![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 44 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Di sungai Khrisna, ketika Dandak menginginkan Baji mengambilkan berlian dari bawah dasar sungai, Dandak menceritakan pada Baji tentang sungai Khrisna, ia mengatakan "Siapapun yang mencoba untuk mendapatkan berlian dari dasar sunga, maka orang itu akan meninggal dan terluka berat.., jika kau berhasil untuk mendapatkan berlian itu, Aurangzeb akan memberikan berapapun harga yang kau minta". Dandak mengangkat tangan seorang anak dengan mengarahkan palunya di hadapan Baji dan itu membuat Baji dan teman-temannya terkejut, Dandak tertawa senang. Baji mengatakan "Bahkan aku tidak akan memberikan pasir untuk bangsa Mughal dan hanya akan meninggalkan berlian saja". Dandak meyakinkan Baji "kau harus mendapatkan berlian itu untuk teman mu". Radha Bai menyelipkan surat pada Malhari, ia meminta Malhari untuk pergi dan menyampaikan pada wanita tua bahawa nyawa Baji sedang dalam bahaya, Malhari mengerti dengan pesan yang di sampaikan Radha dan ia bergegas berlari.
Tara Rani Bai mengarahkan pedangnya yang berlumuran darah dan mengatakan pada Shankar "aku memiliki bijli ditangan ku". Tara Rani berkelahi dengan para penghianat Saradaar Marati, dan ia membunuh mereka semua, Shankar melukai tangan Tara Rani kemudian mereka bertarung pedang, Tara Rani berhasil mengalahkan Shankar, lalu menusukan pedang dan membunuh Shankar "Jai Bhavani". Darah Shankar terciprat di wajah Shiva Raze, Tara Rani mengtakan pada Raze yang terguncang ketika ia melihat pembunuhan yang terjadi di depan matanya "darah musuh merupakan Shriranggar raja... jika kau ragu untuk membunuh musuh maka kau juga harus mati". Shiva Raze terkejut. Tara Rani marah dan meninggalkan Shiva Raze sendirian.
Dandak meminta Baji untuk segera memustuskan, Baji mengatakan "aku akan membawa berlian itu untuk mu, persahabatan lebih penting untuk ku, saat akau membawa Swaraj maka aku akan mendapatkan berlian dan juga pasir tersebut untuk Mughal". Dandak mengatakan " kau sangat egois sebagai seorang pria, jika kau gagal untuk membawa berlian itu, maka teman mu Parshu akan mati di tangan ku". Baji berjalan mundur lalu berlari dan melompat ke sungai Khrisna. Dandak tersenyum puas.
Nser marah dan berteriak "Yalgaar / seraaang". Para prajurit Mughal menyerang Dhana ji dan Balaji, Naser duduk di atas kudanya dan melemparkan bom, ia mengambil ayahnya ketika asap sangat tebal, lalu menaikan Qammeruddin di atas kudanya dan pergi dasi sana. Balaji dan Dhana ji kebingungan dan melihat kesekeliling tempat ketika menyadari bahwa Qammeruddin tidak ada.
Sementara itu di dasar sungai, Baji berenang di sekitar tumbuhan air penuh dengan duri, ia melihat kilauan berlian di dasar sungai dan berenang mendekatinya dan mencoba utuk mendapatkan berlian itu, namun tidak bisa, Baji keluar dari dalam air untuk mengambil napas, Dandak mengejek Baji mengatakan "kau telah gagal". Baji mengatakan "aku bisa mati tapi tidak akan gagal". Gotiya dan Ishu meminta agar Baji tidak melakukannya dan memintanya keluar dari sungai, dan memberitahu pada Baji "Kita tidak tahu apa yang telah di lakukan Dandak pada Parshu". Baji mengingat semua hal yang telah di ajarkan oleh Radha Bai ketika ibunya memintanya untuk fokus pada setiap misinya, Baji mengatakan "jika aku gagal maka ibu ku juga akan gagal". Dandak meminta Baji untuk mengambil berlian itu kembali di dasar sungai yang sangat dalam, Baji kembali menyelam ke sungao untuk mencoba kembali mengambil berlian itu, tanaman berduri melukai wajah Baji sehingga membuatnya sangat terkejut.
Tara Rani Bai kembali keistana bersama dengan Shiva Raze setelah mengalahkan semua penghianat Marathi dan semua orang bersorak sorai untuknya, Tara Rani sedang mencuci tangannya, Blaji dan Dhana ji kembali ke istana. Tara Rani melihat kedatangan mereka. Tara Rani mengatakan pada Balaji "Aku senang ketika melihat bagaimana perjuangan Shiva Raze saat melawan semua penghianat dari Sardaar Marathi... maka pendidikan Raze untuk mengalahkan lawan telah selesai sekarang". Tara Rani Bai meminta Balaji untuk berkonsentrasi pada persiapan Gudi Padwa. Shiva Raze sangat terkejut ketika ia mendengar bahwa ibunya telah berbohong di hadapan semua orang.
Disungai Khrisna, Dandak mengatakan "Baji pasti sudah mati". Gotiya dan Ishu terkejut, Gotiya marah dan berteriak berkata "Baji tidak bisa mati", Dandak tertawa dan mengejek bahwa Gotiya marah, di dasar sungai yang sangat dalam, Baji masih berenang di sekitar tumbuhan berduri, ia kembali terluka ketika duri pada tanaman itu mengenai tubuhnya, Baji semakin dekat dengan Berlian itu dan akhirnya Baji berhasil mengambilnya dan kembali ke atas. Dandak masih menunggu Baji, Gotiya menangis dan mengatakan "aku akan berenang ke sungai dan melihat keadaan Baji". Akhirnya Baji keluar dalam kondisi terluka parah dan menujukkan berlian itu di tangannya, dan Dandak sangat bahagia, Dandak mengatakan "aku tahu kau akan membawakan berlian itu ketika aku melihat mu". Dandak tertawa senang ketika melihat Baji berhasil membawalan batu permata putih itu dan meminta Baji untuk menyerahkannya padanya. Tapi Baji meminta janji Dandak untuk mengunjukkan Parshu padanya, Dandak mengatakan "aku telah membiarkan Parshu pergi kemarin". Baji berteriak "kau telah berbohong". Dandak mengatakan "teman mu telah menghianati mu, Parshu berscerita bahwa kau akan melarikan diri dari sin:. Baji terkejut.
Sebuah kilas balik di tampilkan ketika Parshu marah dan penuh dengan kebencian dengan Baji, ia mengingat saat Baji mengatakan bahwa Gotiya sahabat etrbaiknya, Anak buah Dandak datang menemui Parshu, Parshu memberitahu bahwa ia memiliki pesan untuk Dandak dan ia mebceritakan semua rencana Baji untuk melarikan diri. Pembicaraan Dandak dengan anak biahnya "aku tidak memiliki tempat untuk pengecut, biarkan ia pergi". Dandak menakuti Parshu sehingga ia ketakutan dan melarikan diri dari sana, kilas balik berakhir. Dandak berkata pada Baji "Teman mu telah melarikan diri"
Sebuah kilas balik di tampilkan ketika Parshu marah dan penuh dengan kebencian dengan Baji, ia mengingat saat Baji mengatakan bahwa Gotiya sahabat etrbaiknya, Anak buah Dandak datang menemui Parshu, Parshu memberitahu bahwa ia memiliki pesan untuk Dandak dan ia mebceritakan semua rencana Baji untuk melarikan diri. Pembicaraan Dandak dengan anak biahnya "aku tidak memiliki tempat untuk pengecut, biarkan ia pergi". Dandak menakuti Parshu sehingga ia ketakutan dan melarikan diri dari sana, kilas balik berakhir. Dandak berkata pada Baji "Teman mu telah melarikan diri"
Di perkemahan Qammerudin, Parveen datang menemui Qammerudin, ia terkejut ketika melihat luka di tangan Qammeruddin dan bertanya"apa yang terjadi?". Qammeruddin mengatakan " aku merencanakan untuk membunuh Tara Rani, tapi semua itu gagal..., ini hadiah dari Marathi yang telah di berikan oleh Balaji... aku yakin Kam Baksh yang telah melakukannya". Paraveen mengatakan "itu mungkin rencana Sahuji". Qammeruddin mengatakan "tidak aku meragukan Kam Baksh dan akan menargetkan kegagalannya dan juga kematian Balaji". Naser melepaskan ikat pinggang duri beracun dan menunjukkannya pada Parveen, Qammeruddin mengatakan pada Parveen "ini sangat beracun dan Balaji akan mati dengan duri beracun itu". Parveen menerima sabuk itu dan mengerti semua rencana Qammerudin.
Baji masih di dalam air, ia mengatakan pada Dandak "Baji adalah temannya dan tidak akan ada bisa yang akan menghianatinya". Baji mengingat ketika Parshu meminta Baji utnuk meninggalkan Gotiya Dandak mengejek Baji dengan mengatakan "bukanlah teman terbaik mu Gotiya, apa yang kau katakan ketika Parshu meminta mu Gotiya yang gemuk dan melarikan diri dari sini?". Gotiya mengatakan "Parshu sudah menghianati Baji saat kau keluar dari Kal Kotri dan kau bertanya tentang Parshu, ku pikir kau memang orang bodoh karena kau membahayakan diri mu untuk teman mu dan itu sebabnya aku tidak memberitahu mi tentang Parshu pada mu". Dandak bersikeras meminta Baji untuk memberikan batu permata itu, Baji sangat marah
Baji masih di dalam air, ia mengatakan pada Dandak "Baji adalah temannya dan tidak akan ada bisa yang akan menghianatinya". Baji mengingat ketika Parshu meminta Baji utnuk meninggalkan Gotiya Dandak mengejek Baji dengan mengatakan "bukanlah teman terbaik mu Gotiya, apa yang kau katakan ketika Parshu meminta mu Gotiya yang gemuk dan melarikan diri dari sini?". Gotiya mengatakan "Parshu sudah menghianati Baji saat kau keluar dari Kal Kotri dan kau bertanya tentang Parshu, ku pikir kau memang orang bodoh karena kau membahayakan diri mu untuk teman mu dan itu sebabnya aku tidak memberitahu mi tentang Parshu pada mu". Dandak bersikeras meminta Baji untuk memberikan batu permata itu, Baji sangat marah
Precap:
Baji, Gotiya dan Ishu ditangkap oleh Dandak. Dandak menyerang Baji bersama dengan akan buahnya, Radha datang untuk menyelamatkan anaknya dan berdiri melindungi Baji. Parveen datang untuk menyerang Balaji, Balaji melihat duri beracun di tangannya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar