![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 39 DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Masih di sekolah, ketika guru ji menyeka wajahnya dengan kain putih yang sengaja di taruhkan tinta hitam oleh Bhallu, wajah guru ji menghitam karena tinta hitam dan membuat semua orang mentertawakannya. Guru ji menengok ke arah Bhallu dan Bhallu memberitahukan noda hitam di wajahnya, Bhallu menengok ke arah Gotiya dan teman-temannya ia yakin jika rencanannya akan berhasi, guru ji terkejut ketika menyadarinya, ia mengambil kayu dan seketika gelak tawa anak-anak berheti. Guru ji bertanya kepada semua anak-anak "Siapa yang telah melakukan ini?". Bhallu berkata pada Guru ji bahwa Gotiya dan juga teman-temannya yang telah melakukannya, Gotiya dan teman-temannya marah dan akan menyerang Bhallu, Bhallu berlari ke Guru ji dan Bhallu terus menghasud guru ji, tapi Prashu dan Gotiya memberitahu bahwa mereka telah berjanji pada Baji bahwa mereka tidak akan menginannya. Tapi Guru ji semakin marah dan menngatakan bahwa mereka bodoh... dan hal itu membuat Gotiya dan teman-temannya terkejut, tapi Bhallu tersenyum licik ketika melihat Gotiya dan teman-temannya di marahi oleh Guru ji.
Guru ji menambahkan Ayah Baji berada di sena Satara karena menmberikan beberapa pekerjaan untuk Baji, tapi apa yang kalian lakukan ketika orang tua kalian miskin, Guru ji menghina Baji dan mengatakan "Baji terlalu merisaukan anak-anak baik seperti Bhallu". Gotiya mengatakan pada guru ji bahwa Baji bergitu sangat menghormatinya dan meminta agar tidak menghona dan kami akan berjanji". Guru ji mengatakan "Radha sudah menjadi gila ketika ia berfikir jika putranya adalah Rakshak dari Saswad". Guru ji mengusir semua anak dari kelas dan meminta mereka untuk memanggil orang tua mereka besok, sehingga ia bisa menanyakan pada mereka "apakah mereka telah mendidik anak-anak mereka ketika di sekolah atau hanya di rumah tangga Radha". Gotiya dan teman-temannya bertemu dengan Chimna ji di jalan, Chimna ji mengatakan "Aku akan ke Paathsaala". Gotiya memberikan ide agar Chimna ji belajar dan juga mendidik mereka, Gotiya berpikir untuk pergi menemui Baji tapi Pharsu keberatan, Gotiya berpendapat ia tidak tahu apa yang akan di katakan oleh orang tua mereka. Gotiya dan teman-temannya pergi
Baji masih menunggangi kudanya di hutan, Baji mengatakan pada Malhari bahwa ia merupakan teman sejati.. aku memiliki banyak teman sejati, Gotiya, Ishu, Pharsu datang kesana dan mengatakan bahawa mereka akan pergi besama dengan Baji. Baji bertanya tentang sekolah namun mereka menceritakan semua hal yang terjadi ketika Guru ji memarahi mereka tanpa sebab, Baji bertanya "Apa kalian sudah meminta izin dengan orang tua kalian?". Gotiya menjawab dan beralasan "Iya"
Dikamar Shahuji, Shahuji nampak sangat gelisah, ia mengatakan pada Zeenat "Aku harus sampai ke Bibi Tara Rani dan mengatakan padanya bahwa nyawanya dalam bahaya, ibu Shahuji tidak suka dengan hal itu, Zeenat "Aurangzeb tidak akan membiarkan kau pergi dan penjaga selalu datang memeriksa mu,, mengapa kau mau membahayakan hidup mu dengan mengambi resiko untuk orang yang telah membuat anaknya duduk di singgasana sementara yang layak mendapatkannya dalah diri mu". Shahuji berkata "Kau tidak bisa menuduh dan meragukan keputusan yang telah di buat oleh Tara Rani Bai sampai mengetahui mengapa ia mengambik keputusan ini, aku tidak tertarik dengan singgasana tapi hanya menyelamatkan semua penduduk Marathi
Baji dan teman-temannya di dalam hutan mereka sangat senang menikmati perjalanan mereka, tapi tiba-tiba saja raut wajah Baji berubah, Gotiya membuat lelucon, Gotiya masuk kedalam semak-samak untuk membuang air kecil, ia terkejut ketika melihat samar-samar mata harimau yang sedang mengawasinya di balik pepohonan, Gotiya ketakutan dan melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya, teman-temannya bertanya "Apa yang kau lihat?" . Gotiya mencoba menjelaskan bahwa ia melihat harimau yang sangat besar, Gotia berlari disusul oleh teman-temannya begitu juga dengan Malhari yang bergegas berlari meninggalkan Baji sendirian, kemudian Baji menyadari jika Gotiya mengatakan hal yang benar, beberapa ekor harimau sedang mengincar mereka, Baji berlari menyusul teman-temannya untuk mengajaknya bersembunyi di tempat yang aman, Pharsu terjatuh dan Gotiya kelaparan karena telah berlari, mereka duduk dan Baji mengeluarkan makanan dari dalam tasnya, namun Baji hanya menemukan batu di dalam makanannya. dan mereka terkejut ketika melihatbya. Gotiya mengatakan "Ibu mu telah lupa untuk menjaga padinya". Baji menyadari bahwa Radha ingin mengajarkan beberapa Paath dan mengatakan bajwa ibunya adalah gurunya juga. Baji mengatakan pada teman-temannya bahwa mereka harus mencari sesuatu untuk di makan di hutan.
Shahuji bersama dengan ibunya mencoba untuk keluar dari istana Maughal dengan membawa piring puja, penjaga mengarahkan belati dan menghentkan mereka. Shahuji mengatakan pada penjawa bahawa ia akan mengikuri parampara dan pergi ke kuil Bhairav, Shahuji mengiris jempol tangannya dan melakukan tilak di dahinya, Shahuji mengatakan "Aku tinggal disini tapi aku akan tetap mengikuti sanskritiny ku". Pria datang menghadap Shahuji mengatakan bahwa ia akan ikut mengambil Thaali ke kuil". Ibu Shahuji bertanya "Apakah kau yakin bajwa Thaali akan sampai di kuil?" Shahuji mengatakan "Aku berharap ia akan segera sampai pada Tara Rani Bai"
Malam hari, Baji masih berkeliaran besama dengan teman-temannya di hutan karena mereka lupa jalan untuk kembali, Baji mengatakan bahwa mereka akan menandai batu agar mengetahui jalan. Parshu mengatakan "aku lapar". Baji perhi meninggalkan teman-temannya, Gotiya Parshu dan ishu berfikir jika ayah dan ibunya akan mencari mereka di hutan. Baji bergikir "jika aku menyalakan api, itu berarti aku akan memanggil ibu untuk meminta bantuan, Baji berfikir "Jika aku menyerah begitu vepat maka..." Suara Malhari meringkik di balik pepohonan dan menunjukkan buah yang digantungkan di pohon. Baji berteriak bahwa mereka berhasil mendapatkan makanan dan meminta teman-temannya datang dan memmakan buah-buhan dan mereka memakannya. Saat itu mereka melihat petir di langit dan berlari ke tempat yang aman, mereka ketakutan lalu bersembunyi dan memegang pohon dengan erat dan berharap jika semuanya akan baik-baik saja.
Parshu mengayakan "kita harus memberitahu orang tua kita sebelumnya untuk datang kesini" Gotiya juga berfikir hal yang sama bahwa hal itu tidaklah baik datang ke hutan tanpa memberitahu orang tua mereka, Baji bertanya "apa maksud mu?" Parshu mencoba untuk menceritakan hal yang sebenarnya, dan Baji kecewa "Jadi kalian telah berbohong pada ku dan menyembunyikan kebenaran dari orang tua mu?.. kau telah menghianati kami berdua, Gotiya marah dengan Parshu, saat itu mereka terkejut ketika melihat pohon terbakar karena tersambar petir, mereka berteriak dan memeluk Baji yang juga ketakutan, dan mereka telah di kepung oleh harimau. Baji mengatakan pada teman-temannya "ada banyak harimau". Teman-temannya menangis ketakutan, Baji mengeluarkan pisau pemberian ibunya dan meminta mereka untuk bediri di belakangnya
Precap:
Perampok menimpuk batu dan menculik Baji, Gotiya, Ishu dan Parshu dan membawa mereka di kegalapan malam. Radha datang ke hutan dan memanggil nama mereka ..
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar