Minggu, 05 Maret 2017

PESHWA BAHIRAO EPISODE 26 : SHAHUJI DATANG MENEMUI AURANGZEB DAN MENOLAK UNTUK MENIKAHI GADIS YANG TELAH DI PILIHKAN UNTUKNYA, BAJI DI HUKUM GURU JI KETIKA SEMUA TEMAN-TEMANNYA BERTENGKAR SAAT GOTIYA MEMBAWAKAN DUA GADIS DI SEKOLAH MEREKAPE

TAYANGAN SONT TV : 27 Februari 2017





PESHWA BAJIRAO EPISODE 26
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Malam hari, Balaji duduk bersama dengan Balaji, Radha mengatakan pada Balaji "Tampaknya kau bergitu sangat terkesan dengan Rani Saheb sehingga ia memberikan mu tanggung jawab untuk melatih Shiva". Radha Bai tersenyum dan menggoda seuaminya. Balaji mengatakan "Aku telah mengambil tanggung jawab ini sebagai tantangan.. aku senang Baji telah banyaj belajar langkah pertama menjadi Swaraj". Radha mengatakan " ia berfikir tentang swabimman menjadi Abhiman". Balaji meminta Radha untuk mengajari Baji lebih banyak lagi bahwa Aayi adalah pathshaala, Radha berfikir bahwa "Aku baru saja menyerang cahaya dan kau dan membuat aoi". Radha meminta Balaji untuk memberntuk masa depannya, Bihu datang dan meminta meeka untuk berfikir tentang masa depannya, Balaji membawa Bihu kepangkuannya,, Radha bilang "Aku akan mengajarkan sesuatu dengan kakak mu". Bihu mengatakan "Kakak ku sedang melihat mimpi Swaraj di teras". Radha dan Balaji saling menatap.

Baji, Chimna dan teman-temannya sedang menatap sinar bulan di teras atas, mereka berbicara tantang Swaraj dan berfikir bajwa mereka tidak perlu mencuri mangga di kemudian hari, Baji mengatakan "Semua burung harus mendapatkan kemerdekaan". Gotiya dan Parshu saling bedebat,
Balaji datang dan mengatakan "Kita harus menemukan peluang". . Baji dan teman-temannya turun menghampiri Balaji, Pasrshu bertanya "Dengan siapakah kita akan menanyakan Swaraj?", Balaji mengatakan "Kita harus menyambut Swaraj dari Mughal dengan memulai dengan peperangan". Parshu mengatakan "Perang sangat buruk". Balaji mengatakan bahwa perang di perlukan untuk dapat melindungi diri kita sendiri, Balaji berkata " Kita harus membawa kesatuan dalam Martathi dan itu tidak bisa di bawa dengan paksa tetapi dengan kesopanan". Baji dan teman-temannya tersenyum.

Di kerajaan, Shiva Raze sedang berjalan mondar-mandir di kamarnya  membacakan mantram, ia berfikir Bagaimana jika Balaji melakukan ini untuk memerangkap ku". Pant Pratidhi datang meminta Shiva untuk belajar dengan neeti vindur kecil dan itu akan mengesankan semua orang dari pada mempelajari semua hal yang di minta Balaji untuknya . Shiva Raje terkesan dengan sarannya  dan berjanji untuk memberinya hadiah setelah Gudi Padwa.

Sementara itu, Sahuji sangat kesal, ia mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak akan menikahi gadis manapun yang telah di pilihkan oleh Aurangzeb bahkan ia tidak mau mendengarkan ibunya berbicara, Shahu ji mengatakan bahwa  itu hanyalah merupakan trik untuk menjebaknya disini, kemudian ia bermimpi tentang Swaraj dan mengatakan bahwa ia sangat yakin bahwa tanah airnya telah melahirkan seorang prajurit yang akan membawakan Swaraj untuk dapat membebaskannya dari tahanan Airangzeb.

Disekolah, Baji mengajarkan semua teman-temannya tentang persatuan, Bhallu memprovokasi terhadap anak-anak lainnya terhadap Baji,  Bhallu menakuti seorang anak sehingga ia berlari memanggil ibunya, Baji marah dan bertanya pada Bhallu "Mengapa kau memperovokasi teman-temannya tentang diri ku?". Bhallu meminta Baji untuk meminta maaf padanya dan memeluknya, Baki mengatakan "Baiklah" kemudian Baji mulai meminta maaf pada Bhallu, Gotiya datang dan meminta Baji untuk tidak meminta maaf pada Bhallu dan mengatakan "aku telah membawa Ekta dan Namrata  bersama dengan ku". Gotiya datang bersama dengan dia gadis kecil. Baji mengatakan "yah ku tidak memberi tahu tantang Ekta dan Namrata, ayah hanya menceritakan tentang kesatuan Marathi". Ballu dan teman-temannya mentertawakan Gotiya, Gotiya menjadi marah dan melemparkan tasnya pada Bhallu, Gotiya dan Bhallu saling melawan satu sama lainnya, mereka saling bertengkar dan seorang anak laki-laki menendang Gotiya,  Baji bingung ketika teman-temannya bertengkar dan menemui Chimana ketika itu telah bergegas menyingkirkan semua barang miliknya, Baji mencoba untuk menghentikan perengkaran mereka lalu Chimna  mengatakan " guru ji telah datang". Guru ji datang dan marah lalu kedua anak gadis itu berlari keluar, Baji dan teman-temannya ketakutan

Sementara itu Sahuhiji datang menemui Aurangseb di ruangannya namun di hentikan oleh penjaga, didalam ruangan Aurangseb, Kam Baksh menyarankan Aurangzeb untuk menyerang Tara Rani Bai Saheb di Daccan, Kam Baksh membuka ulungan peta dan menjelaskan semua rencananya pada Aurangzeb, Kam Baksh  berencana untuk menyetang mereka dengan menyamar menjadi prajurit Marathi dan kemudian akan merenut daccan.. tapi semua itu hanya membuat Kam Baksh marah  dan ia menyenggol wadah lilin dan membakar peta, Kam Baksh yakin bahwa dirinya akan datang ke Daccan sebagai utusan baru dari Aurangzeb dan akan mengakhiri semua Marathis, Shahuji mendengar semua itu di luar dan terkejut, ia masuk kedalam ruangan Aurangzeb dan penjaga mengejarnya untuk mencegah agar Shahuji tidak masuk, tapi ia berlari dan langsung memadamkan api dengan pakiannya, dengan tertelungkup di atas kobaran api kemudian Sahhuji tersenyum dengan luka bakar di dadanya,

 Aurangzeb mengatakan "Aku tahu kau berani.. aku menghormati keberanian mu dan tidak bodoh". dan itu membuat Kambaksh marah dan mengarahkan pedang pada Sahuji, namun Aurangzeb menghentikannya, Shhuji mengatakan "Semakin kau mencoba untuk membakar Maratji, maka mereka akan melakukannya lebih tinggi untuk melawan.. aku di penjara disini tapi aku bukan budak mu". Shahuji menolak untuk menikahi gadis manapun yang telah di pilihkan oleh Aurangzab untukn ku" dan pergi meninggalkan Aurangzeb dan Kam Baksh.

Aurangzab dan Kam Baksh menjadi marah dan Aurangzeb mengatakan pada Kam Baksh untuk melakukan pernikahan  Sahuji sevepatnya, Aurangzeb mengatakan "Aku tah bagaimana membuatnya kembali menkadi tahanan". Lalu Aurangzeb meminta Kam Baksh untuk memberitahu Nizar dan Zeenat bahwa dirinya ingib nertemu dengan mereka, tapi Kam Baksh bertanya pada Aurangzab "Apakah kau ingin memanfaatkan putri mu untuk menjebak Shahuji?

Disekolah, guru ji menegur Gotiya di hadapan teman-temannya dan menjewer telinganya karena ia telah membawa gadis-gadis kesekolah, Guru ji bertanya pada Baji "Mengapa kau memerlukan Ekta". Baji mengatakan "Aku ingin membawa Swaraj". Bhallu tertawa senang ketika guru ji memarahi Baji di depan matanya Guru ji mengatakan "Demikian kau yang akan membawakan Swaraj bakhan hal itu tidak bisa di lakukan oleh chatrapati Shivaji.., apakah kau merupakan darah keturunannya sehingga kau berfikir seperti itu?". Baji mengatakan "Seorang anak tidak perlu menjadi darah dari seseorang.., salah satunya bahawa ia harus memiliki tekad untuk membawa Swaraj",  Guru ji hanya menatapnya dan teman-teman Baji tersenyum.


Precap:
Guru ji memukuli  Baji dengan tongkat dan mengatakan bahwa ia akan berbicara dengan Aayinya dan mengatakan padanya bahwa anaknya sudah menjadi  gila.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar