Selasa, 28 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 23 : BIHU SAKIT PERUT KETIKA BALAJI DAN TEMAN-TEMANNYA IKUT KE SATARA, PRAJURIT MUGHAL MENYIKSA SEMUA WANITA, PERTEMUAN BAJI DAN TEMAN-TEMANNYA DENGAN PUTRA CHARAN DAS

TAYANGAN SONY TV : 22 Februari 2017




PESHAWA BAJIRAO EPISODE 23
DI INTERPTEASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Baji bertanya pada ayahnya " Kenapa perasaan ini datang bukan dari hati ku, sampai saat ini dan bagaimana aku akan mengembangkan perasaan ini. Balaji memberikan contoh kehidupan, seperti halnya ketika menaburkan benih di pasir, Baji mengatakan " kenapa perasaan ini datang bukan dari hati ku sampai sekarang.., dan bagaimana aku akan mengembangkan perasaan ini?".

Balaji meyakinkan Baji bahwa itu akan terjadi, Balaji mengatakan "Jika kau menaburkan benih, akankah itu akan berkecambah atau tidak?". Balaji mengatakan "Jika tanah itu subur dan jika mendapatkan jumlah matahari, dan juga air maka ia akan berkecambah". Balaji berkata "emmh.., bagaimana kau tahu?". Baji mengatakan "Ayah, inilah hukum alam".., jika air dan sinar matahari yang di dapatkan tepat maka benih itu akan tumbuh menjadi tanaman". Balaji tersenyum berkata "itulah yang akan terjadi jika evolusi itu muncul, setiap Martha menunggu kesempatan.., jika mereka mendapatkan kesempatan yang tepat maka revolusi itu akan menjadi keberhasilan dan itu akan menkadi kuat, tidak akan ada yang dapat menghancurkannya".

Balaji kembali mengajarkan Baji menggunakan pedang, ia berkata pada Baji "Ayolah Baji seranglah leher ku" Baji mulai menyerang Balaji dengan menggunakan pedangnya dan Balaji menghindari sedangan, Balakji berkata "Serangan sisi". Balaji terus menghindari sarangan Baji dan kemudian mengarahkan pedangnya di leher Baji. Baji bertanya pada Balaji "Ayah apa yang harus ku lakukan agar aku bisa mempersiapkan diri untuk revolusi ini?". Seorang pria datang dan memberikan salam pada Balaji, ia hanya tersenyum menyambut kedatangannya. Balaji datang menghampiri pria itu berkata"Katakan Charandas.. apa kau memiliki pesan apapun dari Dhana ji?". Charandas mengatakan pada Balaji "Ya, Ratu Rani Saheb ingin bertemu dengan mu pada pertemuan dewan umum ". Balaji bertanya pada Charandas "Apakah kau tahu alasan di balik semua ini?". Charandas mengatakan "Tidak, aku tidak tahu". Balaji mengatakan "Apakah kau ingin minum?". Charandhas menolak "tidak terima kasih, aku akan pergi sekarang". Balaji mengijinkannya pergi.

Baji yang ketika itu hanya melihat ayahnya dan Charandas bertemu hanya tersenyum saja, Balaji mengatakan pada Baji "Ya baji". Baji mengatakan pada Balaji " Ayah, mungki mereka berencana untuk kembali mengirimkan mu pada sebuah misi baru, setelah semua yang terjadi kau telah memberikan Aurang zeb tidur malam". Balaji hamya tersenyum dan berkata "Baji bahkan kau harus menemani ku". Baji bertanya "Bnearkah?" . Balaji meyakinkan Baji " ini akan menjadi pengalaman yang baik untuk mu". Baji mengatakan "Ayah apa ku juga akan mengajah Chimna ji, Bihu dan juga teman-teman ku juga?" Balaji setuju dengan permintaan Baji dan membuat Baji berjingkrak gembira dan memeluk ayahnya. Baji mengatakan "Ayah aku akan pegi dan memberitahu pada teman-teman ku, Gotiya akan segera bersiap". Baji hanya tertawa, Baji bergegas pergi keluar.Balaji mengatakan "Kau mengatakan hal yang benar Baji.., mungkin saja Aurangzeb mendapatkan tidurnya yang nyenyak, aku telah mengacaukan satu kekuatannya, ia pasti akan kembali menyerang"

Seorang pria pengikiut Aurangzeb berkata "Mulia,  yang tak terkalahkan, plopor dan  yang mulia Mohiddin Mohammad Aurangzeb telah datang untuk memberikan rahmat ke  pengadilan" Aurangzeb datang dan semua pengikutnya memberikannya salam. Aurangzeb mengatakan " Qameruddin Khan.., ".Qamerudin menjawab "Ya yang mulia". Aurangzeb bertanya "Peranhkah kau bertemu dengan saudara ku Late Dara Shikoh?". Qameuddin mengatakan "Tidak tuan ku, aku tidak pernah punya kesempatan untuk bertemu dengan Dara Shikoh". Aurangzeb mengatakan "lupakan". Kemudian Aurangzeb membuka penutup dan membuat Qameruddin terkejut ketika melihatnya.  Aurangzeb meminta Qameerudin melihat sebuah tengkorak kepala, ia berkata pada Qameruddin "Lihatlah ini, ini dirinya, kau pria baik dan berbudaya.. apakah ini, bagaimana kau akan menyapa saudara tertua dari kaisar mu?" .

Qameruddin memberikan salam pembuka dan membuat Aurangzeb hanya tertawa. Aurangzeb mengatakan "ia telah berada jauh dari mu, ku pikir ia tidak akan pernah mau mendengarkan mu". Aurangzeb melemparkan tengkorak kepala pada Qameruddin "Temuilah dan pegang dengan erat". Qameruddin menangkap terngkorak kepada itu dan tampak begitu tegang. Aurangseb berkata "Akulah yang telah membunuhnya, aku telah memutuskan kepalanya dan mengirimkannya pada ayah ku, kemudian kaisar dari India Akhir Shah Jahan sebagai hadiah, dan aku meletakan mayat tanpa kepala pada gajah dan membawanya keliling kota, aku melakukannya untuk menyampikan pesan pada semua orang bahwa salah satu yang telah mereka harapkan untuk dapat melindungi kekaisaran Mughal bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri, sejak hari itu mereka lupa untuk menaikan suaranya untuk ku Algamir tidak pernah berani untuk menatap dengan matanya, tapi apa yang sudah kau lakukan hari ini Qameruddin?". Semua hanya terdiam, Qameruddin hanya terteunduk, Aurangzeb berkata"tidak hanya diri sendiri, aku juga telah menempatkan kekaisar di bawah Mughal, bagaimana kau bisa percaya dengan startagi Tara Rani Saheb menginginkan Sahuji dilepaskan?".

Qameruddin mengatakan "Yang mulia, mata-mata kai telah mendengarkan pembicaraan Rani Saheb mengatakan hal ini pada putranya,". Aurangzeb mengatakan " Kau terlah tertipu oleh beberapa desas-desus dengan begitu cepatnya?"... lalu aku harus mengirimkan kepaka botak mu sebagai hadiah untuk sesorang segera?". Mendengar hal itu, Qammeruddin terkejut berkata "Yang mulia, aku meminta kau mengampuni ku!". Aurangezeb marah mengatakan "Permintaan?".. aku tahu dari pepatah..,  bahwa musuh yang sederhana akan jauh lebih bijaksana dari pada musuh yang bodoh, aku senang kau membantu ku untuk dapat memahami itu, kau tidak pergi kesana sebagai Qammeruddin, tapi sebagai utusan Aurangzeb, kaisar India dan kebodohan itu dari mu telah membuat aku, kaisar mu menggantungkan kepala ku karena malu .. aku mengutusnya untuk memadamkan api dan akhirnya ia telah menghidupkannya kembali dan sekali lagi akan ada pemberontakan di wilayah Deccan  dan semua itu karena mu". Qameruddin hanya terdiam, tapi putra Aurangzeb (Kambakhas) berkata " tapi kau lebih mempercayainya lebih dari kau mempercayai putra mu sendiri, dan Kambakhas juga bertanya pada Qameruddin "bagaimana kau akan membayar semuanya Qammeruddin?". Aurangzeb menghentikan putranya Kambakhas dan berkata "Kehilangan pion, itu tidak akan membuat mu kehilangan seluruh permainan, aku akan kembali menakhlukan Deccan tidak peduli  apapun yang akan terjadi !" tapi kali ini,  aku tidak akan mendengarkan usulan mu (Kambakhas) ataupun orang lain, aku telah bodoh mempercayai cara yang lebih diperlukan dan aku tidak ingin mengulangi kesalahan ku lagi ". Aurangzeb menatap Qameruddin dengan penuh amarah dan pergi meninggalkan ruang pertemuan, sementara itu Qmeeruddin masih terdiam menahan amarahnya.


Bhiu mengeluh sakit perut, ia berbaring kesakitan kemudian Chimna datang menemui Bihu dan bertanya padanya "Apa yang terjadi dengan mu Bihu?". Bihu menangis, Chimna ji mengatakan "Siapa yang meminta mu memakan begitu banyak krim?" Seperti kucing" .. karena kau aku tidak jadi pergi ke Satara, kakak dan semua teman-temannya akan pergi kesana". Bihumemohon pada Chimna berkata "Ku harap kau tetap berada disini dan kembali Saudara ku Chimna, Dewa akan memberkati mu". Chimana marah dan menghempas tangan Bihu dan memintanya untuk diam, ia selalu memberkati ku!". Balaji datang dan Bihu berteriak memanggil "Ayaaah". Balaji bertanya "apa yang terjadi?". Bihu bangun dan memegangi perutnya, ia bertanya pada Balaji "Ayah seberapa besar Satara?". Balaji mengatakan " itu sangat besar Bihu, kenapa?" Bihu mendekati ayahnya mengatakan "aku tidak bisa pergi kesana, jadi kau bisa membawakan Satara kesini kan?". Balaji hanya tertawa, Balaji meminta Bihu duduk di sapingnya begitu juga dengan Chimna, Balaji mengatakan "Kalian berdua tidak perlu marah, aku akan segera membawa mu untuk melihat Satara, Blaji meminta Chimna "  tapi sampai aku kembali dari sana, kau harus mengurus Bihu dan ibu mu, Chimna Saheb" . Chimna berterima kasih pada ayahnya. Bihu bertanya "tapi dimana ibu?" . Balaji mengatakan "Kakak mu akan melakukan perjalanan jauh dan ketika anak laki-laki melakukan perjalanan jauh maka ibunya akan membungkuskan makanan dengan penuh kebijaksanaan, dan memasukannya kedalam tas".

Radha Bai sedang membungkus makanan untuk Baji, Baji datang dengan memakai pakian lain dari biasanya. Baji mengatakan "ambil ini ibu". Baji dengan terburu-buru memasukan bekal makanannya dan Radha memintanya untuk perlahan, ketika Baji akan pergi Radha menghentikannya "Dengarkan .. pejalanan ini merupakan kesempatan untuk menemukan sesuatu yang baru., dunia adalah sebuah buku di mana ketika orang sedang tinggal di rumah, hanya dengan membaca satu bab dari buku itu, itu sebabnya mereka mengatakan perjalanan akan mengajarkan mu banyak hal tentang dunia dan  diri sendiri, ingatlah itu". Baji hanya tersenyum dan mengangguk, Radha bai bilang "Pengetahuan ada di mana-mana dan kau harus memiliki kemuan untuk mencarinya, apa kau paham?" Baji mengatakan "Iya". Mereka tersenyum dan berpelukan. Teman-temannya memanggilnya "Baji ayolah cepat". Baji berkata "Baiklah aku datang". Baji berpamitan dengan ibunya dan menggandengnya keluar. Baji sangat senang dan ia berlari menghampiri teman-temannya ke kereta, Gotiya dan yang lainnya sudah menunggu Baji disana "Baji ayolah", Balaji datang dan ia hanya tersenyum. Teman-teman Baji berteriak gembira sementara itu Radha Bai dan Chimna hanya menatap mereka dari kejauhan. Balaji bersiap untuk mengemudikan keretanya, ia menatap pada Radha Bai dan tersenyum. Kereta telah di berangkatkan oleh Balaji, Gotiya dan teman-temannya yang lain bersorak bergembira, Chimna yang ikut berteriak dan bersorak gembira, Radha bertanya pada Chimna ji "Bahkan kau tidak ikut bersama mereka ke Satara?" ... lalu mengapa kau begitu bersemangat?" . Chimna ji hanya tersenyum berkata pada Radha " Karena setelah waktu yang lama, aku telah melihat senyum di wajah kakak ku, ia begitu senang, Jika kakak ku senang begitu juga dengan ku, aku senang juga". Radha tersenyum mendengar Chimna ji berkata jujur.

Suara Bihu berteriak memanggil Aayi, "Ibu apa kau akan mengurus ku atau tidak?" ..., perut ku sakit". Radha Bai dan Chimna Ji hanya terdiam melihat Bihu hanya berbaring, Bihu berkata " Kak Chimna uruslah adik mu ini". Chimna marah dan membuat Radha tertawa. Sementara itu dalam perjalanan Balaji ke Satara bersama dengan Baji dan juga teman-temannya, Gotiya bertanya pada Baji " Baji, apa kau tahu, di Satara kita akan mendapatkan hal yang sangat pedas di dunia.., paman ku telah mendapatkannya sekali". Teman Gotiya yang lainnya mengatakan " Apakah kau tidak memikirkan hal yang lain selakin makanan dipikiran mu ?" ... "Keistimewaan dari Satara adalah Kasadas, teman yang memiliki setiap jenis bunga di dunia ini". Baji mengatakan "Aku ingin melihat benteng Ajinkatara, aku berharap Bihu dan Chimna ji akan senang jika mereka ikut bersama kita". Gotiya mengatakan " Baiklah, mereka tidak bisa ikut jika tidak aku bahkan harus berbagi makanan dengan mereka". Balaji hanya teresnyum mendengarkan mereka dan mereka tertawa senang.
Baji membaca batu kecil ketika kereta melintasi sebuah jalanan  " Khas Pathar!". Baji bertanya pada Balaji "Ayah mengapa kita melintasi rute ini?". Balaji menjawab "Karena hal-hal besar tidak bisa di capai dengan mengambil jalan pintas, Baji" Baji dan teman-temannuya tersenyum.

Chimna ji bersama dengan Bihu kembali ke Vaid ji, Chimna berkata pada Bihu "Kita tidak salah jika kembali berobat, Vaid ji telah memberikan mu yang terbaik ". Bihu berkata "ya Kakak", Chimna ji marah berkata " Begitu banyak rasa hormat, apa lagi yang nikmat yang kau inginkan?". Bihu hanya tersenyum dan ia membentangkan tangannya, Chimna berkata padanya "Bihu, rumah kita tidak jauh dari sini" lalu Chimna pergi dan tidak mempedulikan Bihu, Bihu menangis berkata " tapi aku tidak bisa berjalan, bahkan Vaid ji meminta ku untuk banyak beristirahat". Bihu hanya duduk di tanah dan kemudian Chimna berbalik dan kembal, ia menggencong Bihu di punggungnya. Bihu masih berkomentar "Kakak, sebaiknya kau berjalan di sisi kiri jalan, maka kita akan tetap berlindung dengan pohon ". Chimna berkata "Seiring dengan naungan pohon kita juga akan mendapatkan ..." Makan Goosberry yang segar". Bihu mengatakan "itu juga yang telah terlintas di pikiran ku". Chimna ji marah dan menurunkan Bihu, Bihu bertanya "Ada apa kak, apa yang telah terjadi?". Chimna ji berkata "Berjalanlah sendiri, jika tidak aku akan meninggalkan mu disini sendiri dan pergi" Bihu berkata "Chimna bodoh" Chimna marah berkata "Aku bisa mendengarkan suara mu". Bihu berkata " Kau begitu tanpa ampun kak, tapi kakak ku Baji ia tidak pernah meninggalkan aku dan pergi".

Tiba-tiba saja Bihu terkejut mendengar suara ringkikan kuda, Chimna pun menghentikan langkah kakinya dan tersentak kaget ketika melihat beberapa orang prajurit Mughal datang dengan menunggangi kuda mereka, Bihu berteriak ketakutan dan terjatuh ia berteriak memanggil kakaknya, Cihmna hendak menghampiri Bihu, tapi terhalangi oleh beberapa prajurit yang masih melintasi jalan. Akhirnya Chimna berhasil menghampiri Bihu dan menghawatirkannya, ia menarik tangan Bihu dan membangunkannya, Bihu menangis dan memeluk Chimna, Chimna bertanya pada Bihu " Apakah kau terluka, apa kau baik-baik saja Bihu?". Chimna memeluk Bihu dan menangis dan mengajak Bihu pergi dari sana dan mereka mendengar suara jertian seorang wanita, beberpa prajurit Mughal datang untuk menyiksa wanita dari Marathi, mereka memukuli dan menyiksa wanita tanpa rasa ampun dan begitu sangat kejam, seroang wanita memohon pengampunan dari prajurit Mughal, Bihu dan Chimna terkejut melihat hal itu tepat di depan matanya. Seorang Pajurit Mughal turun dan mendekati seorang wanita "Ikut dengan ku". Chimna kesal, Bihu mencegah agar kakaknya tidak melakukan hal bodoh.

Prajurit Mughal menyiksa seorang wanita dan seorang  meminta agar prajurit melepaskan wanita yang telah di ganggunya, namun Pajurt Mughal mendorongnya, Pajurit itu mencambuknya, Bihu menangis memeluk Chimna, Parajurit Mugahal terus memecuti wanita itu berkata " Menjadi seorang wanita bagaimana kau bisa berani melawan seorang pria?" ... menjadi seorang wanita beraninya kau melakukan ini?" Prajurit terus mencambuki wanita itu tanpa ampun dan Bihu menangis memerluk Chimna. Parajurit Maugal berkata "Kalian wanita lemah, mereka tidak akan pernah bisa melawan seorang pria". Bihu menangis memejamkan matanya.

Balaji bersama dengan Baji dan teman-teman Baji datang ke Satara, Charan Das memperkenalkan mereka pada putranya, Putra Charan Das  memberikan salam pada Balaji dan juga Baji. Baji bertanya "Siapa namanya?". Charan Das berkata "Karena ia anak ku, maka namanya Vishesh". Gotiya mengatakan "Wow, nama yang sangat manis".Vishesh meminta mereka untuk duduk, dan meyakinkan mereka bahawa dirinya akan membawakan air.  Charan Das mempersilahkan Balaji masuk kedalam rumahnya "Selamat datang". Charan Das mempersilahkan Balaji untuk duduk, sementara itu Baji dan teman-temannya mengagumi rumah Charan Das, Baji berkata "Rumah yang sangat indah". Charn Das juga meminta Baji dan teman-temannya untuk duduk, Charan Das berkata pada mereka "Ini rumah leluhur ku.., nenek moyang ku tuan tanah, aku memutuskan untuk menjadi pejuang kemerdekaan.., jadi aku bergabung menjadi prajurit". Baji terpukau mendengarnya berkata "Bahkan aku sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pejuang kemerdekaan". Balaji hanya tersenyum,   Vishesh datang membawakan minuman dan ia tersenyum di hadapan mereka dan membagikan gelas pada semua tamu yang datang, Gotiya berkata " Vishesh kau sangat manis" . Vishesh tersenyum dan berterima kasih, Vishesh menawarkan minum pada Balaji namun Balaji menolaknya, Balaji berkata "Tidak, kami akan pergi"

Balaji mengatakan pada Charan Das "Ayo, Khas, kau akan menemani ku kepengadilan Royal, aku tidak bisa melakukan Bairavgarh tanpa bantuan mu". Charan Das mengatakan "Tapi Balaji, ibu Vishesh sedang menunjungi orang tuanya, aku tidak bisa meninggalkannya sendirian dan ikut dengan mu". Baji mengatakan "Tidak masalah.., bahkan Vishesh bisa menemani kami". Balaji dan Charan Da menolaknya "Tidak". Balaji mengatakan "Jangan khawatir Khas, Baji dan juga teman-temannya akan merawat Vishesh". Charan Das mengatakan "Tapi Balaji kau tidak tahu tentang anak ku". Balaji menjawab "Bahkan kau tidak tahu tentang anak ku, aku yakin Baji bisa memikul tanggung jawab ini". Baji bingung dan mendekati Balaji "Tapi ayah, kami telah datang kesini untuk melihat Satara". Gotiya  berkata "Iya paman bahkan kami telah siap sejak semalam, bahkan aku memakai Dhoti baru ku ". Balaji mengatakan "Satara tidak akan pergi kemana pun, kita akan berjalan-jalan besok, kalian harus merawat  Vishesh, apakah kalian mampu untuk melakukannya?". Baji dan teman-temannya murung dan hanya mengangguk, Baji mengatakan "Baik".
Balaji mengatakan " Seharusnya Vishesh tidak memiliki masalah, tidak akan ada salah satu di antara kalian yang akan menyulitkannya, menerti?". Baji mengatakan "Ya ayah, jangan kahawtir kami akan merawatnya, setelah semua, ia hanyalah seorang anak". Baji dan teman-temannya tersenyum menatap Vishesh.

Bihu datang kerumah bersama Chimna, ia memeluk Radha Bai, Radha meminta Bihu untuk berhenti menangis "Haruskah aku mendapatkan banyak air karena mu?". Bihu mengatakan " Ibu, katakan pada ku apakah seorang wanita tidak akan pernah bisa mengalahkan seorang pria?" .., apakah seorang wanita benar-benar lemah?" . Radha mengatakan "tidak Bihu, tidak semuanya seperti itu.., katakan pada ku setiap kali kau membuat beberapa kekacauan, apakah ayah mu memberitahu mu?". Bihu mengatakan "Ayah mengatakan aku akan membawa  sekuruh rumah runtuh". Radha mengatakan "Naah, jika begitu bisakah seorang gadis akan membuat rumahnya menjadi runtuh?" .. dan ia menjadi lemah?". Bihu mengatakan "Ibu, bukankah itu berarti seorang wanita sangat kuat?". Radha bai berkata "Itu benar, jika peremuan tidak pernah kuat maka Tara Rani Saheb akan menang karena begitu banyak perempuan yang akan melawan Mughal, lalu akankah ada orang seperti Hail Jibaji yang akan menghormati maharaj Shrivaji". Chimna berkata "Tapi Aayi ini kasus yang sangat berbeda, mereka juga termasuk keluarga kerajaan, mereka berlatih dalam peperangan" .., Bihu berkata " bahkan aku tidak akan pernah bisa memegang penjepit lama". Radha berkata "Itu tidak masalah". Radha berkata pada Chimna "Terlepas wanita itu apakah dari keluarga kerajaan, atau ia hanya wanita bisa, ia tidak akan lemah.. tidak pernah"..."Katakan pada ku, kau telah membaca tentang Hirkani kan?".., kau telah membacanya kan?" . Chimna ji hanya mengangguk.

Bihu bertanya pada Radha "Siapakah Hirkani ibu?" Radha "Hirkani....". Chmna berkata "Hirkani hanyalah wanita biasa, ia hanyalah penjual susu di benteng Rajgarh, suatu hari ia terlamat untuk sampai di rumah dan ketika itu semua pintu masuk di benteng telah di tutup, lalu ia meminta penjaga untuk membukakan pintu, karena anaknya yang kecil tidak akan mampu untuk melakukan sesuatu tanpanya di malam hari, tapi penja tidak membukakannya pintu, ia menuruni pegunggungan yang tinggi,  di tengah kegelapan ia datang menemui anaknya". Bihu bertanya "Apakah ia tidak merasa takut?". Radha mengatakan "Setiap orang punya rasa takut Bihu, bahkan pemberani juga punya rasa takut, tapi yang pemberani menakhlukan ketakutan mereka, apakah kau tahu apa yang telah di lakukan kaisar Shivaji ketika ia mendengar kisah tentang Hirkani?". Bihu bertanya "Apa?"

Radha Bai mengatakan "Cakhravati Shrivaji, telah dihormati oleh seluruh wanita, dan dia membangun dinding di tempat itu dan menamakannya dengan mengginakan namanya, apakah kau tahu Bihu?" .. dinding yang masih ada sebagai lambang wanita pemberani dan juga keyakinannya dan Chimna tidak cukup banyak membacanya dan ia hanya mengetahui antara perbedaan antara keadilan dan ketidakadilan saja itu tidak cukup tapi belajar untuk memperjuangkan keadilan, karena orang yang hanya terdiam menanggung ketidakadilan dan itu merupakan dosa besar dari orang yang telah melakukannya, apakah kau mengerti?" Chimna ji tersenyum dan mengangguk. Bihu mengangkat kedua tangannya untuk menunjukkan betapa ia wanita yang kuat, Bihu berkata "Ibu, jangan kahawtir sebagai adik Baji itu akan sangat memalukan bagi ku jika aku tidak mengajarkan mereka untuk melawan Mughal dan memberikan mereka pelajaran". Radha hanya tersenyum dan Chimna bertanya pada Bihu "Apa yang terjadi dengan sakit perut mu?" Bihu mengatakan "Aku telah sembuh dan mendapatkan bantuan dari itu, setelah ramuan yang diberikan Vaid ji pada ku". Chimna marah dan memegangi pundaknya  berkata "dan apapun yang telah kau katakan di jalan". Bihu mengatakan "Oh dewa, kakak Chimna lupakanlah bahwa kita harus segera memberikan pelajaran untuk musuh kita sekarang"
Radha Bai hanya tersenyum pada Bihu, Bihu berkata pada Radha " Ibu berkatilah aku". Bihu memberikan kantong uangnya pada ibunya dan ia pergi keluar bersama dengan Chimna. Radha tampak khawatir berkata "Jika Mughal terus menyebar teror seperti ini, maka aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi dengan pejuang kemerdekaan"

Baji dan Gotiya memberikan salam didepan pintu untuk Balaji dan Charan Das yang akan segera pergi, Vishesh hanya tersenyum dengan mencakupkan kedua tangannya lalu ia menunjukkan sifat aslinya, ia berbaring di ranjang kuning berkata "Hey Gotiya, apa yang sedang kau cari disana seperti pencuri?". Baji dan teman-temannya menengok kesekeliling ruangan, dan terkejut ketika melihat Vishesh sedang menunjukkan sifat aslinya. Baji datang menghampirinya berkata " Vishesh, ini bukan cara berbicara dengan orang yang lebih tua dengan mu". Vishesh mengejeknya dengan mengulangi ucapan Baji. Baji bertanya "Mengapa kau meniru ku?" dan Vishesh menirukan kembali ucapan Baji. Gotiya marah dan Vishesh juga mengikuti gaya Gotiya berbicara. Teman Baji berkata "Apa kau hanya akan mengulangi apa yang akan kita katakan?" Vishesh mengatakan " Maukah kau mengatakan apapun yang kita katakan?". Baji mengatakan pada Vishesh "Kau hanya berpura-pura manis di hadpaan  ayah mu, lalu apa yang terjadi pada mu sekarang Vishesh?".

Vishesh bangun dan berkata pada Baji "Ayah ku memita agar aku tidak membuat kekacauan apapun dihadapan ayah mu, sekarang ayah mu telah pergi dari sini". Vishesh memegang dagu Gotiya dan memainkan kepalanya, Gotiya pusing dan akan terjatuh "Oh dewa". dan Vishesh mengikuti gaya gotiya dengan ikut memegangi kepalanya sendiri dan duduk di samping Gotiya. Gotiya bingung dan menatap Vishesh, tapi Vishesh mengikuti semua gerak tubuh Gotiya dan membuat Baji kebingungan. Gotiya mendapatkan ide, ia melompat dan setengah berjongkok berkata "Apa yang terjadi sekarang?" .. ayo tirulah aku sekarang" ... ayolah lakukan". Vishesh mengejek Gotiya bodoh "Aku melihat bagaimana aku membodohi mu". Gotiya terkejut begitu juga dengan teman-temannya. Vishesh berkata "ini cukup untuk mu". Gotiya marah dan Vishesh mengatakan "Aku meniru orang tapi aku tidak bodoh seperti mu" . Gotiya menatap Baji, Baji hanya diam menatap Vishesh



Precap:
Baji dan teman-temannya mencari Vishesh di rumah. Bhiu pergi menemui prajurit  Mughal  yang masih menyiksa perempuan di dekat sumur dan menghentikan mereka untuk memukuli perempuan. Pajurit Mughal  akan memukulnya, tapi  ketika itu Radha datang dan memelintir tangannya.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar