Selasa, 14 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 37 : RADHA BAI DAN BAJI BERUSAHA UNTUK MEMANTIKAN KOBARAN API AGAR TIDAK MENYEBABKAN BANYAK KORBAN,

Tayangan Sony TV : 14 Maret 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 37
DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEJ MADE



Masih di atas panggung ketika Guru ji menegur Baji, Guru ji bertanya pada Baji yang masih ketakutan ketika pria Mughal yang menyamar menjadi Marathi membuatnya pingsan "apa kau lupa dengang dialog mu?". Baji mengatakan "Tidak" dan ia menyapa semua orang yang hadir disana 
Gotiya berjalan dan tersandung tali dinamit, Gotiya mengatakan "Semua orang telah melawan ku untuk aku berperan sebagai Afzal Khan". Gotiya menangis dan kemudian menarik tali itu. Pri Maughal datang untuk menghentikannya, Baji yang masih duduk diatas panggung mengatakan dan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Chatrapati Shrivaji.... mereka harus menyadari musuh ada di sekitar mereka, kami akan mengajarkan pekajaran untuk Maughal. 
Tiga orang pria Maughal datang menemui Gotiya dan bertanya padanya "Apa yang sedang kau lakukan disini". Gotiya beralasan bahwa ia menarik sumbu itu untuk mendapatkan air. Ketiga pria Maughal berfikir bahwa anak laki-laki bernama Gotiya itu gila. Gotiya mengatakan "Aku menjadi gila saat memperlajari dan berlatih bagian dialog Afzal Khan, aku tidak akan menjadi seperti Mughal". Gotiya marah dan menyesali peranannya dan menampar wajahnya sendiri,  Salah seorang pria Mughal marah tapi membiarkan Gotiya pergi.Pria Maughal terkejut ketika melihat jasad dari Jeena sedang duduk dengan mata terbuka menyender di pohon.  Mereka berfikir mungkin saja Baji telah melihat mayat Jeebvn, sementara itu Radha melihat mereka mengambil dan menggotong mayat Jeevan , 

Gotiya kembali dan bertemu dengan Radha, Radha mempertanyakan "Gotiya kau disini, dari mana saja?". Gotiya mengatakan bahwa ia sedang mencari Baji sejak tadi dan Gotiya pergi masuk kedalam panggung, Radha meneggur mereka dan bertanya "Apa yang sedang kalian lakukan?' Seorang pria menepuk pundaknya dan menangkap Radha dan mengarahkan pisau ke lehernya, Radha mengatakan bahwa mereka tidak membahayakan Marathis.

Diatas panggung, Baji memberitahu pada dua saudaranya untuk memperhatikan tingkah sesorang kemudian dengan berbisik Baji memanggil Afzal Khan (yang di perankan Gotiya) ke atas panggung. Gotiya datang ke panggung dan mengatakan bahwa ia tidak ingin membunuh Chatrapati Shrivaji, Bihu bingung dengan bagian dialog yang di ucapkan oleh Gotiya, Baji mersakan sesuatu yang salah akan terjadi dan ia berdoa kepada dewa untuk membantunya menghentikan orang-orang yang hendak berbuat jahat.

Soerang pria Maughal datang untuk menemui pimpinannya mereka saling berbicara satu sama lain, Baji melihat mereka. Chimna mengatakan bagian dari dialognya dan mengatakan "Niat mu adalah salah". Gotiya mengatakan "Tidak". Bihu mengatakan "Jika ia mengatakan itu maka ia benar". Gotiya mengatakan bagian dialognya yang berbeda dan membuat semua penonton tertawa "Aku Chatrapati Shrivaji yang abadi dan ingin bertarung dengan Maughal".  Chimana mengingatkan Gotiya bahwa ia memerankan peran Azal Khan.
Baji  menatap pria Maughal yang sejak tadi bediri di antara kerumunan penonton, Baji merasa gelisah ketika memikirkan hanya ibunya saja yang bisa mengerti tentang dirinya .

Pria Maughal yang lainnya akan meyulutkan api di sumbu dinamit, Radha masih berada di tawan. Radha memberi tahu pada mereka bahwa mereka tidak akan pernah bisa meledakan tanah milik Marathi tapi kasar Maughal. 

Mughal pria melihat bermain diam-diam meninggalkan. Baji mengikutinya. Lain mencoba mengikuti Baji, tetapi Guru ji berhenti mereka dan meminta untuk melakukan bermain. Baji datang dan berjalan setelah Mughal. Mughal mengatakan kepadanya bahwa ia akan segera mati dan bahwa mereka akan ledakan semua Marathi. Pria Maughal hanya tertawa dan menyulutkan api di sumbu dinamit dan kemudian mereka pergi, Radha didorong dan ia terpentok batu dan pingsan. Orang-orang Mughal akan meninggalkan Saswad, dan seorang pria Maughal lainnya datang menemui pimpinannya dan mengisyaratkan bahwa semua telah di kerjakan sesuai dengan rencana mereka. Baji curiga dengan tindak-tanduk mereka ketika pergi meninggalkan dertan penonton, dan membuat Baji bertanya-tanya dengan sikap mereka. Baji berlari mengikuti mereka dan meninggalkan panggung, dan membuat Bihu, Chimna dan teman-temannya bingung, Guru ji mengalangi ketika mereka akan pergi meninggalkan panggung dan meminta mereka untuk menyelesaikan pentas drama.

Api semakin meluas membakar daun-daun kering dan sumbu dinamit, beberapa pria Muaghal akan meninggalkan Saswad dan menunggangi kuda mereka, mereka yakin akan membuat Aurangzeb senang dengan rencana meledakan Saswad di hari Guadi Padwa dan mereka tertawa licik dan pergi meninggalkan desa. Baji melihat beberapa orang pria Maughal melarikan diri dan mengejar mereka di belakangnya.
Radha masih tergeletak di tanah  mulai tersadar dan terkejut ketika melihat kobaran api semakin memjauh mendekati di namit, Rahda meminta tolong dan Baji melihat Radha berteriak meminta tolong di dalam kobaran api dan ia terkejut memanngil ibunya, Baji berlari menghampiri ibunya dan kakinya merasakan sakit dan mencabut jarum yang tertusuk di kakinya, Baji  bertriak memanggil ibunya "Aayi". Jeritan Baji membuat Anak-anak yang masih memainkan drama terkejut, semua orang bertepuk tangan. Diluar Baji menghampiri Radha Bai yang berusaha untuk memadamkan kobaran api di sumbu dinamit dengan berjalan terpincang. Radha dan Baji menimbunkan pasir pada kobaran api, Baji  menanyakan keadaan ibunya tap Radha meminya Baji untuk berusaha memadamkan api sebelum terjadi ledakan dan menewaskan banyak orang dan meminta agar Baji membawakan air.

Dipanggung Gotiya mengatakan pada Bihu bahwa ia akan memeriksa  apa yang sebenarnya terjadi, dan Bihu menghawatirkan keadaan kakaknya, Gotiya dan teman-temannya berusaha keluar dari kerumunan orang di panggung. Baji mengatakan pada Radha "Waktu akan semakin sedikit, kita harus mengosongkan semua tempat dan membawa semua orang ketempat yang lebih aman". Radha mengatakan "Kita tidak punya banyak waktu Baji". Baji meminta Radha untuk pergi seperti yang dikatakannya, Baji meminta untuk tenang dan merubah raut di wajah ibunya dan tidak melihatnya, Radha bertanya "Apa yang akan kau lakukan?". Baji membelakangi ibunya dan meminta pada Radha untuk tidak melihatnya.

Shahuji bersama dengan Zeenat. Zeenat mengatakan pada Shahuji bajwa sesuatu akan terjadi pada perayaan Gudi Padwa hari ini. Kilas balik di tampilkan ketika Zeenat mencari sesuatu dan Naser datang dan bertanya "Apa yang sedang kau lakukan disini?". Zeenat mengatakan "Aku sedang mencari cincin. Naser mengatakan "Aku akan mencari cincin". Zeenat membahas tentang madu manis dan bertanya pada Naser "Apakah kau mengambil madu dari sarang?" Naser mengatakan "Tidak". Kilas balik berakhir   Zeenat mengatakan". Qammeruddin berkata pada Aurangzeb bagaimana tidak untuk mengambil madu dari sarang?". Shahuji mengerti dengan rencana Qameruddin dan mengatakan bahwa kehidupan Tara Rani Saheb dalam bahaya, Kam Baksh mendengarkan merekan dari luar ia tersenyum licik dan mengatakan pada Shauji bajwa bahkan dinding pun memiliki relinga, tapi tidak tahu bahwa telinga bisa mendengar dengan cepat.. aku sedang memainkan trik yang akan membuat konspirasi Qanneruddin dan akan mengguncang Shahuji.

Semua Marathis datang (Guru ji bersama dengaan yang lainnya) mereka mendatangi Radha Bai. Baji dan teman-temannya memberikan salam pada semua orang, Bihu bertanya pada kakanya tentang apa yang terjadi. Baji mengatakan bahwa Maughal berusaha untuk membakar tempat mereka tapi ia berhasil memadamkan api,  Semua oang sangat terkesan dan mengangkat Baji dengan sangat bahagia dan menjadikannya seperti mengidolakan Chatrapati Shrivaji

Baji berjanji  akan selalu untuk membawa Swaraj untuk keselamatan semua orang. Baji mengatakan jai Chatrapati Shivaji i. Semua orang yang hadir di sana berkat Radha dan Baji. Guru ji mengatakan bahwa ia telah memberitahu Saswad tentara. Guru ji  tidak menghargai Baji dan mengatakan bahwa Baji akan dimanjakan. Baji dan teman-temannya melihat desa  dan bersembunyi dari  rumah-rumah mereka dan mengatakan "kita  harus melakukan sesuatu". Mereka mengetuk rumah semua orang dan menaruh catatan yang berbunyi "Kau  berani", dengan bunga di atasnya. Semua orang mendapatkan bingkisan itu di rumah mereka dan membaca catatan. Mereka bertanya " siapa menaruhnya ?" Mereka melihat Baji mengusir  gagak dengan  menakut-nakutinya. Guru ji bertanya "apa yang sedang terjadi Baji".

Precap:
Balaji datang untuk tahu tentang serangan terhadap Saswad. Mereka berpikir tidak ada tempat yang aman dan mereka harus ekstra memperingatkan.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar