Jumat, 27 Januari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 4 ( 26 Januari 2017) : BAJI MEMBUAT JANJI DENGAN IBUNYA UNTUK MENDAPATKAN MANGGA TANPA MENCURI, CHIMNA MEMBERIKAN CABAI PADA BAHLU

JADWAL TYO SONY TV : 26 Januari 2017
SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 4
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 


Index : Bajirao membalik koin dan terjun ke air. Radhabai bergegas menuju air terjun untuk menghentikan Bajirao. Dia terkejut melihat Bajirao melompat dari air terjun. Ketika Bajirao melangkah keluar dari air, Radhabai meraih Bajirao dengan menjewer elinga dan menyeretnya ke rumah. Radha Bai memerintahkan Bajirao untuk tidak mengambil risiko yang tidak perlu.

--------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------



Baji bersama dengan teman-temannya sedang  bermain di sungai,  ketika itu  Baji berdiri di bebatuan dekat air terjun. Semua teman-temannya bersorak sorai sementara Baji melempar-lemar koin di tangannya.  Baji kemudian melemparkan koin ke sungai,  dua orang anak melompat ke sungai dan berhasil mendapatkan koin.

Baji kembali melemparkan koin untuk Gotiya yang sejak tadi bersorak sorai dan telah menunggu mendapatkan giliran, anak itu pun muncul dari dalam dasar sungai dan berhasil mendapatkan koin. Musuh Baji yang sedang duduk di kejauhan menantang Baji “Hey Baji apa yang bisa kau lakukan?”.  Semua teman-teman Baji memuji kehebatan Baji. Baji menjawab tantangan dari musuhnya “Aku akan lebih pecaya ketika melakukannya dari pada hanya mengatakannya”.., aju berjalan di depan teman-teman ku karena aku sedang terburu-buru untuk bertemu dengan kesulitan  Mereka kembali bersorak sorai. Musuhnya menantang, Baji berjalan mendekati sungan dan  membuat semua teman-temannya terkejut dan meminta agar Baji tidak melompat, tapi musuh Baji memintanya untuk melompat, Baji menerima tantangannya dan mengeluarkan koin dari sakunya dan melemparkan Koin ke udara, Baji melihat koin jatuh kesungai. Ishu berlari ia datang ke Radha dan mengatakan  “Baji…., ia kelelahan dan menghela nafasnya, Radha bertanya “Ada apa dengan Baji?” Ishu menunjuk kearah sungaI  melanjutkan ucapannya …Baji  akan melompat kesungai”. Radha terkejut dan menjatuhkan nampan makanan di tangannya, Radha bergegas lari.

Chimna begitu senang dan ia bersorak sorai lagi,  Chimna bertanya pada adiknya “Lalu bagaimana ia akan di selamatkan sekarang”. Adik Chimna kesal. Radha Bai datang ke sana dan meminta Baji tidak melompat. Baji berpikir “aku  akan dihukum, sehingga akan menyelesaikan kesalahan”. Lalu Baji  melompat dengan jatuh sebelum ia jatuh  kesungai  ia mengedipkan matanya lalu ia tecebur ke sungai. Radha Bai lemas ia menangis  begitu juga teman-temannya menangis menghawatirkan Baji. Namun musuh Baji tertawa puas..
Baji keluar dari sungai memegang koin yang telah dibuang. musuhnya terkejut, sementara teman-temannya bahagia. Radha Bai lega tapi tegang. temannya menggoda musuhnya dan menyebutnya Bhalu ... .Radha Bai menegur Baji dan meminta dia untuk pulang ke rumah. Baji masih di dalam sungai Ia terkejut melihat ibunya dan hanya  tersenyum dan memegang telinganya.

Diistana, Rani Saheb mengatakan pada  Dhana ji “Aku sangat  menghormatinya, dan kau menghormati lu?”. Dhana ji mengatakan” ya”. Pant Pratinidhi mengatakan”Aurangzeb akan kita tangani”. Rani mengatakan “kami telah memenangkan banyak perkelahian dan peran”g. Balaji Vishwanath mengatakan” Aurangzeb tahu bahwa putra mu akan  duduk di Singhasan dan bukan kau”… ia berencana untuk membebaskan sebuah makam dari cengkeraman Aurangzeb dan mengatakan Chatrapati digunakan untuk memakannya  Rani Saheb  bilang “Aku akan mengajarkan pelajaran untuk Aurangzeb”.

Radha bai membawa Baji pulang dan menjewer telinganya, Radha mengambilkan tongkat dan akan memukul Baji, Baji kabur masuk kedalam rumah adik perempuan Baji  berjingkrak-jingkrak senang, Chimna memegang Baji dan bertanya pada ibunya “Aku sudah mendapatkannya”. Radha meminta agar Chimna memegangi Baji, Radha menciba untuk memukulnya dengan tongkat.

Baji mendorong adiknya dan ia kembali berlari. Baji mengatakan “Jika aku tidak bermain maka bagaimana aku busa menikmatinya”.  Baji meleompat dan naik ke atas tembok dan berdiri diatas tembok, Radha kelekahan  setelah mengejar Baji kia duduk, Baji menyadari akan sesuatu ia hanya terdiam menatap ibunya. Baji turun dan mengulurkan telapak tangannya pada ibunya “Pukulan mu akan terlihat manis untuk ku”. Radha meminta pada Baji untuk menjadi seperti Chimna dan bertanya pada Baji “Mengapa kau mengundang masalah”. Baji meminta agar ibunya mendukung kata-kata yang telah di ajarkan olehnya. Radha kesal berkata “Aku telah menjadi gila untuk mengajarkan mu, aku tidak menyadari kau akan terbang tinggi di langit melalui anak tangga”.  Baji  duduk di lantai dan memegang tangan ibunya mengatakan “Aayi… aku merasa, semua orang menantang ku, seperti pohon yang telah menantang ku untuk memerik buah dll”. Radha mengatakan “Kau tidak bisa mendengarkan ku, tapi kau bisa mendengar hal yang lain”. Radha menjewer Baji. Baji menjerit, Radha mengatakan “Biarkan ayah mu datang kesini dan aku akan mengatakan semua  yang telah kau lakukan padanya”. Radha masuk kedalam. Baji mengeluarkan buah asam untuk adik perempaunnya, Bihu senang dan  memeluknya, Baji teresenyum.

Balaji Vishwanath pulang. Radha membantu suaminya untuk mencuci tangan dan kakinya. Balaji bertanya “ Dimana Baji?” radha mengatakan pada suaminya  dan menceritakan apa yang telah Baji lakukan, Radha berkata “Apa yang ku pikirkan tentang Panditi  ketika meramalkan 3 bhavishya vani akan terwujud”. Balaji Vishwanath mengatakan “ia seperti udara yang tidak dapat berhenti, tetapi dapat diperbaiki di arah yang benar. ., aku seorang ayah, dan tidak bisa mengajarinya segala sesuatu dan  Itu adalah tugasmu untuk mengajarinya segala sesuatu”. …. “ jika anak-anak adalah layang-layang, maka seorang ibu adalah tali, layang-layang harus pergi ke arah yang dipilih oleh tali” .  Radha dan Balaji menatap ketiga anak-anak mereka yang sudah tertidur pulas.

Dipagi harim Chimna menulis namanya “ Shri Chimna ji Saheb”. Adiknaya tertawa, Chimna marah dan mengatakan “Tidak bisakah kau berhenti. Pihu malah tertawa, Baji datang dan bertanya “Ada apa Pihu?” Pihu meminta Baji untuk tidak berisik dan melihat sekelompok semut di lantai, Pihu mengatakan pada Baji bahwa semut melihat gudh / jaggery  untuk  semut lain, tapi dia telah dimakan gudh / jaggery.Pihu mengatakan “semua semut akan berpikir bahwa semut pertama telah berbohong”. Baji mengatakan itu “ salah untuk memiliki memberi harapan palsu”. Pihu meminta maaf pada semut-semut itu. Chimna datang menemui Baji dan Pihu kemudian  Baji mengelitikinya. Seorang pria datang untuk menjual mangga.  Baji datang ke dapur dan meminta Radha untuk membeli manga, Radha tertawa dan ketika akan membuka lemari ia teringat pada pesan Balaji.., Radha mengatakan  “Tapi sekarang aku  tidak punya uang yang tersisa setelah memberikannya pada Mangi”. Pihu menangis memeluk Baji, Baji mengatakan pada Pihu “Aku akan mendapatkan mangga, Radha menghentikannya “  bagaimana kau akan mendapatkan mangga tapi tanpa mencurinya”

Baji berfikir dan ia menggerak-gerakan kakinya, Pihu tertawa. . Dalam Pathshala itu, Baji berbicara dengan teman-temannya dan meminta mereka untuk membuat rencana untuk mendapatkan mangga, mereka berbicara tanpa mempedulikan hal yang lainnya. Chimna  meminta mereka  agar tidak berisik untuk berkonsentrasi pada  pelajaran mereka. Baji mengatakan” hari ini kita akan mendpatkan mangga untuk Aayi dengan kejujuran:. Mereka bersorak sorai dan pergi.

Musuh Baji (Bhalu) mengatakan “ Baji berkata bahwa guru ju tidak bisa membahayakan dirinya karena ia kebih ringan dari mangga”. Sesaat kemudian guru ji datang dan semua anak-anak memberikan samlam untuk guru ji dan meminta mereka untuk kembali duduk, guru ji menyadari jika Baji dan teman-temannya tidak ada untuk mengikuti pelajaran. Bhalu mengatakan hal yang buruk, dan guru ji kembali pergi. Chimna meminta Bhalu.. untuk memakan, Bhalu senang namun Chimna memberikan cabai di mulutnya. Bhalu berteriak kepedasan. Chimna mengatakan “Baji  saudaraku dan tidak ada yang bisa membahayakan dirinya”. Chimna bergegas pegi, Bhalu akan mengejarnya ia kembali minum.

Mereka datang ke Govind untuk mencari mangga. Govind mengingatkan mereka apa yang telah mereka lakukan dengan dirinya. Gotiya menunjukkan lungi dan mengatakan bahwa mereka meneruskan persahabatan kemudian memasukan lunginya kembali, ia duduk didekat Govind dengan  tangan dengan maksud mengambil mangga namun Govinda memukul tangannya, dengan percaya Gotiya bersorak sorai namun Baji dan temannya yang lain tidak menghirukannya. Govind meminta mereka untuk pergi  dan mulai memanggil Andha khuka ... ..Baji dan teman-temannya melihat orang melompat-lompat  dari pohon dan pohon bergoyang, lalu Andha kukha datang dengan paras yang menyeramkan dan membuat Baji dan teman-temanya ketakutan.

Precap:
Govind mengatakan” Andha Khuka dapat mendengar suara dan akan menghentikan  kalian untuk  mencuri mangga”. Baji mengatakan mereka akan mendapatkan mangga kejujuran dengan cara mencuri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar