JADWAL TYO SONY TV : 26 Januari
2017
Baji bersama dengan teman-temannya sedang bermain di sungai, ketika itu Baji berdiri di bebatuan dekat air terjun.
Semua teman-temannya bersorak sorai sementara Baji melempar-lemar koin di
tangannya. Baji kemudian melemparkan
koin ke sungai, dua orang anak melompat
ke sungai dan berhasil mendapatkan koin.
Baji
kembali melemparkan koin untuk Gotiya yang sejak tadi bersorak
sorai dan telah menunggu mendapatkan giliran, anak itu pun muncul dari dalam
dasar sungai dan berhasil mendapatkan koin. Musuh Baji yang sedang duduk di
kejauhan menantang Baji “Hey Baji apa yang bisa kau lakukan?”. Semua teman-teman Baji memuji kehebatan Baji.
Baji menjawab tantangan dari musuhnya “Aku akan lebih pecaya ketika
melakukannya dari pada hanya mengatakannya”.., aju berjalan di depan teman-teman
ku karena aku sedang terburu-buru untuk bertemu dengan kesulitan Mereka kembali bersorak sorai. Musuhnya
menantang, Baji berjalan mendekati sungan dan
membuat semua teman-temannya terkejut dan meminta agar Baji tidak
melompat, tapi musuh Baji memintanya untuk melompat, Baji menerima tantangannya
dan mengeluarkan koin dari sakunya dan melemparkan Koin ke udara, Baji melihat
koin jatuh kesungai. Ishu berlari ia datang ke Radha dan mengatakan “Baji…., ia kelelahan dan menghela nafasnya,
Radha bertanya “Ada apa dengan Baji?” Ishu menunjuk kearah sungaI melanjutkan ucapannya …Baji akan melompat kesungai”. Radha terkejut dan
menjatuhkan nampan makanan di tangannya, Radha bergegas lari.
Chimna
begitu senang dan ia bersorak sorai lagi,
Chimna bertanya pada adiknya “Lalu bagaimana ia akan di selamatkan
sekarang”. Adik Chimna kesal. Radha Bai datang ke sana dan meminta Baji tidak
melompat. Baji berpikir “aku akan
dihukum, sehingga akan menyelesaikan kesalahan”. Lalu Baji melompat dengan jatuh sebelum ia jatuh kesungai ia mengedipkan matanya lalu ia tecebur ke
sungai. Radha Bai lemas ia menangis
begitu juga teman-temannya menangis menghawatirkan Baji. Namun musuh
Baji tertawa puas..
Baji
keluar dari sungai memegang koin yang telah dibuang. musuhnya terkejut,
sementara teman-temannya bahagia. Radha Bai lega tapi tegang. temannya menggoda
musuhnya dan menyebutnya Bhalu ... .Radha Bai menegur Baji dan meminta dia
untuk pulang ke rumah. Baji masih di dalam sungai Ia terkejut melihat ibunya
dan hanya tersenyum dan memegang
telinganya.
Diistana,
Rani Saheb mengatakan pada Dhana ji “Aku
sangat menghormatinya, dan kau menghormati lu?”. Dhana ji mengatakan” ya”.
Pant Pratinidhi mengatakan”Aurangzeb akan kita tangani”. Rani mengatakan “kami
telah memenangkan banyak perkelahian dan peran”g. Balaji Vishwanath mengatakan”
Aurangzeb tahu bahwa putra mu akan duduk
di Singhasan dan bukan kau”… ia berencana untuk membebaskan sebuah makam dari
cengkeraman Aurangzeb dan mengatakan Chatrapati digunakan untuk memakannya Rani Saheb bilang “Aku akan mengajarkan pelajaran untuk
Aurangzeb”.
Radha
bai membawa Baji pulang dan menjewer telinganya, Radha mengambilkan tongkat dan
akan memukul Baji, Baji kabur masuk kedalam rumah adik perempuan Baji berjingkrak-jingkrak senang, Chimna memegang
Baji dan bertanya pada ibunya “Aku sudah mendapatkannya”. Radha meminta agar
Chimna memegangi Baji, Radha menciba untuk memukulnya dengan tongkat.
Baji
mendorong adiknya dan ia kembali berlari. Baji mengatakan “Jika aku tidak
bermain maka bagaimana aku busa menikmatinya”.
Baji meleompat dan naik ke atas tembok dan berdiri diatas tembok, Radha
kelekahan setelah mengejar Baji kia
duduk, Baji menyadari akan sesuatu ia hanya terdiam menatap ibunya. Baji turun
dan mengulurkan telapak tangannya pada ibunya “Pukulan mu akan terlihat manis
untuk ku”. Radha meminta pada Baji untuk menjadi seperti Chimna dan bertanya
pada Baji “Mengapa kau mengundang masalah”. Baji meminta agar ibunya mendukung
kata-kata yang telah di ajarkan olehnya. Radha kesal berkata “Aku telah menjadi
gila untuk mengajarkan mu, aku tidak menyadari kau akan terbang tinggi di
langit melalui anak tangga”. Baji duduk di lantai dan memegang tangan ibunya
mengatakan “Aayi… aku merasa, semua orang menantang ku, seperti pohon yang telah
menantang ku untuk memerik buah dll”. Radha mengatakan “Kau tidak bisa
mendengarkan ku, tapi kau bisa mendengar hal yang lain”. Radha menjewer Baji.
Baji menjerit, Radha mengatakan “Biarkan ayah mu datang kesini dan aku akan
mengatakan semua yang telah kau lakukan padanya”. Radha masuk kedalam. Baji mengeluarkan buah asam
untuk adik perempaunnya, Bihu senang dan memeluknya, Baji teresenyum.
Balaji
Vishwanath pulang. Radha membantu suaminya untuk mencuci tangan dan kakinya.
Balaji bertanya “ Dimana Baji?” radha mengatakan pada suaminya dan menceritakan apa yang telah Baji lakukan,
Radha berkata “Apa yang ku pikirkan tentang Panditi ketika meramalkan 3 bhavishya vani akan
terwujud”. Balaji Vishwanath mengatakan “ia seperti udara yang tidak dapat
berhenti, tetapi dapat diperbaiki di arah yang benar. ., aku seorang ayah, dan
tidak bisa mengajarinya segala sesuatu dan Itu adalah tugasmu untuk mengajarinya segala
sesuatu”. …. “ jika anak-anak adalah layang-layang, maka seorang ibu adalah
tali, layang-layang harus pergi ke arah yang dipilih oleh tali” . Radha dan Balaji menatap ketiga anak-anak
mereka yang sudah tertidur pulas.
Dipagi
harim Chimna menulis namanya “ Shri Chimna ji Saheb”. Adiknaya tertawa, Chimna
marah dan mengatakan “Tidak bisakah kau berhenti. Pihu malah tertawa, Baji datang
dan bertanya “Ada apa Pihu?” Pihu meminta Baji untuk tidak berisik dan melihat
sekelompok semut di lantai, Pihu mengatakan pada Baji bahwa semut melihat gudh
/ jaggery untuk semut lain, tapi dia telah dimakan gudh /
jaggery.Pihu mengatakan “semua semut akan berpikir bahwa semut pertama telah
berbohong”. Baji mengatakan itu “ salah untuk memiliki memberi harapan palsu”.
Pihu meminta maaf pada semut-semut itu. Chimna datang menemui Baji dan Pihu
kemudian Baji mengelitikinya. Seorang
pria datang untuk menjual mangga. Baji
datang ke dapur dan meminta Radha untuk membeli manga, Radha tertawa dan ketika
akan membuka lemari ia teringat pada pesan Balaji.., Radha mengatakan “Tapi sekarang aku tidak punya uang yang tersisa setelah
memberikannya pada Mangi”. Pihu menangis memeluk Baji, Baji mengatakan pada
Pihu “Aku akan mendapatkan mangga, Radha menghentikannya “ bagaimana kau akan mendapatkan mangga tapi
tanpa mencurinya”
Baji
berfikir dan ia menggerak-gerakan kakinya, Pihu tertawa. . Dalam Pathshala itu,
Baji berbicara dengan teman-temannya dan meminta mereka untuk membuat rencana
untuk mendapatkan mangga, mereka berbicara tanpa mempedulikan hal yang lainnya.
Chimna meminta mereka agar tidak berisik untuk berkonsentrasi
pada pelajaran mereka. Baji mengatakan”
hari ini kita akan mendpatkan mangga untuk Aayi dengan kejujuran:. Mereka
bersorak sorai dan pergi.
Musuh
Baji (Bhalu) mengatakan “ Baji berkata bahwa guru ju tidak bisa membahayakan
dirinya karena ia kebih ringan dari mangga”. Sesaat kemudian guru ji datang dan
semua anak-anak memberikan samlam untuk guru ji dan meminta mereka untuk
kembali duduk, guru ji menyadari jika Baji dan teman-temannya tidak ada untuk
mengikuti pelajaran. Bhalu mengatakan hal yang buruk, dan guru ji kembali
pergi. Chimna meminta Bhalu.. untuk memakan, Bhalu senang namun Chimna
memberikan cabai di mulutnya. Bhalu berteriak kepedasan. Chimna mengatakan “Baji
saudaraku dan tidak ada yang bisa
membahayakan dirinya”. Chimna bergegas pegi, Bhalu akan mengejarnya ia kembali
minum.
Mereka
datang ke Govind untuk mencari mangga. Govind mengingatkan mereka apa yang
telah mereka lakukan dengan dirinya. Gotiya menunjukkan lungi dan mengatakan
bahwa mereka meneruskan persahabatan kemudian memasukan lunginya kembali, ia
duduk didekat Govind dengan tangan
dengan maksud mengambil mangga namun Govinda memukul tangannya, dengan percaya
Gotiya bersorak sorai namun Baji dan temannya yang lain tidak menghirukannya.
Govind meminta mereka untuk pergi dan
mulai memanggil Andha khuka ... ..Baji dan teman-temannya melihat orang melompat-lompat dari pohon dan pohon bergoyang, lalu Andha
kukha datang dengan paras yang menyeramkan dan membuat Baji dan teman-temanya
ketakutan.
Precap:
Govind
mengatakan” Andha Khuka dapat mendengar suara dan akan menghentikan kalian untuk mencuri mangga”. Baji mengatakan mereka akan
mendapatkan mangga kejujuran dengan cara mencuri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar