JADWAL TYO SONI TV : 1
Februari 2017
Masih
di pasar ketika Radha meminta Baji dan suaminya menangkap ayam-ayam milik
Shanta yang sengaja di lepaskan Pihu. Balaji menatap Radha dengan sangat marah.
Pihu mengatakan pada ayahnya “ Ini trik aayi untuk mengajarkan kalian berdua”. Baji datang ia pun begitu sangat marah pada
ibunya. Radha mengakui semua rencananya di depan Baji dan Suaminya untuk
menangkap ayam-ayam itu.Radha mengatakan “Tatapan mu tajam, tapi kau tidak
cerdas, gunakanlah pikiran untuk menggunakan pikiran kalian untuk menangkap
ayam”.
Radha
menghampiri untuk memperlihatkan pada
suami dan anaknya lalu mendekati ayam-ayam itu dan memberikan ayam beberapa
butir makanan, ayam-ayam menghampiri dan memakan butiran beras dari Rahda dan
Radha tersenyum, Radha meminta Baji untuk menangkap ayam itu namun Baji menolak
“Tidak Aayi..”. Radha meminta Baji untuk menangkap ayam itu sekarang dan Baji
berhasil menangkap ayam itu, Radha meminta pada Balaji untuk tidak
membuang-buang waktu dalam berfikir dan apa yang sedang di pikirkannya dan
meminta Balaji untuk berfikir 5 langkah kedepan untuk dapat mengalakannya,
Balaji bergitu sangat terkesan dengan istrinya. Baji hanya tersenyum setelah
mendengarkan ibunya berbicara.
Gotiya
sedang bersemangat, Baji hanya tersenyum. Baji memberitahu pada teman-temanya
bahwa mereka harus berpikir 5 langkah di depan musuh-musuh mereka. Gotiya
mengatakan “Aku akan berpikir 5 langkah
di depan sekarang”. Chimna lewat dan
melihat mereka dan hanya bergeleng lalu teman-teman Baji sadar bahwa Chimna
sedang memperhatikannya lalu ia masuk kesekolah. Gotiya mengatakan “Aku ingin
tahu apakah ia saudaramu”. Baji mengatakan “ia saudara ku , tapi dewa telah memberikan kecerdasan pada ku”. .. siapa pun
yang tidak memiliki ego tidak Marathi”. Mereka berpikir untuk dapat mengalahkan gajah. Baji melihat seekor
kuda hitam sedang meringkik dan berpikir
bisa mengalahkan Gajah dengan menggunakan kuda. Gotiya dan yang lainnya
mengatakan “mana kita akan membawa gajah”. Baji mengatakan “kita harus membawa
kuda untuk kekalahan Naser”.
Dhana ji datang keperkemahan Qamer Uddin dan berbicara dengan
seorang parajurit dan sekaligus menemui Qamer Uddin dan datang untuk mengetahui
bahwa ia sedang tidur. Balaji bergegas datang dan menyapa Dhana ji. Dhana ji menyapa
ucapan Balaji Har..har Maha Dev. Balaji bercanda bahwa segera ia akan menjadi
Ameer Khusro. Dhana ji tertawa dan bertanya “mengapa kau datang terlambat?” Balaji mengatakan “Aku menangkap ayam”. Dhana ji bertanya “apakah kau
dapat menangkapnya?” Balaji mengatakan “tidak,
aku tidak bisa menangkap ayam, tapi
punya cara untuk berpikir ke depan “. … Qamer Uddin adalah seorang manusia biasa jika
ia keluar dari tenda ini , mereka akan
menangkap kelemahan dan kemudian akan membuatnya melakukan apa yang mereka inginkan”. Dhana ji
mengatakan “ ia ingin bertemu hanya Shiva Raje, bukan Rani Tara Bai”. Balaji
mengatakan “kita akan membuat dia minum air ghat kami”.
Dirumah Radha Bai, Radha sedang
menyiapkan makanan besama Chimna dan Pihu. Baji mengambil celengannya dan
mengatakan pada ibunya “Aku ingin memberli kuda”. Radha bertanya “ diamana kau
akan membelinya…, ambilah makanan mu”. Baji berkata pada ibunya “Aku akan pergi
dan membeli kuda”.
Chimna mengatakan “Itu tidak mudah untuk membeli kuda”. Baji
mengatakan “hat jisme nahi yang Marathi nahi”. Radha mengatakan “Apa kau akan segera kembali ?”. Pihumenatap tajam ibunya
dan meminta ibunya untuk tidak menurunkan harapan orang besar itu.
Radha bertanya “O bergitukah?” Pihu menjawab “Wow” dan membuat Chimna
mentertawakan Pihu. Pihu marah menyusul Baji
dan pergi, Chimna meminta ibunya untuk memanggilnya tidak hanya Chimna
saja tetapi Chmna shadi dan Chimna pergi, Radha memegang kepalanya dan tertawa.
Balaji datang menemui Qamer Uddih yang sedang mencuci
mukanya, Baalaji terbatuk ketika menghirup aroma yang tidak sedap, Balaji mengatakan
pada Qamer Uddin bahwa Shiva Raje tidak
ada di sini dan memintanya untuk bertemu Rani Tara Bai. Qamer Uddin bersikeras
untuk bertemu Shiva Raje dan meminta Balaji untuk membawanya ke Ghat. Balaji mengatakan “Baiklah”
tapi Balaji meminta Qamer Uddih untuk mandi. Mereka berdua tertawa, Qamer Uddin
mengatakan “harimau tidak mandi setiap hari”. Balaji menghina dia tidak
langsung dan mengatakan “mungkin Shiva Raje akan merasa bau dan berpikir itu
adalah daging”. Balaji berbalik dan melangkahkan kakinya pergi, ia berfikir bahwa dirinya sekarang punya banyak
waktu”
Gotiya memecahkan celengan di depan
teman-temannya, mereka mengumpulkan uang untuk membeli kuda dan meminta pada
temannya yang lain untuk menghitung banyaknya uang yang di miliki. Gotiya
bergeser duduk di samping Baji sementara temannya menghitung dan berkata bahwa
uangnya tidak cukup untuk membeli kuda.”. Baji mengatakan “Jika kita tidak bisa
mendapatkannya bahkan dewa seperti yang ayah ku katakana”.. Gotiya mengatakan”
kita akan menemukan dewa”. … bahkan Jalebi dapat dibeli dengan uang ini”. Pihu datang membawa kantong
uang dan mengatakan “Aku akan bersama kalian dan membeli kuda”. Pihu
menyerahkan uangnya pada Gotiya, Govind mengatakan “ kita tidak bisa membeli
kuda dengan uang ini Baji meminta Pihu pulang bilang “aku tidak bisa
meninggalkan harapan”. Tapi Pihu tetap menolaknya.
Seorang pria tua datang bersama dengan empat orang muridnya, ia mengatakan
“manusia hidup karena harapan dan harapan adalah karena manusia”. Pria tua itu mengatakan bahwa ia membutuhkan pasangan yang
bisa berjalan dengannya, dan mengatakan kau sedang mencari kuda dan kuda yang mungkin mencarimu”. Pria tua itu meminta agar Baji pergi dan mencari kuda itu, dan mengatakan “Kau
hutan khushboo / bau yang ada di udara”. Pria tua meminta Baji untuk pergi dan mendapatkan kuda itu. Pria tua
itu pergi bersama dengan keempat muridnya, Baji pun juga berharap bahwa ia akan mendapatkan
kuda seperti yang diinginaknnya.
Seorang pria sedang berusaha untuk
mengendalikan kudanya yang terus meringkik, seorang pria paruh baya berkata
pada pria mengenakan baju hitam “Kuda itu sudah gila”.
Rani Tara Bai melihat kebawah ketika
Balaji sedang menaiki kuda. Rani Tara bertanya pada Dhana ji “Sepertinya
Subedar telah menjadi gila”. Dhana ji mengatakan “Deepak memberikan pengantar
dengan cahaya-Nya”. Rani Tara bertanya “bagaimana kau bisa begitu yakin?” Dhana
ji mengatakan “ia adalah Balaji sama yang telah kami kirimkan untuk tahukeadaan
Shahuji, 7 tahun yang lalu, Qamer Uddin mencoba membunuh Balaji dan
mendorongnya dari tebing dan hari ini Balaji akan datang duduk di atas kudanya”.
Rani Tara Bai terus melihatnya..
Baji bersama dengan teman-temanya dan
juga Pihu berada di pasar hewan. Pihu ingin sekali melihat kuda dan ia membuat
puisi tantang kuda.
Baji mengatakan “kuda membuat raja mereka
Nampak besar”. Pihu mengatakan “ kita akan membeli kuda putih”. Pihu meminta
Baji untuk membeli kuda hitam. Baji
mengatakan “kita tidak punya uang untuk membeli kuda hitam atau putih”. Baji
mengatakan “ pertama yang aku perlu untuk memilih kuda dan pastikan bahwa kuda
ini tidak akan meninggalkan ku”. Mereka semua melihat kuda hitam itu semakin gila ketika beberapa orang berusaha
untuk menjinakannya. Baji tersenyum. Gotiya mengatakan “kuda ini gila dan Baji
juga gila”. .. “Kau akan memiliki kuda gila itu . Kuda itu memberontak dan
membuat tali pengendalinya terputus, kuda hitam berlari menghancurkan pagar di
kandangnya. Teman Baji memintanya untuk menyingkir dari jalan, tapi Baji hanya
tersenyum melihat kuda hitam itu. . Baji berpikir tentang kata-kata pria tua
yang saat itu bicara padanya bahwa kadang-kadang kuda sedang mencari
penunggangnya juga. Pihu ketakutan meminta Baji menyingkir, Baji etrsadar dan
melindungi Pihu di balik punggungnya, teman-teman Baji ketakutan memeluk seorang
pria, Baji berteriak pada kudan dan membuat kuda hitam itu berhenti, kuda hitam
itu menjadi tenang dan teman-teman Baji mengela nafas lega.
Baji tersenyum dan saat akan menyentuh
kuda hitam itu, beberapa orang pria membawa pertgi kuda itu untuk kembali
kepemiliknya.
Gotiya kembali memeluk pria itu karena
gembira, ia meminta Gotiya dan teman-temanya pergi, Gotiya tertawa gembira.
Baji masih menatap kuda hitam itu, Gotiya masih tampak marah dan meminta Baji
untuk berfikir bahawa ia sebagai kudanya . Gotiya bilang “Kau bisa naik ke
punggung ku”. Baji bertanya “Lalu bagaimana cerita ini akan di mulai?” . Gotiya
mengatakan “Seperti anak laki-laki yang sedang tinggal di sebuah desa”
Baji berkata “Tidak…, cerita akan di
mulai seperti seorang anak dan kuda yang di pakianya akan tinggal di sebuah
desa, dan seperti itulah cerita ku akan di mulai”.
Malam hari, ketika itu cuaca sedang turun
hujan langit mengitam dan geruduk disertai perti menggelegar. Rombongan Qamer
Uddin dan Balaji sampai di ghat, Balaji ingat ketika mengatakan pada prajurit bahwa keadaan harus seperti Qamer Uddin tidak
punya pilihan selain untuk berlindung di marathis, kilas balik di tampilkan
ketika Balaji sedang berbicara pada orang-orang yang ada di pihaknya. Mereka
turun dan berjalan kaki. Qamer uddin bertanya “apakah kau orang ingin menjauhkan aku dari Shiva Raje”.
Balaji mengatakan “tidak” … Balaji dan bertanya pada seseorang “Bagimana jika hujan terjad? pria mengatakan “ya, hujan
akan terjadi”. Pria itu menunjuk pada langit hitam yang di penuhi oleh kilatan
petir. Qamer Uddin melepaskan sepatunya dan Balaji mengambilnya, mereka
melanjutkan perjalanan.
Baji bersama Pihu dan teman-temannya
masih menatap kuda hitam itu. Baji
berencana untuk membeli kuda itu . pemilik kuda datang ke sana. Sepasang suami
istri datang ke hadapan Baji dan teman-temannya, Ibu pemilik kuda mengatakan “ itu milik anak ku …, putra ku telah
tewas di tangan Mughal, kilas balik di tampilkan ketika seorang pria
sudah tewas ia berada di atas kudanya, kuda berlari dan mengantarkannya sampai
di rumahnya, ayah dan ibunya keluar dan terkejut ketika mengetahui itu adalah
jasad putranya, ibu itu menangis sedih karena telah kehilangan anaknya. Suami
pemilik kuda mengatakan “ Penduduk desa berpiki bahwa kuda putra ky telah
menjadi gila dan mereka mencoba untuk membunuhnya”
Baji mengatakan “kita akan membeli kuda
itu”. Ibu pemilik mengatakan “Kami telah
menjual kuda untuk mendapatkan uang “.
Pemilik kuda baru datang dan mengatakan “Aku
ingin 50 Mohra untuk itu”. Pria itu
melemparkan uang pada pemilik kuda (pasangan suami istri) mereka semua bertanya pada pemilik kuda baru “ apa yang
akan kau lakukan dengan kuda itu?” .
Pria pemilik kuda baru hanya tertawa lalu berkata “aku akan membunuh kuda dan
membuat sepatu untuk Aurangzeb “ Gotiya takut dan menyembunyikan kantong uangnya, Baji
menatap Gotiya dan Pihu. Gotiya dan
mengatakan “ bahkan kulit mu lembut.
Dari pada kuda itu” Baji terkejut
Precap:
Pemilik kuda baru mengatakan bahwa tampaknya hujan
akan terjadi. Baji mengatakan “tidak, akau akan membawa hujan dan akan pergi
dengan badal” , Baju melompat dan duduk
di kuda seperti pahalwan. Pemilik kuda baru melempar panah pada Baji.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar