuat teman-teman dengan berjabat tangan, lalu apa kebutuhan kalian untuk mengangkat senjata" Baji berjalan menghampiri Ballu dan memeluknya ... Gotiya dan teman-temannya terkejut begitu juga dengan Bhallu. Gotiya terperangah dan mengangguk seolah mengerti apa yang di katakan Baji padanya, Baji mengatakan pada Bahllu " Aayi mengatakan pada ku bahwa pengampunan merupakan hal terbaik dan memberi kebahagiaan". Gotiya mengatakan" tapi Bhallu tidak meminta maaf pada mu" Baji menasehati mereka dan terlihat tersenyum pada Bahllu.
Precap:
Qadar Khan mengatakan pada Radha bahwa Baji ketakutan dan meminta Radha untuk
membuat Baji merasa aman dan baik-baik saja. Prajurit (bersama dengan Balaji) datang ke tenda dan memberikan berita palsu untuk Qazi bahwa Marathi
akan menyerang istana. Qazi terkejut. .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar