Selasa, 14 Maret 2017

PEHAWA BAJIRAO EPISODE 35 : PERAYAAN GUDI PADWA DAN ULANG TAHUN CATRAPATHI SHRIVAJI, BEBERAPA ORANG MUGHAL MENYAMAR MENJADI MARATHI, BALAJI CEMAS TENTANG RENCANA AURANGZEB. BOM DI TANAM DI TANAH DIDEKAT LOKASI PANGGUNG

Tayangan SONY TV : 10 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 35
DI INTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Masih di tempat dimana Baji bersama dua saudara dan juga teman-temannya bertemu dengan Bhallu dan Guru ji datang dengan penuh rasa amarah. Guru ji mengatakan pada Radha bahwa itu adalah merupakan pilihannya agar membuat Bhallu dapat memerankan Chtarapati Shrivaji Maharj. Radha menjawab pernyataan guru ji "Tapi mengapa kau marah pada anak-anak yang lain, hanya kerena ia membantu baji dari kul gurunya.., Biarkan Baji, Chimna, Gotiya dan yang lainnya ikut bermain". Tapi Guru ji mengatakan " Bhallu dan teman-temannya akan menjadi pemenang dan akan lebih cemerlang dari orang lain. Baji memberitahu pada Gotiya dan teman-temannya bahwa ia tidak akan pernah membiarkan Bhallu memerankan sebagai Chatrapati, kita akan terus berlatih dan bermain".
Gotiya mengatakan" ia tidak bisa bermain " Afzal Khan dan mengatakan " kita akan mengubah naskah lakon". Chimna mengatakan " itu adalah sejarah dan tidak dapat diubah." Bhiu datang. Baji mengatakan kita  akan tetap bertindak dan meminta Gotiya melakukan jai jai kar di dalam hati, tetapi menceritakan dialog  dan  Chimna ji menulis.

Beberapa prajurit Mughal menyamar menjadi prajurit Marathi datang menunggangi kuda dan melihat dari kejauhan,  dan bertanya pada seorang pria tentang anak-anak yang sedang bermain di atas panggung. Pria dari Marathi bercerita tentang anak-anak yang sedang memainkan peranan sebagai Chatrapati Maharaj.
Diatas panggung Chimna sedang bicara bagian dari dialognya, neberapa pria yang menyambar menjadi Marathi mengeluarkan bungkusan putih ia mengatakan bahwa mereka akan melakukan serangannya di sana. Baji mengatakan bahwa hanyalah bunga yang akan mekar di tanag mereka dan mereaka akan memberantas semua Maughal. Mereka bersorak sorai Har-har Mahadev.

Balaji mendorong gerobak dangan menyamar, beberapa orang sedang makan, Balaji duduk bersama dengan prajurit Marathi dan kemudian ia akan pergi saat membuka bungkusannya kosong, seorang prajurit mengatakan bahwa Aurangzeb sedang duduk dengan tenang. Balaji mengayakan "Ya, ia akan melakukan sesuatu" Ia membagikan makanannya pada Balaji. Mereka berbicara dan seorang pria Maughal menergur mereka dan meninggalkan Balaji seorang diri.

Seorang pria Mughal yang menyamar menjadi Marathi menggali tanah dan meminta prajurit lainnya untuk rencana mereka melakukan ledakan,  dan menutupi sumbu di dalam tanah. Pimpinan mereka mengatakan "ledakan itu akan terjadi di dekat panggung diamana anak-anak akan melakukan pentas drama", Balaji bertanya pada beberapa orang pria "Apa yang akan di lakukan Aurangzeb?". Seorang pria menjawab bahwa ia membawa masuk Zeenat ke istana Aurangzeb dan mendengar bahwa mereka sedang melakukan sesuatu di hari Gudi padwa. Balaji bertanya-tanya tentang bencana apa yang akan di lakukan. 

Kembali pada beberapa prajurit Maugal yang menyamar penjadi Marathi, mereka menyiapkan untuk melakukan ledakan, mereka panik ketika seorang pria datang dan bertanya "Apa yang terjadi?". lalu mereka membunuhnya dan berdikir untuk menyembunyikan tubuhnya di suatu tempat.

Gotiya berguam dalam tidurnya ketika ia tidak yakin untuk berperan menjadi Afzal Kahan, dan mengiggau dalam tidurnya kemudian Gotiya menangis ketika ia menyadari dirinya sedang mengiggau sendirian di saat semua orang sedang tertidur, lalu Gotiya di kejutkan dengan melihat Baji sedang melakukan posisi berdiri dengan posisi lilin, Gotiya menghampirinya  dan mengakaknya berbicang sambil tidur telantang, Gotiya mengatakan bahwa dirinya hanya ingin menjadi Chatrapati Shrivaj. dan tidak bisa memperlajari dialog Afzal Kahan.
Baji mengatakan "Kita akan melakukan praktek".  Baji mengatakan pada Gotiya bahwa ia bhakt Chatrapati Sjrivaji dan meminta Gotiya untuk menyelesaikan perannya sebagai Afzal Khan.. aku tidak akan membiarkan penghianat seperti Bhallu beperan menjadi Chatrapati Shrivaji. lalu Radha Bai melihat Baji bersama Gotiya, Baji berteriak lantang membangunkan semua orang yang sedang tertidur dan mereka pun mengikuti Baji memegangi dada dan tersenyum.

Dikerajaan, bebrapa orang sedang berbaris dengan memegang dada mengatakan bahwa sebelum Maharajm Balaji, Shiva dapat menakhlukan, Tara Rani Bai dan semua orang merayakan Gudi Padwa dan ualng tahun Vhatrapati Shrivaji, dan mereka bersorak-sorai har..har Mahadev. dan mereka memainkan gendang untuk memeriahkan acara, dan Tara Rani Bai melakukan puja dan aarti pada patung Chatrapati Shrivaji dan semua orang melakukan penghormatan. Tara Rani Bai memberitahu pada semua orang bahwa ia melihat Chatrapati Shrivaji Maharaj dalam mimpinya ketika  ia sedang bermain dengan Swarabi Saheb, Tara Rani Bai mengatajab "Ketika ia menghilang ,, Charapati Shrivaji ditawarjab untuk bermain dan ia puh hilang dan hanya tertawa dan saat aku bertanya padanya bahkan dirinya juga menghilang... ia hilang tapi bukan dengan kekuatannya dan ia akan memainkan perangannya lagi dan akan menang, aku masih mengingat dengan ajarannya dan Radha Bai memberikan hadiah pada Shiva atas keberhasilannya untuk berlatih, kemudian Tara Rani Bai memberikan pedang untuk Shiva berlatih, Shiva Raze membawanya dan berbisik di telinga Balaji dan juga di telinga Dhana ji bahwa Shiva akan berlatih dan masih mampu untuk memegang pedang. Tara Rani Bai mengatakan bahwa itu bukanlah pedang tapi parampra dan memintanya untuk lebih banyak belajar pada Balaji, Shiva Raze hanya mengangguk, Balaji berfikir untuk memberi tahu pada Tara Rani Bai tentang ancaman dan juga rencana yang telah di buat oleh Aurangzeb.

Bebebrapa anak berlari membawa bendera, dan mereka menuju panggung. Sorang pria bertanya pada Guru ji tentang sikap Radha Bai yang telah mengelurkan Baji dari sekolah, tapi guru ji tidak mau membahas tentang hal itu, Baji melihat pria Mughal yang menyampar menjadi Marathi dan mereka juga melihatnya kemudaian Baji mengajak Radha Bai pergi dari sana.


Precap:
Orang Mughal menyerang Baji dan menyekap mulutnya. Baji jatuh pingsan.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar