Rabu, 08 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 32 : RADHA BAI MEMINTA BAJI MENAGKAP DAUN-DAUN KERING YANG TERJATUH DARI POHON DENGAN KERANJANG USAI MENYELESAIKAN TUGASNYA UNTUK KEPEMILIKAN SEEKOR KELEDAI DI RUMAH KELUARGA KUMAR, ARUANGZEB DAN KAM BAKSH MEMPERSIAPKAN PRAJURIT MUGHAL UNTUK MENYAMAR SEBAGAI PRAJURIT MARATHI AGAR MENGACAUPAN GUDI PADWA DI SATARA

Tayangan Sony Tv : 7 Maret 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 32
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE




Gotiya bersama dengan Baji masih di rumah tiga saudara pemilik keledai, mereka menumpukkan kendi namun kendi telah hancur sebagian karena ulah sesorang, Baji melihat sesorang sedang berdiri dan meminta Gotiya untuk tetap menunggu, Baji mengatakan "Siapapun yang telah merusak kendi harus ada disini". dengan keras Baji mengatakan pada Gitiya bajwa ia akan membawakan lebih banyak kendi dan pergi ke suatu tempat, ia melihat baru sedang berdiri dan siap untuk kembali menghancurkan kendi berikutnya dan Baji berkata "Bhallu apa yang sedang kau lakukan disini?. Bahllu marah meminta agar ia tidak menganggu kesenangannya, dan kemudian Baji menangkap Bhallu. Baji memberitahu bahwa ia telah mendapatkan orang yang telah menghancurkan kendi. 

Baji bertanya pada Bhallu "Apa permasalah mu dengan ketiga saudara dari keluarga Kumar.. lawan aku jika kau ingin". Bhallu memukulnya dan Baji hanya tersenyum.  Gotiya datang membawa kendi yang lebih besar dan kemudian menutup kepala balu, Bhallu berteriak dan meminta bantuan. Baji dan Gotiya membuat Bhllu berdiri di dalam lubang yang sangat sempit. Bhallu ketakutan dan meminta mereka untuk meyelamatkannya dari semut hitam. Baji kemudian menempatkan makanan  ke dekat semut api, Bhallu ketakutan dan meminta mereka menyelamatkannya dari semut merah. Baji meminta agar Baji berfikir "Sekarang bagaimana persaan mu ketka tidak ada orang yang bisa mendengarkan mu?"... salah satu dari ketiga saudara itu mereka buta dan juga tuli dan kau merusak semua kendi mereka.., tapi jika semut-semut itu menggigit mu itu akan menjadi hukaman untuk mu". Bhallu mengatakan bahawa ia bertobat dan meminta mereka untuk menyelamatkannya. Baji meminta Gotiya  untuk menaruh jaggery di pakian Bhallu jika ia ingin mengacukannya sampai 100 kendi kembali dibuat". Bhallu menangis tapi Baji pergi dan meninggalkan Bhallu dengan Gotiya. Gotiya memintanya untuk diam dan meunjuk pada semut-semut. 

Dikerajaan, persiapan Gudi Padwa sedang di lakukan. Tara Rani Bai mengatakan pada Dhana ji "Aurangzeb harus kembali terguncang setelah kita memenagkan Bhairav Garh". Tara Rani Bai kemudaian meminta pada Dhana ji  untuk mendapatkan semua infrormasi tentang Mughal dan memberikan tugas untuk Pany Pratinti dan juga semua penataan yang telah di lakukan oleh Balaji. Balaji mengatakan :Baiklah". Tara Rani Bai mengatakan pada Balaji "Aku ingin bicara dengan mu.., aku mendengar bahwa Shiva Raze telah berlatih dan banyak belajar dari mu, ia menjadi takut kada". Balaji mengatakan "Ia memang takut dengan biji labu pahit kada di masak kecilnya". 

Baji dan Gotiya mengejar-ngejar Bhallu, dan membuat ketiga bersaudara tertawa. Tiga bersaudara dari keluarga Kumar membuatkan 100 kendi dan memberikan hadiah pada Baji dan Gotiya. Baji mengatakan "Kami telah menyelesaikan tugas". Gotiya bersuka cita dengan senang hati ia menari-nari kemudian tersadar ketika melihat Radha bai datang bersama dengan Chimna ji dan Bihu  dan teman-temannya yang lain, ketiga saudara memberi salam pada Radha Bai.   Radha meminta Gotiya mendekat  lalu menjewer telinga Gotiya dan  bertanya pada Gotiya "Apa kau telah meninggalkan Paatshaala/ sekolah?. 

Baji mengatakan bahwa 100 kendi telah du siap dan bertanya pada Radha "Kau akan mengajari ku apa?". Radha mengatakan "Kau telah belajar dalam pelajaran hari ini " dan mereka berterima kasih pada ketiga bersaudara. Baji mengatakan bajwa ketiga saudara itu telah berjuang besama. Radha tidak memberikan respon yang positig. Radha mengaatakan "Oarang yang positig tiadak akan pernah membawa hal yang negatif di pikirannya.. pemikiran negatif dapat membakar 1.000 mimpi sesoarang, Yudh Swaraj ini akan lama, dan orang-orang mungkin tidak siap untuk mendengar mu".  Radha  meminta Baji  untuk tidak meninggalkan  hal-hal yang positif. Baji bertanya " apa yang akan kau  ajarkan besok pada ku?". Radha mengatakan "kau  akan tahu besok"  dan meminta Gotiya untuk menghadiri Paathshaala, lalu Radha menyuruh mereka pergi, Gotiya dan Baji memeluk keledai sebelum ia pergi bersama dua saudara dan teman-temannya. Salah satu pria dari tiga saudara itu  mengatakan  pada Radha bahwa bahkan mereka telah belajar dari  Baji  dan mengatakan kami mendapatkan hal-hal  positif dan kesatuan di antara kami... bagaimana kau  akan mengajarkan pembelajaran yang lainnya?. Radha mengatakan "Dewa yang  akan menunjukkan jalan". Radha berpamitan dan ia tampak cemas, sesuatu terjatuh di jalan dan ia mendapatkan ide.
Di kerajaan Mughal, semua prajurit sedang berkumpul, Kam Baksh mengatakan pada Aurangzeb bahwa ia telah memilih prajurit Mughal untuk masuk Satara dan menyamar menjadi prajurit Marathi. Aurangzeb mengatakan "aku ingin berdoa untuk perang". Aurangzeb bahkan berharap dapat membuat kekacauan di hari Gudi padwa di satara.Radha bersama membawa ketiga anaknya dan teman-temannya ke sebuah pohon beringin besar, mereka tampak senang, Baji berayun-ayun pada akar pohon dan membuat Radha terkejut. Radha mengatakan "semua telah datang ke sini untuk belajar dan mengajar". Gotiya bertanya pada Radha tentang pelajaran berikutnya yang akan di ajarkan olehnya, Radha meminta pada mereka untuk menangkap semua daun-daun yang jatuh daro pohon dan menaruhnya di keranjang, kemudian Radha bercerita tentang pohon dan mengatakan Wisnu, Brahma dan Mahesh tinggal di pohon. membuat Bihu dan yang lainnya tertawa dan Radha menahan tawanya.  

Radha mengatakan "kau harus menangkap daun jatuh dari pohon dan memasukannya di keranjang sebelum jatuh ketanah" dan memberikan keranjang pada Baji untuk menampung daun-daun kering yang berjatuhan Gotiya terkena kotoran burung di wajahnya dan Semua anak-anak nampak kebingungan, kemudian Gotiya mengatakan pada Baji "daun yang jatuh". Baji menangkap setiap daun-daun  yang berjatuhan  dengan keranjang dan ia berlari ketika Gotiya menunjuk pada daun yang terjatuh dan  Baji bergegas berlari untuk menghadang daun dengan keranjang, Baji senang karena ia berhasil untuk mendapatkan satu daun yang terjatuh dan  mengatakan " ibu aku mendapatkannya lalu apa yang harus dilakukan sekarang?" Radha mengatakan "kau harus tinggal di sini sepanjang hari dan menangkap semua daun". Bhiu bertanya "mengapa kau membuat orang besar melakukan semua pekerjaan ... apakah kau akan membuat chutney dengan daun?".

Radha menarik rambut Bihu dan mengatakan "tidak", ia akan membuat pembicaraannya tentang chutney. Radha mulai menunjuk daun-daun yang jatuh dan  Baji berlari untuk menangkap daun pada keranjang yang telah di siapkan oleh Radha,  Baji kesal dan marah pada teman-temannya dan juga kedua adiknya dan membuang daun ia meminta mereka untuk diam, Bihu berdoa pada dewa dan Baji menangkap kembali daun yang tauh tanpa suara dari teman-teman dan kedua adiknya, Baji bilang "aku bertanya-tanya mengapa Aayi meminta ku untuk menangkap semua daun yang terjatuh dari pohonnya?".., aku muak untuk menangkap daun-daun ini dan berpikir ketika malam akan datang". Bihu mengejek Baji karena gagal mendapatkan daun yang jatuh di keranjangnya. Gotiya menguap, lalu bilang "Baji aku akan bertemu lagi dengan mu di malam hari". Bhiu memagang perutnya mengatakan" aku lapar "... Bihu meminta Chimna untuk membawanya pulang. Mereka meninggalkan Baji sendirian.

Dirumah Baji,  Radha melakukan puja dengan membacakan seloka mantra yang diikuti ooleh Bihu, Chimna dan kedua anaknya, dua pelayannya datang untuk ikut puja kemudaian Baji datang membawa keranjang penuh dengan daun kering, Radha bai membangikan prasad kemudian Radha bertanya pada Baji menyerahkan keranjang pada Radha, Baji mengatakan " aku telah mendapatkan semua daun" dan meminta ibunya untuk mengajarinya pelajaran lain.Bhiu  heran kemudian bertanya pasa ibunya " mengapa kau membuat kakak ku menangkap semua daun yang jatuh dari pohon jika kau hanya ingin membakarnya". Radha bertanya pada Baji "apa kau telah melakukan tugas yang telah ku berikan?".  Radha meminta Baji untuk menaruh seluruh daun di api. Baji terkejut dan dengan berat hati menumpahkan seluruh daun di atas api. Baji kemudian meminta pada  Radha untuk mengajarinya pelajaran yang lain. Radha mengatakan "ketika kau membawa daun lagi, maka aku akan mengajari mu" . Bhiu mengatakan' kerja yang sama lagi". Baji marah.

Di pagi hari, Radha kembali membangunkan Baji dengan mengguyurkan air di wajahnya. Radha bertanya " di mana hal positif mu?"Baji mengatakan "aku pikir kau akan mengajari dan itu menarik, tetapi telah berubah menjadi seperti Guruji". Baji datang kembali ke pohon beringin untuk menangkap semua daun dan ia ditertawakan oleh teman-temannya.

Precap:Baji tertidur dan ia jatuh sementara daun- daun berjatuhan Seseorang datang ke sana mengenakan pakian kerajaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar