Rabu, 25 Januari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 2 ( 24 Januari 2017 ) : TERTANGKAPNYA BALAJI OLEH OAMERUDDIN, BALAJI DI DORONG DARI TEBING, RADJA BAI MELAHIRKAN BAYI LAKI-LAKI

JADWA TYO SONY TV : 24 January 2017



SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 2
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 




Index : Dhanaji meminta Balaji Vishwanath untuk diam-diam bertemu dengan Shahu yang ditawan oleh Mughal. Radhabai mengizinkan  suaminya (Balaji Vishwanath) untuk  pergi  dengan misi untuk menyelamatkan Shahu. Balaji Vishwanath diam-diam masuk ke dalam tenda Shahu. Dia belajar bahwa Shahu tidak sehat. Di sisi lain, Radhabai melahirkan bayi laki-laki. Pasukan Aurangzeb menangkap Balaji Vishwanath dan melemparkannya dari tebing.
-------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------


Malam hari, ketika itu hujan turun sangat deras, Balaji berjalan di lebatnya hujan yang sedang sangat deras.  Balaji datang meneui Dhanan ji.
Dhana ji bertemu dengan Balaji mengatakan padanya “Aku datang untuk mengetahui sesuatu , apakah kau telah kehilangan rumah dan juga pekerjaan mu?” Dhana ji bertemu dengan Balaji Vishwanath dan mengatakan "Aku datang untuk mengetahui, apa kau kehilangan rumah dan juga pekerjaan mu?". Balaji hanya mengangguk.
Balaji Vishwanath mengatakan " aku bisa melakukan pekerjaan apapun". Dhana ji mengatakan " aku datang untuk mengambil kembali Shivay.... Kau tidak dapat mengubah nasib mu, Hanya saja aku tahu bahwa kau hanya bisa melempar batu tinggi di batu dan memberikan uang sebagai uang muka". Balaji Vishwanath mengatakan " kau tidak bisa mengatakan ya tanpa mendapatkan n persetujuan seseorang". Dhana ji mengatakan "Aku memberimu kesempatan untuk membuat sejarah dan kau ingin meminta persetujuan istri mu yang mengajukan pertanyaan pada kejahatannya".  Saat itu hujan berhenti, Radha Bai mengamati suaminya dari jendela.
Dhana ji mengatakan " apa-apaan ini, jika dia tidak setuju maka aku akan kembali". Balaji Vishwanath memuji istrinya dan mengatakan "ia memiliki hak yang sama atas keputusannya".  Balaji menatap Radha bai dan berjalan masuk.
Didalam rumah, Radha Bai datang membawa gelas, ia berkata pada Balaji “ Tanah air ini akan meminta darah dan anaknya dan juga anak perempuannya”.  Radha memberikan teh untuk Balaji.

Balaji meminumnya, Radha tertunduk dan ia berkata “Aku tidak akan membiarkan mu untuk berhenti membuat sejarah  dan juga teriakan, bahkan anak kita juga akan memberikan dukungannya bahkan ketika kau akan pergi”. Radha bai kembali merasakan sakit diperutnya dan ia berteriak, Balaji berkata “Apa sekarang kau akan melahirkan?”. Radha berlinang air mata dan mengijinkan Balaji utuk pergi. Balaji Vishwanath menatap Radha, ia memeluk suaminya dari belakang dan  ia menangis meminta suaminya berjanji bawa dirinya akan segera kembali, Balaji Vishwanath menjanjikan pada istrinya " kepalanya akan dipotong kemudian aku akan kembali pada mu, ia memberlai istrinya  dengan tangannya. Iringan Jai Dev Shri Ganesha memainkan, Balaji melakukan puja, Radha keluar berjalan bersama dengan suaminyaia memberikan salam pada Dhanan ji.
Dhana ji dan Balaji Vishwanath duduk di kuda mereka masing- masing, Balaji Vishwanath menatap istrinya dan pergi. Balaji berpikir bahwa  masa depan anaknya tergantung pada kehadiran dan berjanji untuk kembali ke rumah. Radha menangis menatap kepergian suaminya.
Di aula pertemuan kerajaan, Pant Pratinidhi bertanya pada Rani Saheb " Shahuji telah kembali, jika dia akan membuatnya menjadi raja". Rani mengatakan "aku menolaknya dari pekerjaan dan memintanya untuk pergi".  Ram Chandra mengatakan pada Rani " apa pun yang dilakukan olehnya itu salah dan ia tidak setuju dengan usulnya"
Rani Saheb mengatakan pada Pashuram untuk membiarkannya untuk bicara dan mengatakan "beberapa orang berpikir bahwa mereka bisa memerintah dengan baik dari pasa aku".
Ram Chandra mengatakan " Dhana ji telah memilih seseorang untuk membawa kembali Shahuji ... Kadang kita harus menunggu". Shankar mengatakan "kita akan menunggu".
Rani  Saheb mengatakan "Aurangzeb tidak akan menunggu untuk melihat tidak ada duduk di Singhasan tersebut". … Sankar mengatakan bahkan Shahuji harus berubah di bawah pengaruh Aurangzeb, dan mengatakan dia tidak bisa membiarkan Singhasan kosong dan siapa yang  tidak setuju dengan ia bisa pergi". Semua orang terkejut.

Di tempat Dhana ji, mereka sedang berbicang di sebuah ruangan, Dhana ji mengatakan pada Balaji Vishwanath " cari tahu apakah Shahuji masih hidup atau tidak, dan mengatakan jika ia masih hidup maka dia akan mencari tahu apakah ia asli atau tidak". 
Balaji Vishwanath bertanya "mengapa tidak ada yang mencoba untuk mengetahui sampai sekarang". Dhana ji mengatakan "seseorang bekerja dengan Mughal dan akan membantu mu untuk masuk ke sana". Dhanan ji mengatakan " kau akan sendirian di sana".
Balaji Vishwanath terkejut dan bertanya" apa rencana selanjutnya?". 
Dhana ji mengatakan "aku telah memilih mi karena kecerdasan mu .. yang aku takutkan kau hanya akan sendirian di laga ini". Balaji Vishwanath mengatakan "ia hanya sedikit takut, tapi itu tidak berarti, dia tidak memiliki keberanian".Dhana ji mengatakan "kemenangan akan merangkul ketika seseorang hidup dan tidak mati, tersenyum ... "
Di perkumpulan perkemahan, seorang pria berjalan memasuki tenda, Shahu ji sedang duduk, pria itu mengatakan  kepadanya "ini peringatan hari ke-13 dari kematian pamanmu Chatrapati Maharaj..., kau dipanggil  Aurangzeb" . Shahu ji terkejut, ia berjalan ke bagian tenda  Aurangzeb bersama dengan utusan Aurangzeb dan bertanya "mengapa kau memanggil ku?".
Aurangzeb meminta semua pengawalnya keluar, ia mengatakan " aku  merasa buruk tentang paman Chatrapati Maharaj..., aku mengijinkan mu untuk memperingati  kematian ke-13 nya". Shahuji yang masih berdiri  bilang pada Aurangzeb  "aku akan makan makanan biasa bahkan hari ini". Aurangzeb mengatakan " kau marah dengan ku ... Kau telah diurus, ... Kau dan ibu mu dan ia bertanya " apa yang tidak memilikinya?' Shahuji mengatakan " membutuhkan kebebasan". Aurangzeb mempersilahkan Shahuji duduk
Shahu ji mengatakan pada Aurangzeb bahwa mereka hanya memiliki satu hubungan diantara mereka, dan itu hanya kebencian. Aurangzeb mendengarkannya  ia hanya terdiam  dan meminta pada mentrinya untuk menahan diri, lalu Auruangseb menuangkan minuman ke gelas  /jus apel. ia bilang " aku telah membuat mu aman di sini sejak 11 tahun, jadi mengapa aku membunuhmu sekarang?". Angurzeb meminta dia untuk minum. Shahu ji ragu untuk meminum, namun ia meminumnya dan ia terbatuk.
Aurangzeb mengatakan " aku memiliki benih di dalamnya, dan aku akan sadar kadang-kadang akan ku sebar... Jika kau ada dalam kondisi mereka, maka kau tidak akan bisa kawin lari, karena Marthis sedang berusaha untuk membuat mu kawin lari dari sini dengan seseorang"
Sahuji berfikir "ia akan melihat pemberani dari Marathis untuk langkah Mughal.
Shahu ji menjadi lemas, ia memegangi lehernya dan ia jatuh pingsan. Mentrinya bertepuk untuk memanggil penjaga, dua orang prajurit datang untuk membawa Shahu ji dari ruangan Aurangzeb.
Diluar tenda Aurangzeb, Balaji sudah bersiap dengan mengenakan pakian prajurit lengkap dengan prisai dan juga pedangnya, ia berjalan menuju kekaisaran Mughal dan melihat keadaan sekeliling perkemahan, prajurit rata-rata sedang tertidur pulas, Balaji melihat kesalah satu tenda. Ia kemudian kembali dan membersihkan kudanya. Balaji berbicara pada ajudannya berkata “Aku yakin Shauji ada di salah satu tenda itu”.  Ajudannya berkata  " mungkin trik Aurangzeb untuk menipu kita" . Balaji bilang "aku harus masuk kesana  untuk melihat". Ajudanya ketakutan “Apa maksud mu?”.
Balaji menancapkan pedang dan menaruh prisainya, ia berjalan menuju tenda yang sejak tadi menjadi targetnya, ia berlari namun tersandung batu, Balaji bergegas menuju ke jendela, ia mengintip dari lubang jendela ketika itu Sahuji sedang batuk dan berbaring lemah, Balaji masuk ke dalam tenda lalu bersembunyi ketika melihat ibu Sahuji datang untuk merawatnya, Ibu Sahuji berkata “Aku akan membawakan obat untuk mu”, kemudian Ibu Sahuji meminumkan obat pada putranya yang terus terbatuk, Balaji mengintip dari tempat persembunyiannya, ibu Sahuji melepaskan cincin dan kemudian menaruh semua perhiasan Sahuji di sebuah meja, Balaji keluar untuk melihatnya ketika ibunya masuk kedalam. Balaji mengambil cincin Sahuji dan saat itu ibu Sahuji akan kembali, Balaji berlari dan menginjak jebakan yang telah disiapkan…, ia terjebak kedalam perangkap jaring dan terjatuh ke selokan air. Balaji terkejut ketika semua prajurit Qameruddin mengepungnya dari atas.
Qameruddin tertawa ia menceritakan bahwa dirinya curiga saat mendengarkan suara batu dan Balaji masuk ke tenda Sahuji.
Keesokan paginya, Radha Bai yang sedang melakukan puja, tiba-tiba saja perutnya sakit dan akan melakukan persalinan, ia menjatuhkan wadah air beberapa wanita bergegas berlari untuk membantunya.
Qamaruddin menyiksa Balaji Vishwanath hingga muntah darah, ia membawanya ke hadapan  Aurangzeb, Aurangzeb mengatakan " kau telah menunjukkan keberanian dan aku menghormati orang yang berani". , Aurangzeb memberinya kebebasan untuk memilih kematian Balaji ... dan bertanya "apakah kau ingin terbunuh oleh pedang, atau jika ia ingin didorong dari tebing".
Balaji Vishwanath mengingat janji yang  telah dibuat pada istrinya, dan mengatakan pada Aurangzeb " aku lebih suka mati dengan pedang dan takut jatuh dari tebing". Qameruddin menatap Aurangzeb yang hanya mengangguk. Namun Aurangzeb menghianati janjinya, ketika itu  QamarUddin membawa Balaji dekat ke tebing dan dua  orang  prajurit siap untuk mendorongnya
Balaji Vishwanath  didorong dari tebing, dan jatuh di lembah dan pingsan. Qamar Uddin mengatakan" tidak tahu apa yang akan menjadi takdir Marathis". Di sisi lain, Radha Bhai telah melahirkan bayi laki-laki yang akan diberi nama sebagai Peshwa Baji Rao. Bayi laki-laki mungil ditaruh disamping ibunya yang masih terbaring lemah.

Precap:
Seseorang mengatakan pada Radha Bai nahwa dirinya telah menjadi janda dan memintanya  untuk mengikuti kebiasaan. ia menolak dan berteriak. Kemudian Sedikit ditampilkan sosok Bajirao.

 SONY TV


Tidak ada komentar:

Posting Komentar