![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 36 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Radha Bai sedang mempersiapkan puja, Baji datang dan membawa Radha ikut bersama dengannya, Radha bertabrakan dengan peria Maughal yang menyamar menjadi Marathi, Baji tampak tegang dan menatap pria itu ketika ia tersenyum dan memberikan salam pada Radha Bai dan Baji terus menolehkan wajahnya ke belakang dan menatap pria itu. Pria Maughal lainnya mengawasi di sekitar panggung, dan mereka membicarakan rencana mereka dan meminta 3 orang pria lainnya bersiap melakukan ledakan di Saswad.
Radha membantu Chimna ji untuk besiap dengan memerankan Chtrapati Shrivaji diruang ganti, Radha tersenyum dan berkata "Kau telah memiliki kumis sebelum kakak mu". Chimna ji mengatakan "Aku nampak sudah cukup usia dari kakak ku". Bihu datang dan bertanya pada Radha "Kapan aku akan memiliki kumis". Radha tertawa, dan Bihu memeluknya, mereka di kejutkan dengan suara tangisan Gotiya yang bersembunyi di bawah meja, Gotiya mengatakan "Aku memerankan Afzal Khan " Gotiya kembali menangis. Radha memanggil Gotiya yang masih mencurahkan rasa kecewanya karena tidak bisa membawakan peran sebagai Chatrapati Shrivaji, Radha menghampirinya dan mengatakan [ada Gotiya "Bukankah sekarang kau seorang aktor dan jangan menangis". Baji masih membantu Parshu dan Wharshu mempersiapkan peranan mereka, lalu Baji meminta agar Gotiya mempelajari embali naskah dialog. Gotiya keluar dari tempat pesembunyiannya dan mengambil naskahnya berkata "Baiklah". Bihu menyarankan agar Gotiya menuliskan seluruh naskah dialog pada seluruh perutnya. Parshu mengatakan "Aku bisa memberitahu mu dialog-dialog dari Afzal Khan". Baji berkata "Gotiya lebih cocok memerankannya dari pada memerankan Chatrapati Shrivaji". Gotiya kesal dan keluar dari ruang ganti dan berjalan sendirian. Radha membawa anak-anak pergi
Sementara itu, Radha Bai keluar bersama anak-anak dari tenda ruang ganti dan meyakinkan bahwa mereka akan berhasil melakukannya. Guru ji datang dan memberi tahu pada Radha bai bahawa semoga ia tidak melakukan kesalahan besar dengan membawa Baji keluar dari Paatshaalanya. Radha mengatakan dengan tenang " aku tidak membawanya keluar dari Paatshaala .. itu hanya akan menggesernya sebentar dari Paatshaala mu bersama dengan ku". Guru ji menjawab dengan menegaskan "Ia telah memperlajarinya sampai akhir, aku akan memberikannya tes dan mari kita lihat bagaimana seorang ibu bisa membangun karir anaknya". Ucapan Guru ji membuat Baji marah ia mengepal tangannya dan menahan amarahnya kemudian Guru ji memanggil Bhallu dan teman-temannya libih pintar dari pada Baji, Guru ji hanya menatap Baji penuh dengan kemarahan dan kemudian ia pergi. Baji mencoba untuk bicara pada ibunya namun Radha menghentikannya. Raddha membawa anak-anak pergi namun Chimna menanyakan prihal tentang Bhallu. Baji yakin bahwa ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi dan Chimna tersenyum.
Di kerajaan Mughal, Kam Baksh mengatakan pada Aurangzeb "Qammeruddin telah memilih tempat serangan di mana anak-anak akan memainkan pernan dalam drama di Chatraphati ji". Aurangzeb tersenyum dan berkata "akan banyak anak-anak yang akan mati". Seorang penjaga datang dan memberitahu pada mereka bahwa Shahuji datang untuk bertemu dengan Aurangzeb. Shahuji datang dengan menawarkan mereka parasad tapi Aurangzeb menilak untuk mengambilnya, Aurangzeb bertanya "Mengapa kau mau membawakannya ketika kau tahu jika aku tidak akan mau menerimanya?". Shahuji mengatakan " Ayah dan Chatrapati berhasil melarikan diri dari cengkarman mu dan mereka bersembunyi di kotak besar penuh dengan prasad". Mendengar hal itu membuat Aurangzeb menjadi sangat marah dan mengerluarkan pedang milik Qammeruddin, namun Shahuji memintanya untuk tidak melakukan keslahan yang lain sebelum Aurangzeb menghadapi kekuatan dari Parasad.
Baji berjalan dan ia bertemu dengan Chimna ji, Baji meminta agar Chimna menampar dirinya dua kali dan kemudian membungkus kuku di tangannya untuk membuat Chimna ingat dengan semua naskah dialog yang akan di pernakannya dengan baik. Namun ternyata, hal itu di dengar oleh Bhallu dan teman-temannya yang mengenakan pakian sesuai dengan peranannya , Chimana ji menolaknya dan Baji menyadari keberadaan Bhallu, kemudian Baji mengelurakan jarum dan menunjukkannya dengan sengaja agar Bhallu melihatnya, lalu menusukkan jarum di tangan Chimna ji, Chimna ji sengaja menjatuhkan jaruum itu dan ia berlari, Baji mengejar Chimna ji. Bhallu kemudian mengambil jarum di tanah kemudian ia menampar dirinya dua kali lalu ia menusukkan jarum di tangannya Bhallu berteriak kesakitan, Bhallu yakin dengan ucapan Baji lalu Baji kembali bersama dengan teman-temannya dan mentertawakan Bhallu, Baji menggatakan "kuku yang tekah dicampur minyak datura.. sekrang kau hanya akan mengatakan kebenaran dan menceritakan semua perbuatan mu". Bhallu menutup mulut dengan tangannya. Baji dan teman-temannya mentertawakan Bhallu. Bhallu ketakutan ketika Baji mengancamnya untuk membawanya kehadapan guru ji, ia berlari dan menabrak pria Mughal yang menyamar menjadi Marathi. Baji meminta dua sudaranya dan teman-temannya pergi sementara Baji berjalan dan ia mencurigai sesuatu.
Sementara itu di panggung semua orang sedang bergembira menonton panggung saat beberapa orang pria bernyanyi, pimpinan prajurit Mugahal yang ketika itu menyamar mrnjadi Marathi berbicara dengan anak buahnya, di dekat kerumunan orang. Guru ji bersama dengan Radha sedang melakukan puja di patung Chtrapati Shrivaji, Guru ji memecahkan kelapa di batu, bersamaan dengan itu Radha tidak sengaja mengambil kelapa yang sama dan membuat guru ji kesal. Baji datang dan mencurigai pria-pria yang sedang ada di acara tesebut dan ia mengambil prasad yang deiberikan oleh ibunya, kemudain Radha memberikan prasad dibagikan pada Baji, Baji membagikan prasad pada semua orang dan untuk pria Muaghal yang menyamar menjadi Marathi, pria itu mengambil prasad dengan menggunakan tangan kiri dan membuat Baji meragukan pria tersebut. sipria pergi dan Baji mengikutinya
Sementara itu, Gotiya berjalan sampai di tempat yang sepi demi untuk membuat dirinya berhasil menghafalksan semua naskah dialog, bergitu semangatnya Gotiya mengguncang-guncangkan tangga dan kemudian sebuah karung terjatuh. Gotiya terkejut ketika ia menemukan mayat seoramg pria, sementara itu, Baji mengikuti pria Mughal dan menemukan prasad di tanah, dan ia mencarinya lalu pria Mughal membekap mulut Baji, Baji memberontak dan ia tak sadarkan diri.
Gotiya terkejut ketika ia melihat mayat seseroang dan Gotiya memanggilnya sebagai paman Jeevan, Gotiya ketakutan dan bertanya-tanya "Bagaimana ia bisa mati?". Gotiya tidak tahu jika pria itu mati dengan mata yang masih terbuka, ia banyak mengajukan berbagaimacam pertanyaan.
Guru ji menegur dua orang anak ketika mengetahui bahwa Bhalu telah melarikan diri dan menduduh jika Baji penyebab dari semua itu, dari sana. Radha datang dengan sangat bahagia,Radha bertanya pada Radha "Bukankah kau berfikir jika Baji memiliki pengaruh yang lebih baik dari pada Bhalu dari mu?". Guru ji mengatakan "tidak... Baji tidak sama dengan murid ku". Radha bertanya "Apakah perasaan mu begitu sangat yakin atas kerusakan Baji". Guru ji bertanya "perasaan ku?". Radha bertanya "Bagimana Baji bisa dalam terlibat dalam hal ini". Guru ji menjawab dengan keyakinannya "Ya". Guru ji datang ke panggung dan mengatakan bahwa Chimna telah menulis naskah dialog dan meyakini jika Baji adalah kakaknya. Semua orang bergelak tawa ketika Chimna ji mengkoreksi namanya ketika guru ji hanya memanggilnya Chimna, dan semua orang bersorak sorai memanggil nama Baji ketika nama Baji di sebutkan.
Bihu meinta Radha untuk memanggil Bahi dan juga Gotiya. Radha pergi. Guru ji bersama dengan anak-anak melakukan puja di ghanapati Ghanesa, Chimna dan yang lainnya gelisah menantikan kedatangan Baji.
Sementara itu pria Mughal telah membuat Baji tidak sadarkan diri dan menyeret Baji dan membawanya, tapi kemudian Baji terasadar dan melemparkan pasir ke matanya, pria itu meronta-ronta kesakitan Baji melarikan diri ia mendekati panggung, Chimna, Bihu dan teman-temannya tersenyum ketika melihat Baji kembali
Sementara itu di luar, prajurit Maughal yang menyamar menjadi Marathi berfikir bahwa ia harus sergera menghentikan Baji entah bagaimana pun caranya termasuk memberi tahukan jati diri mereka pada semua orang. Pria itu datang menemui anak buahnya bahwa seroang anak laki-laki telah meragukan dirinya. lalu Baji datang ke atas panggung, Bihu bertanya "Apa yang sedang kau lakukan disni". Prajurit Maughal mengambil pisau, Guru ji bertanya "Apakah kau lupa dengan dialognya?" Baji melihat pria itu memegang pisau di tangannya. Baji ketakutan dan menatap pria Maughal dan membuat semua orang menoleh ke arah yang Baji lihat, guru ji kesal dan bertanya pada Baji tentang apa yang terjadi
Precap:
Orang-orang mughal mengotong sorang pria, Radha datang untuk menghentikan mereka, prajurit Maughal juga menangkap Baji dan Radha. Mereka menyalakan api di sekitar Baji dan mengatakan bahwa mereka akan meledakan tempat setelah mereka pergi. Baji bangkit dan mengejar mereka.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar