Kamis, 02 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 8 ( 1 Februari 2017 ) PETUALANGAN MENCARI KUDA BAGIAN 1 : BAJI INGIN MEMBELI KUDA, PERTEMUAN PERTAMA DENGAN KUDA HITAM YANG SEDANG MENCARI TUANNYA YANG BARU, PEMILIK BARU KUDA KEJAM AKAN MEMOTONG KUDA HITAM UNTUK DI JADIKAN SEPATU UNTUK ARUANGZEB

JADWAL TYO SONI TV : 1 Februari 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 8
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 



Index : Radhabai menyarankan agar Balaji Vishwanath memikat Qamruddin ke dalam jebakan. Bajirao mengatakan kepada ibunya bahwa ia ingin memiliki seekor kuda. Balaji Vishwanath memberitahu Qamruddin bahwa Shivaraje telah pergi ke hutan untuk berburu. Kamruddin menjawab Balaji Vishwanath bahwa ia ingin bertemu dengan Shivaraje. Bajirao dan teman-temannya berencana membeli seekor kuda.

--------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------



Masih di pasar ketika Radha meminta Baji dan suaminya menangkap ayam-ayam milik Shanta yang sengaja di lepaskan Pihu. Balaji menatap Radha dengan sangat marah. Pihu mengatakan pada ayahnya “ Ini trik aayi untuk mengajarkan kalian berdua”.  Baji datang ia pun begitu sangat marah pada ibunya. Radha mengakui semua rencananya di depan Baji dan Suaminya untuk menangkap ayam-ayam itu.Radha mengatakan “Tatapan mu tajam, tapi kau tidak cerdas, gunakanlah pikiran untuk menggunakan pikiran kalian untuk menangkap ayam”.

Radha menghampiri  untuk memperlihatkan pada suami dan anaknya lalu mendekati ayam-ayam itu dan memberikan ayam beberapa butir makanan, ayam-ayam menghampiri dan memakan butiran beras dari Rahda dan Radha tersenyum, Radha meminta Baji untuk menangkap ayam itu namun Baji menolak “Tidak Aayi..”. Radha meminta Baji untuk menangkap ayam itu sekarang dan Baji berhasil menangkap ayam itu, Radha meminta pada Balaji untuk tidak membuang-buang waktu dalam berfikir dan apa yang sedang di pikirkannya dan meminta Balaji untuk berfikir 5 langkah kedepan untuk dapat mengalakannya, Balaji bergitu sangat terkesan dengan istrinya. Baji hanya tersenyum setelah mendengarkan ibunya berbicara.

Gotiya sedang bersemangat, Baji hanya tersenyum. Baji memberitahu pada teman-temanya bahwa mereka harus berpikir 5 langkah di depan musuh-musuh mereka. Gotiya mengatakan “Aku  akan berpikir 5 langkah di depan sekarang”. Chimna  lewat dan melihat mereka dan hanya bergeleng lalu teman-teman Baji sadar bahwa Chimna sedang memperhatikannya lalu ia masuk kesekolah. Gotiya mengatakan “Aku ingin tahu apakah ia saudaramu”. Baji mengatakan “ia saudara ku , tapi dewa telah  memberikan kecerdasan pada ku”. .. siapa pun yang tidak memiliki ego tidak Marathi”. Mereka berpikir  untuk dapat mengalahkan gajah. Baji melihat seekor kuda  hitam sedang meringkik dan berpikir bisa mengalahkan Gajah dengan menggunakan kuda. Gotiya dan yang lainnya mengatakan “mana kita akan membawa gajah”. Baji mengatakan “kita harus membawa kuda untuk  kekalahan Naser”.

Dhana ji datang  keperkemahan Qamer Uddin dan berbicara dengan seorang parajurit dan sekaligus menemui Qamer Uddin dan datang untuk mengetahui bahwa ia sedang tidur. Balaji bergegas datang dan menyapa Dhana ji. Dhana ji menyapa ucapan Balaji Har..har Maha Dev. Balaji bercanda bahwa segera ia akan menjadi Ameer Khusro. Dhana ji tertawa dan bertanya “mengapa kau  datang terlambat?”  Balaji mengatakan “Aku  menangkap ayam”. Dhana ji bertanya “apakah kau dapat  menangkapnya?” Balaji mengatakan “tidak, aku  tidak bisa menangkap ayam, tapi punya cara untuk berpikir ke depan “. …  Qamer Uddin adalah seorang manusia biasa jika ia keluar dari tenda ini ,  mereka akan menangkap kelemahan dan kemudian akan membuatnya  melakukan apa yang mereka inginkan”. Dhana ji mengatakan “ ia ingin bertemu hanya Shiva Raje, bukan Rani Tara Bai”. Balaji mengatakan “kita akan membuat dia minum air ghat kami”.
Dirumah Radha Bai, Radha sedang menyiapkan makanan besama Chimna dan Pihu. Baji mengambil celengannya dan mengatakan pada ibunya “Aku ingin memberli kuda”. Radha bertanya “ diamana kau akan membelinya…, ambilah makanan mu”. Baji berkata pada ibunya “Aku akan pergi dan membeli kuda”.
Chimna mengatakan “Itu  tidak mudah untuk membeli kuda”. Baji mengatakan “hat jisme nahi yang Marathi nahi”. Radha mengatakan “Apa kau  akan  segera kembali ?”. Pihumenatap tajam ibunya dan meminta  ibunya  untuk tidak menurunkan harapan orang besar itu. Radha bertanya “O bergitukah?” Pihu menjawab “Wow” dan membuat Chimna mentertawakan Pihu. Pihu marah menyusul Baji  dan pergi, Chimna meminta ibunya untuk memanggilnya tidak hanya Chimna saja tetapi Chmna shadi dan Chimna pergi, Radha memegang kepalanya dan tertawa.

Balaji  datang menemui Qamer Uddih yang sedang mencuci mukanya, Baalaji terbatuk ketika menghirup aroma yang tidak sedap, Balaji mengatakan pada  Qamer Uddin bahwa Shiva Raje tidak ada di sini dan memintanya untuk bertemu Rani Tara Bai. Qamer Uddin bersikeras untuk bertemu Shiva Raje dan meminta Balaji  untuk membawanya ke Ghat. Balaji mengatakan “Baiklah” tapi Balaji meminta Qamer Uddih untuk mandi. Mereka berdua tertawa, Qamer Uddin mengatakan “harimau tidak mandi setiap hari”. Balaji menghina dia tidak langsung dan mengatakan “mungkin Shiva Raje akan merasa bau dan berpikir itu adalah daging”. Balaji berbalik dan melangkahkan kakinya pergi, ia  berfikir bahwa dirinya sekarang punya banyak waktu”

Gotiya memecahkan celengan di depan teman-temannya, mereka mengumpulkan uang untuk membeli kuda dan meminta pada temannya yang lain untuk menghitung banyaknya uang yang di miliki. Gotiya bergeser duduk di samping Baji sementara temannya menghitung dan berkata bahwa uangnya tidak cukup untuk membeli kuda.”. Baji mengatakan “Jika kita tidak bisa mendapatkannya bahkan dewa seperti yang ayah ku katakana”.. Gotiya mengatakan” kita akan menemukan dewa”. … bahkan Jalebi dapat dibeli  dengan uang ini”. Pihu datang membawa kantong uang  dan mengatakan “Aku  akan bersama kalian dan membeli kuda”. Pihu menyerahkan uangnya pada Gotiya, Govind mengatakan “ kita tidak bisa membeli kuda dengan uang ini Baji meminta Pihu pulang bilang “aku tidak bisa meninggalkan harapan”. Tapi Pihu tetap menolaknya.

Seorang pria tua datang  bersama dengan empat orang muridnya, ia mengatakan “manusia hidup karena harapan dan harapan adalah karena manusia”. Pria tua itu  mengatakan bahwa ia membutuhkan pasangan yang bisa berjalan dengannya, dan mengatakan kau  sedang mencari kuda dan  kuda yang mungkin mencarimu”. Pria tua itu  meminta agar Baji  pergi dan mencari kuda itu, dan mengatakan “Kau hutan khushboo / bau yang  ada di udara”.  Pria tua meminta Baji  untuk pergi dan mendapatkan kuda itu. Pria tua itu pergi bersama dengan keempat muridnya, Baji  pun juga berharap bahwa ia akan mendapatkan kuda seperti yang diinginaknnya.
Seorang pria sedang berusaha untuk mengendalikan kudanya yang terus meringkik, seorang pria paruh baya berkata pada pria mengenakan baju hitam “Kuda itu sudah gila”.

Rani Tara Bai melihat kebawah ketika Balaji sedang menaiki kuda. Rani Tara bertanya pada Dhana ji “Sepertinya Subedar telah menjadi gila”. Dhana ji mengatakan “Deepak memberikan pengantar dengan cahaya-Nya”. Rani Tara bertanya “bagaimana kau bisa begitu yakin?” Dhana ji mengatakan “ia adalah Balaji sama yang telah kami kirimkan untuk  tahukeadaan  Shahuji, 7 tahun yang lalu, Qamer Uddin mencoba membunuh Balaji dan mendorongnya dari tebing dan hari ini Balaji akan datang duduk di atas kudanya”. Rani Tara Bai terus melihatnya..
Baji bersama dengan teman-temanya dan juga Pihu berada di pasar hewan. Pihu ingin sekali melihat kuda dan ia membuat puisi tantang kuda.

Baji mengatakan “kuda membuat raja mereka Nampak besar”. Pihu mengatakan “ kita akan membeli kuda putih”. Pihu meminta Baji  untuk membeli kuda hitam. Baji mengatakan “kita tidak punya uang untuk membeli kuda hitam atau putih”. Baji mengatakan “ pertama yang aku perlu untuk memilih kuda dan pastikan bahwa kuda ini tidak akan meninggalkan ku”. Mereka  semua melihat kuda hitam itu  semakin gila ketika beberapa orang berusaha untuk menjinakannya. Baji tersenyum. Gotiya mengatakan “kuda ini gila dan Baji juga gila”. .. “Kau  akan memiliki  kuda gila itu . Kuda itu memberontak dan membuat tali pengendalinya terputus, kuda hitam berlari menghancurkan pagar di kandangnya. Teman Baji memintanya untuk menyingkir dari jalan, tapi Baji hanya tersenyum melihat kuda hitam itu. . Baji berpikir tentang kata-kata pria tua yang saat itu bicara padanya bahwa kadang-kadang kuda sedang mencari penunggangnya juga. Pihu ketakutan meminta Baji menyingkir, Baji etrsadar dan melindungi Pihu di balik punggungnya, teman-teman Baji ketakutan memeluk seorang pria, Baji berteriak pada kudan dan membuat kuda hitam itu berhenti, kuda hitam itu menjadi tenang dan teman-teman Baji mengela nafas lega.

Baji tersenyum dan saat akan menyentuh kuda hitam itu, beberapa orang pria membawa pertgi kuda itu untuk kembali kepemiliknya.
Gotiya kembali memeluk pria itu karena gembira, ia meminta Gotiya dan teman-temanya pergi, Gotiya tertawa gembira. Baji masih menatap kuda hitam itu, Gotiya masih tampak marah dan meminta Baji untuk berfikir bahawa ia sebagai kudanya . Gotiya bilang “Kau bisa naik ke punggung ku”. Baji bertanya “Lalu bagaimana cerita ini akan di mulai?” . Gotiya mengatakan “Seperti anak laki-laki yang sedang tinggal di sebuah desa”
Baji berkata “Tidak…, cerita akan di mulai seperti seorang anak dan kuda yang di pakianya akan tinggal di sebuah desa, dan seperti itulah cerita ku akan di mulai”.

Malam hari, ketika itu cuaca sedang turun hujan langit mengitam dan geruduk disertai perti menggelegar. Rombongan Qamer Uddin dan Balaji sampai di  ghat,  Balaji ingat  ketika mengatakan pada prajurit  bahwa keadaan harus seperti Qamer Uddin tidak punya pilihan selain untuk berlindung di marathis, kilas balik di tampilkan ketika Balaji sedang berbicara pada orang-orang yang ada di pihaknya. Mereka turun dan berjalan kaki. Qamer uddin bertanya  “apakah kau  orang ingin menjauhkan aku dari Shiva Raje”. Balaji mengatakan  “tidak” … Balaji  dan bertanya pada  seseorang “Bagimana  jika hujan terjad? pria mengatakan “ya, hujan akan terjadi”. Pria itu menunjuk pada langit hitam yang di penuhi oleh kilatan petir. Qamer Uddin melepaskan sepatunya dan Balaji mengambilnya, mereka melanjutkan perjalanan.

Baji bersama Pihu dan teman-temannya masih menatap kuda hitam itu.  Baji berencana untuk membeli kuda itu . pemilik kuda datang ke sana. Sepasang suami istri datang ke hadapan Baji dan teman-temannya,  Ibu pemilik  kuda mengatakan “ itu milik anak ku  …,  putra  ku telah  tewas di tangan Mughal, kilas balik di tampilkan ketika seorang pria sudah tewas ia berada di atas kudanya, kuda berlari dan mengantarkannya sampai di rumahnya, ayah dan ibunya keluar dan terkejut ketika mengetahui itu adalah jasad putranya, ibu itu menangis sedih karena telah kehilangan anaknya. Suami pemilik kuda mengatakan “ Penduduk desa berpiki bahwa kuda putra ky telah menjadi gila dan mereka mencoba untuk membunuhnya”

Baji mengatakan “kita akan membeli kuda itu”. Ibu pemilik mengatakan “Kami  telah menjual kuda untuk mendapatkan  uang “. Pemilik  kuda baru datang dan mengatakan “Aku  ingin 50 Mohra untuk itu”. Pria itu melemparkan uang pada pemilik kuda (pasangan suami istri)  mereka semua   bertanya pada pemilik kuda baru “ apa yang akan kau  lakukan dengan kuda itu?” . Pria pemilik kuda baru hanya tertawa lalu berkata “aku akan membunuh kuda dan membuat sepatu untuk Aurangzeb “ Gotiya  takut  dan menyembunyikan kantong uangnya, Baji menatap Gotiya dan Pihu. Gotiya  dan mengatakan “ bahkan kulit mu  lembut. Dari pada kuda itu” Baji terkejut

Precap:
Pemilik  kuda baru mengatakan bahwa tampaknya hujan akan terjadi. Baji mengatakan “tidak, akau akan membawa hujan dan akan pergi dengan badal” , Baju  melompat dan duduk di kuda seperti pahalwan. Pemilik kuda baru melempar panah pada Baji.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar