![]() |
| PESHAWA BAJIRAO EPISDOE 29 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Radha Bai meminta Baji memakan roti yang masih mentah, dan mengatakan "Itu juga terbuat dari hasil kerja keras". Baji kecewa, mengatakan "Aku mengerti dan sampai aku berhasil melakukannya kau tidak akan mau mengajari ku tentang kualitas utama". Baji menaruh roti mentah itu kembali dan kemudian pergi. Sementara itu Chimna, Bihu besama dengan teman-temannya melihat dari jendela, mereka bingung ketika melihat Baji pergi keluar dari rumah, Bihu melihat wajah Baji yang saat itu pergi dengan sangat kecewa, Bihu berkata "Aku akan mengusir mata jahat dari ibu"
Malam hari, Shahuji meminta dua orang dari saraadas Marathi memilih antara mirichi kolpuri atau gud, Shahuji membuka penutup merah dan menunjukkannya pada mereka dan membuat mereka menjadi sangat tegang, Shahuji berkata "Aku tidak terbiasa untuk memberikan racun secara diam-diam pada Aurangzeb". Dan dua orang Sardaars marti memilihnya, Shahuji berkata "Semua orang tahu tentang pendidikan ku disini...". Shahuji menceritakan tentang Akbar dan berkata " saat itu Akbar meminta Bribal untuk menulisakan garis dengan baik dan ketika menuliskannya ia tidak bisa tinggal lebih lama.. disini aku sendirian tapi sekarang tidak, aku disini memang sendirian dan tidak bebas disini maka perilaku ku dengan mu akan tergantung pada semua keputusan mu". Shahuji meminta mereka untuk memutuskan antara Sunset (Aurangzeb) atau Sunrise ( dirinya sendiri)
Sardaars bangun dan melepas pagdis/ sorban mereka . Shahu ji mencakupkan kedua tangannya dan mengatakan "aku akan memberitahu Aurangzeb bahwa aku siap untuk menikah". lalu Shahuji meminta mereka untuk memberitahu putri mereka bahwa aku adalah Marathi, aku dari Marathi dan akan selalu hanya akan menjadi Marathi".
Keesokan paginya diladang, Baji mulai kembali bekerja keras untuk menanam benih, Radha melihat Baji bekerja keras bersama dengan Chimna, Bihu dan teman-temannya sedang merapikan tumpukan kayu, kemudian Baji sedang membaca bersama dengan Chimna, Baji mengatakan pada Chimna "Aku akan melindungi bunga yang sedang mekar dan akan mempekahari Vanasapti sepenuhnya". Radha datang kekamar dan akan kembali mengguyur Baji namun ia tidak menemukan Baji di kamarnya, sementara itu Baji sedang duduk di ladang mencampur pupuk, tanah dan bibit, Radha Bai datang kesana dan tersenyum, Baji menaburkan pada media lalu menaburkan kembali bibit dan mengguyurnya dengan air, tunas mulai kebali tumbuh dan Baji menunggui tanamannya tumbuh, ia begitu senang dan menutupi tanamannya dengan tumpukan jerami agar terlindungi. namun beberapa ekor burung gagak adatang kesana dan memakan bunga, Baji berkata "Aku akan mengusir mereka agar terbang". Baji naik ke atas papan penjaga dan mengusiri burung dengan batu. Radha datang kesana dan melihat Baji sedang berusaha untuk mengusir burung gagak dan melmpari batu dan tersenyum.
Baji kembali menyirami tanamannya dan Bihu datang kesana, ia melihat bunga sedang mekar dan senang kemudian memberi tahu pada Baji. Baji senang. Malam hari seorang pria datang keladang dan merusak semua tanamanan Baji, keesokan paginya Baji datang bersama dua saudara dan teman-temannya kembali dan melihat ladang namun semua tumbuhan telah hancur. Bihu mengatakan "Aku akan mengusir burung pergi di malam hari". Baji mengatakan "Bichuga Bhatt". Mereka membuat orang-orangan sawah. dan malam datang kembali, seorang pria kembali datang keladang dan membuat orang-orangan sawah sengaja terjatuh, keesokan paginya Baji bersama Bihu kembali datang keladang dan mereka melihat orang-orangan sawah telah jatuh dan membuat Bihu bertanya-tanya "Siapakah yang telah menjatuhkannya?", Baji berfikir bahwa orang-orangan sawah terjatuh pasti karena angin kencang, kemudaian Baji menutupi ladang dengan menggunakan kain Gotiya dan teman-temannya datang membantu Baji menyirami tanaman dan menunggu bunga, mereka kecewa ketika melihat tanaman diserang oleh serangga dan Baji kembali mendapatkan ide lain dan pergi.
Seroang pria sedang melukis Aurangzeb yang saat itu sedang membaca buku, dan utusannya membacakan pesan dari Shahuji dan membuat Aurangzeb memintanya berhenti dan pelukis meminta agar ia tidak bergerak, namun Aurangzeb marah dan membuang surat, Zeenat datang mengambil surat dan menemui Aurangzeb, Zeenat mengatakan pada Aurangzeb " Hindustan .., orang hanya bisa memenangkannya oleh cinta dan tidak bisa dengan kekalahan". Aurangzeb mengatakan "Aku tidak hanya akan membuat orang kehilangan tapi juga membuat ego mereka terasa menjadi abu". Zeenat mengatakan " Kau pikir aku telah melakukan kesalahan dengan Marathi, tapi kau yang telah menaburkan benih penghianatan". Aurangzeb mengatakan "Kau putri ku yang tercinta dan aku akan membunuh yang lainnya". Kam Baksh datang mengatakan "Inilah politik" Zeenat mengagatakan "Itu sebabnya ia memanggil ku untuk meyakinkan Shahuji.. Shahuji setuju menikah hanya dengan seorang gadis Marathi. Aurangzeb menjadi bahagia dan mengatakan "Aku tahu salah satu dari anak-anak ku akan berguna". Kam Baksh mengatakan "Aku akan memberikan hadiah pada Shahuji saat Gudi Padwa hari dimana Marathi tidak akan pernah lupa". Pembawa pesan datang kembali untuk memberitahu Aurangzeb tentang Qammeruddin, Aurangzeb berkata "Aku tidak ingun melihat wajah orang itu". Pembawa pesan melengkapi pesan dari Qammerudin mengatakan "Putra Qammerudin datang untuk menemui mu". Aurangzeb setuju untuk bertemu dangannya.
Baji datang kerumah dan berusaha menjelaskan pada ibunya bahwa ladang kembali hancur, tapi Radha sedang mempersiapakan sesuatu, Radha meminta Baji untuk melihat pada permainan dan meminta mereka bermain, ia melihat Bihu sedang berjakan pada sepotong kayu, Bihu bilang "Aku bisa berjalan dengan satu kaki". Radha mengatakan "Tidak" dan meminta Bihu untuk berjalan dan melangkahkan kakinya pada balok kayu. kemudian Radha meminta Bihu berjalan pada kayu yang lebih tinggi dan meminta bIhu tidak terjatuh. Bihu terkejut mengatakan "Aayi" Radha mengatakan "Kau adalah adik dari kakak mu ini". Bihu meminta ibunya untuk tidak meragukannya, Kaka mengangkat Bihu dan menaruhnya pada tumpukan kayu, Bihu mulai berjalan pada bagian kayu yang di lerakan lebih tinggi dan akan terjatuh tapi Baji segera memeluk Bihu , Bihu mengatakan "Aku baik-baik saha dan bahkan gigi susu ku". Baji ganya tersenyu,. Radha bertanya "Apa yang salah?' Baji mengatakan "Ketika Bihu sedang berjalan untuk kedua kalinya, ia menkjadi takut saat melihat ketinggian dan terjatuh", Radha meminta kaka untuk membawakan batu tulis dan kaka datang untuk membawkannya, Radha menunjukkan Dhyaan dan menuliskan di atasnya, Radha berkata "Sampai kau tahu bahwa kau harus membuat bunga mekar maka berkonsentrasi di atasnya dan kemudian kau tidak akan membiarkan tanaman mendapatkan sinat matahari untuk melindungi mereka.., kau tidak akan kekurangan konsentrasi mu saat kau berjuang untuk mendapatkan Searaj"
Baji mengatakan " sekarang aku tidak pernah akan mengalihkan konsentrasi ku" dan bertanya " apakah ini adalah pembelajaran pertama untuk ku?". Radha mengatakan "ya". Gotiya bahagia dan mengatakan "Baji telah belajar pembelajaran pertama". Bhiu melihat Radha dan mengatakan " Kakak ku melakukan banyak kerja keras, tapi ia tidak mendapatkan buah" Radha mengatakan "ya, tapi ia mendapat bunga dan juga teeki chutney juga". Radha mengenang saat ia datang ke ladangnya di malam hari dan mengatakan" aku telah memetik bunga-bunga" . Kilas balik ditampilkan, ketika Radha pergi ke ladangnya di malam hari. Fb berakhir. Baji bertanya "apakah chutney ini terbuat bunga itu". Radha mengatakan "ya". Bhiu mengatakan " jika Bhau lupa Paat ini maka aku akan membuatnya ingat". Baji memeluk Bihu, Baji bertanya pada Radha ketika ia akan mengajarinya saat ia akan belajar berikutnya, dan mengatakan " aku memiliki sedikit waktu". Radha terkejut.
Naser datang ke ruangan Aurangzeb dan menyapa Aurangzeb NaSer mengatakan " Qameruddin mengirim hadiah ini untuknya dan menyadari apa hadiahnya ia akan memberikan hadiah pada marathis saat hari Gudi Padwa". Naser mengatakan "jika kau mengizinkan dirinya maka ia memiliki ide untuk berbagi dengannya yang akan membuat doronya akan memiliki hal manis yang bahkan itu akan lebih manis dari madu. Aurangzeb memungkinkan Naser untuk bertemu. Naser pergi. Zeenat berpikir "apa ia (Naser) berencana untuk melakukan sesuatu?".
Dijalan, Bhallu mencoba untuk menjatuhkan kendi yang menggantung tanpa menyentuhnya, Bhallu mengatakan "Itu mustahil". Baji dan teman-temannya datang mengatakan "Tidak ada yang mustahil". Bhallu meminta Baji untuk menunjukkan hal itu dan memintanya untuk memecahkan kendi yang tergantung, namun Bhallu sengaja membuat kendi bergerak dan meminta Baji untuk memecahkan kendi dengan melemparkan batu keatasnya, Baji berhasil untuk memukul kendi dengan batu dan semua teman-temannya memujinya, Bhallu tidak suka dan meminta Baji untuk melakukannya saat diayunkan dan menembak kendi, Baji mengatakan "Aku telah belajat konsentrasi.. kau tidak akan mengerti, siapapun yang memiliki pengetahuan seperti layaknya kutu buku ia tidak akan mengerti tentang keperaktisan hidup"
Precap:
Dijalan, Bhallu mencoba untuk menjatuhkan kendi yang menggantung tanpa menyentuhnya, Bhallu mengatakan "Itu mustahil". Baji dan teman-temannya datang mengatakan "Tidak ada yang mustahil". Bhallu meminta Baji untuk menunjukkan hal itu dan memintanya untuk memecahkan kendi yang tergantung, namun Bhallu sengaja membuat kendi bergerak dan meminta Baji untuk memecahkan kendi dengan melemparkan batu keatasnya, Baji berhasil untuk memukul kendi dengan batu dan semua teman-temannya memujinya, Bhallu tidak suka dan meminta Baji untuk melakukannya saat diayunkan dan menembak kendi, Baji mengatakan "Aku telah belajat konsentrasi.. kau tidak akan mengerti, siapapun yang memiliki pengetahuan seperti layaknya kutu buku ia tidak akan mengerti tentang keperaktisan hidup"
Precap:
Radha meminta Baji untuk memecahkan masalah kepemilikan keledai dan memahami tiga pemilik yang mengklaim hak atasnya. Gotiya mengatakan "Baji akan memecahkan masalah in"i. Radha mengatakan" aku tidak mengerti jika ia bisa memecahkan masalah ini"
.
.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar