Sabtu, 04 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 25 : AKHIRNYA BAJI DAN VISHESH BERTEMAN, MEREKA MENGALAHKAN BEBERPA ORANG PEREMAN, BALAJI BERSAMA SIHVA RAJE BERLATIH PEDANG

TAYANGAN SONY TV : 24  Februari  2017



PESHWA BAJIRAO EPISODE 25
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Baji dan teman-temannya masih terkunci di dapur, ia meminta agar Vishesh membukakan pintu, Teman Baji berkata "Pintu terkunci", Baji tersenyum, ia mendapatkan ide, Baji mengatakan dengan nada yang kencang "Kita tidak bisa menang dari Vishesh dan harus menerima kekalahan karenia ini rumahnya",  Vishesh yang sejak tadi berdiri diluar hanya tertawa. Baji mengatakan "Vishesh benar-benar seorang anak yang sangat penting dan kita harus menghirmatinya". Gotiya berkata "Aku akan menyandung kakinya ketika pintu telah terbuka". Dua teman yang lainnya bersorak sorai  Shri Vishesh Rao ji .. dan hal itu membuat  Vishesh bertambah senang.

Gotiya bilang " Aku akan bernyanyi bhajan Shri Vishesh Rao ji dan bertanya dimana kau dewa mendekatlah pada ku". Vishesh bahagia dan ia membukakan pintu, ia berkata "Baiklah kau telah menyadari semua kesalahan mu". Baji dan teman-temannya menangkapnya dan merebahkannya di lantap penuh dengan tepung terigu, Gotiya senang karena telah berhasil untuk membalas semua perlakuan Vishesh. Visheseh mengatakan "Ini kecurangan". Baji mengatakan " itu adalah politik untuk mengalahkan musuh... aku tahu banyak verita dari Chatrapati Shivaji". Vishesh berjanji bahwa ia akan menjadi anak yang baik.

Rani Saheb, melatih Shivaraje untuk menakhlukkan musuh, dan Shiva raje terkejut ketika ibunya mengarahkan pedang pada dirinya sehingga membuat Rani Saheb marah dan kahwatir ketika melihat ketidak mampuannya  untuk belajar melawan dengan menggunakan pedang. Rani Shaeb mengatakan pada Shiva Raje "Kau putra agung dari Chatrapati Shivaji yang akan membunuh musuh0musuhnya bahkan akan menjadi buta  dan kau tidak bisa melakukan serangan tunggal". Pant Pratidi meminta agar Shiva Raje berkonsentrasi, Tara Rani Saheb mengatakan "Bahkan kau tidak memiliki kekuatan di kaki mu, tangan mu dll". Raze bingung dan menjatuhkan pedangnya ke tanah, Rani Saheb bertambah marah mengatkan "Siapapun menyerah dan menjatuhkan pedangnya mereka akan terbunuh". Rani Saheb meminta Shibva Raje untuk mengambil dan mengangkat kembali pedangnya. Balaji datang memberi salam dan meminta maaf pada Rani Saheb, Balaji mengatakan "Aku telah mendapatkan kabar tentang sardars undangan  untuk Gudi Padwa". Balaju memberikan gulungan kertas padanya dan Rani Saheb membacanya, Balaji mengatakan "Aku bisa berbicara dengan Maharaj karena ku pikir aku bisa membantunya". Rani Saheb mengangguk dan Shiva Raje berlari mengambil pedangnya.

Istri Qameruddin datang menemuinya dan mengeluhkan semua hal tentang istri Kam Baksh, Qameruddin melihat seekor laba-laba di dalam toples kaca, ia berfikir tentang semua pembicaraan Aurangzeb bersama Kam Baksh, Istrinya bertanya pada Qammerudin (suaminya) "Bukankah kau suami ku?". Qammeruddin memegang tangan istrinya mengatakan "Aku suami mu.. aku akan duduk di kursi Aurangseb setelah kematiannya dan aku akan segera akan datang untuk menemui Balaji dan membunuhnya"

Blajai memperaktekkan bermain pedang dan mengajarkan Shiva Raje untuk menangkis serangan dan melawan dengan pedang, Rani Saheb dan Pany Pratidi melihat mereka berdua, dan semua teknik yang di ajarkan oleh Balaji membuat Rani Saheb terkesan melihat Shivareja mampu untuk mempraktekkan semua gerakan yang telah di ajarkan di bawah bimbingan Balaji, Rani Saheb mendekat, ia bertanya pada Balaji "Mantra apa yang kau berikan padanya sehingga ia bisa melakukannya dengan waktu yang singkat, waktu yang tidak dapat ku berikan untuknya dari jauh". Balaji hanya menunduk. Siva Raze mengelurkan kapas dari kedua telinganya di depan Rani Saheb. 
Kilas balik di tampilkan ketika Baaji memberikan kapas pada Shiva Raze, Balaji berkata "Ini mantra Vijay kau tidak akan bisa mendengarkan suara apapun  kecuali berkonsentrasi saat kau berlatih". Kilas balik berakhir.

Balaji mengatakan pada Rani Saheb "Aku telah mendengar sesuatu di masa kecilnya". Balaji bercerita tentang katak yang mendaki gunung, Balaji mengatalan "semua katak berhenti mendaki gunungm tapi katak yang lemah tidak mau mendengarkan mereka dan mencoba untuk baik dan suatu hari ia berhasil, karena itulah mengapa katak ini tidak mau mendengarkan perkataan katak lainnya.., kata-kata yang menyakitkan lebih tajam dari pedang  dan karena itulah maharaj terluka dengan kata-kata, karena itulah mengapa aku memintanya memakai kawaj (kapas". Rani Saheb memberikan Shiva Raze untuk berlatih pedang pada Balaji, Pan Pratidhi bertanya "Mengapa Balaji.., kita bisa mendapatkan pelatih yang jauh lebih baik untuknya". Rani Saheb mengatakan " Kita butuh keajaiban bukan pelatih", Rani Saheb meminta Balaji untuk memastikan Shiva Raze dapat melakukan latihan pedang untuk menaklukan musuh dan melakukannya tanpa kesalahan apapun pada hari Gudi Padwa.

Malam hari,  Baji menceritakan kisah Chatrapati Shivaji untuk Vishesh dan teman-temannya. beberapa orang pria /  preman datang memasuki rumah Vishesh. Baji mencoba untuk memperaktekan gerakan dan membuat ketiga pereman terkejut dan menjatuhkan barang. Baji dan teman-temannya melihat ketiga pria itu masuk kedalam rumah, Gotiya dan dua temannya ketakutan, Vishesh menunjuk pada beberapa pria yang berlarian kedalam, dengan berbisik Vishesh mengatakan "Ini rumah ku dan tidak ada yang bisa mengalahkan aku". Baji juga berbisik berkata "Kau mengatakan yang benar". 
Baji bertanya pada Vishesh "bagaimana jika kau  pergi keluar dari kamar setelah mengunci mereka?'. Vishesh mengatakan pada Baji  tentang jendela rahasia. Baji mengatakan "kita akan menyerang preman dari sana".

Kam Baksh membawakan beberapa raja di hadapan Aurangzeb, Kam Baksh mengatakan pada Aurangzeb "Mereka adalah ayah dari gadis-gadis cantik yang siap untuk memberikan anak perempuan mereka untuk di nikahka dengan Sahuji". Seorang raja mengatakan "Putri ku sangat cantik dan aku siao memberikan putri ku ke tangan Sahuji". Aurangzeb mengharaginya dan memintanya untuk mencium cincinya dan raja yang mencium cincin itu meninggal sekerika, dan membuat raja yang lainnya panik saat melihat kematiannya, Aurangzeb mengatakan "Kau harap kalian mengerti apa yang aku cari, aku tidak sedang mencarikan oenganntin tetapi pengawas untuk Sahuji"

Dirumah Vishesh,  pereman sedang mencari sesuatu di dalam kamar,  Baji  melemparkan selimut ke wajahnya dan Vishesh mmukulinya dengan tongkat, sementara itu Gotiya dan teman-temannya yang lain menyerang penjahat lainnya yang ketika itu terpeleset kulit pisang, Baji melihat ketika salah seorang preman itu sedang makan di dapur dan mereka tersenyum, mereka sengaja membuat kebisingan untuk mengalihkan pikiran preman, kemudian  Vishesh menambahkan bubuk cabai kedalam makanan mereka dan pereman itu mencari air, kemudian sebuah embert yang tergantung tali mengenai pria itu, Baji dan teman-temannya menyerangnya dan beberapa pereman lari ia berteriak ketika menginjak bara api,  Baji, Vishesh dan teman-temannya bahagia karena telah berhasil menghalangi para pereman untuk berbuat jahat.

Baji dan ayah Vishesh sedang dalam perjalanan pulang, Balaji mengatakan pada Khas " Baji tidak akan membiarkan sesuatu yang salah terjadi". Mereka melihat ketga orang pereman melarikan diri dan ketakutan, Balaji dan Khas telah tiba di rumah, Baji, Vishesh dan teman-temannya yang lainnya ,emyambut kedatangannya. Khas bertanya pada Vishesh "Apakah kau telah membuat masalah?". Baji dan teman-temannya tertawa "Tidak". Balaji bertanya pada Baji "Apakah kau telah merawatnya?". Vishesh tertawa dan mengatakan "ya". Balaji meminta Baji dan teman-temannya untuk duduk di kereta dan mengatakan "Sekarang kita akan berangkat ke Saswad".  Baji terkejut mengatakan "Hari ini..," Balaji mengatakan "Ya". Vishesh mengatakan pada Baji "Kak kita akan bertemu kembali". Vishesh memerluk Baji dan teman-temannya

Dalam kereta, Balaji bertanya pada Balaji "Bagaimana pengalaman mu dengan Vishesh, padaBaji mengatakan " pada awalnya angat sulit menanganinya, kemudian kami telah kalah dalam permainan dan kemudian membuat penjahat Mughal berlari". Balaji tertawa dan berkata "Mereka bukan pencuri, tapi orang-orang kam..  kami ingin membuat mu mengerti bahwa Swaraj adalah seperti bayi yang masih kecil dan membuntuhkan perhatian sepanjang waktu, kau tidak akan pernah tau kapan sesuatu akan terjatuh dari tangan mu..". Balaji meminta Baji untuk melakukan sesuatu segera dari pada berfikir tentang apa yang akan di lakukan negara untuknya, Balaji mengenang saat bersama dengan Baji dan Balaji. Baji mengatakan "Perajalanan ini telah memberikan aku pengalaman untuk negara ku dan sekarang aku akan mencoba untuk mengetahu swaraj tersebut" Balaji tersenyum



Precap:
Guru ji bertanya pada  Baji " mengapa kau  perlu swaraj ... apakah kau  darah Chatrapati Shivaji?". Baji mengatakan  tentang kata-kata inspiratif bahwa semua marathis harus bersatu untuk memenuhi impian Chatrapati maharaj.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar