Selasa, 07 Maret 2017

PESHAWA BAJIRAO EPISDE 30 : MENGATASI KETIGA ANAK PEMILIK KELEDAI YANG SALING MENGKLAIM KEPEMILIKAN KELEDAI

Tayangan SONY TV : 3 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 30
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE














Usai Baji berhasil melemparkan batu pada kendi yang di gantungkan oleh Bhallu, Baji dengan tenang menepuk-nepuk bahunya dan berkata pada Bhallu "Siapapun yang memiliki pengetahuan yang berilmu  mereka memiliki kekurangan pengetahuan yang praktis", Mendengar hal itu membuat Bhallu menjadi marah, tapi Baji pergi dan kemudian Gotiya dan teman-temannya menusul Baji, Gotiya bertanya pada Baji "apa yang akan ibu mu akan ajarkan berikutnya?". Baji menjawab "Tidak tahu", Bahllu marah bersumpah bahwa  ia tidak akan membiarkan Baji belajar sesuatu dari ibunya, Guru ji datang dan bertanya pada Bhallu "Apa yang terjadi?". Bhallu mengatakan pada guru ji " Baji mengatakan ibunya mengajarkannya lebih baik dari mu". Guru ji marah dan pergi.

Malam hari, Radha datang membawa ember untuk kembali mengguyur Baji, Baji datang dan menyapa ibunya, Chimna ji dan Radha bangun dari tidurnya lalu Gotiya keluar dati persembunyiannya menyapa Radha, Radha Bai pergi untuk mengambil sesuatu dan kembali membawa sebuah buku dan  meminta Baji untuk belajar tentang jalan ved sebelum belajar hal kedua, Radha berkata "Pengetahuan akan tetap bersama dengan mu". Gotiya bertanya "Aku pasti sudah tertidur ketika melihat buku". Radha mengatakan "Memiliki semua pengetahuan".. Radha menjelaskan tentang 4 veds dan meminta pada mereka untuk tetap berada di tempat mereka dengan posisi tubuh kayang. Radha mengatakan "Semua ved telah mengajarkan kita apa yang penting dalam hidup kita untuk hidup". Bihu mengatakan "Ved begitu penting". Radha meminta mereka berdiri kemudian membuat mereka untuk mengatakan sesuatu dan semua orang membacakan setiap sloka. 

Keesokan paginya, Balaji menjelaskan pada Shiva Raze tentang Shlok, ia mengatakan "  itu akan membawa kebahagiaan untuk mu". Shiva Raze mengolok-olok Balaji dengan kata-kata kasar tapi Balaji meminta pada Raze untuk meminum kada. Shiva raze menolak dan mengatakan "Aku tahu kau sedang menggoda ku dan mencoba untuk membuat kadajatuh".Raze berusaha memukul namun Balaji terus menghindari agar kada tidak terjatuh, Balaji menujuk pada dua buah kendi yang di gantung dan Raze mencoba untuk memukulnya kembali tapi Balaji menghentikannya, kemudian Balaji memintan kada dan menukarkan 4 buah mangkuk dan Balaji  mengatakan pada Shiva Raze bahwa ini akan sangat memungkinkan untuk bermain permainan dan meminta Raze untuk membuat kada jatuh atau membaca surat  dan kemudian mengingat apa yang tertulis di dalamnya.

Shiva Raze mencoba untuk kembali memukul untuk membuatnya benar-benar terjatuh, tapi Balaji mengangkat nampan dan mengatakan "ini tidak akan mudah untuk membuatnya jatuh". Shiva Raze menghampiri 6 buah kendi  yang tergantung dan memukul salah satu kendi kemudian ia mendapat selembar surat. Raze membaca apa yang ada dan tertulis di dalamnya. Balaji mengambil surat kemudian meminta Shiva menyimpulkan kemudian memberitahu apa yang tertulis di dalam kertas, Shiva Raze menceritakan segalanya yang tertulis di dalam surat. Balaji mengatakan " itu mudah"  dan meminta Raze  untuk pergi untuk memecahkan kembali kendi berikutnya. Shiva Raze pergi dan memecahkan kendi yang lainnya, Pant Pratinidhi melihat mereka dari celah jendela dan ia nampak tidak suka dengan hal itu.

Bihu, Gotiya dan teman-temannya yang lain tertidur lelap, Baji berteriak setelah membaca buku dan membuat Chimna ji dan teman-temannya terkejut, Chimna dan Bihu bertanya "Kak apa yang terjadi?". Baji memberitahu Cihimna Ji, Bihu dan teman-temannya bahwa ia telah berhasil mempelajari Paat dan kemudian memanggil ibunya, Baji mencari Radha namun tidak menemukannya, Baji, Chimna ji, Bihu mendengarkan suara dari luar, Bihu mengira suara itu dari Malhari, Chimna menolak "Itu bukan suara Malhari". Gotiya pergi keluar, Baji dan yang lainnya menyusulnya, ternyata Radha Bai sedang di kandang memberikan makan pada  keledai, Baji dan yang lainnya ke kandang, Bihu memberikan salam pada keledai, Baji mengatakan "Apa kau akan membawa keledai ini, maka itu akan mudah memngambil barang-barang dan Malhari bisa beristirahat". Radha Bai menjelaskan pada Baji "Keledai itu bukanlah milik kiya... saat ini ia tidak punya pemilik". Gotiya mengatakan "Ya dewa itu...". Radha berkata "Ia lapar"

Gotiya menghampiri keledai berkata "Radha membawa kesemek dan akan memberikan makan pada semua orang". Radha kembali menjelaskan pada mereka "Aku datang kesini untuk melihat pemiliknya dan tidak tahu pemiliknya... Keledai itu mempunyai pemilik asli bernama Kumar,  ia meninggal dan Kumar memiliki tiga orang putra". Gotiya bertanya "lalu sekarang siapa yang akan menjadi pemiliknya?... Kita akan membuat 100 kendi untuk seseorang". Baji mendengarkannya. Bihu bertanya pada ibunya "Apakah kakak ku akan memahami masalah dan kemudian akan menyelesaikannya juga...". Radha Bai mengatakan "Maka aku akan mengajarinya pelajaran berkiutnya".. Radha berjanji pada Baji, dan mengatakan pada mereka bahwa mereka harus membuat 100 buah kendi, Gotiya bersemangat dan membuat lelucon " aku akan membuat 101 buah kendi". Baji bertanya pada Radha "lalu dimana aku akan menemukan ketiga pemilik keledai ini?" Radha mengatakan " Aku akan membawa kalian kesana". Baji melepaskan tali pengikat dan membawa keledai pergi dan menyusul ibunya namun keledai itu tidak mau berjalan.. Baji terus menariknya, Gotiya  kemudian meminta keledai untuk berjalan dan bertanya " apa yang harus kau lakukan?". Gotiya menari-nari dan keledai sedikit melangkah, mereka menari-nari dan berhasil membawa keledai untuk ikut besama.

Baji, Chimna, Bihu dan teman-temannya datang ke sebuah rumah dengan membawa keledai, Baji mengetuk pintu dan seorang pria sedang memakan pisang di dalam, Baji mengeruk pintu pagar begitu juga dengan kedua adik dan teman-temannya yang lain namun pria itu tidak mendengar, Gotiya kemudian melemparkan batu dan mengenai pria itu. Pria itu terkejut dan  marah dan menghampiri mereka di luar berkata "Mengapa kalian tidak mengetuk pintu". Bihu dan Baji menjawan  bahwa mereka telah mengetuk pintu, dan seorang pria lainnnya keluar. . Bihu menjelaskan "Kami datang untuk membawa keledai". Pria bisu membukakan pintu. Tiga orang bersaudara dan saling mengklaim bahwa mereka merupakan pemilik dari keledai itu, mereka adalah anak-anak dari Kumar. Ketiga saudara saling bertengkar memperbutkan hak kepemilikan keledai dan membuat Baji, Chimna, Bihu dan teman-temannya bingung.

Satu orang pria bernama Dump keluar dari rumah, ia tuli dan juga buta keluar dari rumahnya dan hampir terpeleset kulit pisang dan hampir terjatuh dan baji menangkapnya, pria itu mengatakan "Apa kau akan mendapatkan kendi itu di malam hari", Baji  hanya terdiam dan ia ingat ketika Radha mengatakan padanya "Kau tidak akan bisa memahami mereka". Baji mengatakan pada Chimna, Bihu dan teman-temannya " Bagaimana kita akan memahami mereka... dan bagaimana kita akan membuat mereka mengerti?". Gotiya kebingungan dan tidak bisa menemukan jalan keluar dari permasalahan kepemilikan keledai tiga bersaudara dan mengeluh pada dewa, kemudian Baji mendapatkan ide ia mengambil batu tulis dari Chimna dan menulisakan sesuatu disana lalu menunjukkan batu tulis itu pada ketiga saudara itu.

Baji bingung dengan sikap mereka yang tidak daapat mengerti dengan tulisannya, saudaranya yang buta berkata bahwa mereka berdua buta huruf, Chimna mengatakan "Untuk itu Paatshaala / sekolah di perlukan".  Tiba-tiba saja Radha datang dan meminta pada Chimna ji dan Parshu untuk pergi ke Paatshaala. Gotiya beralasan bahwa ia tidak bisa lagi menemani Baji dan harus pergi ke Paatshaala juga, Baji mengatakan pada Radha "Aayi kau telah memberikan tes ini dengan sengaja?". Radha mengaatakan " Kau akan membuat mereka memahami dan mendapatkan kendi yang di buat di malam hari". Kemudian Radha menergur Bihu karena telah menggoda ketiga bersaudara.

Radha mengaatakan "Ketika dewa telah merenggut sesuatu dan kemudian memberikan bakat yang unik pada orang itu". Bihu bertanya pada ibunya "apa itu?". Radha mengatakan "Baji akan mengerti". Radha pergi bersama dengan Bihu meninggalkan Baji sendirian, Gotiya datang kembali menemui Baji berkata "Aku bersama dengan mu, mungkin aku akan menjadi prajurit untuk memperjuangkan Swaraj". Baji tersenyum. Ketiga bersaudara itu bertengakar  dan saling berdabat satu sama lain dan mengklaim kepemilikan dari seekor keledai, sementara itu Baji berfikir "Bagimana caranya untuk membuat mereka membuatkan kendi?"


Precap:
Baji dan Gotiya bersukacita melihat 100 kendi yang telah siap. Bhallu  berpikir apa yang akan Radha ajarkan pada Baji dan mengacaukan  semua kendi. Baji melihat Bhallu
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar