![]() |
| PESHAWA BAJIRAO EPISODE 24 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Vishesh mengejek Gotiya setelah ia menirukan semua gerak yang di lakukan. Putra Charan Das terus mengganggu Baji dan juga teman-temannya dengan tuntutan yang sangat tidak masuk akal, sementara itu Vishes mendadak sakit perut dan membuat Baji dan teman-temannya kebingungan,
Baji menolak pemintaannya tapi Vishesh terus menjulurkan lidahnya seolah meledeknya. Baji kesal dan akan memukul tapi ia berhenti, Baji mengambilkan bangku yang di minta Vishesh kehadapannya, selain itu Vishaes meminta dua teman Baji untuk menutupi dirinya dengan kain putih, Gotiya menolak untuk mengambilkan daun pisang ketika Vishesh memintanya untuk mengipasinya, Gotiya mengambil peepah pisang dengan paksa lalu ia terjatuh di pangkuannya.
Vishesh mendorong Gotiya dan mengipasinya dengan daun pisang. Mereka kelelahan namun mendapatkan teguran dari Vishesh.
Sementara itu Prajurit Mughal masih menyiksa sekelompok wanita di jalanan, dan tanpa belas kasihan mencambukinya, Chimna ji datang besama dengan Bihu untuk menghentikan tindakan penganiayaan mereka terhadap wanita tesebut, ia memperingati prajurit Mughal, namun parajurit Mughal mengatakan "Kau telah menghalangi ku".
Chimna ji mengatakan pada prajurit " Kakak ku sudah cukup untuk menghentikan kalian, lalu apa yang bisa kau lakukan dengan menutup mata, kau tidak bisa melakukannya dengan membuka mata mu". Prajurit Mughal mengejek Chimna ji berkata "jika seekor semut akan mengalahkan gajah?". Bihu mengatakan pada Prajurit tentang cerita semut dan gajah, Prajurit Mughal mengumumkan bahwa ia adalah Haider Ali dan berjanji untuk melakukan apapun yang dilakukannya di depan matanya, Chimna ji mengambil kantong di tangan Bihu dan mengambil pasir kemudian meminta Bihu untuk memejamkan matanya, lalu Chimna Ji menipukan pasir itu ke wajah Bihu, dan Bihu meminta Haider melakukan hal yang sama di depan matanya sekarang dan meminta agar melepaskan yang lainnya dan membiarkannya pergi,
Bihu perpendapat bahwa sebagai semut dirinya tidak berikir lemah, dan membuat Haidar Ali marah dan akan memukul Bihu tapi Radha datang dan memelintir tangannya dan mendorongnya sehingga membuat teman-temannya marah tapi Haider Ali menghentikannya, Radha Bai mengatakan " Tidak ada yang akan bisa memukul harimau betina di depan mata ku". Haider Alli mengatakan " Jadi sekarang seorang wanita akan mengalahkan kami?". Radha berbicara tentang kekuatan seorang wanita dan semua wanita yang mendapatkan penyiksaan mendapatkan keberanian setelah mendengarkan ucapan Radha Bai, mereka mengambil beberapa alat-alat yang dapat digunakan untuk melawan prajurit Mughal dan mulai menyerang dan mencambuki prajurit, semua wanita memukuli prajurit Mughal di depan Haider Ali, Radha berkata pada semua wanita disana bahwa kekuatan di dalam hati memiliki kekuatan yang lebih besar. Radha dan anak-anaknya tersenyum, Haider Ali marah tapi Bihu melemparkan tanah ke matanya
Vishesh meminta Baji untuk membawakannya beberapa buah untuknya, dan Baji mengambilkannya dan memakan buah itu, Vishesh tidak menyukai rasanya asam kemudian meminta gotiya membawakannya permen, Gotiya mengambilkannya dan memasukan permen itu ke mulutnya. Vishesh meminta Parshu pergi untuk membawakn susu, Gotiya kesal dan menyabat-nyabatkan dauhn pisang. Parshu datang dan kemudian Vishesh mencium bau yang tidak sedap dan meminta Parshu berhenti, Parshu datang dengan wajah dan tubuh penuh dengan kotoran. Gotiya sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Vishesh, Baji memberitahunya bahwa itu merupakan pernitah dari ayahnya untuk dapat mengurus Vishesh, Baji kemudian diminta Vishesh untuk mmenbuat ghee dan Parshu membersihkan tubuhnya dengan air berih.
Kam Baksh datang menemuinya dan amakan besama, Aurangzeb terus terbatuk dan mengeluarkan darah, lalu ia menghampiri ayahnya dan mengambilkan air, Aurangzeb menyembunyikan kain dan bercak darahnua Aurangzeb mengatakan "Ketika aku bisa membunuh saudara mu sendiri, maka kau juga bisa membunuh anak mu juga". Perkataan Aurangzeb membuat Kam Baksh terkejut. Aurangzeb bertanya tentang Balaji, Kam Baksh berkata "Seseorang telah memberitahu ku bajwa ia Fakeer, Subedar, penyihir yang dapat membuat berlian dengan menggunakan batu biasa". Aurangzeb berkata "Balaji telah berhasil memenangkan Bhairav Garth dari tangan kami, Mughal kini telah menjadi lemah". Kam Baksh mengatakan "Kita bisa mendapatkan keuntungan dari kelemahan mereka.. Shiva Razhe akan berakhir, ia tidak bisa menangaini singgasananya dan Tara Rani Saheb tidak bisa menanganinya.., jika kita melepaskan Sahuji maka aku akan menangani Marathis".
Aurangzeb mengatakan "Ku pikir kau bicara benar.., tapi Sahuji merupakan kartu truf kita terhadap Marthis. Kam Baksh mengatakan "Tara Rani Saheb tidak bisa berfikir jika kami akan melepaskan Sahuji dan itu sudah pasti akan membuatnya terkejut.. akan ada perang antara Sahuji dengan Shiva Raze untuk meruntuhkan singgasananya". Auranfzeb menyukai iadenya dan menghargai pendapatnya sementara itu Qammeruddin mendengarkan pembicaraan mereka.
Baji dan teman-temannya kelelahan mereka tertidur pulas, Vishesh meminum susu, kemudian ia memanggil Gotiya dan memanggilnya, ia juga membangunkan Baji dan teman-temannya yang lainnya. Baji mengatakan "Kami semua lelah". Dengan wajah memelas, Vishesh mengingatkan Baji tentang janjinya pada Balaji, Baji terkejut berkata "Baiklah, kami akan bermain perak umpet". Vishesh berlari untuk bersembunyi. Diluar, Baji memberitahu teman-temannya bahawa ia akan mengunci Vishesh di kamarnya, namun Vishesh yang lebih dulu bersembunyi marah ketika ia mendengarkan pembicaraannya, lalu Baji dan teman-temannya mendengar sesuatu dan mulai berfikir jika Vishesh terluka, mereka datang ke dalam ruangan kamar tapi tidak menemukannya, tapi kaki Baji tertusuk paku, Gotiya melompat keluar dari jendela namun ia menginjak kulit pisang dan terjatuh dan Vishesh tertawa terbahak-bahak. Baji dan teman-temannya mencoba untuk menangkap Vishesh namun gagal dam membuat mereka semua terjatuh karena minyak tanah, Vishesh kembali berlari dan meminta mereka untuk menangkapnya dan Baji menghentikan teman-temannua untuk mengejarnya dan mereka membuat rencana yang lain. Baji dan teman-temannya berpencar.
Di kerajaan, Tara Rani Saheb mengatakan "Mendapatkan kemenangan atas Bhairav Garth merupakan tamparan ternbesar di wajah Mughal ... dan kita akan menampar mereka kembali". Dana ji mengatakan " Balaji memiliki beberapa pendapat , Rani Saheb marah dan bertanya tentang keberadaan Balaji pada Dhana ji, Balaji datang menemui Rani Saheb dan meminta maaf padanya, Balaji mengatakan "Aku telah melihat kaum Marathi yang mendukung Mughal di Bhairav Garth, kita akan kembali memenangkan hati rakyat dan juga tempat itu". Rani Saheb mengatakan "Apapun yang telah kau lakukan itu merupakan tanggung hawab mu.., kau akan mendapatkan hadiah untuk pekerjaan mu .. aku akan memberikan tanggung jawab pada mu untuk mengurus persiapan Gudi Padwa" Dhana ji meminta Balaji untuk berhati-hati atas permintaan Rani Saheb dan Balaji menerima tantangan yang di berikan Rani Saheb untuknya.
Vishesh mendorong Gotiya dan mengipasinya dengan daun pisang. Mereka kelelahan namun mendapatkan teguran dari Vishesh.
Sementara itu Prajurit Mughal masih menyiksa sekelompok wanita di jalanan, dan tanpa belas kasihan mencambukinya, Chimna ji datang besama dengan Bihu untuk menghentikan tindakan penganiayaan mereka terhadap wanita tesebut, ia memperingati prajurit Mughal, namun parajurit Mughal mengatakan "Kau telah menghalangi ku".
Chimna ji mengatakan pada prajurit " Kakak ku sudah cukup untuk menghentikan kalian, lalu apa yang bisa kau lakukan dengan menutup mata, kau tidak bisa melakukannya dengan membuka mata mu". Prajurit Mughal mengejek Chimna ji berkata "jika seekor semut akan mengalahkan gajah?". Bihu mengatakan pada Prajurit tentang cerita semut dan gajah, Prajurit Mughal mengumumkan bahwa ia adalah Haider Ali dan berjanji untuk melakukan apapun yang dilakukannya di depan matanya, Chimna ji mengambil kantong di tangan Bihu dan mengambil pasir kemudian meminta Bihu untuk memejamkan matanya, lalu Chimna Ji menipukan pasir itu ke wajah Bihu, dan Bihu meminta Haider melakukan hal yang sama di depan matanya sekarang dan meminta agar melepaskan yang lainnya dan membiarkannya pergi,
Bihu perpendapat bahwa sebagai semut dirinya tidak berikir lemah, dan membuat Haidar Ali marah dan akan memukul Bihu tapi Radha datang dan memelintir tangannya dan mendorongnya sehingga membuat teman-temannya marah tapi Haider Ali menghentikannya, Radha Bai mengatakan " Tidak ada yang akan bisa memukul harimau betina di depan mata ku". Haider Alli mengatakan " Jadi sekarang seorang wanita akan mengalahkan kami?". Radha berbicara tentang kekuatan seorang wanita dan semua wanita yang mendapatkan penyiksaan mendapatkan keberanian setelah mendengarkan ucapan Radha Bai, mereka mengambil beberapa alat-alat yang dapat digunakan untuk melawan prajurit Mughal dan mulai menyerang dan mencambuki prajurit, semua wanita memukuli prajurit Mughal di depan Haider Ali, Radha berkata pada semua wanita disana bahwa kekuatan di dalam hati memiliki kekuatan yang lebih besar. Radha dan anak-anaknya tersenyum, Haider Ali marah tapi Bihu melemparkan tanah ke matanya
Vishesh meminta Baji untuk membawakannya beberapa buah untuknya, dan Baji mengambilkannya dan memakan buah itu, Vishesh tidak menyukai rasanya asam kemudian meminta gotiya membawakannya permen, Gotiya mengambilkannya dan memasukan permen itu ke mulutnya. Vishesh meminta Parshu pergi untuk membawakn susu, Gotiya kesal dan menyabat-nyabatkan dauhn pisang. Parshu datang dan kemudian Vishesh mencium bau yang tidak sedap dan meminta Parshu berhenti, Parshu datang dengan wajah dan tubuh penuh dengan kotoran. Gotiya sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Vishesh, Baji memberitahunya bahwa itu merupakan pernitah dari ayahnya untuk dapat mengurus Vishesh, Baji kemudian diminta Vishesh untuk mmenbuat ghee dan Parshu membersihkan tubuhnya dengan air berih.
Kam Baksh datang menemuinya dan amakan besama, Aurangzeb terus terbatuk dan mengeluarkan darah, lalu ia menghampiri ayahnya dan mengambilkan air, Aurangzeb menyembunyikan kain dan bercak darahnua Aurangzeb mengatakan "Ketika aku bisa membunuh saudara mu sendiri, maka kau juga bisa membunuh anak mu juga". Perkataan Aurangzeb membuat Kam Baksh terkejut. Aurangzeb bertanya tentang Balaji, Kam Baksh berkata "Seseorang telah memberitahu ku bajwa ia Fakeer, Subedar, penyihir yang dapat membuat berlian dengan menggunakan batu biasa". Aurangzeb berkata "Balaji telah berhasil memenangkan Bhairav Garth dari tangan kami, Mughal kini telah menjadi lemah". Kam Baksh mengatakan "Kita bisa mendapatkan keuntungan dari kelemahan mereka.. Shiva Razhe akan berakhir, ia tidak bisa menangaini singgasananya dan Tara Rani Saheb tidak bisa menanganinya.., jika kita melepaskan Sahuji maka aku akan menangani Marathis".
Aurangzeb mengatakan "Ku pikir kau bicara benar.., tapi Sahuji merupakan kartu truf kita terhadap Marthis. Kam Baksh mengatakan "Tara Rani Saheb tidak bisa berfikir jika kami akan melepaskan Sahuji dan itu sudah pasti akan membuatnya terkejut.. akan ada perang antara Sahuji dengan Shiva Raze untuk meruntuhkan singgasananya". Auranfzeb menyukai iadenya dan menghargai pendapatnya sementara itu Qammeruddin mendengarkan pembicaraan mereka.
Baji dan teman-temannya kelelahan mereka tertidur pulas, Vishesh meminum susu, kemudian ia memanggil Gotiya dan memanggilnya, ia juga membangunkan Baji dan teman-temannya yang lainnya. Baji mengatakan "Kami semua lelah". Dengan wajah memelas, Vishesh mengingatkan Baji tentang janjinya pada Balaji, Baji terkejut berkata "Baiklah, kami akan bermain perak umpet". Vishesh berlari untuk bersembunyi. Diluar, Baji memberitahu teman-temannya bahawa ia akan mengunci Vishesh di kamarnya, namun Vishesh yang lebih dulu bersembunyi marah ketika ia mendengarkan pembicaraannya, lalu Baji dan teman-temannya mendengar sesuatu dan mulai berfikir jika Vishesh terluka, mereka datang ke dalam ruangan kamar tapi tidak menemukannya, tapi kaki Baji tertusuk paku, Gotiya melompat keluar dari jendela namun ia menginjak kulit pisang dan terjatuh dan Vishesh tertawa terbahak-bahak. Baji dan teman-temannya mencoba untuk menangkap Vishesh namun gagal dam membuat mereka semua terjatuh karena minyak tanah, Vishesh kembali berlari dan meminta mereka untuk menangkapnya dan Baji menghentikan teman-temannua untuk mengejarnya dan mereka membuat rencana yang lain. Baji dan teman-temannya berpencar.
Di kerajaan, Tara Rani Saheb mengatakan "Mendapatkan kemenangan atas Bhairav Garth merupakan tamparan ternbesar di wajah Mughal ... dan kita akan menampar mereka kembali". Dana ji mengatakan " Balaji memiliki beberapa pendapat , Rani Saheb marah dan bertanya tentang keberadaan Balaji pada Dhana ji, Balaji datang menemui Rani Saheb dan meminta maaf padanya, Balaji mengatakan "Aku telah melihat kaum Marathi yang mendukung Mughal di Bhairav Garth, kita akan kembali memenangkan hati rakyat dan juga tempat itu". Rani Saheb mengatakan "Apapun yang telah kau lakukan itu merupakan tanggung hawab mu.., kau akan mendapatkan hadiah untuk pekerjaan mu .. aku akan memberikan tanggung jawab pada mu untuk mengurus persiapan Gudi Padwa" Dhana ji meminta Balaji untuk berhati-hati atas permintaan Rani Saheb dan Balaji menerima tantangan yang di berikan Rani Saheb untuknya.
Baji dan teman-temannya berpencar untuk mencari Vishesh keseluruh penjuru ruangan, Baji datang ke dapur dan ia menarik tali ia melangkah mundur dan tepung terjatuh pada dirinya, Gotiya datang dan ketakutan ketika melihat Baji penuh dengan tepung dan berteriak "Hantuuuu" dua temannya yang lain bersujud dan meminta agar hantu untuk tidak menganggunya Baji mengatakan "Ini aku Baji". Gotiya dan teman-temannya merencanakan hal yang lain untuk dapat menangani kenakalan Vishesh, Baji mengatakan "Kita harus melakukan sesuatu, Vishesh mengunci mereka di dapur dan semua jendela ditutup dari luar
Precap:
Balaji menjamin Khas sementara itu Baji dan teman-temannya masih menghadapi kenakalan Vishesh. Mereka terkunci di dapur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar