![]() |
| PESHAWA BAJIRO EPISODE 34 DI INTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Di rumah Baji, Gotiya dan teman-temannya sedang bersantai tapi mereka kesakitan setelah guru ji memukuli tangannya di sekolah. Chimna bertanya pada Gotiya apa yang akan ia jelaskan pada Baji jika guru ji telah menghukum dia dan juga teman-temannya Gotiya mengatakan pada Parshu bahwa mereka harus berusaha untuk menyembunyikan tangan mereka dari Baji.., kita akan mengalihkan pada pelajaran dan juga misinya tapi kita tidak bisa mengatakan pada Baji jika Guru ji telah menhukum kita". Chimna setuju dan memeluk Gotiya, Chimna berkata pada Gotiya "Aku salut pada mum kau adalah teman Baji yang nyata. Radha datang mengatakan pada mereka "Aku akan melihatnya dan itu pasti". Mereka semua terkejut dan Bihu mengalihkan pembicaraan dengan membahas kakaknya yang masih bekerja keras mengumpulkan dedaunan kering dan ia harus menangkapnya lalu menaruhnya di dalam keranjang, Mereka membicarakan tentang Chatrapati Srivaji dan kemudian Baji datang membawakan keranjang dengan penuh dedaunan kering. Radha terkejut dan Gotiya senang dan memujinya, kemudian Baji bergegas menuangkan daun kering dan meleparnya ke api.
Baji pulang mengatakan dengan membawa dedaunan kering di keranjang, ia mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan menikmati menangkap daun kering dan tidak tahu kapan matahari tenggelam, lalu Baji membuang daun kering di api dan duduk menuliskan sesuatu di batu tulis dan menunjukkannya pada Radha, Radha terkejut ketika membaca tulisan Baji, Bhiu lebih dekat untuk membaca apa yang telah di tulisakan kakanya tapi Baji memintanya untuk menyingkir. Baji membacakan Bunga, kenikmatan". Baji mengatakan kita akan selalu menyalakan api intuk keinginan kita sehari-hari ... sesorang telah mengajari ku". Radha tersenyum dan terharu, ia meminta Baji untuk memeluknnya, Chima, Bihu dan teman-temannya pun senang dan mereka manari-nari.
Di Isatana Mughal, Aurangzeb sedang merencanakan untuk
meledakan desa tetangga saat Gudi Padwa sedang berlangsung ia akan mengacaukan
Satara, Kam Baksh "Dimana kalian akan melakukannya?" Qammeruddin
mengatakan "Saswad?"... kita akan meledakannya?".
Aurangzeb berencana untuk menyerang Saswad dan kemudian melakukan pernyerangan
pada Tara Rani Bai, dan mengadu domba antara Shauji dan Shiva Raze.
Kam Baksh mengatakan "Prajurit
ku Shamer itelah berjanji pada Aurangzeb akan memberikan kemenangan pada kita
lalu memintanya untuk pergi ke Satara. Kam Baksh meminta pada prajuritnya untuk
tidak membiarkan Qammeruddin menang tapi hanya membuktika bahwa ia salah...
Qammeruddin akan mencoba untuk membuat Marathi Saeadar datang di pihaknya ..
aku ingin membuatnya merasa kehilangan". Kam Baksh meminta prajurit itu
pergi dan memperisapkan pasukannya untuk menyerang saswad di hari gudi padwa sedang berlangsung.
Radha sangat senang bahwa Baji telah memahami tentang Saswad, ia bertanya pada Baji "Tapi apa yang sudah ku ajarkan pada mu?. Baji hanya tersenyum, ia mengingat mimpinya bertemu dengan Maharaj Shrivaji. Baji mengatakan pada ibunya bahwa Chatrapati Shrivaji Maharaj telah datang dalam mimpinyad dan mengatakan padanya tentang Katha. Radha dan semua anak-anak terkejut. Gotiya mengatakan pada Baji "Mungkin ia hantu". Baji hanya tersenyum, ia bertanya pada ibunya "Kapan kau akan mengajari ku 4 pelajaran yang lainnya?" Radha mengatakan besok hari libur untuk mu ... ada ulang tahun Chtrapati Shivaji, dan itu hari libur untuk kalian semua...". Semua anak bersukacita dan menari-nari setelah mendenga hal itu. Radha tersenyum
Kam Baksh mengatakan pada prajuritnya (Shmsher) bahwa ia telah berjanji pada Aurangzeb untuk memberikannya kemenangan dan meminta prajuritnya untuk bergegas pergi ke Satara dan memintanya untuk tidak membiarkan Qammeruddin menang dan membuktikan bahwa dia salah.., bahkan Kam Baksh menambahkan "Qammeruddin akan mencoba untuk membuat Marathi Sardaar datang di pihaknya dan berkata "Aku ingin kau membuatnya kehilangan". Lalu memerintahkan prajuritnya untuk menyiakpkan pasukan untuk menyerang Saswad pada saat perayaan Gudi Padwa sedang berlangsung.
Qamer Uddin mengatakan oada Parveen bahwa dirinya adalah senjata terbaik untuk mengalahkan musuh dan mengatakan "bahkan Balaji akan dikalahkan". Qammeruddin kemudian memintanya = untuk membunuh Balaji dan kemudian membuat pasukan prajurit dari Kam Baksh mendapatkan ke gagalan dan kemudian membunuh Tara Rani Bai. bahkan Qammeruddin mengatakan "kau akan berhasil.
Qamer Uddin mengatakan oada Parveen bahwa dirinya adalah senjata terbaik untuk mengalahkan musuh dan mengatakan "bahkan Balaji akan dikalahkan". Qammeruddin kemudian memintanya = untuk membunuh Balaji dan kemudian membuat pasukan prajurit dari Kam Baksh mendapatkan ke gagalan dan kemudian membunuh Tara Rani Bai. bahkan Qammeruddin mengatakan "kau akan berhasil.
Baji mengatakan pada Gotiya bahwa ia tida akan berperan di hadapan semua orang saat berada di atas panggung. Gotiya mengatakan "Aku akan membantu mu jija kay tidak bisa menjadi Maharaj Shrivaji saat bermain maka aku akan menjadi Maharj Shrivaji". Baji terkejut. Tapi Teman Baji memiliki pendapat lain mengatakan bahawa mereka akan menjadi Maharaj Shrivaji. Bihu datang dengan berpakian sebagai Rabi dari Marathi, Baji tersenyum saat melihat gaunnya. Baji mengatakan "Kau seperti seorang ibu". Radha datang mengatakan "Siapapun yang telah menulis ini maka ia akan menjadi Chatrapati Maharaj.. ini bukan hanya sekedar drama tapi juga sebagai bentuk penghormatan kita kepadanya". Mereka melakukan latihan drama, namun Chimna ji selalu lupa dengan setiap naskah dialgog dan Baji memberitahunya,
Kemudian mereka menyambut kedatangan patung Chatrapati Shivaji Maharaj di daerah mereka karena ia sedang dihormati di hari ulang tahunnya. Baji senang. Mereka mengikuti iringan patung kemudian bertemu dengan Bhallu yang secara sengaja muncul di hadpaan Baji dan teman-temannya.
Bhallu mengatakan bahwa ia bermain Chatrapati Shivaji dalam bermain. Baji meminta agar Bllhu besok ia tidak datang dan mengancam untuk menamparnya. Bhallu mengatakan "kau tidak bisa berperan sebagai Chatrapati Shivaji maharaj".
Guru ji datang menemui mereka. Bhallu mengatakan padanya "ia yang telah menggangguku". Guru ji mengatakan"aku sama sekali tidak akan mengerti" dan menyalahkan Baji. Chimna dan Bhiu berpihak pada kakanya Baji. Guru ji menjadi bertambah kesal dan mengatakan "jika ia mengambil nyawa semua orang lalu kemudian Aayi mu tidak akan mengatakan apa-apa". Radha datang dan bertanya" apa yang terjadi?".
Guru ji mengatakan " mengapa kau merasa keberatan ketika aku ingin membuat Bhallu menjadu Chatrapati Shivaji?". Radha mengatakan " ya, jika Baji lupa tanggung jawabnya, maka itu merupak tanggung jawab mu" Guru ji bertanya" mengapa kau tidak ingin Bhallu bertindak sebagai Chatrapati Shivaji". Bhallu hanya tertunduk, Baji mengatakan" ia tidak ingin menjawab". Semua orang menatapnya..
Precap:
Mogul berencana untuk menyerang Saswad. Baji memberitahu teman-temannya bahwa Mughal tidak akan pernah bisa melakukan apa-apa dan tempat ini akan di penuhi oleh bunga-bunga
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar