-------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------
Malam hari, ketika itu hujan turun
sangat deras, Balaji berjalan di lebatnya hujan yang sedang sangat deras. Balaji datang meneui Dhanan ji.
Dhana ji bertemu dengan Balaji
mengatakan padanya “Aku datang untuk mengetahui sesuatu , apakah kau telah
kehilangan rumah dan juga pekerjaan mu?” Dhana ji bertemu dengan Balaji
Vishwanath dan mengatakan "Aku datang untuk mengetahui, apa kau kehilangan
rumah dan juga pekerjaan mu?". Balaji hanya mengangguk.
Balaji Vishwanath mengatakan
" aku bisa melakukan pekerjaan apapun". Dhana ji mengatakan "
aku datang untuk mengambil kembali Shivay.... Kau tidak dapat mengubah nasib
mu, Hanya saja aku tahu bahwa kau hanya bisa melempar batu tinggi di batu dan
memberikan uang sebagai uang muka". Balaji Vishwanath mengatakan " kau
tidak bisa mengatakan ya tanpa mendapatkan n persetujuan seseorang". Dhana ji mengatakan "Aku
memberimu kesempatan untuk membuat sejarah dan kau ingin meminta persetujuan
istri mu yang mengajukan pertanyaan pada kejahatannya". Saat itu hujan berhenti, Radha Bai mengamati
suaminya dari jendela.
Dhana ji mengatakan "
apa-apaan ini, jika dia tidak setuju maka aku akan kembali". Balaji Vishwanath memuji istrinya dan
mengatakan "ia memiliki hak yang sama atas keputusannya". Balaji menatap Radha bai dan berjalan masuk.
Didalam
rumah, Radha Bai datang membawa gelas, ia berkata pada Balaji “ Tanah air ini
akan meminta darah dan anaknya dan juga anak perempuannya”. Radha memberikan teh untuk Balaji.
Balaji
meminumnya, Radha tertunduk dan ia berkata “Aku tidak akan membiarkan mu untuk
berhenti membuat sejarah dan juga
teriakan, bahkan anak kita juga akan memberikan dukungannya bahkan ketika kau
akan pergi”. Radha bai kembali merasakan sakit diperutnya dan ia berteriak,
Balaji berkata “Apa sekarang kau akan melahirkan?”. Radha berlinang air mata
dan mengijinkan Balaji utuk pergi. Balaji
Vishwanath menatap Radha, ia memeluk suaminya dari belakang dan ia menangis meminta suaminya berjanji bawa
dirinya akan segera kembali, Balaji Vishwanath menjanjikan pada istrinya "
kepalanya akan dipotong kemudian aku akan kembali pada mu, ia memberlai
istrinya dengan tangannya. Iringan Jai
Dev Shri Ganesha memainkan, Balaji melakukan puja, Radha keluar berjalan bersama
dengan suaminyaia memberikan salam pada Dhanan ji.
Dhana
ji dan Balaji Vishwanath duduk di kuda mereka masing- masing, Balaji Vishwanath
menatap istrinya dan pergi. Balaji berpikir bahwa masa depan anaknya tergantung pada kehadiran
dan berjanji untuk kembali ke rumah. Radha menangis menatap kepergian suaminya.
Di
aula pertemuan kerajaan, Pant Pratinidhi bertanya pada Rani Saheb "
Shahuji telah kembali, jika dia akan membuatnya menjadi raja". Rani
mengatakan "aku menolaknya dari pekerjaan dan memintanya untuk pergi". Ram Chandra mengatakan pada Rani
" apa pun yang dilakukan olehnya itu salah dan ia tidak setuju dengan
usulnya"
Rani Saheb mengatakan pada Pashuram untuk membiarkannya untuk bicara dan mengatakan
"beberapa orang berpikir bahwa mereka bisa memerintah dengan baik dari
pasa aku".
Ram Chandra mengatakan " Dhana ji telah memilih seseorang untuk membawa kembali Shahuji ... Kadang kita harus menunggu". Shankar mengatakan "kita akan menunggu".
Rani Saheb mengatakan "Aurangzeb tidak akan menunggu untuk melihat tidak ada duduk di Singhasan tersebut". … Sankar mengatakan bahkan Shahuji harus berubah di bawah pengaruh Aurangzeb, dan mengatakan dia tidak bisa membiarkan Singhasan kosong dan siapa yang tidak setuju dengan ia bisa pergi". Semua orang terkejut.
Ram Chandra mengatakan " Dhana ji telah memilih seseorang untuk membawa kembali Shahuji ... Kadang kita harus menunggu". Shankar mengatakan "kita akan menunggu".
Rani Saheb mengatakan "Aurangzeb tidak akan menunggu untuk melihat tidak ada duduk di Singhasan tersebut". … Sankar mengatakan bahkan Shahuji harus berubah di bawah pengaruh Aurangzeb, dan mengatakan dia tidak bisa membiarkan Singhasan kosong dan siapa yang tidak setuju dengan ia bisa pergi". Semua orang terkejut.
Di
tempat Dhana ji, mereka sedang berbicang di sebuah ruangan, Dhana ji mengatakan
pada Balaji Vishwanath " cari tahu apakah Shahuji masih hidup atau tidak,
dan mengatakan jika ia masih hidup maka dia akan mencari tahu apakah ia asli
atau tidak".
Balaji Vishwanath bertanya "mengapa tidak ada yang mencoba untuk mengetahui sampai sekarang". Dhana ji mengatakan "seseorang bekerja dengan Mughal dan akan membantu mu untuk masuk ke sana". Dhanan ji mengatakan " kau akan sendirian di sana".
Balaji Vishwanath bertanya "mengapa tidak ada yang mencoba untuk mengetahui sampai sekarang". Dhana ji mengatakan "seseorang bekerja dengan Mughal dan akan membantu mu untuk masuk ke sana". Dhanan ji mengatakan " kau akan sendirian di sana".
Balaji
Vishwanath terkejut dan bertanya" apa rencana selanjutnya?".
Dhana ji mengatakan "aku telah memilih mi karena kecerdasan mu .. yang aku takutkan kau hanya akan sendirian di laga ini". Balaji Vishwanath mengatakan "ia hanya sedikit takut, tapi itu tidak berarti, dia tidak memiliki keberanian".Dhana ji mengatakan "kemenangan akan merangkul ketika seseorang hidup dan tidak mati, tersenyum ... "
Dhana ji mengatakan "aku telah memilih mi karena kecerdasan mu .. yang aku takutkan kau hanya akan sendirian di laga ini". Balaji Vishwanath mengatakan "ia hanya sedikit takut, tapi itu tidak berarti, dia tidak memiliki keberanian".Dhana ji mengatakan "kemenangan akan merangkul ketika seseorang hidup dan tidak mati, tersenyum ... "
Di
perkumpulan perkemahan, seorang pria berjalan memasuki tenda, Shahu ji sedang
duduk, pria itu mengatakan kepadanya
"ini peringatan hari ke-13 dari kematian pamanmu Chatrapati Maharaj...,
kau dipanggil Aurangzeb" . Shahu ji
terkejut, ia berjalan ke bagian tenda Aurangzeb bersama dengan utusan Aurangzeb dan
bertanya "mengapa kau memanggil ku?".
Aurangzeb
meminta semua pengawalnya keluar, ia mengatakan " aku merasa buruk tentang paman Chatrapati
Maharaj..., aku mengijinkan mu untuk memperingati kematian ke-13 nya". Shahuji yang masih
berdiri bilang pada Aurangzeb "aku akan makan makanan biasa bahkan hari
ini". Aurangzeb mengatakan " kau marah dengan ku ... Kau telah
diurus, ... Kau dan ibu mu dan ia bertanya " apa yang tidak memilikinya?'
Shahuji mengatakan " membutuhkan kebebasan". Aurangzeb mempersilahkan
Shahuji duduk
Shahu
ji mengatakan pada Aurangzeb bahwa mereka hanya memiliki satu hubungan diantara
mereka, dan itu hanya kebencian. Aurangzeb mendengarkannya ia hanya terdiam dan meminta pada mentrinya untuk menahan diri,
lalu Auruangseb menuangkan minuman ke gelas /jus apel. ia bilang " aku telah membuat
mu aman di sini sejak 11 tahun, jadi mengapa aku membunuhmu sekarang?".
Angurzeb meminta dia untuk minum. Shahu ji ragu untuk meminum, namun ia
meminumnya dan ia terbatuk.
Aurangzeb
mengatakan " aku memiliki benih di dalamnya, dan aku akan sadar kadang-kadang akan ku sebar... Jika kau ada dalam kondisi mereka, maka kau tidak akan bisa
kawin lari, karena Marthis sedang berusaha untuk membuat mu kawin lari dari
sini dengan seseorang"
Sahuji berfikir "ia akan melihat pemberani dari Marathis untuk langkah Mughal.
Shahu ji menjadi lemas, ia memegangi lehernya dan ia jatuh pingsan. Mentrinya bertepuk untuk memanggil penjaga, dua orang prajurit datang untuk membawa Shahu ji dari ruangan Aurangzeb.
Sahuji berfikir "ia akan melihat pemberani dari Marathis untuk langkah Mughal.
Shahu ji menjadi lemas, ia memegangi lehernya dan ia jatuh pingsan. Mentrinya bertepuk untuk memanggil penjaga, dua orang prajurit datang untuk membawa Shahu ji dari ruangan Aurangzeb.
Diluar
tenda Aurangzeb, Balaji sudah bersiap dengan mengenakan pakian prajurit lengkap
dengan prisai dan juga pedangnya, ia berjalan menuju kekaisaran Mughal dan
melihat keadaan sekeliling perkemahan, prajurit rata-rata sedang tertidur
pulas, Balaji melihat kesalah satu tenda. Ia kemudian kembali dan membersihkan
kudanya. Balaji berbicara pada ajudannya berkata “Aku yakin Shauji ada di salah
satu tenda itu”. Ajudannya berkata " mungkin trik Aurangzeb untuk menipu
kita" . Balaji bilang "aku harus masuk kesana untuk melihat". Ajudanya ketakutan “Apa
maksud mu?”.
Balaji
menancapkan pedang dan menaruh prisainya, ia berjalan menuju tenda yang sejak
tadi menjadi targetnya, ia berlari namun tersandung batu, Balaji bergegas
menuju ke jendela, ia mengintip dari lubang jendela ketika itu Sahuji sedang
batuk dan berbaring lemah, Balaji masuk ke dalam tenda lalu bersembunyi ketika
melihat ibu Sahuji datang untuk merawatnya, Ibu Sahuji berkata “Aku akan
membawakan obat untuk mu”, kemudian Ibu Sahuji meminumkan obat pada putranya
yang terus terbatuk, Balaji mengintip dari tempat persembunyiannya, ibu Sahuji
melepaskan cincin dan kemudian menaruh semua perhiasan Sahuji di sebuah meja,
Balaji keluar untuk melihatnya ketika ibunya masuk kedalam. Balaji mengambil
cincin Sahuji dan saat itu ibu Sahuji akan kembali, Balaji berlari dan menginjak
jebakan yang telah disiapkan…, ia terjebak kedalam perangkap jaring dan
terjatuh ke selokan air. Balaji terkejut ketika semua prajurit Qameruddin
mengepungnya dari atas.
Qameruddin
tertawa ia menceritakan bahwa dirinya curiga saat mendengarkan suara batu dan
Balaji masuk ke tenda Sahuji.
Keesokan
paginya, Radha Bai yang sedang
melakukan puja, tiba-tiba saja perutnya sakit dan akan melakukan persalinan, ia
menjatuhkan wadah air beberapa wanita bergegas berlari untuk membantunya.
Qamaruddin
menyiksa Balaji Vishwanath hingga muntah darah, ia membawanya ke hadapan Aurangzeb, Aurangzeb mengatakan " kau
telah menunjukkan keberanian dan aku menghormati orang yang berani". ,
Aurangzeb memberinya kebebasan untuk memilih kematian Balaji ... dan bertanya
"apakah kau ingin terbunuh oleh pedang, atau jika ia ingin didorong dari
tebing".
Balaji
Vishwanath mengingat janji yang telah dibuat
pada istrinya, dan mengatakan pada Aurangzeb " aku lebih suka mati dengan
pedang dan takut jatuh dari tebing". Qameruddin menatap Aurangzeb yang
hanya mengangguk. Namun Aurangzeb menghianati janjinya, ketika itu QamarUddin membawa Balaji dekat ke tebing dan
dua orang prajurit siap untuk mendorongnya
Balaji
Vishwanath didorong dari tebing, dan jatuh
di lembah dan pingsan. Qamar Uddin mengatakan" tidak tahu apa yang akan
menjadi takdir Marathis". Di sisi lain, Radha Bhai telah melahirkan bayi
laki-laki yang akan diberi nama sebagai Peshwa Baji Rao. Bayi laki-laki mungil ditaruh
disamping ibunya yang masih terbaring lemah.
Precap:
Seseorang mengatakan pada Radha Bai nahwa dirinya telah menjadi janda dan memintanya untuk mengikuti kebiasaan. ia menolak dan berteriak. Kemudian Sedikit ditampilkan sosok Bajirao.
Seseorang mengatakan pada Radha Bai nahwa dirinya telah menjadi janda dan memintanya untuk mengikuti kebiasaan. ia menolak dan berteriak. Kemudian Sedikit ditampilkan sosok Bajirao.
SONY TV

Tidak ada komentar:
Posting Komentar